Opini Rakyat

Opini Rakyat Ragam Berita adalah Web Yang Menyediakan Berbagai Macam Berita Yang Diambil Dari Sumber Terpercaya.

Prabowo Undang Habib Rizieq ke IstanaPresiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah tokoh ulama dan pimpinan organisasi (...
06/03/2026

Prabowo Undang Habib Rizieq ke Istana

Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah tokoh ulama dan pimpinan organisasi (ormas) Islam dalam acara berbuka puasa bersama di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Pertemuan tertutup itu berlangsung selama tiga jam.

Menteri ATR/BPN sekaligus tokoh NU, Nusron Wahid, menyebut sebanyak 158 pimpinan ormas Islam memenuhi undangan acara. Mereka mewakili 86 ormas Islam.

“Dengan 158 pimpinan ormas Islam se-Indonesia, ada 86 pimpinan ormas. Kemudian ditambah dengan tokoh-tokoh Islam, sama tokoh-tokoh pimpinan pondok pesantren,” kata Nusron.

Nusron mengungkapkan Habib Rizieq Shihab juga turut diundang dalam silaturahmi bersama Prabowo. Namun Habib Rizieq disebut berhalangan hadir dan diwakili.

“Termasuk kita undang sebetulnya Habib Rizieq Shihab. Tapi beliau tidak hadir, mewakilkan kepada dua menantunya, yaitu Habib Hanif Al-Attas sama Habib Muhammad Al-Attas. Menantunya beliau,” ujar Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor periode 2010-2015 itu.

Nusron menyebut kelompok ulama dan pimpinan ormas Islam bersepakat untuk memahami sikap yang diambil Prabowo dalam menghadapi dinamika global. Mereka diharapkan berada dalam satu barisan yang sama dengan pemerintah.

“Dari pertemuan tadi, para ulama, para pimpinan ormas Islam bersepakat untuk menjalin komunikasi yang intensif, serta memahami sikap-sikap yang diambil oleh pemerintah Indonesia, oleh Bapak Presiden. Dan kemudian mengambil satu kesimp**an, berharap kepada pimpinan ormas, tokoh-tokoh Islam ini bersama dengan Bapak Presiden dalam satu barisan,” katanya.

Dalam acara, hadir Ketua MPR Ahmad Muzani, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menko PM Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Hadir tokoh-tokoh ulama, antara lain Ketum MUI Anwar Iskandar, Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf, Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang Kikin Abdul Hakim, Pimpinan Ponpes Modern Gontor Hasan Abdullah Sahal dan Pimpinan Ponpes Lirboyo Kafabihi Ali Mahrus.

Sumber: Detik

ISI PERTEMUAN PRABOWO DENGAN ULAMA DAN ORMAS ISLAM DI ISTANA 5 MARET 2026Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan ...
06/03/2026

ISI PERTEMUAN PRABOWO DENGAN ULAMA DAN ORMAS ISLAM DI ISTANA 5 MARET 2026

Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan silaturahmi dan buka puasa bersama dengan lebih dari 160 ulama, pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, dan tokoh pondok pesantren di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 5 Maret 2026.

Pertemuan tertutup itu berlangsung selama tiga jam.

“Bapak Presiden tadi dari jam 20.00, sekarang jam berapa ini, 23.00, 3 jam,” kata Menko Pangan Zulkifli Hasan usai acara di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (5/3/2026) malam.

Hasil dan poin utama dari pertemuan tersebut meliputi:

Penguatan Persatuan Nasional: Prabowo menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa sebagai kekuatan utama Indonesia menghadapi tantangan global dan ketidakpastian dunia.
Isu Geopolitik & Timur Tengah: Presiden menjelaskan peran Indonesia dalam upaya perdamaian di Timur Tengah serta membahas eskalasi konflik di Teluk dan Gaza.
Keanggotaan di Board of Peace (BoP): Prabowo menegaskan kesiapan Indonesia untuk meninggalkan keanggotaan di Board of Peace (lembaga bentukan Donald Trump) jika tidak memberikan kontribusi nyata bagi perdamaian dunia.
Isu Keumatan & Ekonomi: Pertemuan membahas rencana pembangunan “Kampung Haji” Indonesia di Makkah dan Madinah, serta penguatan pengelolaan dana umat secara transparan dan profesional.
Persiapan Hari Raya: Menteri Agama juga melaporkan kesiapan perayaan Idulfitri, termasuk kesepakatan bahwa pelaksanaan takbiran di Bali akan berjalan selaras dengan hari raya Nyepi.

