ARA Indonesia

ARA Indonesia ALLAHmenuntunAnda keARA Indonesia
PentingKlikPODCASTbagiKeselamatanJiwa

Bergabunglah dengan pendengar Radio Advent Suara Pengharapan, dimana anda akan menemukan apa yang orang lain temukan setiap hari yaitu kebahagiaan sejati, damai sejahtera, dan pengharapan yang kekal.

Selamat PagiRenungan HarianJanganMelupakanSejarahGeorge R. KnightJumat, 5 Juni 2026Bag-3 KESEHATAN ABAD KE-19: MASA LALU...
04/06/2026

Selamat Pagi
Renungan Harian
JanganMelupakanSejarah
George R. Knight

Jumat, 5 Juni 2026
Bag-3 KESEHATAN ABAD KE-19: MASA LALU YANG MENGERIKAN

Lukas 8: 43; "Adalah seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita pendarahan dan yang tidak berhasil disembuhkan oleh siapa pun."

Jika anda jatuh sakit di sebagian besar abad ke-19, anda tentu tidak ingin datang ke rumah sakit. Kunjungan ke sana cenderung menjadi vonis mati di era sebelum adanya pengetahuan tentang kuman. Epidemi adalah pendatang rutin di institusi-institusi yang tidak higienis yang pada awalnya didirikan untuk orang miskin. Datang ke rumah sakit pada tahun 1840-an adalah pilihan terakhir---pergi ke tempat itu hanya untuk meninggal. Orang-orang kaya meminta dokter untuk merawat mereka di rumah.

Sayangnya, praktik perawatan di rumah tidaklah begitu canggih. Pandangan umum tentang penyakit itu pasti disebabkan oleh "cairan" tubuh yang tidak seimbang. Untuk menyembuhkannya haruslah dengan menyeimbangkannya kembali. Langkah pertama dalam proses itu sering kali dilakukan dengan mengeluarkan sebagian darah yang dianggap berlebih, bisa satu atau dua liter. Pembersihan tubuh biasanya dilakukan setelah darah dikeluarkan. Dokter melakukan pembersihan melalui pemberian obat-obatan yang kuat, yang sering kali sebagian obatnya terbuat dari merkuri dan striknin, zat-zat yang sekarang kita ketahui sangat beracun.

Tetapi di zaman yang menganggap bahwa demam, diare, dan muntah merupakan tanda-tanda pemulihan, maka obat-obatan tersebut dapat memberikan efek yang diinginkan, yaitu mengosongkan tubuh dari kelebihan cairan dengan cepat dan dahsyat. Tidak heran mereka menyebutnya sebagai zaman pengobatan yang "heroik".

Sementara itu, operasi tidak kalah serunya jika kita mempertimbangkan bahwa operasi itu tidak menggunakan anestesi. Kita dapat mengingat Uriah Smith muda yang kakinya diamputasi di meja dapur tanpa anestesi, hanya mengandalkan jamahan tangan ibunya. Dan bahkan setelah operasi, perkembangan kesembuhannya buruk mengingat fakta kurangnya pengetahuan tentang kuman yang membuat kondisi tidak sehat.

Dan apa yang dibutuhkan untuk menjadi seorang dokter? Tidak banyak. Empat hingga delapan bulan belajar di salah satu tempat pemberi diploma sudah akan menghasilkan gelar dokter, meskipun seseorang itu tidak pernah mengenyam pendidikan sekolah menengah atas.

Tidak mengherankan bahwa Oliver Wendell Homes menyatakan bahwa "jika seluruh bahan-bahan obat yang digunakan saat ini ditenggelamkan ke dasar laut, maka itu akan jauh lebih baik bagi umat manusia, tetapi malapetaka bagi ikan-ikan."

Putra Ellen White, Edson, memiliki salah satu gelar dokter tersebut. Edson menyindir profesinya sendiri dengan mengatakan bahwa dokter yang bertanggung jawab "adalah seorang penjahat---Klinik Higienoterapi adalah penipu, dan pemberi gelar dokter seharusnya dibuang ke Sungai Delaware."

Kesalahan adalah pembunuh.

Kebenaran memerdekakan kita---bahkan dalam hal fisik.

TUHAN Memberkati

Perumpamaan tentang pakaian pesta pernikahan mengajarkan bahwa setiap orang yang mau masuk ke kerajaan Allah harus memak...
04/06/2026

Perumpamaan tentang pakaian pesta pernikahan mengajarkan bahwa setiap orang yang mau masuk ke kerajaan Allah harus memakai “pakaian” yang Tuhan sediakan, yaitu kebenaran Kristus. Pakaian itu melambangkan hidup yang sudah dibersihkan dan diubahkan oleh Yesus.
Audio https://spotifycreators-web.app.link/e/R9ZM2zD0G3b

Sahabat & Saudaraku
Intisari SS Harian & Roh Nubuat pilihan
Kamis, 4 JUNI, “JUBAH YANG PALING MAHAL” | ASSAH 166

Pakaian indah sering menjadi simbol kekayaan menurut standar dunia. Orang berkata, "Saya berpakaian seperti ini untuk mengekspresikan siapa saya." Namun di surga, segala sesuatu akan lenyap, selain hubungan kita (Matius 6:19-21). Identitas pribadi kita seharusnya terbungkus dalam Yesus dan jubah kebenaran-Nya yang sempurna.

