ARA Indonesia

ARA Indonesia ALLAHmenuntunAnda keARA Indonesia
PentingKlikPODCASTbagiKeselamatanJiwa

Bergabunglah dengan pendengar Radio Advent Suara Pengharapan, dimana anda akan menemukan apa yang orang lain temukan setiap hari yaitu kebahagiaan sejati, damai sejahtera, dan pengharapan yang kekal.

Semua harus bekerja di bawah Kepala yang sama. Keberagaman karunia menuntun pada keberagaman pelayanan, 'tetapi Allah ad...
07/08/2026

Semua harus bekerja di bawah Kepala yang sama. Keberagaman karunia menuntun pada keberagaman pelayanan, 'tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.
Audio https://open.spotify.com/episode/4NMehA2rrKQXt7JScr6REx

Sahabat & Saudaraku
Intisari SS Harian & Roh Nubuat pilihan
Jumat, 7 AGS , “ PENDALAMAN: KARUNIA – KARUNIA ROHANI” | 223

Ellen G. White, dalam The Advent Review and Sabbath Herald, 12 April
"Biarlah orang-orang maju untuk bekerja, percaya kepada Tuhan, dan Dia akan menyertai mereka, menginsafkan dan mempertobatkan jiwa-jiwa. Seorang pekerja mungkin adalah seorang pembicara yang cakap, yang lain seorang penulis yang cakap, yang lain mungkin memiliki karunia doa yang tulus, sungguh-sungguh, dan tekun, yang lain karunia menyanyi. Yang lain mungkin memiliki karunia khusus untuk menjelaskan firman Allah dengan jelas. Dan setiap karunia harus menjadi kekuatan bagi Allah karena Allah bekerja sama dengan pekerja seperti ini. Kepada yang seorang Allah memberikan kata-kata hikmat, kepada yang lain pengetahuan, kepada yang lain iman. Tetapi semua harus bekerja di bawah Kepala yang sama. Keberagaman karunia menuntun pada keberagaman pelayanan, 'tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang' (1 Kor. 12: 6).

"Jangan ada orang yang merendahkan karunia-karunia yang dianggap lebih kecil. Biarlah semua bekerja. Jangan ada yang melipat tangan dalam ketidakpercayaan karena ia berpikir bahwa ia tidak dapat melakukan pekerjaan besar. Berhentilah memandang diri sendiri. Pandanglah kepada Pemimpinmu. Dalam kerendahan hati, ketulusan, dan kasih, lakukan apa yang dapat kamu lakukan”

The Upward Look, hlm. 141
" Kita masing-masing membutuhkan bantuan yang bisa kita terima dari pikiran orang lain. Tuhan akan bekerja dalam pikiran orang lain selain pikiran kita. Berbagai karunia yang diberikan kepada orang-orang yang berbeda harus berpadu untuk 'memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus' Ef. 4:12
"Akan selalu ada rintangan di hadapan kita, tetapi kita harus mengikuti Pemimpin kita, dan menghadapi kesulitan-kesulitan kita secara bersama-sama, bergandengan tangan"

Aplikasi Hidup dari Komentar Guru dan Rangkuman Roh Nubuat

Tuhan menganugerahkan karunia dan tugas yang berbeda kepada setiap orang percaya sesuai dengan kehendak-Nya. Semua karunia berasal dari Roh Kudus dan diberikan bukan untuk meninggikan diri sendiri, melainkan untuk membangun tubuh Kristus. Seperti anggota-anggota tubuh yang memiliki fungsi berbeda tetapi saling melengkapi, demikian p**a setiap orang dipanggil untuk melayani dengan rendah hati, menghargai karunia sesama, dan bekerja sama dalam kasih. Persatuan yang sejati tidak lahir dari keseragaman, tetapi dari hubungan yang erat dengan Kristus sebagai Kepala gereja.

Kehidupan yang dipenuhi Roh Kudus akan membentuk karakter yang semakin serupa dengan Kristus. Karunia rohani yang sejati berfungsi untuk memuliakan Tuhan dan membangun jemaat, bukan mencari kemuliaan manusia. Oleh karena itu, setiap pengalaman rohani wajib diuji dengan Firman Tuhan, dan setiap orang percaya dipanggil untuk hidup bergantung pada kuasa Roh-Nya. Begitu p**a ketika hati dibaharui oleh Roh Kudus dan hidup dibangun di atas Firman Allah, gereja akan menjadi kesaksian yang hidup tentang kuasa Injil. Melalui persatuan, karakter yang kudus, dan pelayanan yang setia, dunia akan melihat kasih Kristus dinyatakan melalui umat-Nya.

