Seputar Muria

Seputar Muria Seputar Muria mencakup wilayah Muria Raya diantaranya Pati, Kudus, Rembang, Blora, Jepara. No Hoax, Fakta dan Aktual.

Informasi dan Pemberitaan di wilayah Muria Raya, Jawa Tengah dan lainnya.

06/09/2026

Ust. Rifky Ja'far Thalib dalam akun Instagram resminya mengunggah dialognya dengan bos sound horeg asal Pati yg telah banting stir dan menolak tawaran job.

06/09/2026

Info lengkap, kronologi pertemuan Botok dan Teguh dengan Sufmi Dasco pada 26 Agustus malam, lalu secara dadakan Presiden Prabowo telpon melalui Hp Dasco.

06/09/2026

Persiapan AMPB menuju 15 Desember 2026

PATI - Pasca demo 27 Agustus 2026 oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) bersama dengan Aliansi Rakyat Indonesia Be...
06/09/2026

PATI - Pasca demo 27 Agustus 2026 oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) bersama dengan Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu (ARIB) di Gedung DPR RI terkait tuntutan pengesahan RUU Perampasan Aset dan Hukuman Mati Koruptor, muncul sejumlah isu dibalik berjalannya demo tersebut.

Diantaranya adalah, sehari sebelum demo 27 Agustus, pentolan AMPB Supriyono alias Botok bersama Teguh Istiyanto dan sejumlah perwakilan massa lain, dikabarkan bertemu dengan Wakil Ketua DPR RI Ahmad Sufmi Dasco pada Rabu (26/8/2026) malam.

Tak hanya itu, bahkan Botok dan kawan - kawan pun juga dikabarkan menerima telpon langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto.

Saat dikonfirmasi terkait kabar tersebut pada Sabtu (5/9/2026) siang, Botok tidak membantahnya dan membenarkan adanya informasi yang juga ramai beredar di media sosial.

Panggilan itu datang melalui Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat pertemuan di Jakarta beberapa waktu lalu.

"Pada saat itu, Pak Dasco tiba-tiba mendatangi saya lalu menunjukkan handphone-nya. Di situ ada Pak Prabowo. Tanpa meminta izin, beliau bilang bahwa Bapak Prabowo mau bicara sama saya," kata Botok, Sabtu (5/9/2026).

Dalam percakapan singkat sekitar 1 menit itu, Botok mengaku langsung mengucapkan salam kepada Presiden.

"Saya ucapkan salam, 'selamat malam Pak Presiden'. Pak Presiden pun tanya saya gimana kabarnya, Kabupaten Pati gimana? Tolong jaga Jakarta," ujarnya.

Botok kemudian menyampaikan maksud kedatangan warga Pati ke Jakarta.

"Saya sampaikan kepada Bapak Presiden, 'Pak Presiden, kami, aliansi masyarakat Pati jauh-jauh datang ke Jakarta tidak ada niatan untuk membuat kerusuhan. Kami dan teman-teman datang ke Jakarta ini untuk mengawal aspirasi masyarakat Pati bersatu, yaitu dua tuntutan tersebut'," jelasnya.

Setelah menyampaikan hal itu, sambungan telepon pun langsung ditutup.

Botok menegaskan, komunikasi dengan Presiden tersebut justru menguatkan semangat aksi.

"Jadi intinya pertemuan hari itu bukan untuk menggembosi pergerakan. Justru menegaskan aksi teman-teman ini. Kita pada malam itu melakukan penekanan kepada teman-teman di DPR RI agar menindaklanjuti aspirasi dari teman-teman," tegasnya.

Menurut Botok, kedatangan ratusan warga Pati ke Jakarta murni untuk menyampaikan aspirasi secara damai dan konstitusional.

Menambahkan, Teguh Istiyanto menyebut bahwa komunikasi singkat dengan Presiden Prabowo tersebut hanya sebatas penegasan terkait dua tuntutan saat demo.