Dalam acara, hadir Ketua MPR Ahmad Muzani, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menko PM Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Hadir tokoh-tokoh ulama, antara lain Ketum MUI Anwar Iskandar, Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf, Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang Kikin Abdul Hakim, Pimpinan Ponpes Modern Gontor Hasan Abdullah Sahal dan Pimpinan Ponpes Lirboyo Kafabihi Ali Mahrus.

Ketika Ulama Datang ke Istana Penguasa, Paling Tidak Ada Tiga KemungkinanKetika ulama datang ke istana penguasa, paling ...
06/03/2026

Ketika Ulama Datang ke Istana Penguasa, Paling Tidak Ada Tiga Kemungkinan

Ketika ulama datang ke istana penguasa, paling tidak ada tiga kemungkinan:

(1) Ulama itu mengucapkan al-haq (kebenaran) di depan penguasa tersebut yang membuat sang penguasa marah, lalu membunuhnya, atau memenjarakannya, atau mengusirnya, atau…

(2) Sang penguasa mendengarkan nasihat sang ulama dengan khidmat, menerima nasihat tersebut dengan baik, dan berkomitmen menjalankan kekuasaan sejalan dengan panduan syariat.

(3) Sang ulama mendengarkan dengan patuh arahan dari penguasa, menerima dan mendukung arahan tersebut sepenuhnya, dan bersumpah akan senantiasa bersama sang penguasa.

Kalau poin 1, penampakannya jelas, seperti sang ulama hilang kabarnya, dicopot dari jabatannya (jika punya jabatan), atau dikriminalisasi dengan tuduhan yang dibuat-buat.

Yang samar, poin 2 dan 3, karena setelah selesai pertemuan, kedua belah pihak tampak biasa-biasa saja. Entah penguasa yang ikut ulama, atau ulama yang ikut penguasa.

Bagaimana cara mengidentifikasinya? Sebenarnya itu tidak sulit. Lihat saja kebijakan penguasa setelahnya, jika masih saja melahirkan kebijakan zalim dan menyelisihi syariat, anda bisa lihat siapa yang tunduk pada siapa.

Lihat juga ucapan sang ulama setelahnya, jika lidahnya kelu mengucapkan kebenaran, dan malah tampak seperti juru bicara penguasa, anda tahu saat pertemuan itu, barang berharga apa yang telah dia jual dengan harga murah.

(Ustadz Muhammad Abduh Negara)

Detik-detik Pria Tewas Dianiaya Usai Ketahuan Curi Labu untuk Menu Buka Puasa Bareng IbuInsiden memilukan terjadi di Des...
05/03/2026

Detik-detik Pria Tewas Dianiaya Usai Ketahuan Curi Labu untuk Menu Buka Puasa Bareng Ibu

Insiden memilukan terjadi di Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Seorang pria paruh baya berinisial MI (56) meninggal setelah dianiaya oleh tetangganya sendiri yang berinisial UA. Pemicunya, korban ketahuan mencuri dua labu siam di kebun UA. Palawijaya tersebut rencananya hendak dijadikan menu buka puasa korban bersama ibu.

Polres Cianjur kini telah menetapkan UA, yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga sekaligus penggarap kebun, sebagai tersangka. Kapolres Cianjur AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi, memaparkan bahwa tindakan kekerasan tersebut meninggalkan luka serius di sekujur tubuh korban.

"Dari hasil autopsi tampak adanya lebam berwarna biru hampir di sekujur tubuh korban. Di antaranya memar di bagian muka, mata lebam, leher, bahu, lengan, hidung mengeluarkan darah, serta memar di bagian belakang kepala," ujar Alexander, Kamis (5/3/2026).