Perumpamaan Yesus dalam Matius 22: 1-14 menjelaskan hal ini. Yesus menyebut pria yang tidak mengenakan pakaian pesta itu “hai saudara," dan meskipun pria ini tidak memberi jawaban, mereka pasti memiliki suatu hubungan. Pria itu pasti tahu tentang pakaian pesta itu tetapi memilih untuk tidak memakainya. Karakter Yesus adalah sempurna dan tanpa noda, dan Dia menawarkan ini kepada kita: "kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih" (Wahyu 19:8), "tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu” (Efesus 5:27).

Ellen G. White, Membina Kehidupan Abadi, hlm. 240,
Lenan putih itu adalah "kebenaran Kristus, tabiat-Nya sendiri yang tidak bercacat cela, yang melalui iman diberikan kepada semua orang yang menerima Dia sebagai Juruselamat pribadi mereka"

Adam dan Hawa mengenakan pakaian putih yang terbuat dari cahaya yang halus, sebelum mereka berdosa; setelah mereka berdosa, mereka sadar bahwa mereka telanjang (Kejadian 3:7).
Lalu Allah mengganti pakaian dari daun ara buatan Adam dan Hawa dengan pakaian dari kulit binatang. Ada hewan yang harus di korbankan agar kulitnya bisa menjadi pakaian mereka.
Dengan cara yang sama, kita menerima pengorbanan Yesus dengan menerima jubah kebenaran-Nya.

Ellen G. White, Membina Kehidupan Abadi, hlm. 241.
"Dalam keadaan telanjang dan malu, mereka berusaha menggantikan pakaian surga itu dengan menganyam daun-daun ara untuk menutupi dirinya. Tidak ada apa-apa yang dapat dibuat manusia untuk menggantikan pakaian kesuciannya yang telah hilang. Tidak ada pakaian dari daun ara, pakaian duniawi, yang dapat dipakai oleh orang yang duduk bersama Kristus dan malaikat-malaikat pada pesta perjamuan Anak Domba. Hanya pakaian yang disediakan oleh Kristus sendiri, dapat membuat kita layak untuk tampil di hadirat Allah. Pakaian ini, pakaian kebenaran Kristus sendiri, akan dipakaikan Kristus kepada setiap jiwa yang bertobat dan percaya

Renungkan bahwa kita seharusnya setiap hari mengenakan jubah kebenaran Yesus.

Kutipan Roh Nubuat disadur dari God’s Amazing Grace, p. 24.

Perumpamaan tentang pakaian pesta pernikahan mengajarkan bahwa setiap orang yang mau masuk ke kerajaan Allah harus memakai “pakaian” yang Tuhan sediakan, yaitu kebenaran Kristus. Pakaian itu melambangkan hidup yang sudah dibersihkan dan diubahkan oleh Yesus. Manusia tidak bisa menyelamatkan dirinya dengan kebaikan atau usahanya sendiri. Ketika Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, mereka mencoba menutupi rasa malu mereka dengan daun ara. Itu menggambarkan usaha manusia menutupi dosa dengan kekuatannya sendiri. Tetapi usaha manusia tidak akan pernah cukup. Hanya Yesus yang bisa menutupi dosa manusia dengan jubah kebenaran-Nya yang sempurna.

Saat seseorang bertobat dan percaya kepada Kristus, Tuhan tidak lagi melihat dosanya, tetapi melihat kebenaran Yesus yang menutupi hidupnya. Namun Tuhan tidak hanya melihat penampilan luar, melainkan juga hati manusia. Karena itu, Tuhan ingin kita sungguh-sungguh menyerahkan hidup kepada-Nya, bukan hanya terlihat baik di depan orang lain.

Terimakasih sudah belajar bersama,
TUHAN Memberkati kita

Sumber Pel. 9 | Nina Atcheson | “Bertumbuh Dalam Hubungan Dengan Tuhan”
Teks Lengkap SS Dewasa https://sabbath-school.adventech.io/in/2026-02/10/06-thursday-jubah-yang-paling-mahal

Fakta bahwa Allah itu penyayang, pengasih, panjang sabar, dan berlimpah kasih setia adalah alasan utama Yesus mati di ka...
03/06/2026

Fakta bahwa Allah itu penyayang, pengasih, panjang sabar, dan berlimpah kasih setia adalah alasan utama Yesus mati di kayu salib-agar hubungan kita dengan Allah dapat dipulihkan.

