ARA Indonesia

Call Directions Website Contact the business

ARA Indonesia ALLAHmenuntunAnda keARA Indonesia
PentingKlikPODCASTbagiKeselamatanJiwa

Bergabunglah dengan pendengar Radio Advent Suara Pengharapan, dimana anda akan menemukan apa yang orang lain temukan setiap hari yaitu kebahagiaan sejati, damai sejahtera, dan pengharapan yang kekal.

Sahabat & SaudarakuUntuk Pelajaran di Kuartal ke-4 ini, setiap hari Jumat, kita mempelajari bagaimana Ellen G. White men...
09/10/2026

Sahabat & Saudaraku
Untuk Pelajaran di Kuartal ke-4 ini, setiap hari Jumat, kita mempelajari bagaimana Ellen G. White menaruh kasih yang mendalam kepada Yesus, dan melayani Yesus sepanjang sisa hidupnya.

Ikuti cuplikan kisah Ellen Gould Harmon White di serial audio “Sketsa Kehidupan”
Audio https://open.spotify.com/episode/02YCUsbodBEYUYeSHfNlho

“DIPANGGIL KEPADA PELAYANAN KENABIAN” | 2 286

Allah memanggil para nabi pada waktu-waktu tertentu untuk tujuan-tujuan khusus. Para nabi dipercayakan berbagai pekabaran yang dibutuhkan untuk waktu itu. Dalam konteks ini GMAHK percaya bahwa Ellen G. White adalah salah satu orang yang menunjukkan perwujudan modern dari karunia nubuat, yang berfungsi seperti nabi non kanonik - maksudnya tulisannya tidak dimasukkan dalam kanon Alkitab.

Ellen Harmon menerima panggilan pertamanya pada bulan Desember 1844, beberapa minggu setelah momen dimana Advent pengikut Miller mengatakan Yesus datang kembali berdasarkan Daniel 8: 14: "Sampai lewat dua ribu tiga ratus petang dan pagi, lalu tempat kudus itu akan dipulihkan dalam keadaan yang wajar." Meskipun William Miller tidak pernah menetapkan tanggal yang pasti, para pengikutnya menyimpulkan 22 Oktober 1844, yang berdasarkan perhitungan waktu Alkitab adalah Hari Pendamaian, sebagai tanggal Kristus datang kembali ke dunia.

Keyakinan ini secara luar biasa menggerakan ribuan demi ribuan orang di Amerika Utara dan wilayah lain di dunia, bahwa mereka segera akan bersatu dengan Juruselamat mereka di surga. Miller juga menjadi penuh dengan kegembiraan dan antusiasme saat Kedatangan Kristus yang diharapkan itu semakin dekat. Namun, Kristus tidak datang, dan orang-orang percaya Millerite mengalami salah satu peristiwa sejarah yang paling menghancurkan, yaitu Kekecewaan Besar.

Inilah latarbelakang di mana Allah memberikan penglihatan pertama kepada Ellen Harmon. Pekabaran utamanya adalah untuk mendorong Ellen dan orang-orang percaya yang kecewa, bahwa Allah masih menyertai mereka terlepas dari penafsiran mereka yang keliru. Penglihatan itu menunjuk ke sebuah jalan yang arahnya dari bumi menuju ke Yerusalem surgawi. Di jalan ini ada orang-orang percaya Advent yang sedang melakukan perjalanan ke Kota Suci.
"Jika mereka tetap memusatkan pandangan mereka pada Yesus, yang berada tepat di depan mereka, memimpin mereka ke kota itu, mereka aman"- Ellen G. White, Spiritual Gifts, jld. 2, hlm. 31.

Penglihatan ini adalah kabar baik. Allah memulai sebuah pergerakan baru dari kebingungan akibat kekecewaan itu. Yesus tetap menyertai mereka. Yesus masih akan kembali. Yesus masih memimpin mereka di jalan keselamatan. Mereka hanya harus menjaga pandangan mata mereka tetap "terpusat pada" Yesus. Mereka memiliki alasan yang kuat untuk tidak putus asa, bahkan di tengah begitu banyak kekacauan dan kekecewaan.

Demikianlah, Ellen Gould Harmon, seorang remaja berusia 17 tahun, dipanggil ke dalam pelayanan kenabian.
Jalannya bukanlah jalan yang mudah, terutama di masa-masa awal. Meskipun karunia ini secara bertahap diterima sebagai sesuatu yang asli, Ellen G. White merasa takut untuk menjadi utusan Allah. Menjadi nabi Allah tidak pernah mudah atau bergengsi.

Jadi, bagaimanakah Ellen White bisa tunduk pada panggilan Allah?

Pekan depan kita akan melihat lebih dekat pekerjaan khusus dan tantangan-tantangan yang dihadapi oleh para nabi Perjanjian Lama, dimana beberapa di antaranya juga bergema dalam kehidupan dan pelayanan Ellen G. White, seperti yang akan kita ikuti pada hari Jumat depan.

