Lensa Rembang

Lensa Rembang Berbagi Informasi Menarik dan Populer🔎
Untuk Iklan Bisa Melalui DM Kami 📩
Ikuti Akun kami

Benarkah ? Dapur MBG akan Diganti Ke Kantin Sekolah ???BGN Siapkan Skema MBG Berbasis Kantin Sekolah untuk Tekan Beban A...
11/06/2026

Benarkah ? Dapur MBG akan Diganti Ke Kantin Sekolah ???

BGN Siapkan Skema MBG Berbasis Kantin Sekolah untuk Tekan Beban APBN

Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan berbagai skema pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang lebih efisien, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia, seperti kantin sekolah, dapur umum, dan sarana komunitas, sehingga tidak perlu membangun dapur baru.

Kepala BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan pendekatan baru tersebut merupakan bagian dari upaya efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas layanan maupun sasaran program. Menurut dia, pelaksanaan MBG ke depan tidak harus bergantung pada pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru, terutama di daerah yang telah memiliki fasilitas yang dapat dioptimalkan.
“Jadi ada beberapa alternatif, intinya untuk mengurangi beban anggaran APBN. Dan kita intinya tidak harus membangun dapur baru, itu prinsipnya. Kita bisa menggunakan dapur-dapur, misalnya kantin sekolah,” kata Nanik dalam konferensi pers di Kantor Pusat BGN, Kamis (4/6/2026).

Selain memanfaatkan fasilitas yang sudah ada, BGN juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas cakupan layanan MBG, khususnya di wilayah yang membutuhkan.

Kerja sama tersebut dapat melibatkan badan usaha milik negara (BUMN), sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), yayasan, maupun berbagai lembaga lain yang memiliki kepedulian terhadap peningkatan gizi masyarakat.

“Kami ingin memastikan setiap dapur menghasilkan makanan yang aman, sehat, dan bergizi. Karena itu, pembenahan standar operasional, peningkatan kapasitas SDM, serta penguatan pengawasan menjadi agenda utama kami,” katanya..

Sumber : investor.id

11/06/2026

Seorang Wanita Alami Laka Lantas

Viral cocoklogi adalah fenomena di media sosial di mana warganet menghubung-hubungkan dua atau lebih peristiwa, fakta, a...
11/06/2026

Viral cocoklogi adalah fenomena di media sosial di mana warganet menghubung-hubungkan dua atau lebih peristiwa, fakta, atau kejadian yang sebenarnya tidak saling berkaitan, agar terlihat memiliki hubungan sebab-akibat.

11/06/2026

Tips melewati masa krisis 2026 - 2030 mendatang

Fakta yang sebenarnya Begini 😅
11/06/2026

Fakta yang sebenarnya Begini 😅

Sidang Kasus Beli Pertalite 25 Liter Ditunda, Hakim Minta Jaksa Hadirkan Kasat dan Kanit Polisi Sidang kasus pembelian b...
10/06/2026

Sidang Kasus Beli Pertalite 25 Liter Ditunda, Hakim Minta Jaksa Hadirkan Kasat dan Kanit Polisi

Sidang kasus pembelian bahan bakar minyak (BBM) Pertalite sebanyak 25 liter dengan agenda pemeriksaan saksi ahli di Pengadilan Negeri Medan, Senin (9/6/202) malam, ditunda karena saksi tidak dapat hadir.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Medan, Reza, menjelaskan saksi yang mereka akan hadirkan tidak dapat datang ke persidangan.

"Begini Yang Mulia, saksi ahli tidak dapat hadir, berhalangan karena tugas ke luar kota," ucap Reza, yang berencana menghadirkan ahli minyak dan gas bumi (migas).

Setelah dipastikan tidak hadir, jaksa, kuasa hukum terdakwa, hingga majelis hakim bersepakat untuk menunda sidang dan dilanjut pada Kamis (11/6/2026).

Namun, sebelum sidang ditutup, Hakim Ketua, Efrata Happy Tarigan, meminta penuntut umum untuk menghadirkan saksi dari pihak kepolisian. "Jaksanya panggil Kanit dan Kasat ya," ucap Efrata.

Hermansyah melihat harusnya Aziz dan Ranning mendapat bimbingan karena ini persoalan hanya mal-prosedural, tidak memiliki barcode.

"Harusnya mendapat bimbingan. Nilai Rp 60 miliar itu masuk akal jika pelaku kejahatan adalah pemain besar," tegas Hermansyah dari DPC Peradi Medan Sei Rokan kepada Kompas.com saat dihubungi melalui telepon seluler, Senin (8/6/2026).

Sumber : kompas.com

Sulit Temui Kades, Warga Ngawensari Pasang Banner Kritik di Balai Desa Sebuah banner berisi kritik terhadap Kepala Desa ...
10/06/2026

Sulit Temui Kades, Warga Ngawensari Pasang Banner Kritik di Balai Desa

Sebuah banner berisi kritik terhadap Kepala Desa dan perangkat Desa Ngawensari, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, menjadi perhatian publik setelah fotonya beredar luas di media sosial, Selasa (9/6/2026). Banner tersebut dipasang di pagar Balai Desa Ngawensari dan memuat aspirasi warga terkait pelayanan pemerintahan desa.

Tulisan dalam banner menggunakan bahasa Jawa yang berisi pesan agar kepala desa dan perangkat desa menyerahkan jabatan apabila sudah tidak mampu menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Keberadaan banner itu kemudian memicu berbagai tanggapan dari masyarakat maupun warganet.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemasangan banner dipicu oleh keluhan sejumlah warga yang mengaku kesulitan menemui kepala desa saat mengurus berbagai kebutuhan administrasi. Warga menyebut harus mendatangi rumah pribadi kepala desa atau mencari keberadaannya di luar kantor untuk mendapatkan tanda tangan maupun pengesahan dokumen.