"Kita meminta Pak Prabowo untuk serius menangani korupsi di Indonesia. Dan, Pak Prabowo menegaskan bahwa semua pikirannya dicurahkan untuk mengatasi korupsi. Kami memang ingin serius agar korupsi itu diberantas pak, karena dampaknya ya rakyat seperti kami ini", imbuh Teguh.

PATI – JAWA TENGAH - Polresta Pati terus mendorong pelajar melek teknologi. Sebanyak 330 siswa SMAN 3 Pati mengikuti keg...
06/09/2026

PATI – JAWA TENGAH - Polresta Pati terus mendorong pelajar melek teknologi. Sebanyak 330 siswa SMAN 3 Pati mengikuti kegiatan "Pelatihan Paham AI dan Sosialisasi Senopati Academy AI" yang digelar di sekolah setempat, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB itu diikuti siswa dari 10 kelas. Para peserta tampak antusias mengikuti materi tentang kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Kabag SDM Polresta Pati Kompol Joko Waluyono yang mewakili Kapolresta Pati mengatakan, pengenalan AI kepada pelajar penting dilakukan seiring pesatnya perkembangan teknologi saat ini.

"AI saat ini berkembang sangat cepat dan sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Karena itu, para pelajar perlu mengenal teknologi ini sejak dini agar dapat menggunakannya dengan baik," ujar Kompol Joko.

Dalam pelatihan tersebut, Trainer AI Polresta Pati memaparkan manfaat, cara penggunaan, hingga etika dalam memanfaatkan AI.

Kompol Joko menegaskan, AI bisa menjadi sarana pendukung pembelajaran. Namun siswa harus tetap kritis dan tidak bergantung sepenuhnya.

"AI bisa membantu siswa mencari ide, memahami materi dan mendukung proses belajar. Tetapi AI bukan untuk menggantikan proses berpikir. Siswa tetap harus memahami dan memeriksa kembali informasi yang diperoleh," jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar siswa bijak dalam menggunakan teknologi.

"Kami ingin siswa tidak hanya tahu cara menggunakan AI, tetapi juga memahami batasan dan etika dalam penggunaannya. Jangan sampai teknologi yang seharusnya memberikan manfaat justru digunakan untuk hal-hal yang tidak bertanggung jawab," tegasnya.

Kompol Joko juga mendorong siswa untuk selalu memverifikasi informasi yang didapat dari AI sebelum disebarluaskan.

"Anak-anak harus dibekali kemampuan untuk membedakan informasi yang benar dan tidak benar. Dengan pemahaman yang baik, mereka bisa menggunakan AI untuk kegiatan yang positif, kreatif dan mendukung prestasi," ungkapnya.

Usai pelatihan, sebanyak 310 dari 330 peserta mendapatkan sertifikat.

"Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini. Pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kegiatan belajar dan dikembangkan menjadi kemampuan yang bermanfaat bagi masa depan para siswa," pungkas Kompol Joko.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar, dan penuh antusiasme. (Er)

05/09/2026

Supriyono Botok ungkap alasan DPR RI siap mundur dari jabatan bila RUU Perampasan Aset tidak disahkan

KUDUS - JAWA TENGAH - Warga Perum Griya Pura Sejahtera, Desa Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, dikejutka...
05/09/2026

KUDUS - JAWA TENGAH - Warga Perum Griya Pura Sejahtera, Desa Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, dikejutkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki di kebun pisang di tepi jalan. Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal.

Bayi tersebut ditemukan berada di area kebun pisang di sekitar permukiman warga. Saat ditemukan, kondisi bayi dalam keadaan hidup sehingga warga kemudian mengevakuasinya ke salah satu rumah warga di Desa Pasuruhan Kidul untuk mendapatkan pertolongan dan perawatan sementara.

Petugas dari Polsek Jati yang mendatangi lokasi selanjutnya melakukan pemeriksaan awal serta mengumpulkan informasi dari sejumlah warga yang mengetahui peristiwa tersebut.

