12/06/2026
KENDAL, Beritajateng.id – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dan Penyusunan Roadmap Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Kabupaten Kendal Tahun 2026-2030.
Kegiatan yang dilaksanakan di Wahid Bandungan Hotel & Resort, Kabupaten Semarang, pada 12-13 Juni 2026 ini dibuka oleh Bupati Dyah Kartika Permanasari, Jumat 12 Juni 2026.
Kepala Bapenda Kendal, Wahab, menjelaskan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya memenuhi evidence penilaian Championships TP2DD Tahun 2026 sekaligus menyusun peta jalan digitalisasi transaksi pemerintah daerah yang lebih komprehensif dan sesuai dengan petunjuk teknis terbaru dari Kementerian Dalam Negeri.
Wahab menyampaikan roadmap ETPD Pemkab Kendal 2025-2030 telah ditetapkan dengan Keputusan Bupati Kendal Nomor 100.3.3.2/309/2025 tanggal 15 Agustus 2025 tentang Penetapan Peta Jalan Implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah. Penyusunannya dilakukan sebelum petunjuk teknis terbit dari Kemendagri.
"Juknis dari Kemendagri baru disampaikan tanggal 9 April 2026 saat capacity building TP2DD Jawa Tengah di Yogyakarta. Sementara hanya untuk memenuhi indikator penilaian MCSP KPK dan Championships TP2DD, untuk itu masih perlu direvisi kembali sehingga di selenggarakan acara ini," terangnya.
Ia berharap melalui kegiatan ini dapat menghasilkan komitmen bersama sehingga mampu mendorong peningkatan kinerja TP2DD Kendal, memperluas digitalisasi transaksi daerah, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah, serta memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat.
Bupati Dyah Kartika Permanasari, berharap kegiatan HLM TP2DD dapat menghasilkan langkah strategis dalam mempercepat digitalisasi transaksi di lingkungan pemerintah daerah.
“Harapan kami melalui kegiatan High Level Meeting ini, penyusunan Roadmap ETPD Kabupaten Kendal Tahun 2025–2030 dapat membuahkan hasil yang optimal. Digitalisasi transaksi daerah saat ini memang sudah menjadi kewajiban dan kebutuhan kita bersama,” ujarnya.
Menurutnya capaian Kendal dalam penilaian digitalisasi daerah saat ini masih perlu ditingkatkan. Salah satu faktor yang mempengaruhi peringkat tersebut adalah belum optimalnya implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI).
Meski demikian, pihaknya optimistis posisi Kendal akan meningkat seiring rencana peluncuran KKI pada 17 Juni mendatang.
“InsyaAllah tanggal 17 Juni nanti akan dilakukan launching KKI dan kami berharap hal itu dapat mendongkrak capaian digitalisasi daerah,” katanya.
Lebih lanjut, Bupati menargetkan Kabupaten Kendal dapat kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dalam ajang Championship TP2DD, mengingat sebelumnya Kendal pernah masuk dalam tiga besar nasional.
“Kabupaten Kendal pernah meraih posisi tiga besar nasional dalam Championship TP2DD. Semoga kedepan kita dapat kembali meraih prestasi tersebut,” pungkasnya. (ADV)