Seputar Muria

Seputar Muria Seputar Muria mencakup wilayah Muria Raya diantaranya Pati, Kudus, Rembang, Blora, Jepara. No Hoax, Fakta dan Aktual.

Informasi dan Pemberitaan di wilayah Muria Raya, Jawa Tengah dan lainnya.

KUDUS - JAWA TENGAH - Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris, melakukan peninjauan langsung ke lokasi banjir di Dukuh Goleng, D...
13/01/2026

KUDUS - JAWA TENGAH - Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris, melakukan peninjauan langsung ke lokasi banjir di Dukuh Goleng, Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Selasa (13/1/2026).

Langkah tersebut dilakukan dalam rangka memastikan penanganan warga yang menjadi korban berjalan cepat dan terpadu.

Sebagai informasi bahwa Pemerintah Kabupaten Kudus telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir sejak tanggal 12 hingga 19 Januari 2026. Tercatat 24 warga dari 14 kepala keluarga yang dievakuasi ke posko pengungsian di TPQ Khurriyatul Fikri menerima bantuan berupa paket sembako, perlengkapan P3K, selimut, dan bantuan uang tunai.

Saat singgah di posko pengungsian, Sam'ani membaur bersama warga terdampak, makan bersama, serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana kesehatan maupun logistik. Peninjauan dilanjutkan ke lokasi terdampak banjir di Dukuh Goleng bersama unsur TNI, Polri, relawan, dan perangkat desa.

"Pemkab Kudus telah menetapkan status tanggap darurat mulai 12 sampai 19 Januari. Langkah ini kami ambil agar penanganan banjir bisa dilakukan lebih cepat, terkoordinasi, dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat," ujar Bupati Kudus Sam'ani Intakoris.

Selain itu, para tenaga pendidik SD Negeri 3 Pasuruhan Lor juga mendapat apresiasi atas dedikasi yang dilakukan. Yaitu, tetap berkomitmen melaksanakan pembelajaran secara daring meskipun kegiatan belajar mengajar di sekolah diliburkan akibat banjir.

"Apresiasi terhadap para guru yang tetap berkomitmen memberikan layanan pendidikan kepada anak-anak melalui pembelajaran daring. Tentunya ini merupakan bentuk pengabdian yang luar biasa," tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Kudus menyempatkan mampir ke posko pengungsian dan dapur umum di MI Hidayatus Shibyan, Desa Temulus, Kecamatan Mejobo. Bupati Sam'ani tak lupa menyerahkan bantuan berupa selimut, matras, beras, dan makanan siap saji.

"Kebutuhan dasar pengungsi kami pastikan benar - benar tercukupi. Terima kasih kepada seluruh pihak, TNI, Polri, relawan, tenaga kesehatan, dan masyarakat yang terus bersinergi membantu penanganan banjir ini," pungkasnya.

Bupati Kudus juga menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk melakukan asesmen teknis dan berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi untuk mengusulkan pembangunan embung sebagai langkah pengendalian banjir ke depan. (Er)

13/01/2026
13/01/2026

Pertigaan Ngebruk Juwana, Selasa (13/1/2026) petang. Kendaraan sama sekali tidak bergerak sejak jam 5 sore, dan tidak ada polisi yang mengatur lalu lintas. Tetap hati - hati di jalan ya 🙏

PATI – JAWA TENGAH — Bupati Pati Sudewo menyerahkan sejumlah alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di...
13/01/2026

PATI – JAWA TENGAH — Bupati Pati Sudewo menyerahkan sejumlah alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di Desa Kalidoro, Kecamatan Pati, Senin (12/1/2026).

Penyerahan alsintan ini menjadi bagian dari upaya konkret Pemerintah Kabupaten Pati dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian menuju target panen minimal 10 ton per hektare.

Dalam kegiatan yang juga dihadiri Wabup Risma Ardhi Chandra tersebut, Sudewo menyampaikan bahwa total alsintan yang diserahkan berjumlah 29 unit dengan berbagai jenis.

“Sejumlah 29 alsintan, terdiri dari berbagai jenis, ada traktor roda empat, traktor roda dua, combine, rotavator, dan alat pertanian lainnya,” ujar Sudewo.

Ia menjelaskan, bantuan alsintan tersebut bersumber dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia dengan dukungan Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono.

“Alat pertanian ini dari Kementerian Pertanian, dibantu oleh Bapak Sudaryono Wakil Menteri Pertanian. Seharusnya beliau yang menyerahkan, tetapi karena beliau sibuk, diwakilkan kepada saya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sudewo berpesan agar Alsintan yang diterima dapat dijaga dan dimanfaatkan secara maksimal oleh para petani.

“Saya pesan supaya alat ini dijaga, dirawat, dipelihara supaya dalam kondisi fit, bisa dipakai terus, dan digunakan dengan sistem gotong royong,” tegasnya.