Terimakasih sudah belajar bersama,
TUHAN Memberkati kita

Sumber Pel. 6 Q3 | AT de Agular | “1 & 2 Korintus”
Teks Lengkap SS Dewasa https://absg.sspmadventist.org/in/2026-03/06/07
#3

Karunia nubuat dimaksudkan untuk membangun, sebagai nasihat, dan penghiburan, hidup di masa sekarang.Audio https://open....
06/08/2026

Karunia nubuat dimaksudkan untuk membangun, sebagai nasihat, dan penghiburan, hidup di masa sekarang.
Audio https://open.spotify.com/episode/3EbDlXjExfTG2qF1MMLVsc

Sahabat & Saudaraku
Intisari SS Harian & Roh Nubuat pilihan
Kamis, 6 AGS , “ KARUNIA NUBUAT” | 222

Karunia nubuat posisinya menonjol dalam pembahasan Paulus tentang karunia-karunia rohani. Karunia nubuat ada yang disebutkan sebelum karunia bahasa roh: 1 Kor. 12: 10, 28; 1 Kor. 13: 8. Ada juga karunia bahasa roh disebutkan lebih dahulu dari karunia nubuat, untuk menekankan karunia bahasa roh relatif kurang penting dibandingkan karunia nubuat: 1 Kor. 14: 4, 5, 6, 22.

Karunia nubuat dimaksudkan untuk membangun, sebagai nasihat, dan penghiburan, yang menunjukkan bahwa karunia ini tidak terlalu banyak memprediksi masa depan, melainkan tentang bagaimana hidup di masa sekarang. 1 Kor. 14: 3; Kis. 15: 32.

Kata kerja bahasa Yunani prophēteuō dapat berarti "mengatakan sesuatu di muka" atau "mengatakan sesuatu atas nama orang lain." Sebagai contoh, Daud adalah seorang nabi dijelaskan sebagai "melihat ke depan." , Kisah 2: 29–31; Amos 3: 7. Yudas dan Silas juga sebagai nabi. "Nubuat" mereka, terdiri dari memberi semangat dan menguatkan "saudara-saudara itu dengan banyak nasihat."

Dari Efesus 4: 11–13, kita belajar bahwa karunia-karunia rohani tidak berhenti pada era para rasul. Karunia-karunia itu akan tetap ada sampai akhir zaman Kis. 2: 39.

Namun, jika seseorang mengaku sebagai nabi, ia harus diuji berdasarkan Alkitab. Secara garis besar, ada empat aturan yang harus dipenuhi.
>Pertama, Nubuat tanpa syarat itu selalu menjadi kenyataan. Ul. 18: 22; Yer. 28: 8, 9.
>Kedua, pekabarannya sesuai dengan pekabaran nabi-nabi sebelumnya Ul. 13: 1–3, Yes. 8: 20.
>Ketiga, kehidupan dan karakter sehari-harinya menunjukkan kesetiaan kepada Kristus 1 Yoh. 4: 1–3.
>Keempat, Yesus berkata nabi-nabi palsu akan dikenal dari buahnya, Mat 7: 15–20, juga para nabi sejati.

Kitab Wahyu menunjukkan karunia nubuat adalah salah satu ciri khas jemaat yang sisa Why. 12: 17, 19: 10. Sebagai umat Advent Hari Ketujuh, kita percaya bahwa karunia nubuat dianugerahkan kepada Ellen G. White dan tercermin dalam tulisan-tulisannya.
Kutipan Roh Nubuat disadur dari The Upward Look, hlm. 370 .

Di tengah banyaknya ajaran yang dapat membingungkan, Firman Tuhan harus tetap menjadi dasar iman yang teguh. Orang yang membangun hidupnya di atas Kristus sebagai Batu Karang tidak akan mudah diombang-ambingkan oleh keraguan atau ajaran yang menyesatkan. Kehidupan yang berakar pada Kristus akan menjadi kesaksian yang jelas bahwa ia mengasihi Tuhan, menaati firman-Nya, dan hidup dalam kuasa kasih Kristus yang mempersatukan.