Berdasarkan pemeriksaan polisi, tersangka UA mengaku merasa kesal karena ladang yang digarapnya sering kehilangan hasil panen.

Peristiwa tragis ini terjadi saat pelaku memergoki korban mengambil dua buah labu siam. Emosi UA langsung memuncak. Dia mengejar korban hingga ke kediamannya dan melakukan aksi kekerasan yang berakibat fatal.

"Tersangka mengaku kesal karena ladang yang digarapnya beberapa kali kehilangan buah labu siam. Saat memergoki korban, tersangka mengejar hingga ke kediaman korban dan terjadi aksi kekerasan yang menyebabkan korban mengalami luka parah," jelas dia.

Niat Korban ingin Buka Puasa Bareng Ibu

Di balik tragedi ini, terselip kisah pilu. Dua buah labu siam yang diambil MI rencananya akan dimasak untuk menu berbuka puasa bersama ibunya yang sudah berusia 99 tahun.

Selama ini, MI dikenal sebagai tulang punggung keluarga yang sangat berbakti.

"Korban merupakan tulang punggung keluarga dan merawat ibunya yang berusia 99 tahun. Labu siam itu rencananya akan dimasak untuk berbuka puasa

Warga Sempat Lihat Pria saat Bayi Dibuang di Gerobak Nasi Uduk: Bukan Anak Kecil, Orang DewasaSaat tas tersebut dibuka, ...
05/03/2026

Warga Sempat Lihat Pria saat Bayi Dibuang di Gerobak Nasi Uduk: Bukan Anak Kecil, Orang Dewasa

Saat tas tersebut dibuka, saksi menemukan seorang bayi perempuan dalam posisi miring mengenakan pakaian boneka beruang warna biru dan dibungkus selimut bayi.

Di dalam tas itu juga ditemukan sejumlah perlengkapan bayi seperti susu formula, tisu basah, sarung tangan bayi, serta secarik surat yang diduga ditulis oleh kakaknya.

Polisi kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa yang meninggalkan bayi tersebut, termasuk memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Oknum TNI Todong Pistol ke Pala Sopir Taksi, Kadisepenad Sebut Pestol Mainan Denpom Jaya/1 Tangerang telah memeriksa okn...
05/03/2026

Oknum TNI Todong Pistol ke Pala Sopir Taksi, Kadisepenad Sebut Pestol Mainan

Denpom Jaya/1 Tangerang telah memeriksa oknum TNI AD yang menganiaya dan menodongkan pistol kepada pengemudi taksi online di Jalan Raya Puspiptek, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Minggu (1/3).

Dalam keterangannya, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan, dari hasil pemeriksaan, pistol yang digunakan merupakan pistol mainan berbahan kayu.

“Saat ini oknum prajurit yang terlibat sudah diamankan dan sedang diperiksa oleh Denpom Jaya/1 Tangerang. Kami pastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pendalaman kronologi, pemeriksaan saksi, dan pengump**an barang bukti,” kata Kadispenad dalam keterangannya, Rabu (4/3).

TNI AD memastikan tidak akan menoleransi segala bentuk pelanggaran hukum maupun tindakan yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat.

“Apabila terbukti melakukan pelanggaran, yang bersangkutan akan diproses tegas sesuai hukum dan disiplin militer. TNI AD berkomitmen untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat serta profesionalisme prajurit melalui mekanisme penegakan hukum yang transparan dan akuntabel,” tandas Donny.

Penganiayaan terhadap pengemudi taksi online itu terjadi di Jalan Raya Puspiptek, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Minggu (1/3) malam. Oknum TNI tersebut juga memborgol tangan pengemudi ojol itu.

Keributan itu bermula dari senggolan antara mobil pelaku dan korban. Adu mulut di lokasi kejadian kemudian memanas hingga berujung pada dugaan penganiayaan. Korban sempat terjatuh ke badan jalan. Korban juga ditodong pistol.