Terimakasih sudah belajar bersama,
TUHAN Memberkati kita

Sumber Pel. 02 Q4 | EGW Estate | ⁠“KARUNIA NUBUAT” ⁠
Teks Lengkap SS Dewasa
⁠https://absg.sspmadventist.org/en/2026-04-er/02/06⁠
#4

Iblis takut kehilangan kekuasaannya atas manusia setelah mendengar suara Yohanes di padang gurun,. Kejahatan para penden...
08/10/2026

Iblis takut kehilangan kekuasaannya atas manusia setelah mendengar suara Yohanes di padang gurun,. Kejahatan para pendengar Yohanes dibuka kedoknya dengan cara yang membuat Iblis gemetar.
Audio https://open.spotify.com/episode/183IEUBUtrtwhqrI7ZKIpB

Sahabat & Saudaraku
Intisari SS Harian & Roh Nubuat pilihan
Kamis, 8 OKT, “YOHANES PEMBAPTIS, MEMPERSIAPKAN SUATU UMAT” | 285

Injil Markus menyatakan bahwa kedatangan Yohanes Pembaptis adalah penggenapan nubuat Yesaya di Yes. 40: 3. Yohanes dari masa kanak-kanak hingga dewasa hidupnya setia kepada Allah.
EGW menulis di Kerinduan Segala Zaman (1999), jld. 1, hlm. 234 bahwa iblis takut kehilangan kekuasaannya atas manusia setelah mendengar suara Yohanes di padang gurun,. Kejahatan para pendengar Yohanes dibuka kedoknya dengan cara yang membuat Iblis gemetar. Cengkeraman Iblis atas Israel sedang terancam. Jadi iblis berulang kali mencoba dan gagal untuk menghalangi Yohanes Pembaptis dari gaya hidupnya yang setia dan kepercayaan kepada Mesias.

Matius 11: 1-6 menulis Yesus meneguhkan iman Yohanes saat pengkhotbah itu di dalam penjara.
Iblis tidak mampu mencobai Yesus untuk berbuat dosa, dan kekalahan di padang gurun membuat iblis marah, jadi ia mengubah taktik dengan membuat Yohanes, sepupu Yesus, dijebloskan ke dalam penjara. Pemenjaraan Yohanes menyakiti hati Yesus, meskipun Iblis tidak dapat memikat Yesus untuk berbuat dosa. Ini juga adalah cara Iblis untuk mematahkan semangat Yohanes, sekaligus membebani hati Juruselamat secara emosional. Namun, Yohanes menerima kata-kata penghiburan dari Yesus. Dan meskipun kondisinya mengerikan, dan tentu saja tidak mengerti mengapa ia tetap berada di penjara padahal Yesus begitu berkuasa, Yohanes tetap setia, bahkan sampai mati.

Seperti nabi-nabi zaman dulu, kita juga dipanggil untuk memberitakan pekabaran pertobatan dan iman serta totalitas kebenaran Kristus, Why. 14: 6-12. Sama seperti yang iblis lakukan terhadap Yohanes Pembaptis, iblis menggunakan ketidakpastian untuk membuat kita meragukan misi Allah bagi hidup kita.

Kita tidak perlu menjadi putus asa jika kita mengingat pimpinan Allah dalam hidup kita, terutama ketika segala sesuatunya tidak berjalan baik bagi kita, seperti yang terjadi pada Yohanes, yang dipenjarakan dan kemudian dibunuh karena tindakan wanita jahat Salome dan Herodias ibunya, melalui kekuasaan Herodes pria yang pendiriannya lemah. Apa pun yang dilakukan manusia terhadap kita, kita selalu dapat menjangkau Allah dalam iman, dan Allah akan menjawab kita. Allah telah menjanjikan kuasa kepada kita untuk melakukan kehendak-Nya (Kis. 1: 8). Di dunia pasca-Kristen dan non-Kristen, sangatlah penting bagi kita untuk menjadi saksi yang setia bagi Kristus, apa pun keadaan kita.

Saat berada dalam situasi, seperti Yohanes di penjara, di mana kita benar-benar tidak dapat mengerti mengapa hal-hal buruk terjadi pada kita, berdoalah lebih sungguh agar tetap beriman dan percaya kepada Allah

Kutipan Roh Nubuat disadur dari Lift Him Up, p. 231.

“…apa pun tugas kita—besar atau kecil, terlihat atau tidak terlihat—hendaknya dilakukan dengan sungguh-sungguh untuk Tuhan … dengan penuh kerendahan hati dan penuh hormat seperti Yohanes Pembaptis yang berkata: “Dia harus semakin bertambah, tetapi aku harus semakin berkurang.” Inilah rahasia pelayanan yang benar.

Selama (diri) “aku” masih ingin dipuji, diakui, atau dianggap paling berjasa, pelayanan mudah berubah menjadi tempat mencari kepuasan diri. Tetapi ketika kita menempatkan Kristus di depan, kita dapat bekerja dengan rendah hati dan menyerahkan hasilnya kepada Tuhan. Kita bekerja, tetapi Tuhanlah yang memiliki pekerjaan itu.

