Mutiara Ilmu

Mutiara Ilmu Membagikan ilmu yang kita dapat itu penting sekali, dikarenakan itu masih ada yang masih membutuhkan kepada ilmu yang kita miliki

20/12/2023
Sukses bukanlah kebetulan. Ia terbentuk dari kerja keras ketekunan, pembelajaran, pengorbanan, dan yang paling penting, ...
19/06/2021

Sukses bukanlah kebetulan. Ia terbentuk dari kerja keras ketekunan, pembelajaran, pengorbanan, dan yang paling penting, cinta akan hal yang sedang atau ingin kamu lakukan. Pencapaian terbesar dalam hidup ini adalah perjuangan terus-menerus untuk melampaui dirimu sebelumnya dan layak mendapatkan pengakuanmu sendiri. Kesempatan biasanya menyamarkan dirinya sebagai kerja keras. Sehingga kebanyakan orang tak mengenalinya.
Red : -roshief

-2021

Takut Hidup  Mati SajaMata ini terpekur sayu. Memandang tanah kuburan di depan saya. Inilah makam Kyai saya. Makam pendi...
03/09/2020

Takut Hidup Mati Saja

Mata ini terpekur sayu. Memandang tanah kuburan di depan saya. Inilah makam Kyai saya. Makam pendiri Pondok Modern Gontor. Pesantren yang telah melahirkan banyak sekali tokoh-tokoh penting di negeri ini. Beliau sudah wafat puluhan tahun yang lalu. Tapi nasehat-nasehat beliau senantiasa terngiang di telinga ini seakan-akan beliau masih ada. Beliau masih mendampingi kami disini. Seakan-akan beliau turut hadir menyaksikan riuh rendah para santri yang menghafal pelajaran. Menyaksikan ketegangan para santri yang sedang praktikum mengajar. Menyaksikan gelombang semangat para santri yang sedang berlatih pidato. Menyaksikan para santrinya berkreasi dalam seni dan berprestasi dalam olah raga. Meskipun beliau sudah tiada.

Tak terasa mata ini menetes. Membayangkan beliau meletakkan pondasi dasar pendidikan pesantren ini. Teringat kembali salah satu nasehat beliau yang terkenal sekali : BERANI HIDUP TAK TAKUT MATI, TAKUT MATI JANGAN HIDUP, TAKUT HIDUP MATI SAJA. Sebuah filsafat kehidupan yang begitu tepat dan mengena. Sebuah simbol dari kerasnya perjuangan di masa lalu yang senantiasa berhadapan dengan kematian. Sebuah “fatwa” yang memantik semangat para santri untuk senantiasa berjuang dan berusaha maksimal dalam kehidupan, sebab dia selalu berada dibawah “ancaman” kematian yang sewaktu-waktu bisa saja datang menghampiri.

BERANI HIDUP TAK TAKUT MATI. Sebab kematian adalah haq. Dia pasti akan datang menghampiri kepada siapapun yang bernama makhluk hidup. Maka hidup ini memang tidak lain dan tidak bukan hanyalah hamparan perjuangan untuk menggapai kematian yang Mulia. Dia sekedar mampir ngombe (numpang minum) kata orang jawa, dan bukan mampir wedangan (minum kopi). Kalau misalkan minum kopi itu ada santainya, ada ngobrolnya, ada acara nunggu hangatnya kopi dulu. Tapi ini numpang minum. Setelah dahaganya hilang, maka ya sudah selesai. Sebentar sekali, sangat sebentar. Maka kesanggupan kita untuk mengarungi kehidupan ini, haruslah berbading lurus dengan kesiapan kita menghadapi kematian. Kenapa kita harus lari dari kematian? Bukankah kemanapun kita pergi, kematian akan datang menghampiri jika waktunya tiba? Kesiapan kita-lah yang membuat kita berani menghadapinya. Kesiapan menghadapi kematian yang akan datang seaktu-waktu seharusnya bukanlah membuat kita duduk termenung dan atau memikirkan kapan datangnya kematian itu.

Justru karena kita tidak pernah tahu kapan datangnya kematian itu maka seharusnya kita lebih serius lagi bekerja dan beribadah. Lebih serius lagi menuntut ilmu. Lebih serius lagi berusaha. Lebih banyak lagi menolong orang dan tidak pernah mengeluh. Sebab keluhan hanya datang dari orang yang kehilangan kepercayaan bahwasanya akan ada hari pembalasan dimana sedikit apapun amal perbuatan manusia akan ditampakkan. Orang yang punya keyakinan dan keimanan akan hal itu, sama sekali tidak pernah mengeluh kepada Allah. Karena dia yakin, bahwa apa yang dia perbuat selama ini tidak pernah luput dari perhatian Allah. Bahwa apapun yang diperbuat orang, kelicikan orang, kebohongan yang orang lakukan dihadapannya, tidak akan dapat terlepaskan begitu saja dari pandangan Allah. Dan masing-masing akan menerima balasannya. Maka oleh karena itu, kematian adalah pintu bagi seseorang itu untuk menembus hari pembalasan itu.Saya ingat sekali kata-kata Almarhum Guru