Kalimat getir meluncur dari bibir seorang wanita yang menggunakan nama samaran, Bunga. “Duniaku hancur malam itu.”Kesaks...
05/03/2026

Kalimat getir meluncur dari bibir seorang wanita yang menggunakan nama samaran, Bunga. “Duniaku hancur malam itu.”

Kesaksiannya mencuat ke publik melalui siniar di kanal YouTube NTBSatu yang tayang pada Selasa, 3 Maret 2026.

Bunga lantas menyeret nama eks Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro (DPK), dan istrinya yang bernama Miranti Afriana.

Dalam pengakuannya, Bunga yang mengaku berprofesi sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) di NTB itu membeberkan pengalaman traumatis di sebuah hotel.

Dia mengaku mengalami tekanan mental, kekerasan fisik, hingga paksaan untuk terlibat dalam hubungan intim bertiga alias th*****me.

“Saya dicekoki ekstasi, tidak diberi air minum, dibentak dan diperlakukan secara kasar,” ujarnya.

“Saya disuruh berdiri dengan pakaian yang sangat tipis di bawah AC bersuhu 17 derajat.”

Dia juga mengingat percakapan antara pasangan suami istri tersebut.

“DPK sempat berkata ke istrinya, ‘Mah, saya tidak ingin melakukan dosa besar apabila kamu tidak ada di sini.’ Tapi istrinya tetap memaksa," dia mengenang.

Menurut Bunga, Miranti menjawab, “Gak apa-apa, Ai. Aku bisa lihat kamu dari depan pintu. Kalau mau sama aku, kamu bisa ke ruang tamu. Dan kalau mau sama dia, bisa di kasur.”

Tak hanya itu, Bunga mengaku mengalami intimidasi, termasuk ancaman menggunakan pengaruh dan aparat penegak hukum.

“Istrinya mengancam: ‘Kamu mau ke mana saja saya bisa bayar polisi. Untuk menjebak kamu. Untuk menangkap kamu. Kan kamu sudah pakai ineks. Ke manapun kamu sekarang, saya bisa laporkan kamu sebagai pemakai,’” tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, seluruh pernyataan Bunga masih bersifat klaim sepihak.

Belum ada tanggapan resmi dari pihak AKBP Didik maupun penasihat hukumnya terkait tudingan tersebut.***

KPK Tangkap Bupati Pekalongan Fadia Saat Ngecas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap Bupati Pekalongan Fadia Ar...
05/03/2026

KPK Tangkap Bupati Pekalongan Fadia Saat Ngecas

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq sedang mengecas atau mengisi daya di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

"Ini karena mobilnya itu mobil listrik ya. Nah itu (ditangkap di) SPKLU. Dia sedang nge-cas," kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (4/3).

Awalnya, Asep mengatakan penyidik sebelumnya sudah mengetahui jika Fadia memiliki mobil listrik.

"Jadi teman-teman penyelidik dan penyelidik yang ada di lapangan itu sudah mengetahui atau dapat informasi terkait jenis mobil dan nomor mobilnya," kata Asep.

Ketika penyidik sampai di Semarang, Asep mengatakan penyidik beruntung karena menemukan mobil listrik Fadia sedang diisi dayanya di SPKLU.

"Nah ketika sampai ke Semarang itu, ya itu juga semacam keberuntungan lah. Dicari ternyata mobil-mobil listrik ada gitu. Lagi di cas, lagi diisi. Nah di situlah ketemunya," ungkapnya.

Sebelumnya, KPK menggelar OTT tersebut pada Selasa (3/3) dini hari di Semarang, Jawa Tengah. KPK menangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq beserta ajudan dan orang kepercayaannya.

"Bahwa pada dini hari tadi tim mengamankan sejumlah tiga orang, salah satunya adalah Bupati Pekalongan dan dua pihak lainnya yang merupakan orang kepercayaan dan juga ajudan dari Bupati," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, di Gedung Merah Putih KPK, Selasa siang.

Fadia telah ditetapkan sebagai tersangka tunggal dalam kasus dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing dan pengadaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan Tahun Anggaran 2023-2026.

