15/06/2026
Mata uang Garuda berhasil menembus level psikologis Rp17.700/US$, dan semakin jauh dari level Rp18.000/US$ yang sempat menjadi tekanan besar dalam beberapa waktu terakhir.
Penguatan rupiah masih ditopang oleh pelemahan dolar AS di pasar global. Indeks dolar AS (DXY), yang terpantau melemah 0,18% ke level 99,569.
Pelemahan DXY ini terjadi seiring kabar bahwa Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati kerangka kesepakatan damai. Kabar tersebut menekan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset aman atau safe haven dan membuka ruang penguatan bagi mata uang lain, termasuk rupiah.
Per pukul 10.14 WIB, IHSG pun melanjutkan penguatan ke di level 6.249,90, naik 242,24 poin atau 4,03% dibandingkan penutupan sebelumnya.
Penguatan ini melanjutkan tren positif pasar saham domestik dalam beberapa hari terakhir, di tengah meningkatnya optimisme pelaku pasar terhadap prospek ekonomi nasional dan sentimen positif dari pasar keuangan global.
CNBC Indonesia