Sahabat & Saudaraku
Intisari SS Harian & Roh Nubuat pilihan
Rabu, 3 JUNI, “ANUGERAH YANG CUKUP”| ASSAH 165

Ketika kita merasa beban dosa dan membiarkan Roh Kudus menuntun kita ke kaki salib, kita harus meminta pengampunan dari Allah, dengan keyakinan bahwa "Tuhan adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia" (Mazmur 103:8). Ayat ini juga diucapkan oleh Allah sendiri di Keluaran 34:6, setelah bangsa pilihan-Nya menyakiti hati-Nya.

Fakta bahwa Allah itu penyayang, pengasih, panjang sabar, dan berlimpah kasih setia adalah alasan utama Yesus mati di kayu salib-agar hubungan kita dengan Allah dapat dipulihkan.

Saat kita bersedia mengakui dan mengaku dosa kita; saat kita berkata, Ya Allah, aku datang lagi.... "Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini!” (Lukas 18: 13), maka Yesus-yang telah lebih dahulu bekerja di dalam dan bagi kita bersama Roh Kudus bahkan sebelum kita berseru kepada-Nya-melihat beban itu dan mengangkatnya dari kita. Beban kita dilepaskan di Golgota, dan Yesus sungguh sangat dekat saat kita datang kepada-Nya, bahkan sebelum itu, Yesus mencari kita sebagai Gembala yang baik dan berdiri di muka pintu dan mengetuk (Wahyu 3:20).

Janganlah kita tetap tinggal jauh dari salib, memandang Allah dari kejauhan. Mari kita lari kepada Yesus dan menukar dosa serta beban kita dengan kebenaran-Nya (Zakharia 3:4).

Berikut ayat-ayat tentang KARUNIA Allah bagi kita

Roma 6:23 "Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita”

Roma 5:20-21 "Dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah, supaya, sama seperti dosa telah berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal oleh Yesus Kristus, Tuhan kita"

Roma 5:8 "Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa"

Kutipan Roh Nubuat disadur dari That I May Know Him, p. 94

Saat seseorang berhenti fokus pada kesalahan dan kelemahan manusia lalu memandang kepada Yesus, hidupnya akan mulai berubah. Semakin kita mengenal dan mempelajari karakter Kristus, semakin Roh Kudus membentuk kita menjadi serupa dengan-Nya. Perubahan itu tidak terjadi sekaligus, tetapi sedikit demi sedikit, dari hari ke hari.

Roh Kudus bekerja di dalam hati orang yang menerima Yesus sebagai Juruselamat. Ia membentuk karakter kita agar semakin menyerupai Kristus. Kebaikan, kelembutan, kesabaran, kasih, dan kerendahan hati adalah sifat-sifat yang akan terlihat dalam hidup orang yang dekat dengan Tuhan.

Terimakasih sudah belajar bersama,
TUHAN Memberkati kita

Audio https://spotifycreators-web.app.link/e/1tddLq0eF3b

Saat kita mempersiapkan jiwa kita secara pribadi untuk Kedatangan Kristus Kedua, Allah sedang memberikan waktu kepada ki...
02/06/2026

Saat kita mempersiapkan jiwa kita secara pribadi untuk Kedatangan Kristus Kedua, Allah sedang memberikan waktu kepada kita untuk membereskan hubungan kita dengan-Nya.
Audio https://spotifycreators-web.app.link/e/1WnKwu1FD3b

Sahabat & Saudaraku
Intisari SS Harian & Roh Nubuat pilihan
Selasa, 2 JUNI, “PERTOBATAN YANG SEJATI”| ASSAH 164

Dunia sekuler membombardir kita dengan pesan-pesan tentang kemandirian, pemanjaan diri, dan promosi diri-semuanya adalah kebalikan dari undangan Allah untuk kerendahan hati dan menjadi hamba (Matius 5:5).

Menariknya, Alkitab mencatat kata-kata pertama Yohanes Pembaptis dan Yesus adalah sama.
Yohanes berkata,"Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" (Matius 3:2).
Yesus berkata, "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” (Markus 1:15; Lukas. 24: 46-47).

Baik Yesus maupun Yohanes memanggil pendengar mereka kepada pertobatan karena Kerajaan Surga sudah dekat. Pastinya panggilan ini sama relevannya bagi kita sekarang.
Kisah Para Rasul 3: 18, 19, mengungkapkan bahwa pertobatan begitu penting dalam proses pertumbuhan rohani.
Kebaikan dan kemurahan Allah menuntun kita kepada pertobatan (Roma 2:4).

Pertobatan melibatkan dua langkah: (1) rasa sakit yang tulus karena dosa-dosa kita; dan (2) keputusan yang jujur untuk meninggalkan dosa.