Remaja di Makassar Tewas Tertembak Polisi, Ibu Korban: Pipinya Bengkak, Anakku Dipukul Diseret Seorang remaja berusia 18...
05/03/2026

Remaja di Makassar Tewas Tertembak Polisi, Ibu Korban: Pipinya Bengkak, Anakku Dipukul Diseret

Seorang remaja berusia 18 tahun tewas diduga tertembak anggota Polsek Panakkukang. Kejadian terjadi saat korban tengah bermain tembak-tembakan gel di Jalan Toddopuli, Makassar.

Saat peristiwa berlangsung, korban bermain tembak-tembakan bersama rekannya di Jalan Toddopuli, Kecamatan Panakkukang, Makassar. IPTU N yang keluar dari mobil membubarkan kerumunan dengan tembakan peringatan ke atas dan menangkap korban.

Namun, belakangan keluarga mengetahui korban meninggal dunia di rumah sakit dengan luka tembak di bagian belakang. Keluarga meminta polisi mengusut tuntas kasus tersebut karena selain luka tembak, korban juga mengalami luka lebam di bagian p**i.

Kapolrestabes Makassar, Arya Perdana, menyebut anggota Polri yang diduga melakukan penembakan terhadap korban telah diperiksa oleh Propam dan ditetapkan sebagai tersangka.

Dari penelusuran sementara diketahui pistol diduga tidak sengaja meletus saat IPTU N berusaha mengendalikan korban yang meronta saat ditangkap.

Surat Kakak Tinggalkan Adik Bayi di Pejaten: Tolong Dirawat, Ibu Saya Meninggal Melahirkan Kisah pilu menyelimuti penemu...
05/03/2026

Surat Kakak Tinggalkan Adik Bayi di Pejaten: Tolong Dirawat, Ibu Saya Meninggal Melahirkan

Kisah pilu menyelimuti penemuan bayi perempuan di Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2026). Penemuan bayi yang masih hidup tersebut juga disertai sepucuk surat yang diduga ditulis oleh kakaknya bernama Zidan.

Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela memastikan kondisi bayi dalam keadaan selamat saat ditemukan warga.

"Hidup dan sehat bayinya, perempuan, ditemukan di gerobak nasi uduk depan rumah salah satu warga di Pejaten," ujar Anggiat pada Rabu (4/3/2026).

Menurut dia, bayi pertama kali ditemukan setelah seorang warga bernama Dinda mendengar suara tangisan dari arah gerobak yang berada di depan rumahnya. Tangisan tersebut terdengar dari lantai dua rumahnya dan tidak kunjung berhenti.

"Saat dicek, ternyata ada sebuah tas belanja bertuliskan Family Mart warna hitam, yang mana di dalam tas itu terdapat bayi perempuan dalam posisi miring memakai pakaian boneka bear warna biru dan diselimuti baby blanket," katanya.

Di dalam tas tersebut juga ditemukan sejumlah perlengkapan bayi seperti susu, tisu basah, dan sarung tangan bayi. Selain itu, ada secarik kertas berisi pesan mengharukan yang diduga ditulis oleh seorang anak bernama Zidan.

Polisi kemudian membawa bayi tersebut ke Puskesmas Pasar Minggu untuk mendapatkan perawatan medis. "Sedang dilakukan penelusuran CCTV di sekitar lokasi untuk mencari tahu orang yang diduga menelantarkan bayi tersebut," katanya.

Berdasarkan isi surat, bayi perempuan itu diduga baru berusia dua hari. Meski demikian, kepastian usia masih menunggu hasil pemeriksaan tim medis. Dalam surat tersebut juga disebutkan nama bayi dan latar belakang singkat keluarga mereka.

Berikut bunyi surat yang ditulis Zidan:

Assalamualaikum, Bapak/Ibu yang menemukan adik saya, saya Zidan ingin minta tolong untuk merawat adik saya, karena ibu saya meninggal saat melahirkan, tolong anggap seperti anak sendiri, karena saya tidak akan menemukan atau mengunjunginya dia lagi, saya tidak mau masa depan dia seperti saya. Terima kasih.

Zidan 12 Tahun

Adik saya lahir 2 Maret 2026, namanya Ameera Ramadhani.