Kapolres Kudus AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kapolsek Jati AKP Subkhan mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak puskesmas dan bidan desa untuk memastikan kondisi kesehatan bayi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kepala Puskesmas Jati dan bidan desa. Untuk sementara, bayi dititipkan kepada warga yang juga memiliki bayi agar mendapatkan perawatan dan perhatian yang memadai,” ujar AKP Subkhan, Jumat (4/9/2026).

Ia menjelaskan, langkah tersebut merupakan penanganan sementara disaat kepolisian melakukan penyelidikan terkait penemuan bayi tersebut. Polisi kini berupaya mengungkap siapa orang yang meninggalkan bayi tersebut.

“Kami akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa yang meninggalkan bayi tersebut dan memastikan kronologi sebenarnya,” tegasnya.

Petugas juga telah mengumpulkan informasi awal dari masyarakat sekitar yang diharapkan dapat membantu mengungkap keberadaan orang tua maupun pihak yang mengetahui peristiwa tersebut.

AKP Subkhan menambahkan, masyarakat yang memiliki informasi mengenai penemuan bayi tersebut diminta tidak ragu untuk menyampaikannya kepada kepolisian. Informasi dari masyarakat dinilai penting untuk membantu proses penyelidikan.

Sementara itu, kondisi bayi masih dalam penanganan sementara dengan melibatkan warga yang memiliki bayi serta koordinasi bersama Puskesmas Jati dan bidan desa.

Polsek Jati memastikan proses penyelidikan akan terus dilakukan untuk mengungkap secara terang peristiwa penemuan bayi tersebut, sekaligus memastikan keselamatan dan hak-hak bayi tetap menjadi perhatian utama. (Er)

REMBANG - JAWA TENGAH - Kontingen Kabupaten Rembang berhasil menyumbangkan satu medali perunggu dalam ajang Pekan Olahra...
05/09/2026

REMBANG - JAWA TENGAH - Kontingen Kabupaten Rembang berhasil menyumbangkan satu medali perunggu dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah 2026 yang berlangsung di Semarang. Medali tersebut diraih dari cabang olahraga (cabor) atletik nomor tri lomba.

Kepala Seksi (Kasi) Olahraga Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang, Gesit Setiawan, mengatakan medali perunggu tersebut menjadi perolehan sementara kontingen Rembang hingga Kamis (3/9/2026).

“Perolehan medali sementara hari ini dari cabang atletik tri lomba dapat perunggu,” kata Gesit.

Nomor tri lomba yang diikuti atlet Rembang tersebut terdiri atas tiga nomor, yakni lari 60 meter, lompat jauh, dan tolak peluru.

Gesit mengapresiasi perjuangan atlet yang berhasil membawa pulang medali. Menurutnya, capaian tersebut menjadi perkembangan positif karena pada pelaksanaan Popda tahun sebelumnya, Rembang belum berhasil meraih medali dari cabang atletik.

“Dari kami, terutama dari Dindikpora, mengapresiasi untuk perolehan medali perunggu. Tahun kemarin kita belum dapat, baru tahun ini kita bisa mendapatkannya,” ujarnya.

Ia menyebut persiapan atlet atletik tersebut telah dilakukan sejak jauh hari. Pembinaan juga dilakukan secara berkelanjutan dengan koordinator cabang atletik, Sukis.

Gesit berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi atlet-atlet lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan dan mengejar prestasi.
“Persiapannya sudah lama, koordinatornya Pak Sukis. Bisa mendongkrak teman-teman yang lain untuk memotivasi teman-temannya biar bisa berprestasi, khususnya di atletik,” katanya.

Sementara itu, perjuangan kontingen Rembang di Popda Jawa Tengah 2026 masih berlanjut. Sejumlah atlet dari cabang olahraga lain masih menjalani pertandingan.

Di antaranya, Rembang masih memiliki wakil yang lolos pada cabang bulutangkis nomor tunggal putra tingkat SMP dan tunggal putri tingkat SMP. Salah satu atlet yang disebut masih berjuang adalah Andrea Hanan Bagas dari SD Jadi.
Kabupaten Rembang mengirim 76 atlet untuk mengikuti Popda Jawa Tengah 2026. Kontingen Rembang tahun ini mengikuti 10 dari total 23 cabang olahraga yang dipertandingkan.