Terimakasih sudah belajar bersama,
TUHAN Memberkati kita

Sumber Pel. 6 Q3 | AT de Agular | “1 & 2 Korintus” (https://sabbath-school.adventech.io/in/2026-02)
Teks Lengkap SS Dewasa https://absg.sspmadventist.org/in/2026-03/06/06
#3

Big thanks to Yulie Siswatie, Erdi Frijdij Worang, Angelin Malatim, KikiNona Salainti Ticonuwu, Luciana Wijayafor all yo...
05/08/2026

Big thanks to Yulie Siswatie, Erdi Frijdij Worang, Angelin Malatim, KikiNona Salainti Ticonuwu, Luciana Wijaya

for all your support! Congrats for being top fans on a streak 🔥!

Big shout out to my newest top fans! 💎 Yulie Siswatie, Jebit Jeth, Evelyne Legoh, Erdi Frijdij Worang, Lonif WJacob, Ang...
05/08/2026

Big shout out to my newest top fans! 💎 Yulie Siswatie, Jebit Jeth, Evelyne Legoh, Erdi Frijdij Worang, Lonif WJacob, Angelin Malatim, KikiNona Salainti Ticonuwu, Axel E. I Lenzun, Maria Manuel Paula, Luciana Wijaya, Joula SenDuk

Drop a comment to welcome them to our community,

Karunia bahasa roh harus seiring dengan karunia menafsirkannya, karena bahasa roh harus dapat dimengerti ; jika tidak bi...
05/08/2026

Karunia bahasa roh harus seiring dengan karunia menafsirkannya, karena bahasa roh harus dapat dimengerti ; jika tidak bisa dimengerti maka tidak ada manfaatnya !

Sahabat & Saudaraku
Intisari SS Harian & Roh Nubuat pilihan
Rabu, 5 AGS , “ KARUNIA BAHASA ROH” | 221
Audio https://open.spotify.com/episode/2GNTFjP0Tt8PVqmEdIZTPp

Bagaimana dengan karunia bahasa roh? Sejalan dengan berbagai bentuk karunia ini dalam Alkitab yaitu di Mrk. 16: 17, Kis. 2: 1–13, Kis. 10: 44–48, Kis. 19: 6, maka karunia bahasa roh dalam 1 Korintus kemungkinan besar adalah kemampuan yang dianugerahkan Roh untuk berbicara dalam bahasa-bahasa asing.

Paulus menyebutkan karunia bahasa roh dalam daftar karunia di 1 Korintus 12: 8–10 , 28, 30; 1 Kor. 13: 1, 8, dan menyebutkan berulang kali dalam 1 Korintus 14. Memang, kata Yunani glōssa ("lidah" atau "bahasa") muncul lebih dari dua puluh kali dalam 1 Korintus 12–14, 15 kalinya dalam 1 Korintus 14.
Selain itu, kata Yunani heteroglōssos ("bahasa lain") juga muncul, dalam 1 Korintus 14: 21. Begitu seringnya disebutkan karunia bahasa roh ini menunjukkan bahwa ini menjadi perhatian khusus bagi Paulus. Penyalahgunaan dan penyelewengan karunia ini oleh jemaat di Korintus menyebabkan kekacauan dan kebingungan dalam ibadah umum, 1 Kor. 14: 23, 27, 33, 40.

Karunia berkata-kata dengan bahasa roh harus berjalan seiring dengan karunia untuk menafsirkannya, karena bahasa roh harus dapat dimengerti, ay. 9; jika tidak bisa dimengerti maka tidak ada manfaatnya menggunakan karunia bahasa roh itu ay. 6. Paulus sangat menekankan pada penafsiran dan pengertian. Sangat jelas Paulus tidak mengritisi karunia bahasa roh itu sendiri, tetapi, penonjolan berlebihan yang diberikan oleh jemaat Korintus untuk karunia bahasa roh, telah menyebabkan karunia nubuat diabaikan.

Pada titik ini, penting untuk dicatat bahwa meskipun Paulus s**a bila jemaat Korintus dapat berbicara dalam bahasa-bahasa asing, 1 Kor. 14: 5, tapi sebelumnya Paulus menjelaskan di 1 Kor. 12: 10 bahwa Roh memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. Jadi, bila ada pandangan bahwa "semua harus berbicara dalam bahasa roh sebelum baptisan dalam Roh Kudus, (ini) adalah sebuah penyimpangan dari ajaran Paulus dalam 1 Kor 12 dan 14"— Raoul Dederen, Handbook of Seventh-day Adventist Theology, hlm. 620.