Sumber: inews

Sidang Praperadilan Yaqut Sebut Penetapan Tersangka Tidak Sah dan Minim BuktiTim kuasa hukum mantan Menteri Agama (Menag...
03/03/2026

Sidang Praperadilan Yaqut Sebut Penetapan Tersangka Tidak Sah dan Minim Bukti

Tim kuasa hukum mantan Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas resmi membacakan permohonan praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan atas penetapan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kuasa hukum Yaqut, Mellisa Anggraini mengatakan, penetapan tersangka terhadap kliennya tidak sah karena cacat prosedur, minim alat bukti, serta didasarkan pada surat perintah penyidikan (sprindik) yang dinilai bermasalah.

Dalam permohonan praperadilan, Mellisa membeberkan bahwa KPK mendasarkan penetapan tersangka pada sejumlah sprindik, yakni Sprin.Dik/61/DIK.00/01/08/2025 tanggal 08 Agustus 2025, Sprin.Dik/61A.2025/DIK.00/01/11/2025 tanggal 21 November 2025, serta Sprin.Dik/01/Dik.00/01/01/2026 tanggal 8 Januari 2026.

Selain itu, dalam Surat Pemberitahuan Penetapan Tersangka tertanggal 9 Januari 2026 juga disebutkan Keputusan Pimpinan KPK nomor 88/2026 tanggal 8 Januari 2026 tentang penetapan tersangka atas nama Yaqut.

Mellisa menegaskan, kliennya tidak pernah menerima Surat Penetapan Tersangka sebagaimana diwajibkan dalam Pasal 90 Ayat 2 dan 3 KUHAP baru.

"Dalam perkara a quo, hingga permohonan praperadilan ini diajukan, pemohon hanya menerima Surat Pemberitahuan Penetapan Tersangka tanggal 9 Januari 2026, sementara Surat Penetapan Tersangka sebagaimana dipersyaratkan Pasal 90 Ayat 2 dan 3 KUHAP baru tidak pernah diterima," kata Mellisa, Selasa, 3 Maret 2026.

Ia juga menilai penggunaan sprindik tersebut tidak selaras dengan ketentuan peralihan dalam KUHAP Baru, karena penyidikan khusus terhadap Yaqut baru dimulai 8 Januari 2026 sehingga seharusnya tunduk sepenuhnya pada rezim hukum baru.

Tak hanya prosedur, Mellisa menyoroti syarat minimal dua alat bukti yang sah. Menurutnya, hingga penetapan tersangka dilakukan, tidak terdapat hasil audit resmi yang membuktikan kerugian negara secara nyata dan pasti.

"Pada saat penetapan tersangka dilakukan oleh termohon, tidak terdapat alat bukti berupa hasil audit/laporan hasil perhitungan kerugian negara dari lembaga yang berwenang," jelas Mellisa.

Dalam petitumnya, tim kuasa hukum meminta hakim praperadilan menyatakan ketiga sprindik tersebut tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat karena menjadi dasar penetapan tersangka yang dinilai melanggar prosedur.

"Kesalahan-kesalahan yang dilakukan termohon dalam melakukan tindakan/upaya paksa penetapan tersangka, sebagaimana telah diuraikan di atas, mutlak tidak boleh ‘dimaklumi’ atau ‘diberikan maaf/apologi'," pungkas Mellisa.

Setiap Presiden Kunker ke Luar Negeri, Dalam Negeri Kerap Ribut, Kali Ini Paling ParahOleh: ErizalIni kali ke-4 dalam ca...
26/02/2026

Setiap Presiden Kunker ke Luar Negeri, Dalam Negeri Kerap Ribut, Kali Ini Paling Parah

Oleh: Erizal

Ini kali ke-4 dalam catatan saya, saat Presiden Prabowo kunjungan kerja ke luar negeri, di dalam negeri terjadi gejolak. Dan kali ke-4 ini yang paling parah, karena gejolak tak terjadi pada satu masalah, tapi beberapa masalah, bahkan kunjungan Presiden Prabowo itu sendiri dianggap bermasalah.