Sepuluh cabor tersebut meliputi atletik, bulutangkis, karate, panahan, panjat tebing, pencak silat, renang, taekwondo, tenis lapangan, dan tenis meja. (Ed).

REMBANG - JAWA TENGAH - Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Jawa Tengah, turun langsung ke SMAN 1 Lasem dalam rangka mema...
04/09/2026

REMBANG - JAWA TENGAH - Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Jawa Tengah, turun langsung ke SMAN 1 Lasem dalam rangka memastikan tindaklanjut penanganan kasus dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (3/9/2026) yang menimbulkan korban sebanyak 777 orang terdiri siswa dan guru.

Cabang Dinas Pendidikan pun telah melakukan pertemuan yang dihadiri oleh pihak Puskesmas, Dinas Kesehatan, serta pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Soditan.

"Kami kemarin langsung turun lapangan dengan tim. Di sana ada dari sekolah, kami Cabdin, ada Puskesmas, Dinas Kesehatan, juga dari pihak SPPG sendiri," kata Sukamto, Jumat (4/9/2026).

Berdasarkan data di lapangan, sebanyak 6 siswa menjalani perawatan di Puskesmas. Sementara 1 siswa lainnya dirujuk dan dirawat di rumah sakit.

Sukamto menegaskan seluruh biaya pengobatan korban harus ditanggung oleh pihak SPPG.

"Kami sampaikan bahwa semua anak harus dibiayai gratis oleh SPPG. Tapi ternyata dari Puskesmas biayanya memang sudah gratis," jelasnya.

Sebagai langkah penanganan, Cabdin bersama tim memutuskan menghentikan sementara pelayanan MBG di SMAN 1 Lasem selama 16 hari ke depan.

Saat ini sampel makanan dari SPPG Soditan juga sedang dilakukan uji laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti keracunan.

"Untuk sementara selama 16 hari ke depan pelayanan SPPG di SMAN 1 Lasem dihentikan. Sampel makanannya saat ini sedang dilakukan uji lab," ungkap Sukamto.

Sukamto juga meminta kepala sekolah untuk terus memantau kondisi siswa yang sudah diperbolehkan pulang.

"Kami meminta kepala sekolah untuk memantau dan memastikan anak-anak yang sudah pulang dikontrol. Kalau memang ada yang sakit segera lapor dan pastikan mereka ditangani dokter setempat," tegasnya.

Ia menambahkan, seluruh langkah yang telah dilakukan sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Koordinasi dengan Satgas MBG dan pihak terkait juga terus dilakukan.

Sebelumnya, masyarakat dikejutkan dengan informasi peristiwa keracunan massal yang terjadi di SMAN 1 Lasem, Rembang, Kamis (3/9/2026). Berdasarkan data yang dihimpun, korban keracunan massal mencapai lebih dari 700 orang.

Dari data riil korban dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Lasem pun mulai terungkap.

Wakil Bupati Rembang sekaligus Ketua Satgas MBG Rembang, Hanies Cholil Barro’ atau Gus Hanies, mengonfirmasi sebanyak 777 warga sekolah terdampak.

Dari jumlah tersebut, 752 orang adalah siswa dan 25 lainnya guru serta tenaga kependidikan.

“Total terdampak dari SMAN 1 Lasem sebanyak 777 orang,” ujar Gus Hanies dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026) petang.

Gus Hanies merinci, sebanyak 24 siswa harus mendapatkan penanganan medis langsung di fasilitas kesehatan. Lima di antaranya harus menjalani rawat inap.

Rinciannya, 21 siswa ditangani di Puskesmas Lasem dengan 16 rawat jalan dan 5 rawat inap. Kemudian 2 siswa di Puskesmas Pancur, dan 1 siswa berobat ke dokter praktik perorangan.

“Yang lain mengalami gejala ringan dan cukup melakukan pemulihan di rumah masing-masing,” tambahnya.