Tuhan rindu mencurahkan “air” kepada tanah yang kering—mencurahkan terang dan kuasa kepada orang yang sungguh-sungguh haus akan Dia. Kita tidak perlu sibuk membesarkan diri agar pekerjaan Tuhan maju. Tugas kita adalah mencari terang, menerima firman-Nya, lalu membiarkan terang itu bersinar melalui kehidupan kita. Agungkan Kritus…Biarlah umat manusia mundur, agar semua dapat memandang Kristus. Jadi, kalau hari ini kita melayani, biarlah orang melihat bukan siapa kita yang terutama, tetapi melihat siapa Kristus yang kita layani. Amin

Terimakasih sudah belajar bersama,
TUHAN Memberkati kita

Sumber Pel. 02 Q4 | EGW Estate | “KARUNIA NUBUAT”
Teks Lengkap SS Dewasa https://absg.sspmadventist.org/en/2026-04-er/02/06
#4

Sungguh nubuatan yang menakjubkan tentang Eropa, bahkan sampai hari ini, meskipun terjadi pernikahan silang dan segala u...
07/10/2026

Sungguh nubuatan yang menakjubkan tentang Eropa, bahkan sampai hari ini, meskipun terjadi pernikahan silang dan segala upaya penyatuan, benua itu tetap menjadi negara-negara yang terpisah!
Audio https://open.spotify.com/episode/10OVwmSkgpGWHQ7iFHW0ZW

Sahabat & Saudaraku
Intisari SS Harian & Roh Nubuat pilihan
Rabu, 7 Okt 2026, “DANIEL, PELIHAT YANG SETIA” | 284

Daniel pasal 1, mengisahkan Daniel berdiri teguh memegang prinsip kesehatan yang telah ia pelajari sejak kecil. Daniel adalah model kesetiaan ay.8. Ketika disuguhi hidangan raja, ia berketetapan untuk makan makanan nabati dan minum air putih saja daripada menyantap makanan yang ditawarkan kepadanya dari meja raja ay.12-16. Ini adalah ujian kecil dibandingkan dengan apa yang akan terjadi kemudian, seperti dalam Daniel 6, ketika kesetiaannya bisa saja artinya kematian baginya.

Daniel pasal 2-6 mengisahkan kesaksian yang diberikan Daniel kepada orang-orang kafir di sekitarnya. Dan orang-orang kafir memberi kesaksian terhadap kuasa Allahnya Daniel, yang semuanya mengungkapkan prinsip yang sangat penting yaitu melalui hidup kita, melalui kesetiaan kita, dan melalui kuasa Allah yang bekerja di dalam dan melalui kita, orang lain dapat dan harus belajar tentang Allah surga, dan bahwa Allah adalah "Allah yang mengatasi segala allah dan Yang berkuasa atas segala raja".

Arti nama Daniel, "Allah adalah hakimku". Tema berulang dalam nubuatan Daniel adalah penghakiman, yang puncaknya adalah kedatangan Kristus yang kedua kali yaitu kemenangan akhir Allah. Tulisan-tulisan Daniel layak untuk di perhatikan secara cermat karena sangat relevan dengan zaman kita saat ini.

Nubuatan Daniel mengingatkan untuk selalu waspada dan memelihara perintah-perintah Allah, bahkan untuk hal-hal "kecil" dalam hidup. Sebagai seorang nabi, Daniel menubuatkan kebangkitan dan kejatuhan bangsa-bangsa serta akibat dari ketidaktaatan mereka kepada Allah. Melalui penglihatan-penglihatan nubuatannya, Daniel mengungkapkan rencana Allah dan kemenangan akhir kerajaan Allah dalam Dan. 7: 13, 14.

Daniel 2, yang ditulis setengah milenium sebelum Kristus, begitu akurat menggambarkan kebangkitan dan kejatuhan empat kerajaan besar dunia ini, bahkan sampai ke zaman kita yaitu zaman kaki dan jari-jari kaki pada patung itu. Secara jelas ini merujuk pada bangsa-bangsa Eropa modern, yaitu "mereka akan bercampur oleh perkawinan, tetapi tidak akan merupakan satu kesatuan, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat" Dan. 2: 43.

Sungguh nubuatan yang menakjubkan tentang Eropa, bahkan sampai hari ini, meskipun terjadi pernikahan silang dan segala upaya penyatuan, benua itu tetap menjadi negara-negara yang terpisah dengan hukum, adat istiadat, dan tradisi yang terpisah. Ketika bahkan beberapa tahun sebelum jatuhnya Uni Soviet, tidak ada badan intelijen yang melihat kejatuhan itu akan terjadi, nubuatan Daniel memberi kita petunjuk kuat agar mempercayai nabi-nabi Allah.

Semua kerajaan dalam Daniel 2 datang dan pergi tepat seperti yang telah dinubuatkan. Jadi, kita harus percaya kepada nubuatan yang berbicara tentang kerajaan kekal Allah yang akan datang berikutnya.

Kutipan Roh Nubuat disadur dari Our High Calling, p. 249 & Conflict and Courage, p. 369.
Daniel menjadi teladan karena sejak muda ia tetap berpegang pada prinsip Tuhan meskipun berada di lingkungan yang penuh godaan. Ia jujur ketika orang lain mungkin memilih berbohong, kuat ketika orang lain menyerah, dan tetap setia ketika keadaan menekan…iman yang sejati terlihat dalam keteguhan karakter dan kesetiaan kepada Tuhan, bukan hanya ketika keadaan menyenangkan.

Tuhan tidak melupakan umat-Nya ketika mereka berada dalam masa sulit… Daniel, dan umat Tuhan lainnya pernah mengalami keadaan yang seolah-olah tanpa jalan keluar, tetapi mereka tidak pernah berada di luar perhatian Tuhan. Bahkan ketika manusia tidak dapat menolong, Tuhan tetap hadir. Keadaan sulit tidak berarti Tuhan meninggalkan kita.