Dalam Alkitab, pertobatan hampir selalu dikaitkan dengan pengampunan. Jika kita benar-benar bertobat; maka Allah mengampuni. Sesederhana itu (1 Yohanes 1:9; Wahyu 3:19).
"Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat" (2 Petrus 3:9).
Saat kita mempersiapkan jiwa kita secara pribadi untuk Kedatangan Kristus Kedua, Allah sedang memberikan waktu kepada kita untuk membereskan hubungan kita dengan-Nya.

Yesus menderita, mati, dan bangkit kembali agar ketika kita bertobat, anugerah-Nya dapat bekerja secara ajaib dalam hidup kita. Berlawanan dengan dunia yang mengatakan bahwa kita sudah baik-baik saja, Allah meminta agar kita berpaling kepada-Nya dalam pertobatan dan iman (Kisah Para Rasul 20:21), menyerahkan diri sepenuhnya ke dalam tangan Allah agar Dia dapat memangkas dan membentuk karakter kita menjadi serupa dengan Allah, menjadi kesaksian bagi Allah Yohanes 15:2, 8. Kita lalu bertumbuh dan menghasilkan buah yang sesuai dengan pertobatan, Matius 3:8.

"Pertobatan tidaklah sejati kalau tidak diikuti dengan pembaruan. Kebenaran Kristus bukannya sekadar jubah yang menutupi dosa yang tidak diakui dan tidak ditinggalkan, Kebenaran Kristus adalah prinsip kehidupan yang mengubah tabiat dan mengendalikan budi pekerti"-Ellen G. White, Kerinduan Segala Zaman (1999), jld. 2, hlm. 174.

Pertobatan membawa kepada hidup, Kisah Para Rasul 11:18 dan merupakan bagian penting dari pertumbuhan dalam hubungan dengan Allah. Ijinkan sepenuhnya Allah bekerja dalam proses penyerahan, pertobatan, dan memangkas kita.

Kutipan Roh Nubuat disadur dari To Be Like Jesus, p. 372.
Banyak orang berpikir bahwa mereka harus bertobat dulu baru bisa datang kepada Yesus. Padahal sebenarnya, pertobatan itu justru terjadi karena seseorang datang kepada Kristus. Memang benar pertobatan datang sebelum pengampunan dosa, tetapi manusia tidak bisa menghasilkan pertobatan sejati dengan kekuatannya sendiri.

Yesus terus menarik manusia datang kepada-Nya dengan kasih-Nya. Saat orang berdosa melihat pengorbanan Kristus di kayu salib, mereka mulai menyadari betapa besar dosa dan betapa besar kasih Allah. Dari situlah hati mulai dilembutkan dan timbul keinginan untuk bertobat.

Terimakasih sudah belajar bersama,
TUHAN Memberkati kita

Sumber Pel. 9 | Nina Atcheson | “Bertumbuh Dalam Hubungan Dengan Tuhan”
Teks Lengkap SS Dewasa https://sabbath-school.adventech.io/in/2026-02/10/04-tuesday-pertobatan-yang-sejati

Selamat PagiRenungan HarianJanganMelupakanSejarahGeorge R. KnightSelasa, 2 Juni 2026 Bag-2 "MENINJAU ORGANISASI KEMBALI"...
01/06/2026

Selamat Pagi
Renungan Harian
JanganMelupakanSejarah
George R. Knight

Selasa, 2 Juni 2026
Bag-2 "MENINJAU ORGANISASI KEMBALI"

Kisah 20:28, "Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.

Kekuatan pendorong di balik gerakan untuk membentuk organisasi adalah kombinasi ide-ide yang saling terkait dan terpadu. Salah satu hal yang terpenting adalah pemahaman yang berlandaskan Alkitab tentang misi gereja. Pada tahun 1861, beberapa pemimpin denominasi telah menyimpulkan bahwa mereka harus menjangkau dunia, sehingga pada tahun 1863, komite eksekutif General Conference yang baru dibentuk mulai membahas soal mengutus misionaris ke luar negeri. Visi dan misi yang lebih luas ini menghasilkan pengakuan yang lebih kuat tentang perlunya mengembangkan organisasi yang memadai untuk mendukung misi tersebut. Singkatnya, James White dan yang lainnya secara bertahap menyadari bahwa tidak ada jangkauan misi yang berarti yang dapat terjadi tanpa sistem pendukung yang rasional dan efektif.

Realitas kedua yang membantu James dan rekan-rekan seimannya memperluas konsep mereka tentang struktur gereja adalah kebutuhan untuk mempertahankan kesatuan doktrin. Pada tahun 1864, ia membandingkan buah-buah yang baik dari organisasi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dengan "kondisi yang penuh kebingungan dari mereka yang menolak organisasi."