Kutipan Roh Nubuat disadur dari Ye Shall Receive Power, p. 204 dan 205

Pada hari Pentakosta, Roh Kudus dicurahkan dalam bentuk lidah-lidah seperti api sebagai tanda kuasa Allah yang memenuhi para murid. Melalui karunia ini, mereka mampu berbicara dalam berbagai bahasa yang sebelumnya tidak mereka kuasai, sehingga setiap orang yang datang dari berbagai bangsa dapat mendengar kabar keselamatan dalam bahasa mereka sendiri. Dengan cara itu, Allah menghilangkan hambatan bahasa agar Injil dapat diberitakan kepada semua orang.

Karunia bahasa bukanlah untuk meninggikan para murid, melainkan sebagai bukti bahwa mereka diutus dan dipimpin oleh Surga. Roh Kudus memperlengkapi mereka untuk menjalankan misi yang tidak mungkin mereka capai dengan kemampuan sendiri. Sejak saat itu, perkataan mereka menjadi jelas, sederhana, dan penuh kuasa, sehingga banyak orang dapat menerima kebenaran Injil.

Kita, sebagai umat Tuhan diingatkan agar berhati-hati terhadap manifestasi rohani yang hanya mengandalkan emosi dan sensasi, tetapi tidak berasal dari Roh Kudus. Karunia rohani yang sejati tidak menimbulkan kekacauan, kebingungan, atau meninggikan manusia, melainkan membawa orang semakin dekat kepada kebenaran dan kepada Kristus. Oleh karena itu, setiap pengalaman rohani perlu diuji berdasarkan Firman Tuhan.

Kebenaran harus disampaikan dengan bijaksana, bermartabat, dan mencerminkan karakter Kristus. Kehidupan yang diubahkan oleh kuasa Roh Kudus akan menjadi kesaksian yang lebih berkuasa daripada pertunjukan emosi atau pengalaman yang berlebihan. Ketika umat Tuhan hidup dengan rendah hati, kudus, dan konsisten, dunia akan melihat keindahan Injil sebagaimana adanya dan mengenal kuasa Kristus yang bekerja di dalam umat-Nya.

Terimakasih sudah belajar bersama,
TUHAN Memberkati kita

Hanya melalui kasih, karunia-karunia rohani dapat digunakan dengan tepat. Betapa tidak berharganya karunia-karunia itu j...
04/08/2026

Hanya melalui kasih, karunia-karunia rohani dapat digunakan dengan tepat. Betapa tidak berharganya karunia-karunia itu jika tidak didorong oleh kasih.

Sahabat & Saudaraku
Intisari SS Harian & Roh Nubuat pilihan
Selasa, 4 AG , “ JALAN YANG LEBIH UTAMA LAGI” | 220
Audio https://open.spotify.com/episode/5B7PD2UsUVg3e4RvA25qS4

"Kasih bukanlah salah satu karunia di antara banyak karunia lainnya. Kasih adalah sarana yang melaluinya semua karunia mencapai tujuan utamanya"— Carl P. Cosaert, "1 Corinthians", Andrews Bible Commentary: New Testament (Berrien Springs, MI: Andrews University Press, 2022), hlm. 1.643.

1 Korintus 13 mengajarkan hanya melalui kasih, karunia-karunia rohani dapat digunakan dengan tepat. Paulus memulai pasal 13 dengan menyebutkan karunia-karunia yang disebutkan di pasal 12, untuk menekankan betapa tidak berharganya karunia-karunia itu jika tidak didorong oleh kasih. Jadi pengetahuan dan iman di 1 Kor. 12: 8, 9, bahkan iman "untuk memindahkan gunung" tidak ada artinya tanpa kasih , 1 Kor. 13: 2. Tanpa kasih, kemampuan untuk berbicara dalam bahasa roh hanya menjadi "gong yang berkumandang atau canang yang gemerincing". Demikian p**a, bahkan karunia nubuat yang penting pun tidak ada artinya tanpa kasih 1 Kor. 12: 10, 28, 30 & 1 Kor. 13: 2.