Karena itu, standar iman tidak perlu diturunkan hanya karena zaman semakin sulit…Kita mungkin tidak dipanggil seperti Daniel untuk menghadapi gua singa …tetapi kita dipanggil untuk memiliki iman, integritas, keberanian, dan pengabdian yang sama. Kiranya ketika dunia melihat kehidupan kita, mereka dapat melihat sedikit gambaran tentang Kristus.

Terimakasih sudah belajar bersama,
TUHAN Memberkati kita

Sumber Pel. 02 Q4 | EGW Estate | “KARUNIA NUBUAT”
Teks Lengkap SS Dewasa https://absg.sspmadventist.org/en/2026-04-er/02/05
#4

Nubuatan Yesaya adalah bagian-bagian Alkitab yang penting, memberikan wawasan yang mendalam tentang sifat Allah, sifat m...
06/10/2026

Nubuatan Yesaya adalah bagian-bagian Alkitab yang penting, memberikan wawasan yang mendalam tentang sifat Allah, sifat manusia, dan rencana keselamatan yang sedang disingkapkan.
Audio https://open.spotify.com/episode/3Al8UemJq5QdzOnsj2EX7a

Sahabat & Saudaraku
Intisari SS Harian & Roh Nubuat pilihan
Selasa, 6 Okt 2026, “YESAYA, NABI INJIL” | 283

Yesaya, seorang nabi besar dalam Perjanjian Lama, menerima panggilannya untuk pelayanan kenabian langsung dari Allah, Yes. 6: 1-8. Kagum dengan kekudusan dan keagungan Allah, Yesaya menyadari ketidaklayakannya. Pada saat itu, seorang serafim terbang kepada Yesaya dengan membawa bara api dari mezbah surgawi dan "menghapus" dosa-dosanya. Allah kemudian bertanya, "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Jawaban Yesaya seharusnya selalu menjadi jawaban kita: "Ini aku, utuslah aku!" ay. 8.

Panggilan Yesaya datang pada titik penting dalam sejarah Israel. Nubuatan Yesaya adalah bagian-bagian Alkitab yang penting, memberikan wawasan yang mendalam tentang sifat Allah, sifat manusia, dan rencana keselamatan yang sedang disingkapkan. Yesaya pasal 53, yang ditulis lebih dari setengah milenium sebelum salib, merupakan nubuatan paling kuat yang menggambarkan bukan hanya kematian Yesus, melainkan juga apa yang dilakukan kematian Yesus itu bagi dunia.

Yesaya 53 menubuatkan tujuan dan misi Mesias ay. 3-5. Nubuatan ini menjelaskan mengapa Kristus "seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian" ay. 7 dan bagaimana pengorbanan penebusan Yesus menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka. Aspek pengganti dari kematian Kristus digambarkan dengan sangat eksplisit, menunjukkan dasar penebusan yang dibuat bagi seluruh umat manusia.

Yes. 53: 6, "Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian"

Sifat dosa yang universal digambarkan di sini, sifat universal Salib sebagai solusi bagi dosa, juga digambarkan di sini. Pasal ini menunjukkan rencana keselamatan dalam istilah-istilah yang begitu jelas dan tidak ambigu. lebih dari pasal lainnya baik di Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru,

Namun, panggilan kenabian Yesaya tidaklah mudah. Orang-orang saat itu menanggapi bahwa nubuatan mengenai kehancuran mereka yang mengerikan itu tidak masuk akal. Tanggapan yang persis dari orang saat ini ketika diperingatkan tentang konsekuensi dosa dalam Rm. 6: 23. Suara kenabian Yesaya untuk zamannya dan zaman kita sangat jelas di Yes. 2: 4, Yes. 5: 20. Saat bangsa itu menolak untuk mempraktikkan keadilan dan reformasi, itulah yang menyebabkan kehancuran Yerusalem. Dosa yang sama akan menandai kehancuran penduduk bumi yang jahat di saat Kristus datang kedua kali.

Kutipan Roh Nubuat disadur dari The Faith I Live By, p. 190, Conflict and Courage, p. 232.

Yesaya sebelumnya sibuk melihat dosa orang lain, tetapi ketika berhadapan dengan kekudusan Tuhan, ia justru melihat dirinya sendiri. Ia menyadari bahwa ibadahnya selama ini dapat menjadi dingin dan sekadar menjalankan ritual. Di hadapan kemuliaan Tuhan, Yesaya tidak lagi merasa lebih baik daripada orang lain, tetapi berseru, “Celakalah aku!” Pengalaman Yesaya mengajarkan bahwa semakin kita melihat karakter Kristus, semakin kita menyadari kebutuhan kita akan kasih karunia. Namun kesadaran akan ketidaklayakan bukanlah alasan untuk putus asa. Tuhan justru datang untuk menyucikan, memulihkan, dan mempersiapkan kita….

Jadi, ketika Tuhan menunjukkan kekurangan kita, maksud-Nya bukan untuk mempermalukan kita, melainkan supaya kita bersedia menyerahkan bagian itu kepada-Nya. Tuhan tidak menunggu kita sempurna baru memakai kita; Tuhan menyucikan dan memampukan kita ketika kita bersedia datang kepada-Nya.