Pada tahun 1873 G. I. Butler mengembangkan alur pemikiran yang sedikit lebih jauh ketika ia menulis bahwa "kita adalah orang-orang yang terorganisasi secara menyeluruh, dan organisasi kita tidak didasarkan pada penampilan belaka, tetapi pada fondasi yang kokoh. Setelah berjuang melawan segala macam pengaruh, dari dalam dan luar, dan sekarang menjadi satu kesatuan, berbicara hal yang sama dari satu samudra ke samudra lain, bukanlah hal yang mudah untuk menghancurkan kita menjadi berkeping-keping."

Tentu saja, masalah doktrin memiliki hubungan erat dengan misi. Karena mereka bersatu dalam doktrin, maka mereka bersedia bersatu dalam misi ke pelosok-pelosok Amerika Serikat dan akhirnya ke seluruh dunia.

Pada akhirnya, misi gerejalah yang menuntut supaya adanya struktur gereja yang memadai. Seperti yang berulang kali dicatat oleh James White, "bukan karena ambisi untuk membangun denominasi sehingga harus ada organisasi, tetapi organisasi itu ada karena memang ada kebutuhan yang sesungguhnya."

Sementara bagi James pada tahun 1871, ciri-ciri sistem yang memadai adalah bahwa "semua bagian mesinnya bekerja dengan baik." Kaum Advent mula-mula juga berusaha mendasarkan struktur organisasi mereka pada fondasi yang selaras dengan ajaran Alkitab tentang prinsip-prinsip yang seharusnya mendukung sifat dan misi gereja. Dalam jangka panjang, organisasi merupakan hasil tambahan dari pemahaman Alkitab tentang gereja dan perannya di akhir zaman untuk memperingatkan dunia sebelum kedatangan Kristus yang kedua.

TUHAN Memberkati
https://t.me/ARAIndonesia_AudioAdvent/11388

Tidak selalu mudah untuk mengatakan “Saya minta maaf” ketika kita melakukan kesalahan. ​​Tetapi mengatakan minta maaf sa...
01/06/2026

Tidak selalu mudah untuk mengatakan “Saya minta maaf” ketika kita melakukan kesalahan. ​​Tetapi mengatakan minta maaf sangat penting. Mengucapkan maaf membantu menyembuhkan hubungan kita yang rusak dan membuatnya kuat kembali.
Audio https://spotifycreators-web.app.link/e/UoXPpYDYB3b
Sahabat & Saudaraku
Intisari SS Harian & Roh Nubuat pilihan
Senin, 1 JUNI, “DORONGAN ROH KUDUS”| ASSAH 163

Seorang suami merenungkan masalah antara dirinya dan istrinya, ada jarak yang terbentuk. Suami itu tahu, dia telah menyakiti istrinya dengan sangat parah. Dia mengucapkan beberapa kata kasar yang dia sesali. Tetapi pikiran selanjutnya adalah, “Itu salahnya! Kan dia juga bertindak buruk!”

Apakah kita terkadang juga berpikir dan merasa seperti ini? Sangat mudah beralih dari rasa penyesalan ke pembenaran atas pikiran dan tindakan kita, lalu mencoba menyalahkan orang lain. Tidak selalu mudah untuk mengatakan “Saya minta maaf” ketika kita melakukan kesalahan. ​​Tetapi mengatakan minta maaf sangat penting, untuk membangun atau memperkuat hubungan apa pun. Mengucapkan maaf membantu menyembuhkan hubungan kita yang rusak dan membuatnya kuat kembali.

Demikian p**a hubungan kita dengan Allah. Roh Kudus sering mendorong pikiran kita untuk menyadari dosa yang telah kita lakukan. Hati kita tergerak oleh dorongan ini, tetapi mudah juga untuk menolak suara lembut itu ketika kita mencoba membenarkan tindakan kita. Salah satu tugas Roh Kudus adalah untuk "menginsafkan dunia akan dosa" (Yohanes 16:7, 8). Betapa luar biasa karunia dari Allah ini (Lukas. 11: 13), karena betapa kita membutuhkan teguran seperti ini untuk memperbaiki jarak yang bisa timbul dalam perjalanan kita bersama Allah!

Dalam Hosea 6, Allah menggambarkan diri-Nya melalui seruan-Nya agar Isarel melakukan pertobatan.
Yohanes 15: 4 menjelaskan peran Roh Kudus dalam proses mencangkokkan kembali kita ke dalam Pokok Anggur.

Ellen G. White, Para Nabi dan Raja (1999), jld. 2, hlm. 320.
“Kadang-kadang kita menyesali akibat dari perbuatan yang jahat yang menimpa kita; tetapi ini bukanlah pertobatan. Penyesalan yang sesungguhnya akan dosa adalah hasil dari pekerjaan Roh Kudus. Roh Kudus menunjukkan hati yang tidak berterima kasih yang telah meremehkan dan mendukakan Juruselamat, dan membawa kita kepada penyesalan ke kaki salib. Yesus dilukai lagi oleh setiap dosa... kita berdukacita karena dosa-dosa yang membawa kepedihan kepada Yesus. Dukacita yang demikian itu akan membawa kita menolak dosa"

Faktanya adalah, kita tidak bisa bertumbuh dalam hubungan kita dengan Allah jika ada dosa yang kita pilih dan kita pelihara, sebab ini yang menghalangi! Kita tidak bisa menjadi sempurna, tetapi kita bisa, dan harus bertobat dari dosa-dosa kita saat Roh Kudus mengingatkan kita (Efesus 4:30).