Kondisi tersebut dinilai menyulitkan masyarakat yang membutuhkan pelayanan administrasi secara cepat dan mudah. Balai desa yang menjadi pusat pelayanan publik diharapkan dapat diakses warga pada jam kerja.

Sekretaris Desa Ngawensari, Naskuriah, membenarkan bahwa kepala desa tidak selalu berada di kantor desa. Menurutnya, kepala desa kerap menghadiri rapat, kegiatan koordinasi, maupun agenda kedinasan lainnya di luar desa.

“Kalau ada warga yang membutuhkan tanda tangan atau cap surat biasanya datang ke rumah kepala desa. Bisa juga menemui beliau saat berada di Kantor MBG,” ujarnya saat ditemui di Balai Desa Ngawensari.

Meski demikian, Naskuriah menyebut banner yang dipasang warga merupakan bentuk masukan yang perlu diperhatikan oleh pemerintah desa. Menurutnya, kritik tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi seluruh perangkat desa dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Banner itu merupakan koreksi untuk semua perangkat desa. Ini adalah aspirasi warga yang harus kami perhatikan,” katanya.

Sumber : Joglojateng.com

Pernyataan Ketum Partai Demokrat , AHY yang fikaitkan dengan Kasus BGN , SPPG / MBG yang d unggah/ di posting oleh RMOL....
10/06/2026

Pernyataan Ketum Partai Demokrat , AHY yang fikaitkan dengan Kasus BGN , SPPG / MBG yang d unggah/ di posting oleh RMOL.id

Dirut Ungkap BPJS Kesehatan Defisit Rp 2 T/Bulan, Potensi Gagal Bayar di 2027 Direktur BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaski...
10/06/2026

Dirut Ungkap BPJS Kesehatan Defisit Rp 2 T/Bulan, Potensi Gagal Bayar di 2027

Direktur BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, curhat ke DPR mengalami defisit sebesar Rp 2 triliun setiap bulannya. Prihati mengatakan lebih banyak jumlah pengeluaran dibanding pemasukan.

Hal itu disampaikan Prihati dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2026). Prihati menyinggung BPJS Kesehatan yang memiliki pengalaman defisit mulai 2018-2020.

"Jadi Bapak Ibu sekalian, memang BPJS ini mempunyai pengalaman defisit itu mulai tahun 2018-2020. Kemudian pandemi COVID sedikit efisien, kemudian sampai sekarang rasio klaim sudah sampai 108,72 persen," kata Prihati dalam rapat.

Ia mengatakan dalam sehari terjadi 2 juta transaksi di BPJS Kesehatan. Ia menyebut pembayaran yang mesti dilakukan BPJS di angka Rp 16,5 triliun, tetapi iuran yang masuk hanya di angka Rp 14 triliun.

"Dan ini Bapak Ibu sekalian, kita melakukan transaksi kesehatan itu sehari 2 juta transaksi. Ini menghasilkan pembayaran Rp 500 miliar sehari, dan sebulan sebesar Rp 16 triliun, kurang lebih Rp 16,5 triliun. Dan iuran yang masuk sebesar Rp 14 triliun. Jadi setiap bulan kita defisit Rp 2 triliun," katanya.

"Kemudian yang perlu kami jelaskan bahwasanya kita juga berharap segera ditandatangani Perpres penghapusan tunggakan, karena ini ada 23 kurang lebih juta yang menunggak dan ini memang uangnya sebesar Rp 14 triliun," imbuhnya.

Sumber : Detiknews.com

Dulu Dukung Ahmad Luthfi di Pilgub, Petani Kendal Kini Kecewa Konflik Lahan Sawah 16 Hektar  Diabaikan Rofi'i, petani as...
09/06/2026

Dulu Dukung Ahmad Luthfi di Pilgub, Petani Kendal Kini Kecewa Konflik Lahan Sawah 16 Hektar Diabaikan

Rofi'i, petani asal Desa Dayuan, Kabupaten Kendal kecewa terhadap Pemerintah Provinsi Jawa Tengah karena konflik lahan yang dihadapi warga belum kunjung mendapat perhatian. Terlebih, ia mengaku pernah menjadi bagian dari tim pendukung Ahmad Luthfi saat Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2024 lalu.

Kekecewaan itu disampaikan Rofi'i saat mengikuti aksi peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Laut Sedunia di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Senin (8/6/2026). Aksi tersebut digelar oleh sejumlah organisasi masyarakat dan warga terdampak konflik ruang.

"Dulu waktu Pak Luthfi maju, kami dimintai dukungan. Saya sampai menggerakkan warga. Tapi sekarang ketika masyarakat punya persoalan, yang kami rasakan justru kriminalisasi," kata Rofi'i ditemui di sela aksi.

"Saya dipanggil untuk klarifikasi. Tapi apa yang kami perjuangkan sudah berkali-kali kami sampaikan, baik di DPR maupun pemerintah daerah. Kami hanya ingin mempertahankan tanah yang selama ini menjadi sumber hidup warga," ujarnya.

Dia menyebut sekitar 16 hektar lahan menjadi sumber penghidupan warga di kampungnya. Sedikitnya 76 kepala keluarga bergantung pada lahan tersebut untuk bertani.

Dia bersama warga lainnya meminta Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menemui langsung masyarakat yang selama ini terlibat konflik agraria maupun konflik ruang di berbagai daerah.

"Kami ingin gubernur datang dan mendengarkan langsung persoalan masyarakat. Jangan hanya datang saat membutuhkan dukungan politik, tetapi setelah terpilih masyarakat tidak mendapatkan penyelesaian," katanya.

Sumber : Kompas.com

Address

Rembang

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Lensa Rembang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Lensa Rembang:

Share