Pertama, saat Presiden kunjungan perdana ke luar negeri pasca dilantik (November 2024 ke China), Wakil Presiden Gibran meluncurkan program Lapor Mas Wapres. Ini tak lama setelah keduanya dilantik di MPR. Program Lapor Mas Wapres ini janggal, karena tak pernah dibuat Wapres lainnya. Apalagi, saat Presiden berada di luar negeri p**a.

Sempat menjadi kontroversi, program Lapor Mas Wapres ini, tak pernah lagi terdengar kabarnya hingga saat ini, apakah masih terus berlanjut laporannya dan bagaimana p**a tindak lanjutnya? Apakah dilakukan secara diam-diam? Ataukah, sudah ditutup sama sekali? Wapres Gibran sudah fokus ke yang lain p**a. Mendesak UU Perampasan Aset, misalnya.

Kedua, saat Presiden kunjungan kerja ke luar negeri menghadiri sidang umum PBB (September 2025), Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk Tim Reformasi Polri, sebelum Presiden Prabowo membuat Komisi Reformasi Polri. Ini juga sempat menjadi kontroversi. Sikap responsif atau defensif. Kenapa tak menunggu Presiden p**ang terlebih dahulu?

Bahkan, kontroversi ini tak selesai sampai saat ini dan menjadi penyebab kelompok kritis mendesak Presiden Prabowo mencopot Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Tapi, hingga sekarang, Presiden belum juga mengabulkan, malah Presiden berencana p**a memberikan Bintang Mahaputra kepada Kapolri.

Ketiga, saat terjadi bencana di Sumatera Bagian Utara, sempat-sempatnya Presiden Prabowo kunjungan kerja ke luar negeri (ke Pakistan dan Rusia). Sebab, janji sudah dibuat dengan Pakistan dan Presiden Putin. Sama dengan saat terjadi demo berakhir rusuh Agustus lalu. Presiden sempat-sempatnya terbang ke China.

Presiden Prabowo tak sempat bermalam di China dan langsung balik ke tanah air, usai acara bertemu Xi Jimping. Dan saat terjadi bencana di Sumatera, Presiden mendarat di Medan, langsung ke lokasi bencana saat itu. Benar-benar padat aktivitas Presiden Prabowo dan seperti tak bisa ditunda.

Keempat, ini yang paling parah, dari yang kecil hingga yang besar muncul masalah saat Presiden Prabowo berada di luar negeri (kunjungan ke AS soal BoP dan Perjanjian Dagang). Yang kecil seperti ucapan Marhaban ya Ramadhan, tak ada diucapkan secara khusus oleh Presiden. Yang besar apa lagi kalau bukan soal impor mobil Pikup dari India sebanyak 105 ribu unit. Tak tanggung-tanggung, banyak sekali.

Bahkan, kunjungan kerja Presiden Prabowo ke luar negeri itu sendiri menuai kontroversi. Negosiasi yang dibuat dengan Amerika Serikat dianggap merugikan. Soal sertifikasi halal, entah mana yang benar? Masih berlaku atau bebas untuk barang dari AS. Termasuk, pertemuan di BoP. Tempat duduk Presiden Prabowo pun dipermasalahkan. Agak di pojok, tak dihitung, dan lain sebagainya.

Sampai saat ini Presiden Prabowo masih di luar negeri. Tempat sahabatnya di Yordania. Memperkuat kerja sama Bilateral. Sementara di tanah air publik sudah penasaran, apa yang akan dilakukan Presiden Prabawo saat mendarat di Halim Perdanakusuma. Soal impor mobil Pikup dari India, apakah lanjut atau batal?

Memang tak ada juru bicara Presiden Prabawo yang agak paten. Memble saja semuanya di tengah hiruk-pikuk di media sosial yang memang tak ada jeda. Tapi, ini juga membanggakan. Berarti, demokrasi cukup hidup di negeri ini. Orang bebas mengatakan apa saja sesuka hatinya. Semoga saja ini terus berlanjut, dan Presiden bisa terus mempertahankannya. (ERIZAL)

Address

Pasar Minggu

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Opini Rakyat posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share