Luangkan waktu sekarang untuk berdoa, meminta Allah melunakkan hati kita dan membuka telinga kita terhadap suara Allah melalui Firman-Nya, saat mendengar teguran dan panggilan untuk bertobat, dan memberi respon yang menyukakan hati Tuhan.

Kutipan Roh Nubuat disadur dari To Be Like Jesus, p. 382.
Tuhan juga mendengar doa orang yang sungguh ingin bertobat. Roh Kudus akan menolong mereka meninggalkan dosa dan hidup taat kepada Tuhan. Pertobatan dan pengampunan hanya bisa diperoleh melalui Yesus Kristus. Saat seseorang datang kepada-Nya dengan iman dan bertobat, Tuhan akan mengampuni, memperbarui hidupnya, dan mengenakan “jubah kebenaran” Kristus atas dirinya. Karena itu, setiap orang yang percaya kepada Tuhan dapat bersukacita, sebab keselamatan adalah pemberian kasih karunia Allah. ( Yesaya 61:10 ).

Terimakasih sudah belajar bersama,
TUHAN Memberkati kita
Sumber Pel. 9 | Nina Atcheson | “Bertumbuh Dalam Hubungan Dengan Tuhan”
Teks Lengkap SS Dewasa https://sabbath-school.adventech.io/in/2026-02/10/03-monday-dorongan-roh-kudus

Kata-kata Yesus terngiang dalam pikirannya: "engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu...
31/05/2026

Kata-kata Yesus terngiang dalam pikirannya: "engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: memilih bagian terbaik, yang tidak akan diambil - duduk di kaki Yesus, karena kasih yang mendalam" bukan hanya pada hari Sabat, tetapi setiap hari.
Audio https://spotifycreators-web.app.link/e/ARpBQlx4z3b

Sahabat & Saudaraku
Intisari SS Harian & Roh Nubuat pilihan
Minggu, 31 MEI , “KESIBUKAN HIDUP” | ASSAH 162

Seorang ibu muda memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum hari Sabat. Tetapi begitu banyak hal yang menghalangi, dan sebelum ia sadar, matahari telah terbenam. Keluarga itu menikmati makan malam dan ibadah buka Sabat bersama
Namun ketika pagi hari Sabat dan ia bangun lebih awal, ia tak bisa menahan diri melihat kamar mandi yang kotor, lalu ia segera bersihkan. Kemudian anak kecilnya mengompol, jadi ia memasukkan seprai yang terkena dan cucian kotor lainnya ke mesin cuci. Saat menyiapkan sarapan, ia menyadari bahwa belum siapkan makanan penutup untuk makan siang, jadi ia cepat-cepat memanggang roti pisang. Ia melihat kemeja gereja suaminya belum disetrika, jadi ia menyetrikanya, lalu sekalian melipat pakaian bersih dan membuang sampah.
Dan saat itulah ia tersadar, “apa yang saya lakukan? Ini kan hari Sabat - hari yang paling saya sukai dari semua hari! Namun inilah saya mengerjakan semua pekerjaan rumah ini dan membiarkan hal-hal ini mengalihkan perhatian dari makna sejati hari Sabat, yaitu lebih dekat dengan Allah.”
Sesaat pikirannya mulai membenarkan tindakannya, tapi semua ini memang harus dilakukan. Tetapi benarkah begitu? Ia menyadari bahwa ia bertindak seperti Marta, "sibuk melayani" (Lukas. 10: 40), namun kata-kata Yesus terngiang dalam pikirannya: "engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya" (Lukas. 10: 41, 42). Bagian terbaik itu-duduk di kaki Yesus karena kasih yang mendalam kepada-Nya-bukan hanya pada hari Sabat, tetapi setiap hari.

Sungguh disesalkan- Sabat pagi ini, si ibu muda tidak memilih bagian terbaik “duduk di kaki Yesus”.
Ia mengasihi Allah, tetapi mudah untuk melupakan bahwa Allah telah memberikan Sabat sebagai karunia waktu untuk memperkuat hubungan dengan-Nya. Air mata jatuh dari matanya saat ia berdiri di dapur yang sepi.
Tujuan dari contoh kisah ini bukan untuk menekankan apa yang boleh atau tidak boleh dilakukan pada hari Sabat; melainkan untuk mengingatkan kita betapa pentingnya menyadari hal-hal yang melemahkan atau merusak hubungan kita dengan Allah. Ketika hati kita merasakan sakit karena dosa dan keterpisahan, dan kita berseru kepada-Nya, Yesus sangat dekat (Mazmur 53:2).