Di 1 Korintus 13: 4–7, Paulus berfokus pada apa itu kasih dan apa yang bukan kasih; dan lebih khusus lagi, apa yang dilakukan kasih dan apa yang tidak dilakukan kasih. Paulus memilih kata kerja untuk kasih untuk menunjukkan bahwa kasih bukanlah sesuatu yang kita rasakan, melainkan sesuatu yang kita praktikkan. Jadi, Paulus menyebutkan bahwa kasih (1) itu sabar; (2) murah hati; (3) bers**acita karena kebenaran; (4) menutupi segala sesuatu; (5) percaya segala sesuatu; (6) mengharapkan segala sesuatu; (7) sabar menanggung segala sesuatu. Sebaliknya, kasih (1) tidak cemburu; (2) tidak memegahkan diri; (3) tidak sombong; (4) tidak melakukan yang tidak sopan; (5) tidak mencari keuntungan diri sendiri; (6) tidak pemarah; (7) tidak menyimpan kesalahan orang lain; (8) tidak bers**acita karena ketidakadilan.

Total 15 kata kerja ini memberikan panduan yang kuat untuk perilaku yang pantas dalam mempraktikkan karunia. Pembahasan sifat sejati kasih letaknya di pasal 13, tepat di antara pasal 12 dan 14, di mana Paulus membahas konflik mengenai karunia-karunia rohani. Jadi memang, kasih adalah kunci penggunaan karunia-karunia rohani secara bijaksana. Kasih ditempatkan berdampingan dengan iman dan pengharapan, "tetapi yang paling besar di antaranya ialah kasih" (1 Kor. 13: 13).

Kutipan Roh Nubuat disadur dari ⁠The Upward Look, hlm. 89⁠

Menantikan kedatangan Kristus bukan berarti hanya berdiam diri. Tuhan memanggil kita untuk berjaga, berdoa, dan melayani dengan setia setiap hari. Dalam setiap perkataan, tindakan, dan hubungan dengan sesama, kita dipanggil untuk hidup menurut prinsip kasih, kejujuran, dan keadilan. Ketika kita mengasihi Kristus di atas segalanya dan bergantung sepenuhnya kepada-Nya, Tuhan akan memberi kekuatan untuk mengalahkan setiap pencobaan.

Setiap orang yang kita temui berharga di mata Allah karena telah ditebus oleh darah Kristus. Oleh sebab itu, kita harus memperlakukan setiap orang dengan hormat, kasih, dan penghargaan, tanpa memandang kedudukan atau keadaan mereka. Kasih karunia Allah menerima kita apa adanya, tetapi tidak membiarkan kita tetap seperti semula. Melalui pekerjaan Roh Kudus, Tuhan membentuk karakter kita agar semakin serupa dengan Kristus.

Karakter yang saleh dibangun melalui pilihan-pilihan kecil yang dilakukan setiap hari. Pikiran memengaruhi tindakan, tindakan yang diulang menjadi kebiasaan, dan kebiasaan akhirnya membentuk karakter. Karena itu, Firman Tuhan harus menjadi pedoman hidup yang terus dipraktikkan, bukan sekadar diajarkan. Ketika firman Tuhan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, Roh Kudus akan membentuk kita menjadi pribadi yang semakin mencerminkan karakter Kristus.

Terimakasih sudah belajar bersama,
TUHAN Memberkati kita

Karunia-karunia rohani bertujuan untuk menumbuhkan kesatuan melalui keberagaman. Kesatuan di tengah keberagaman ini haru...
03/08/2026

Karunia-karunia rohani bertujuan untuk menumbuhkan kesatuan melalui keberagaman. Kesatuan di tengah keberagaman ini harus mencerminkan karakter Allah. Apa pun karunianya, jika dipraktikkan dengan bijaksana dan dengan kasih, itu akan menyenangkan Allah.
Audio https://open.spotify.com/episode/5lTw2j4ECeruNE0L1Q8aMS

Sahabat & Saudaraku
Intisari SS Harian & Roh Nubuat pilihan
Senin, 3 AGS , “ KESATUAN MELALUI KEBERAGAMAN” | 219

Dalam 1 Korintus 12: 4–6 ada bahasa kesatuan, "Roh yang sama", "Tuhan yang sama", dan "Allah yang sama" ini disebut berulang dalam seluruh pasal 12: "satu Roh yang sama" ay. 11; "tubuh itu satu" ay. 12; "satu tubuh" ay. 12, 13, 20; "satu Roh" disebut 2x di ay. 13; "saling memperhatikan" ay. 25

Selain konsep kesatuan, Paulus menyoroti keberagaman anggota dalam tubuh Kristus: "banyak anggota" ay. 20;
"kita semua telah dibaptis" ay. 13; "bukan hanya satu anggota, tetapi banyak" ay. 14; "seluruh tubuh" ay. 17; "masing-masing" ay. 18; "anggota-anggota tubuh" ay. 22. 23; "semua anggota" ay. 26.