Saya, KH Imam Badri dalam sebuah ceramah beliau :

“Jika ditanya orang berapa usia saya. Maka saya akan menjawabnya ...saya baru saja berusia 65 tahun. Kenapa saya harus katakan demikian dan bukannya “Saya sudah berusia 65 tahun...” ?? Karena saya baru saja menikmati 65 tahun perjalanan panjang saya. Saya baru saja lahir di dunia ini, lalu kemudian akan mati menuju alam barzakh, lalu dikump**akn di padang makhsyar, lalu masuk di hari pengadilan untuk dimasukkan ke syurga atau na’udzubillah ke neraka. Jadi masih panjang perjalanan saya ini...makanya saya jawab begitu...”

TAKUT MATI JANGAN HIDUP. Jika ketakutan akan kematian menjadi sebuah hal yang mengganggu anda, ya sebaiknya jangan hidup. Sebab hidup pasti mati. Karena sekali lagi bahwa kematian adalah pintu bagi kita untuk berpindah alam. Setiap makhluk hidup itu terdiri dari dua hal : Ruh dan Jasad. Hal ini sudah dibuktikan bahkan secara ilmiah, bukan sekedar doktrin keagamaan. Di Amerika, sebuah organisasi ilmuwan menbuktikan hal itu. Bahwa sebelum manusia itu mati, maka berat badannya lebih berat beberapa Mili Gram dibandingkan ketika dia sudah meninggal. Ada yang hilang dari tubuhnya ketika dia mati. Itulah Ruh. Dan itulah sebenarnya inti dari kehidupan. Ya, jasad tanpa ruh akan kehilangan harganya. Jasad tanpa ruh bahkan lebih hina dari patung manusia. Jika ada patung manusia yang mirip dengan aslinya, maka orang akan berfoto dengannya, membersihkannya, mengelapnya, merawatnya. Tapi jika sebuah jasad tanpa ruh terbujur kaku di pembaringan, maka jangankan mau berfoto, bahkan mendekat-pun, jika lebih dari dua hari orang sudah tidak akan mau. Bahkan Istri dan anak yang katanya cinta sehidup dan semati-pun, hanya akan mengantarnya sampai ke keburan, tidak ada yang mau ikut-ikutan masuk menemani si jasad tanpa ruh.

Maka sesungguhnya yang menggerakkan tubuh ini, yang memikirkan tubuh ini, yang mempercantik tubuh ini adalah Ruh. Maka perhatikanlah “makanan” ruhani ini. Sebab ruh-lah yang mengatur senang atau susahnya hati ini. Karena Ruh-lah kunci segala ketenteraman yang ada. Sebab Ruh-lah yang mengunci segala keberanian dan menjadikannya kekuatan. Jika Ruh ini kuat, maka kekuatan batin dan kedahsyatan fikiran akan membuat semuanya menjadi nyata. Konsep “The Secret” yang digagas oleh Rhonda Byrne telah membuktikannya. Bahwa hanya dengan modal keyakinan yang utuh dan kekal saja, maka semua mimpi yang kita bayangkan akan menjadi nyata. Nah, jika memang Ruh adalah kunci dari semua kebahagiaan yang ingin kita rengkuh, maka berilah “makanan” yang bergizi kepada Ruh ini. Kedekatan kepada Tuhan, seringnya bercengerama dengan Tuhan, menyebut-nyebut selalu asma-Nya disetiap kesempatan adalah makanan bergizi itu. Bersyukur, berharap, berdoa, memohon, mengadu kepada-Nya atas segala persoalan dan tantangan adalah “jajan” dari Ruh. Meninggalkan semua yang dilarang, menjauhi apa yang Tuhan benci adalah salah satu cara menghindar dari “bebal”-nya Ruh yang kita miliki ini. Maka sungguh, kekuatan Ruhani-lah yang membuat kita tidak terbebani beban kehidupan. Untuk berani mengatakan bahwa saya siap untuk mati, karena kematian tidaklah mematikan Ruh, tapi sekedar memindahkan Ruh dari jasad.

TAKUT HIDUP, MATI SAJA. Ini adalah kategori terhina dari dua golongan sebelumnya. Bayangkan saja, jangankan membayangkan kematian, bahkan hidup dan mengisinya dengan kebaikan saja dia ketakutan. Padahal Allah sudah membekalinya dengan bekal yang teramat cukup untuk mengarungi kehidupan ini. Jasad yang sehat, akal yang sempurna, anggota tubuh yang komplit, rekan hidup yang baik, dan nama yang baik p**a, belum tercemar namanya. Sungguh hanya kemiskinan ruhani saja yang membuatnya terbebani dengan semua beban kehidupan ini. Bahkan saking miskinnya, dia tidak lagi memikirkan pertanggung jawaban semua bekal yang Allah sudah berikan kepadanya untuk mengarungi kehidupan, dan memilih untuk mengakhirinya. Ini adalah Golongan orang-orang tercela, yang bahkan kita dilarang menyolatkan jenazah orang yang matinya karena bunuh diri. Karena dia adalah orang yang menyerah oleh keadaan, orang yang angkat tangan sebelum perang, orang yang mendendangkan irama kematian sebelum kehidupan dia jalani. Sungguh hina, sungguh tercela.
...