Di tangan Yesus yang berlumuran darah, Dia memegang jubah putih. Yesus melihat air mata pertobatan kita dan menanggalkan pakaian kita yang kotor. Kemudian Yesus menyelubungi kita sepenuhnya dengan jubah kebenaran-Nya. Kekudusan Yesus menutupi dosa kita secara sempurna dan sepenuhnya. Kita dapat mencuci jubah kita dalam darah-Nya (Wahyu 7:14).
Kutipan Roh Nubuat disadur dari God’s Amazing Grace, p. 24 dan To Be Like Jesus, p. 372
Saat seseorang bertobat dan percaya kepada Kristus, Tuhan tidak lagi melihat dosanya, tetapi melihat kebenaran Yesus yang menutupi hidupnya. Namun Tuhan tidak hanya melihat penampilan luar, melainkan juga hati manusia. Karena itu, Tuhan ingin kita sungguh-sungguh menyerahkan hidup kepada-Nya, bukan hanya terlihat baik di depan orang lain

Pertobatan adalah hadiah dari Tuhan, sama seperti pengampunan. Roh Kudus bekerja di dalam hati manusia untuk menyadarkan dosa dan membawa mereka kembali kepada Allah.
Saat seseorang memandang kasih Kristus di kayu salib, hatinya akan dilembutkan, lalu muncul penyesalan atas dosa dan kerinduan untuk hidup dekat dengan Tuhan.

Terimakasih sudah belajar bersama,
TUHAN Memberkati kita

Kita berdosa, tetapi syukur untuk Yesus yang menggenapi rencana keselamatan di salib, sehingga pengampunan selalu tersed...
30/05/2026

Kita berdosa, tetapi syukur untuk Yesus yang menggenapi rencana keselamatan di salib, sehingga pengampunan selalu tersedia bagi orang berdosa yang mengaku dan bertobat
Audio https://spotifycreators-web.app.link/e/z0yoT1UBy3b

Sahabat & Saudaraku
Intisari SS Harian & Roh Nubuat pilihan
Sabat, 30 MEI , “PERTOBATAN DAN PENGAMPUNAN” | ASSAH 161

Ayat Hafalan: 1 Yohanes 1: 9, "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan"

Tanah Perjanjian terasa begitu jauh bagi bangsa Israel, yang sedang berkemah di bawah tiang awan di dataran.
Musa sudah naik ke dalam kegelapan tebal yang telah menutupi puncak gunung beberapa hari sebelumnya.
Bangsa Israeil berpikir, pastilah pemimpin mereka telah mati sekarang, jika bukan karena kelaparan maka mungkin karena api yang menyala-nyala di puncaknya. Orang-orang campuran di antara bangsa itu merasa gelisah dan tidak sabar, untuk melanjutkan ke tanah yang berlimpah susu dan madu. Padahal, beberapa hari sebelumnya, mereka telah mengikat perjanjian yang sungguh-sungguh dengan Allah untuk menuruti-Nya, namun kini mereka menginginkan suatu patung yang dapat mereka lihat. Maka, mereka berkumpul di sekitar kemah Harun dan menuntut agar membuatkan patung bagi mereka. Karena takut akan keselamatan dirinya, Harun pun setuju. Dalam Keluaran 32-34, kita membaca bagaimana kisah menyedihkan ini terungkap.

Kisah ini hanyalah salah satu dari sekian banyak kisah dalam Kitab Suci yang mengajarkan kepada kita tentang pertobatan dan pengampunan, yaitu tema pelajaran pekan ini.

Saat belajar setiap hari, ingatlah selalu ayat hafalan pekan ini, 1 Yohanes 1: 9, "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan"

Ya, kita berdosa, tetapi syukur untuk Yesus yang menggenapi rencana keselamatan di salib, sehingga pengampunan selalu tersedia bagi orang berdosa yang mengaku dan bertobat. Amin

Kutipan Roh Nubuat disadur dari The Desire of Ages, hlm. 175
Yesus digambarkan seperti ular tembaga yang diangkat Musa di padang gurun. Orang yang memandang dengan percaya akan diselamatkan. Demikian juga, saat kita memandang kepada salib Kristus, kita melihat kasih Allah yang begitu besar bagi manusia berdosa. Kasih itu menarik hati kita untuk datang kepada-Nya dengan pertobatan.

Ketika seseorang menerima Kristus dengan iman, Roh Kudus mulai bekerja menciptakan hidup yang baru. Pikiran, hati, dan keinginan diubahkan agar selaras dengan kehendak Tuhan. Hukum Allah tidak lagi terasa berat, tetapi menjadi sukacita bagi orang yang sudah mengalami kasih dan keselamatan di dalam Kristus.