“…setelah Yesaya mengalami pengampunan dan penyucian, baru ia mendengar suara Tuhan: “Siapakah yang akan Kuutus?” Dan jawabannya begitu indah: “Ini aku, utuslah aku!” Urutannya penting: melihat Tuhan → menyadari diri → menerima penyucian → kemudian siap diutus. Hari ini bisa jadi Tuhan juga sedang menunjukkan sesuatu dalam diri kita yang perlu diserahkan kepada-Nya. Jangan takut melihat kelemahan itu. Datanglah kepada Tuhan, biarkan Dia menyucikan, lalu dengarkan panggilan-Nya. Sebab orang yang sudah mengalami kasih karunia tidak lagi berkata, “Aku terlalu tidak layak,” tetapi dengan rendah hati dapat berkata, “Tuhan, ini aku. Utuslah aku.”

Terimakasih sudah belajar bersama,
TUHAN Memberkati kita

Sumber Pel. 02 Q4 | EGW Estate | “KARUNIA NUBUAT”
Teks Lengkap SS Dewasa https://absg.sspmadventist.org/en/2026-04-er/02/04
#4

Tepat sebelum kedatangan Kristus yang kedua kali, Allah memerintahkan untuk memberitakan kembali pekabaran Elia.Audio ht...
05/10/2026

Tepat sebelum kedatangan Kristus yang kedua kali, Allah memerintahkan untuk memberitakan kembali pekabaran Elia.
Audio https://open.spotify.com/episode/3kKLWDl4pHDHbirKMzmFAr
Sahabat & Saudaraku
Intisari SS Harian & Roh Nubuat pilihan
Senin 5 OKT, “PEKABARAN ELIA” | 282

Panggilan dan cara bicara Elia mencerminkan perannya sebagai utusan Allah. Untuk menghentikan kemurtadan Israel, Allah mengutus Elia kepada Raja Ahab untuk mengumumkan kekeringan selama beberapa tahun. Allah menggunakan penderitaan ini untuk memalingkan umat-Nya dari penyembahan berhala dan kembali kepada penurutan. Raja dan negara menyalahkan nabi Elia atas kesengsaraan mereka dan berusaha membunuhnya.

Di Gunung Karmel, Elia--utusan Allah--berhadapan dengan nabi-nabi Baal dan Asyera, menyampaikan seruan yang dipenuhi Roh, kepada Israel untuk meninggalkan para dewa palsu mereka dan kembali kepada Tuhan. Rakyat tahu pilihan mereka telah membawa ke dalam kemurtadan nasional. Mereka kini siap untuk kembali menyembah Allahnya Elia, yang terbukti lebih unggul dari dewa-dewa palsu sembahan mereka yang sebenarnya tidak ada!.

Tepat sebelum kedatangan Kristus yang kedua kali, Allah memerintahkan gereja-Nya untuk memberitakan kembali pekabaran Elia, agar orang-orang berbalik dari "berhala-berhala" mereka dan bersiap untuk berdiri pada hari Tuhan yang besar itu.

Allah masih berkomunikasi dengan umat-Nya melalui saluran-saluran yang telah la pilih. Firman Allah dan karunia nubuat memberikan nasihat, peringatan, petunjuk, dan dorongan semangat.

Ditulis EGW dalam Selected Messages, jld. 1, hlm. 121,
“Suatu kebangunan rohani yang sejati di antara kita adalah kebutuhan yang terbesar dan paling mendesak dari semua kebutuhan kita. Kita harus utamakan untuk mengupayakan ini. Harus ada usaha yang sungguh-sungguh untuk memperoleh berkat Tuhan, bukan karena Tuhan tidak mau melimpahkan berkat-Nya kepada kita, tetapi karena kita tidak siap untuk menerimanya"

Maleakhi 4: 5, 6 mencatat bahwa pekabaran Elia berdampak pada rumah tangga orang-orang yang mengikut Allah. Kebangunan rohani yang sejati dimulai di dalam hati dan rumah tangga. Keluarga adalah batu penjuru gereja dan bahan bangunan yang tak tergantikan bagi komunitas. Kebangunan rohani di rumah tangga menyebarkan kasih surgawi ke gereja, komunitas, dan bangsa. Inilah tujuan Allah bagi rumah tangga Kristen. Kebangunan rohani juga memotivasi umat Allah untuk bermisi.

Kutipan Roh Nubuat disadur dari Conflict and Courage, p. 205, 209

Elia adalah seorang yang hidupnya sepenuhnya diserahkan kepada Tuhan. Ia bukan orang terkenal atau berkedudukan tinggi, tetapi ketika Tuhan memanggilnya untuk menyampaikan pesan kepada Ahab, ia tidak mundur. Elia tahu bahwa tugasnya berbahaya, tetapi ia lebih takut kehilangan kehormatan Tuhan daripada kehilangan kenyamanannya sendiri. Yang membuatnya berani bukan karena ia tidak melihat bahaya, melainkan karena Elia lebih percaya kepada firman Tuhan daripada keadaan yang terlihat di depan matanya. Hanya dengan menjalankan iman yang kuat pada kuasa firman Allah yang tak pernah gagal, Elia menyampaikan pekabarannya.

Mungkin kita bukan Elia dan tidak menghadapi Gunung Karmel, tetapi setiap hari kita juga memiliki kesempatan untuk berdiri bagi Tuhan—di rumah, di tempat kerja, di sekolah, maupun di tengah masyarakat. Kadang yang Tuhan minta bukan sesuatu yang spektakuler, melainkan keberanian untuk tetap benar ketika orang lain memilih jalan yang berbeda. “Kesetiaan kepada Allah” adalah semboyan umat Tuhan. Jadi, ketika keadaan terlihat bertentangan dengan janji Tuhan, jangan buru-buru menyerah. Yang kelihatan oleh mata bisa berubah, tetapi firman Tuhan tidak pernah gagal.