Saya tak habis-habis menangis di makam ini. Betapa para pendiri pesantren ini, dengan dilandasi jiwa yang ikhlas dan peluh yang bercucuran telah berjibaku dengan sejarah. Kemudian telah mengemasnya menjadi sedemikian cantik untuk dikenang sebagai sebuah ladang perjuangan. Sebuah medan juang yang telah mereka kelola dengan satu tujuan luhur : membina umat untuk senantiasa berani hidup dan siaga mempertahankan agama Allah. Ya, Agama ini akan selalu dan senantiasa, perlu dibela, dibantu dan diperjuangkan. Wallahu a’lam

"Jangan sampai kalian menjual harga diri sendiri kepada orang lain, karena ingin mendapatkan harta atau kedudukan yang d...
24/08/2020

"Jangan sampai kalian menjual harga diri sendiri kepada orang lain, karena ingin mendapatkan harta atau kedudukan yang dimilikinya."
(KH. Abdul Nashir Fattah)

===========================
Follow Us :
Instagram : ,
YouTube : RODIZA PRODUCTION
Facebook : Muhammad Imaduddin Roshief
Blogger : https://muhammadroshief.blogspot.com

"Jangan pernah menghina orang yang lemah, karena kalian kuat, bisa jadi besok kalian lemah, yang kalian lemahkan akan me...
20/08/2020

"Jangan pernah menghina orang yang lemah, karena kalian kuat, bisa jadi besok kalian lemah, yang kalian lemahkan akan menjadi kuat."
(KH. M. Salman Al Faries)

===========================
Follow Us :
Instagram : ,
YouTube : RODIZA PRODUCTION
Facebook : Muhammad Imaduddin Roshief
Blogger : https://muhammadroshief.blogspot.com

Hujan merupakan fenomena alam yang diberikan Tuhan sebagai karunia. Adanya hujan membuat setiap mahluk hidup tak kekuran...
11/08/2020

Hujan merupakan fenomena alam yang diberikan Tuhan sebagai karunia. Adanya hujan membuat setiap mahluk hidup tak kekurangan air. Karena itulah hujan merupakan salah satu sumber kehidupan yang patut disyukuri.

Namun bagi sebagian orang, hujan juga dimaknai sebagai bentuk dari perasaan. Setiap tetes hujan dikatakan mampu membawa kenangan. Dengan rangkaian kalimat yang indah, hujan pun berubah menjadi salah satu ungkapan untuk menunjukkan sisi romantis, mengungkapkan rasa rindu, hingga dijadikan nasehat bijak.

Pasuruan, 11 Agustus 2020

10/08/2020

"Lebih baik berbuat walau tidak ikhlas, daripada tidak berbuat sama sekali" .
~KH. Abd. Nashir Fattah..
========================
Follow Us
Facebook : Majalah Menara BU
Instagram : https://instagram.com/majalahmenara_bu
========================
Media Partner
Facebook : Ponpes Bahrul Ulum Putra
Instagram :
Website : www.ponpesbahrululum.net
YouTube : Tambakberas TV & Studio Bahrul Ulum
========================

Sebaik-baiknya perhiasan adalah istri yang solehah, sebaik-baiknya harta adalah anak yang soleh-solehah p**a. Inilah ken...
03/08/2020

Sebaik-baiknya perhiasan adalah istri yang solehah, sebaik-baiknya harta adalah anak yang soleh-solehah p**a. Inilah kenikmatan akhirat yang nanti akan dinikmati keluarga mukmin.
(KH. Maimun Zubair)

"Berkurbanlah sekecil apapun itu karena bukan kamu atau mereka yang memberi pahala melainkan Dia. Tak perlu mengharapkan...
30/07/2020

"Berkurbanlah sekecil apapun itu karena bukan kamu atau mereka yang memberi pahala melainkan Dia. Tak perlu mengharapkan balasan dari mereka, karena Dia Yang Maha Pemurah sungguh tau bagaimana cara membalasnya."

Roshief Sekeluarga Mengucapkan :
"Selamat Hari Raya Idul Adha 1441 H"

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, silahkan di Subscribe, Like, Share and Comment. Semoga video ini bermanfaat ...
23/07/2020

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, silahkan di Subscribe, Like, Share and Comment. Semoga video ini bermanfaat bagi kita semua, Aamiin..

Setiap manusia akan diuji kesabarannya dengan banyak hal, terutama dalam bentuk ketidaknyamanan atau musibah. Setiap orang yang beriman pasti akan ditimpakan...

Address

Jln. Pepaya Gang Sidodadi No. 20 RT. 04 RW. 05 Kec. Pandaan Kel. Pandaan
Pasuruan
67156

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Mutiara Ilmu posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Mutiara Ilmu:

Share

Category