Penekanan pada kesatuan dan keberagaman ini menunjukkan bahwa karunia-karunia rohani bertujuan untuk menumbuhkan kesatuan melalui keberagaman.

Kesatuan di tengah keberagaman ini harus mencerminkan karakter Allah. Bapa adalah satu pribadi, Putra adalah pribadi yang lain, dan Roh Kudus adalah pribadi yang lain. Ketiganya mempertahankan individualitas mereka masing-masing sambil bekerja bersama untuk membangun jemaat dan memberdayakannya untuk misi (1 Kor. 12: 4–6, Ef. 4: 11–13).

Pemikiran utama dalam 1 Korintus 12 adalah meski anggota-anggota tubuh secara individu sangat berbeda satu sama lain ay. 15–20, mereka semua saling bergantung satu sama lain ay. 21-26. Kaki bergantung pada mata untuk melihat ke mana mereka harus berjalan; sebaliknya, mata tidak dapat menyentuh apa pun—hanya tangan yang bisa. Walau ada kesan bahwa beberapa anggota lebih lemah ay. 22 atau kurang terhormat ay.23 a daripada yang lain, pada intinya semua anggota diperlukan (1 Kor. 12: 22).

Sayangnya, ada kecenderungan di antara jemaat Korintus untuk menghargai beberapa karunia dan mengabaikan karunia yang lain. Untuk mencegah jemaat Korintus melakukan kesalahan ini, Paulus mengarahkan perhatian mereka pada kasih, sebagai "jalan yang lebih utama lagi" (1 Kor. 12: 31). Dengan kata lain, apa pun karunianya, jika dipraktikkan dengan bijaksana dan dengan kasih, itu akan menyenangkan Allah.

Kutipan Roh Nubuat disadur dari God’s Amazing Grace, p. 211.

Paulus mengingatkan jemaat agar menjaga persatuan dan kasih, karena perpecahan di dalam gereja bukan hanya melukai sesama, tetapi juga merusak kesaksian tentang Kristus di hadapan dunia. Persatuan sejati lahir dari hubungan yang erat dengan Kristus. Semakin dekat kita kepada Kristus, semakin kita dipenuhi kasih, s**acita, dan kuasa Roh Kudus yang memampukan kita hidup selaras dengan sesama. Seperti ranting-ranting yang berbeda namun tetap melekat pada satu pokok anggur, demikian p**a setiap orang percaya memiliki karunia dan tugas yang berbeda, tetapi melayani di bawah satu Kepala, yaitu Kristus.

Persatuan dengan Kristus tidak menghilangkan keunikan setiap pribadi. Sebaliknya, melalui karya Roh Kudus, setiap orang dibentuk untuk memiliki karakter Kristus sambil tetap menjalankan panggilan dan karunianya masing-masing. Kesatuan yang Tuhan kehendaki bukanlah keseragaman, melainkan kebersamaan yang berakar pada kasih, kebenaran, dan ketaatan kepada-Nya.

Terimakasih sudah belajar bersama,
TUHAN Memberkati kita

Sumber Pel. 6 Q3 | AT de Agular | “1 & 2 Korintus”
Teks Lengkap SS Dewasa https://absg.sspmadventist.org/in/2026-03/06/03
#3

Roh memberikan karunia kepada orang percaya, Allah yang memberdayakan mereka untuk melayani Kristus dalam komunitas oran...
02/08/2026

Roh memberikan karunia kepada orang percaya, Allah yang memberdayakan mereka untuk melayani Kristus dalam komunitas orang percaya.
Audio https://open.spotify.com/episode/0r38V7FTi1qSHizNTd9mKQ

Sahabat & Saudaraku
Intisari SS Harian & Roh Nubuat pilihan
Minggu, 2 AGS , “ BERBAGAI KARUNIA” | 218