Terimakasih sudah belajar bersama,
TUHAN Memberkati kita

Sumber Pel. 9 | Nina Atcheson | “Bertumbuh Dalam Hubungan Dengan Tuhan”
Teks Lengkap SS Dewasa https://sabbath-school.adventech.io/in/2026-02/10/01

Topik mengenai hukum bisa begitu disalahpahami dan dipelintir, karena serangan utama Iblis terhadap Allah adalah terkait...
29/05/2026

Topik mengenai hukum bisa begitu disalahpahami dan dipelintir, karena serangan utama Iblis terhadap Allah adalah terkait hukum Allah.
Audio https://spotifycreators-web.app.link/e/tL5C3zRPw3b

Sahabat & Saudaraku
Intisari SS Harian & Roh Nubuat pilihan
Jumat, 29 MEI , “PENDALAMAN: DOSA, INJIL DAN HUKUM”| 160

Kita tidak perlu terkejut bahwa topik mengenai hukum bisa menjadi hal yang begitu disalahpahami dan dipelintir, karena serangan utama Iblis terhadap Allah adalah terkait hukum Allah.
Beberapa orang pada zaman Yesus mengira bahwa Yesus datang untuk menghapus hukum, tetapi hal itu sangat jauh dari kebenaran. Yesus justru menerangi hukum dan karakter Allah yang indah, dan datang untuk menggenapi hukum (Matius 5:17, 18), untuk menunjukkan kepada kita seperti apa Allah itu.

Ellen G. White, Para Nabi dan Raja (1999), jld. 2, hlm. 80,
“Ketika orang menghormati Alkitab, mereka dapat menyenangkan hati Tuhan dan melakukan segala sesuatu yang Tuhan inginkan.
Bangsa Israel kuat pada masa Raja Daud dan pada awal masa Raja Salomo. Itu karena mereka menghormati hukum Taurat. Pada zaman Elia dan Yosia, umat Israel memiliki iman kepada firman Allah yang hidup, dan Tuhan mengubah banyak kehidupan menjadi lebih baik.

Kitab Suci- Firman Tuhan adalah hadiah paling berharga yang diberikan Tuhan kepada bangsa Israel. Yeremia juga berusaha membantu umat Tuhan untuk mengubah hidup mereka menjadi lebih baik. Jadi, Yeremia mengajak umat Israel untuk mengikuti Firman Tuhan.”

"Hanya apabila penghormatan untuk Firman Allah yang Kudus dipelihara di dalam hati orang banyak, mereka dapat diharapkan mengenai maksud Ilahi. Adalah karena menghormati hukum Allah Israel diberi kekuatan selama pemerintahan Daud dan tahun-tahun permulaan pemerintahan Salomo; adalah melalui iman pada Firman yang hidup ini sehingga pembaruan dilakukan pada zaman Elia dan Yosia. Dan adalah dengan kebenaran Kitab-kitab Suci yang sama ini, warisan Israel yang terkaya, yang Yeremia sodorkan dalam usahanya ke arah pembaruan"

Rangkuman Roh Nubuat untuk Aplikasi Hidup

1. Seluruh Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, sama-sama merujuk kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat dunia. Hukum Allah menunjukkan dosa manusia dan kebutuhan akan pertobatan, sedangkan Injil menunjukkan jalan keselamatan melalui pengorbanan Yesus, Anak Domba Allah.

2. Kristus datang bukan untuk meniadakan hukum, tetapi untuk menggenapi hukum, dan menyelamatkan manusia dari dosa, memulihkan, dan mengubah hidup manusia. Orang yang sungguh menerima Kristus akan mengalami perubahan hati, hidup dalam ketaatan kepada Tuhan, dan memancarkan kasih-Nya dalam kehidupan sehari-hari.

3. Di tengah dunia yang penuh dosa dan peperangan rohani, umat Tuhan dipanggil untuk tetap setia kepada Firman-Nya. Walaupun di dalam gereja ada gandum dan lalang, dan walaupun kuasa kejahatan terus bekerja untuk menyesatkan manusia, Tuhan tidak meninggalkan umat-Nya. Melalui iman, doa, dan kuasa Firman Tuhan, setiap orang dapat memperoleh kemenangan atas dosa dan pencobaan. Tuhan berjanji memberi kekuatan, perlindungan, dan hidup kekal bagi semua orang yang percaya dan tetap setia kepada-Nya sampai akhir.

Terimakasih sudah belajar bersama,
TUHAN Memberkati kita

Sumber Pel. 9 | Nina Atcheson | “Bertumbuh Dalam Hubungan Dengan Tuhan”
Teks Lengkap SS Dewasa https://sabbath-school.adventech.io/in/2026-02/09/07-friday-pendalaman

Address

Pasar Minggu

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when ARA Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to ARA Indonesia:

Share

Category