Data ini melengkapi laporan awal sekolah yang sebelumnya menyebut lima siswa dilarikan ke Puskesmas Lasem dengan kondisi lemas pasca muntah hebat.

Kejadian ini diduga dipicu oleh paket MBG yang didistribusikan SPPG Soditan pada Rabu (2/9/2026) siang. Menu yang disajikan meliputi nasi, ayam bakar, tempe, lalapan, sambal teri, dan buah semangka potong.

Akibat keluhan pencernaan massal, pihak sekolah terpaksa memulangkan seluruh siswa lebih awal.

Pihak SPPG Soditan telah menyampaikan permohonan maaf. Mereka berkomitmen menanggung penuh biaya pengobatan korban dan melakukan evaluasi total terhadap SOP pengolahan hingga distribusi makanan.

Untuk menindaklanjuti kasus ini, Koordinator SPPI telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN).

REMBANG - JAWA TENGAH – Masyarakat dikejutkan dengan informasi peristiwa keracunan massal yang terjadi di SMAN 1 Lasem, ...
03/09/2026

REMBANG - JAWA TENGAH – Masyarakat dikejutkan dengan informasi peristiwa keracunan massal yang terjadi di SMAN 1 Lasem, Rembang, Kamis (3/9/2026). Berdasarkan data yang dihimpun, korban keracunan massal mencapai lebih dari 700 orang.

Dari data riil korban dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Lasem pun mulai terungkap.

Wakil Bupati Rembang sekaligus Ketua Satgas MBG Rembang, Hanies Cholil Barro' atau Gus Hanies, mengonfirmasi sebanyak 777 warga sekolah terdampak.

Dari jumlah tersebut, 752 orang adalah siswa dan 25 lainnya guru serta tenaga kependidikan.

"Total terdampak dari SMAN 1 Lasem sebanyak 777 orang," ujar Gus Hanies dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026) petang.

Gus Hanies merinci, sebanyak 24 siswa harus mendapatkan penanganan medis langsung di fasilitas kesehatan. Lima di antaranya harus menjalani rawat inap.

Rinciannya, 21 siswa ditangani di Puskesmas Lasem dengan 16 rawat jalan dan 5 rawat inap. Kemudian 2 siswa di Puskesmas Pancur, dan 1 siswa berobat ke dokter praktik perorangan.

"Yang lain mengalami gejala ringan dan cukup melakukan pemulihan di rumah masing-masing," tambahnya.

Data ini melengkapi laporan awal sekolah yang sebelumnya menyebut lima siswa dilarikan ke Puskesmas Lasem dengan kondisi lemas pasca muntah hebat.

Kejadian ini diduga dipicu oleh paket MBG yang didistribusikan SPPG Soditan pada Rabu (2/9/2026) siang. Menu yang disajikan meliputi nasi, ayam bakar, tempe, lalapan, sambal teri, dan buah semangka potong.

Akibat keluhan pencernaan massal, pihak sekolah terpaksa memulangkan seluruh siswa lebih awal.

Pihak SPPG Soditan telah menyampaikan permohonan maaf. Mereka berkomitmen menanggung penuh biaya pengobatan korban dan melakukan evaluasi total terhadap SOP pengolahan hingga distribusi makanan.

Untuk menindaklanjuti kasus ini, Koordinator SPPI telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN).

Gus Hanies menegaskan pihaknya akan memperketat pengawasan terhadap seluruh SPPG di Rembang.

"Kami tetap dan selalu mengimbau kepada seluruh SPPG untuk selalu menerapkan SOP dengan tepat," tegasnya.

Hingga kini, Satgas MBG Rembang terus memantau kondisi para korban dan memastikan tidak ada lagi kasus serupa.

Address

Pati
59113

Opening Hours

Monday 08:00 - 17:00
Tuesday 08:00 - 17:00
Wednesday 08:00 - 17:00
Thursday 08:00 - 17:00
Friday 08:00 - 17:00
Saturday 08:00 - 17:00

Telephone

+6285740800544

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Seputar Muria posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share