Paulus memperkenalkan topik baru dalam 1 Korintus 12: 1, frasa Yunani nya tōn pneumatikōn yang dapat di tafsirkan "karunia-karunia rohani" atau "orang-orang rohani".
Di 1 Korintus 12: 4, Paulus dengan jelas merujuk pada karunia-karunia rohani. Dalam 1 Korintus 12: 2, 3, Paulus menunjukkan bahwa karunia pertama dari Roh adalah pengakuan yang berani bahwa Yesus adalah Tuhan. Pada zaman Perjanjian Baru, mengatakan bahwa Yesus adalah Tuhan berarti mengatakan bahwa Kaisar bukanlah tuhan (Kis. 17: 7; Yoh. 19: 12, 15). Hal ini dipandang sebagai hasutan terhadap kekuasaan kekaisaran dan, oleh karena itu, dapat dihukum mati.

Yesus dan Paulus menekankan bahwa iman kepada Allah—bahkan dalam menghadapi penganiayaan dan ancaman kematian—adalah karunia Roh. Sebenarnya, iman adalah karunia yang paling mendasar, jadi iman berada di urutan pertama dalam daftar 1 Kori 13: 13. Paulus jelas menyatakan bahwa iman adalah karunia rohani 1 Kor 12: 9. Namun, ada banyak karunia lainnya. Roh Kudus menganugerahkan berbagai jenis karunia "kepada tiap-tiap orang secara khusus seperti yang dikehendaki-Nya" (1 Kor. 12: 11) membuktikan bahwa semua karunia rohani diperlukan.

Pengulangan kata "rupa-rupa" atau "macam-macam" (varieties) menekankan kemajemukan karunia. Apa yang Paulus sebut sebagai "karunia-karunia rohani" dalam 1 Korintus 12: 1 dikembangkan dalam ayat 4–6, melalui tiga sudut pandang yang berbeda: "karunia" (charisma), "pelayanan" (diakonia), dan "perbuatan" atau "pekerjaan" (energēma). Meskipun kata-kata ini memiliki arti yang berbeda, namun ketiganya paralel dalam perikop ini.

Karunia-karunia rohani dirancang untuk menumbuhkan persatuan berdasarkan karakter Tritunggal Allah Ef. 4: 8–11. Roh memberikan karunia kepada orang percaya, Allah yang memberdayakan mereka untuk melayani Kristus dalam komunitas orang percaya 1 Kor. 12: 5, 6. Setiap orang percaya diberikan karunia secara pribadi, 1 Kor. 12: 11, tetapi semuanya dimaksudkan untuk memberi manfaat bagi komunitas orang percaya secara keseluruhan.

Kutipan Roh Nubuat disadur dari Ye Shall Receive Power, p. 191 dan 120.

Karunia yang Kristus percayakan kepada gereja terutama adalah karunia Roh Kudus. Roh yang sama membagikan berbagai kemampuan kepada setiap orang sesuai dengan kehendak Allah. Ada yang menerima hikmat, pengetahuan, iman, kemampuan mengajar, menyembuhkan, bernubuat, membedakan roh, maupun karunia lainnya. Semua karunia itu berasal dari satu sumber yang sama dan diberikan untuk membangun tubuh Kristus.

Allah sengaja menciptakan keberagaman dalam gereja-Nya. Seperti sebuah taman yang dipenuhi berbagai jenis tanaman dengan keindahannya masing-masing, demikian p**a setiap orang memiliki tempat dan tugas yang berbeda. Karunia-karunia itu bukan untuk meninggikan diri sendiri, melainkan untuk memuliakan Kristus dan melayani sesama. Ketika setiap orang menggunakan karunianya dengan kasih, kerendahan hati, dan kesetiaan, persatuan umat Tuhan akan terlihat nyata…

Pada hari penghakiman, Allah akan menilai manusia berdasarkan hati dan motif, bukan hanya apa yang tampak di mata manusia. Allah menghargai setiap pelayanan yang dilakukan dengan tulus, sekecil apa pun. Karena itu, tidak seorang pun patut merasa bahwa karunia yang dimilikinya lebih penting daripada karunia orang lain. Tuhan mengetahui nilai dan tujuan setiap pelayanan yang dilakukan bagi-Nya…setiap pelayan Tuhan dipanggil untuk tetap rendah hati, setia menjalankan tanggung jawabnya, dan bergantung sepenuhnya kepada kuasa Allah dalam menghasilkan buah bagi kerajaan-Nya.