Terimakasih sudah belajar bersama,
TUHAN Memberkati kita

Sumber Pel. 02 Q4 | EGW Estate | “KARUNIA NUBUAT” (https://sabbath-school.adventech.io/in/2026-02)
Teks Lengkap SS Dewasa https://absg.sspmadventist.org/en/2026-04-er/02/03
#4

Allah memilih Abraham, dan menjadikan Abraham sebagai pemelihara hukum Allah bagi generasi-generasi mendatang.Audio http...
04/10/2026

Allah memilih Abraham, dan menjadikan Abraham sebagai pemelihara hukum Allah bagi generasi-generasi mendatang.
Audio https://open.spotify.com/episode/4mFTxMU1KUvuww7LE0VRlg

Sahabat & Saudaraku
Intisari SS Harian & Roh Nubuat pilihan
Minggu 4 OKT, “ABRAHAM, PEMBELA JANJI ALLAH” | 281

Dari Kitab Kejadian hingga Wahyu, kita melihat bahwa Allah selalu punya pengikut yang setia, Yeremia 31:7, 31–34. Abraham adalah salah satu contoh dari pengikut yang setia ini.

Allah menyampaikan ketetapan Perjanjian-Nya kepada Abraham. Allah memperlihatkan kepada Abraham bagaimana Allah akan menyelamatkan orang-orang berdosa, Kejadian 15:6–17. Kemudian, Allah memberikan ujian iman kepada Abraham. Ujian ini memperlihatkan bagaimana Allah akan menyerahkan Anak-Nya, Yesus, untuk mati bagi dosa-dosa kita. Allah meminta Abraham untuk mempersembahkan anaknya, Ishak, sebagai korban bagi-Nya, Kejadian 22:1–17. Ujian ini sangat berat bagi Abraham. Abraham sebenarnya bisa saja menolak untuk menuruti Allah. Namun, Abraham taat.

Allah menghentikan tangan Abraham agar tidak membunuh Ishak. Allah mengirimkan seekor domba jantan sebagai penggantinya.
Allah mengutus para nabi sebagai utusan-Nya untuk membantu umat kembali kepada Allah. Banyak nabi Allah juga mengamarkan umat-Nya mengenai berbagai peristiwa mengerikan atau hukuman di masa depan. Namun, tidak semua nabi memberikan peringatan tentang masa depan. Sering kali, nabi Allah memperingatkan umat-Nya agar menjauhi dosa serta tidak menyakiti orang miskin dan mereka yang berkekurangan. Nabi Allah juga memperingatkan umat-Nya agar tidak melanggar ketetapan-ketetapan Allah.

Yang terpenting, nabi utusan Allah harus menyatakan kepada umat Allah untuk memahami janji tentang Juruselamat yang akan datang. Sekarang ini, utusan Allah membantu kita memahami tugas yang Allah berikan kepada kita. Kita harus mengamarkan orang lain mengenai apa yang Alkitab katakan akan terjadi menimpa dunia. Bagian dari pekabaran ini adalah Kabar Baik bahwa Yesus menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita. Sebagai umat-Nya yang setia, kita akan menuruti perintah-perintah Allah (Wahyu 12:17).

Kisah Abraham membantu kita memahami zaman kita sendiri. Sekarang ini, sama seperti pada zaman Abraham, orang-orang berusaha mengganti kebenaran Alkitab dengan ajaran-ajaran palsu yang mau menghapuskan perintah Allah. Seperti yang dilakukan Abraham, kita harus menunjukkan kasih Allah kepada sesama setiap hari. Bagian dari tugas kita mencakup pekabaran tiga malaikat Wahyu 14:6–12.

Kutipan Roh Nubuat disadur dari God’s Amazing Grace, hlm. 133.
“…Allah memilih Abraham—dari keturunan Sem—dan menjadikan Abraham sebagai pemelihara hukum Allah bagi generasi-generasi mendatang. . . .

Meskipun perjanjian telah dibuat dengan Adam, perjanjian diperbarui kepada Abraham, dan perjanjian tersebut tidak dapat disahkan hingga kematian Kristus. Perjanjian itu telah ada berdasarkan janji Allah sejak janji pertama diberikan mengenai Penebusan; perjanjian itu telah diterima melalui iman; namun, ketika disahkan oleh Kristus, perjanjian itu disebut sebagai perjanjian yang diperbarui—Perjanjian Baru. Hukum Allah menjadi dasar perjanjian ini, yang pada hakikatnya merupakan suatu pengaturan untuk membawa manusia kembali selaras dengan kehendak Ilahi, serta menempatkan manusia pada posisi dapat menaati hukum Allah.