Terimakasih sudah belajar bersama,
TUHAN Memberkati kita

Sumber Pel. 6 Q3 | AT de Agular | “1 & 2 Korintus”
Teks Lengkap SS Dewasa https://absg.sspmadventist.org/in/2026-03/06/01
#3

Penyembahan berhala, berarti bukan hanya sekadar menyembah patung berhala, tetapi itu adalah melayani diri sendiri, cint...
31/07/2026

Penyembahan berhala, berarti bukan hanya sekadar menyembah patung berhala, tetapi itu adalah melayani diri sendiri, cinta kepelesiran, memanjakan selera dan hawa nafsu"
https://open.spotify.com/episode/5UzGEL3LV69YVYS9m5bXTG

Sahabat & Saudaraku
Intisari SS Harian & Roh Nubuat pilihan
Jumat, 31 JULI , “PENDALAMAN : SEMUA UNTUK KEMULIAAN ALLAH”| 216

Tulisan EGW disadur dari The Advent Review and Sabbath Herald, 18 November 1884, hlm. 730; Kisah Para Rasul (1999), hlm. 266, 267; Testimonies for the Church, jld. 9, hlm. 215.

"Betapa banyak kebaikan yang dapat dilakukan jika kita memanfaatkan dengan benar pergaulan kita satu sama lain! Setiap orang yang telah menerima berkat surgawi berkewajiban untuk menerangi jalan kepada orang lain... . Maka semua orang yang benar-benar mengasihi Allah akan berhenti menyembah diri sendiri"

"Paulus mendorong saudara-saudaranya agar bertanya kepada diri sendiri apakah pengaruh kata-kata dan perbuatan mereka kepada orang lain didalamnya tidak terdapat kesalahan yang mungkin seolah-olah menyetujui penyembahan berhala atau melukai hati nurani orang yang mungkin lemah. Jika engkau makan, atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah. ...
" Amaran Rasul kepada Jemaat Korintus harus dipakai setiap saat khususnya pada zaman kita ini. Penyembahan berhala, berarti bukan hanya sekadar menyembah patung berhala, tetapi itu adalah melayani diri sendiri, cinta kepelesiran, memanjakan selera dan hawa nafsu"
" Jika kita melihat bahwa dengan melakukan hal-hal tertentu yang adalah hak kita sepenuhnya, namun jadi menghambat kemajuan pekerjaan Allah, maka janganlah melakukan hal-hal itu. Janganlah melakukan apa pun yang akan menutup pikiran orang lain terhadap kebenaran. . . Segala sesuatu mungkin diperbolehkan, tetapi tidak semuanya berguna"

Aplikasi Hidup dari Penuntun Guru dan Rangkuman Roh Nubuat

Melalui pengorbanan Yesus di salib, kasih dan kemuliaan Allah dinyatakan kepada dunia. Oleh anugerah-Nya, kita diangkat menjadi anak-anak Allah dan dipanggil untuk semakin menyerupai karakter Kristus. Iman yang sejati bukan hanya percaya kepada Yesus, tetapi juga menghasilkan kasih, ketaatan, kelemahlembutan, serta kehidupan yang memuliakan Tuhan. Roh Kudus bekerja mengubah hati kita sehingga setiap talenta, perkataan, dan perbuatan menjadi kesaksian tentang kasih karunia-Nya.

Firman Tuhan menjadi dasar bagi pertumbuhan rohani dan pembentukan karakter. Dengan mempelajari seluruh Alkitab, terutama kitab Daniel dan Wahyu, kita semakin memahami rencana keselamatan Allah dan memperoleh hikmat untuk menghadapi zaman ini. Teladan Yusuf, Daniel, dan tokoh-tokoh Alkitab lainnya mengajarkan bahwa kesetiaan kepada Tuhan harus tetap dipertahankan di tengah dunia yang penuh tantangan. Allah memanggil umat-Nya untuk menyembah hanya kepada-Nya, hidup taat kepada firman-Nya, serta menggunakan setiap kemampuan yang dipercayakan-Nya demi kemuliaan nama-Nya.

Terimakasih sudah belajar bersama,
TUHAN Memberkati kita
Sumber Pel. 5 Q3 | AT de Agular | “1 & 2 Korintus” (https://sabbath-school.adventech.io/in/2026-02)

Teks Lengkap SS Dewasa https://absg.sspmadventist.org/in/2026-03/05/07
#3

Address

Pasar Minggu

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when ARA Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to ARA Indonesia:

Shortcuts

Share

Category