Terimakasih sudah belajar bersama,
TUHAN Memberkati kita

Sumber Pel. 02 Q4 | EGW Estate | “KARUNIA NUBUAT”
Teks Lengkap SS Dewasa https://absg.sspmadventist.org/en/2026-04-er/02/02
#4

Allah meminta kita untuk mengikuti nasihat para utusan-Nya. Allah juga meminta kita untuk membagikan kepada orang lain p...
03/10/2026

Allah meminta kita untuk mengikuti nasihat para utusan-Nya. Allah juga meminta kita untuk membagikan kepada orang lain pengharapan yang diberikan melalui pekabaran Allah kepada kita.
Audio https://open.spotify.com/episode/2nRj7VGB9KMPFeaf5A9sL7

Sahabat & Saudaraku
Intisari SS Harian & Roh Nubuat pilihan
Pel. 2, Sabat 3 OKT, “PANGGILAN SEORANG NABI” | 280

Ayat Hafalan: Yesaya 6:8,” Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata, ‘Siapakah yang akan KU, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: ‘Ini aku. Utuslah aku!’

Pada zaman Alkitab, para nabi utusan Allah sering kali memegang peranan penting dalam sejarah umat Allah. Terkadang, para nabi berperan sebagai anggota komunitas iman yang berpengaruh.

Kehidupan para nabi sering kali berat. Banyak orang salah paham terhadap pekerjaan mereka atau menolaknya. Akibatnya, para utusan Allah merasa sedih atau kecewa. Sering kali, para nabi Allah tidak langsung menerima tugas yang Allah berikan kepada mereka. Hal ini wajar saja. Banyak orang yang seharusnya menyambut, malahan menolak pekabaran mereka. Sering kali orang-orang tidak peduli dengan para nabi Allah. Orang-orang mengolok-olok, memukuli, atau memenjarakan mereka. Beberapa utusan dibunuh dengan dilempari batu atau diburu layaknya binatang liar. Banyak nabi bahkan mati syahid demi iman mereka.

Saat ini, kita juga hidup di masa ketika banyak orang menolak para utusan Allah atau tidak peduli kepada perkataan mereka. Meskipun demikian, Allah meminta kita untuk mengikuti nasihat para utusan-Nya. Allah juga meminta kita untuk membagikan kepada orang lain pengharapan yang diberikan melalui pekabaran Allah kepada kita.

Pekan ini, kita akan membahas peristiwa-peristiwa ketika Allah mengutus para utusan-Nya kepada umat-Nya. Para nabi Allah mengajak umat untuk kembali kepada Allah dan mengikuti kebenaran Alkitab.

Kutipan Roh Nubuat disadur dari Ye Shall Receive Power, hlm. 261.

Saat ini diperlukan kebangunan rohani sejati yang menyentuh hati, seperti yang pernah dialami oleh Israel zaman dahulu. Pertobatan adalah langkah pertama yang harus diambil oleh setiap orang yang ingin kembali kepada Allah. Tidak seorang pun dapat melakukan pertobatan untuk orang lain. Kita harus secara pribadi merendahkan jiwa kita di hadapan Allah dan menyingkirkan berhala-berhala kita. Setelah kita melakukan segala sesuatu yang dapat kita lakukan, Tuhan akan menyatakan keselamatan-Nya kepada kita.

Terimakasih sudah belajar bersama,
TUHAN Memberkati kita

Sumber Pel. 02 Q4 | EGW Estate | “KARUNIA NUBUAT”
Teks Lengkap SS Dewasa https://absg.sspmadventist.org/en/2026-04-er/02/01
#4

Di tengah kesulitan sekalipun, Tuhan dapat memakai kehidupan umat-Nya untuk membawa orang lain mengenal-NyaSahabat & Sau...
02/10/2026

Di tengah kesulitan sekalipun, Tuhan dapat memakai kehidupan umat-Nya untuk membawa orang lain mengenal-Nya

Sahabat & Saudaraku
Intisari SS Harian & Roh Nubuat pilihan
Jumat, 2 OKT , PENDALAMAN: “SANG PENCIPTA BERBICARA” | 279 | 1

Allah tidak membatasi komunikasi-Nya dengan manusia hanya pada zaman Alkitab. Sebagaimana akan kita lihat berikutnya, Allah berbicara kepada manusia di setiap zaman. Allah akan menyampaikan firman-Nya kepada kita dengan cara-cara modern sampai Yesus datang kembali.

Aplikasi Hidup dari Rangkuman Roh Nubuat

Kristus adalah penyataan Allah yang sempurna; karena itu, “hanya dengan mengenal Kristus kita dapat mengenal Allah.” Ia adalah Sang Penanggung Beban yang memahami kelemahan manusia dan tidak pernah meninggalkan orang yang datang kepada-Nya. Pengorbanan Kristus telah menjadi pusat rencana keselamatan dan bukti kasih Allah kepada manusia yang berdosa. Karena itu, mengenal Kristus bukan sekadar memperoleh pengetahuan, tetapi membiarkan hidup kita diubahkan menjadi serupa dengan-Nya. Persiapan menyambut kedatangan Tuhan dilakukan setiap hari melalui kehidupan doa, penyerahan diri, pelayanan, dan kesaksian. Di tengah kesulitan sekalipun, Tuhan dapat memakai kehidupan umat-Nya untuk membawa orang lain mengenal-Nya. Akhirnya, seluruh pelajaran ini membawa kita kepada satu kerinduan: mengenal Allah lebih dalam, hidup dekat dengan Kristus, dan dengan penuh sukacita dapat berkata, “Inilah Allah kita; kita telah menantikan Dia, dan Ia akan menyelamatkan kita.”

Untuk Pelajaran di Kuartal ke-4 ini, setiap hari Jumat, kita akan mempelajari bagaimana EGW menaruh kasih yang mendalam kepada Yesus, dan melayani Yesus sepanjang sisa hidupnya.
Ikuti cuplikan kisah Ellen Gould Harmon White di serial audio “Sketsa Kehidupan” Dengar Audio nya (di menit ke 3:16 dst)
https://open.spotify.com/episode/1VHL538jhGps7IOArj1Lb7

Terimakasih sudah belajar bersama,
TUHAN Memberkati kita

Sumber Pel. 01 Q4 | EGW Estate | “KARUNIA NUBUAT” (https://sabbath-school.adventech.io/in/2026-02)
Teks Lengkap SS Dewasa https://absg.sspmadventist.org/en/2026-04-er/01/06
#4

Allah tidak meninggalkan manusia setelah kejatuhan. Kristus menjadi jembatan antara manusia yang berdosa dan Allah yang ...
01/10/2026

Allah tidak meninggalkan manusia setelah kejatuhan. Kristus menjadi jembatan antara manusia yang berdosa dan Allah yang kudus. Yesus, Sang Penebus yang rela memberikan hidup-Nya bagi manusia.
Audio https://open.spotify.com/episode/2KPx9UNipTbGmIdgJkC9LH

Sahabat & Saudaraku
Intisari SS Harian & Roh Nubuat pilihan
Kamis , 1 OKT , “JURU BICARA ALLAH” | 278

Setelah adanya dosa, manusia tidak lagi berkomunikasi dengan Allah secara tatap muka. Namun, Allah terus berkomunikasi dengan orang-orang berdosa melalui cara-cara lain. Salah satu caranya adalah melalui alam. Alam membantu kita memahami perbuatan-perbuatan Allah yang luar biasa. Alam memperlihatkan kepada kita hal-hal yang hilang akibat dosa. Kematian setiap makhluk hidup merupakan contoh paling nyata mengenai dampak dosa bagi kita.

Cara lain Allah berbicara kepada kita adalah melalui para utusan-Nya, para nabi. Allah memilih pria dan wanita untuk menjadi utusan-Nya dan berbicara mewakili Allah kepada umat-Nya. Para nabi menyampaikan firman Allah kepada umat-Nya. Beberapa contoh utusan tersebut adalah Nuh, Abraham, Musa, dan Daniel. Para utusan Allah membantu kita memahami bahwa Allah mengingat kita. Allah juga senantiasa menyertai kita. Beberapa nabi mencatat pesan-pesan yang diberikan Allah kepada mereka. Banyak dari pesan tersebut kini menjadi bagian dari Alkitab. Para utusan lain tidak menulis kitab apa pun dalam Alkitab, namun banyak perkataan mereka tercantum dalam Alkitab - 2 Tim 3:16, 17.

Alkitab juga memperkenalkan Allah kepada kita. Kita melihat kasih Allah di dalam Alkitab. Alkitab memberikan nasihat tentang cara menjalani hidup. Alkitab membantu kita memahami siapa diri kita, dari mana asal kita, dan ke mana tujuan kita. Melalui Alkitab, kita belajar tentang rencana Allah bagi hidup kita.
Tentu saja, alam dan Alkitab merupakan sarana yang ampuh bagi Allah untuk berkomunikasi dengan kita. Namun, cara paling luar biasa yang digunakan Allah untuk berkomunikasi dengan kita adalah melalui Yesus. Sama seperti Allah mencari Adam & Hawa di Taman Eden, Yesus datang mencari orang-orang berdosa Luk 19:10. Yesus berkata: " 'Siapa saja yang telah melihat Aku, ia juga telah melihat Bapa" Yoh 14:9.

Saat mati di kayu salib, Yesus menggenapi janji yang Allah berikan kepada Adam dan Hawa di Eden.
Yesus mati sebagai Pengganti kita agar Dia dapat memberikan hidup yang kekal kepada kita.

Setelah Yesus naik ke surga, Allah mencurahkan Roh Kudus-Nya ke atas gereja. Roh itu terus membimbing kita kepada seluruh kebenaran. Roh itu menolong kita memahami apa yang akan terjadi di masa depan (Yoh 16:13).

Kutipan Roh Nubuat disadur dari Lift Him Up, p. 324.

Pengorbanan Kristus merupakan pusat seluruh rencana keselamatan. Ia bukan hanya membuka jalan bagi manusia untuk memperoleh kehidupan kekal, tetapi juga menyatakan di hadapan seluruh alam semesta keadilan dan kasih Allah dalam menghadapi pemberontakan Setan. Karena itu, ketika kita melihat salib, kita tidak hanya melihat penderitaan, tetapi juga melihat bukti bahwa Allah tidak meninggalkan manusia setelah kejatuhan. Kristus menjadi jembatan antara manusia yang berdosa dan Allah yang kudus. Harapan yang dulu dinyatakan melalui korban-korban akhirnya digenapi dalam Yesus, Sang Penebus yang rela memberikan hidup-Nya bagi manusia.

Terimakasih sudah belajar bersama,
TUHAN Memberkati kita

Sumber Pel. 01 Q4 | EGW Estate | “KARUNIA NUBUAT”
Teks Lengkap SS Dewasa https://absg.sspmadventist.org/en/2026-04-er/01/06
#4

Address

Pasar Minggu

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when ARA Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to ARA Indonesia:

Shortcuts

Share

Category