Menurutnya, pemanfaatan alsintan secara optimal akan sangat mendukung program unggulan Pemkab Pati di sektor pertanian.

PATI – JAWA TENGAH – Sesosok mayat laki-laki telah ditemukan di tepi pantai hutan mangrove Desa Dororejo, Kecamatan Tayu...
13/01/2026

PATI – JAWA TENGAH – Sesosok mayat laki-laki telah ditemukan di tepi pantai hutan mangrove Desa Dororejo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Senin (12/1/2026) malam.

Penemuan ini sempat menggegerkan warga sekitar yang sebelumnya menemukan sepeda motor milik korban terparkir di lokasi tersebut.

Korban diketahui bernama Karlan (66), warga Desa Keboromo, Kecamatan Tayu. Jasad korban ditemukan dalam posisi sujud di area mangrove sekitar pukul 21.00 WIB setelah dilakukan pencarian oleh warga. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Tayu sekitar pukul 21.45 WIB.

Kapolresta Pati melalui Kapolsek Tayu AKP Aris Pristianto menjelaskan, awal mula penemuan berawal dari laporan warga yang melihat sepeda motor Honda Beat warna hijau dengan nomor polisi K 2788 VG berada di lokasi sejak beberapa waktu.

Adapun kendaraan tersebut diketahui milik korban yang sudah tidak terlihat selama kurang lebih dua hari.

Setelah menerima laporan, personel Polsek Tayu bersama Koramil 03 Tayu dan tim medis Puskesmas Tayu II langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Korban kemudian dievakuasi ke tepi jalan Desa Dororejo untuk dilakukan pemeriksaan luar oleh tenaga medis.

“Hasil pemeriksaan awal dari tim medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun luka akibat penganiayaan. Korban diduga meninggal dunia karena sakit,” ujar AKP Aris Pristianto.

Dari hasil pemeriksaan luar, petugas mendapati beberapa kondisi fisik korban, di antaranya tangan yang keriput karena terendam air serta luka di bagian kepala yang diduga akibat terkena ranting pohon mangrove.

PATI – JAWA TENGAH – Polsek Sukolilo berhasil menggagalkan aksi tawuran antar kelompok geng remaja yang akan terjadi di ...
13/01/2026

PATI – JAWA TENGAH – Polsek Sukolilo berhasil menggagalkan aksi tawuran antar kelompok geng remaja yang akan terjadi di pertigaan Pasar Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Senin (13/1/2026) sekitar pukul 02.30 WIB.

Tawuran tersebut melibatkan geng All Star Sukolilo dan geng Resplat Lebak Wetan yang sebelumnya saling menantang melalui media sosial.

Kapolresta Pati melalui Kapolsek Sukolilo AKP Sahlan, mengatakan, penggagalan tawuran berawal dari laporan warga yang melihat pergerakan sekelompok remaja mencurigakan di sekitar pasar.

“Kami menerima laporan dari masyarakat dan langsung memerintahkan personel piket serta fungsi terkait untuk mendatangi lokasi,” ujarnya.

Setibanya di tempat kejadian perkara, petugas mendapati sejumlah remaja dari dua kelompok yang diduga hendak melakukan perkelahian massal. Dengan bantuan warga setempat, polisi berhasil membubarkan kedua kelompok sebelum bentrokan terjadi.

“Alhamdulillah situasi bisa kami kendalikan dan tidak ada korban dalam kejadian ini,” katanya.

Dari hasil pengamanan, polisi mengamankan sejumlah remaja yang seluruhnya masih berstatus pelajar. Dari kelompok Resplat Lebak Wetan diamankan inisial FB (18), WA (16), APP (15), ASP (15), dan RAM (17). Sementara dari kelompok All Star Sukolilo diamankan inisial TDS (16), TH (15), RAS (17), dan RQ (16).

Selain para remaja, petugas turut mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Vario dan sejumlah batu yang diduga akan digunakan dalam aksi tawuran. Seluruhnya kemudian dibawa ke Mapolsek Sukolilo untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

AKP Sahlan menegaskan bahwa aksi tawuran, meskipun belum sempat terjadi, merupakan perbuatan yang sangat membahayakan. “Tawuran berpotensi menimbulkan korban jiwa dan meresahkan masyarakat, sehingga harus kami cegah sejak dini,” tegasnya.

PATI – JAWA TENGAH – Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pati, Danu Ikhsan Harischandra (HC), bergerak cepat memerin...
12/01/2026

PATI – JAWA TENGAH – Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pati, Danu Ikhsan Harischandra (HC), bergerak cepat memerintahkan relawan untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir di wilayah Kabupaten Pati.

Meski saat ini pihaknya sedang mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan di Jakarta, Danu langsung menginstruksikan relawan untuk turun ke lapangan.

Langkah cepat tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, agar seluruh kader dan struktur partai hadir membantu masyarakat yang sedang mengalami musibah.

Bantuan yang disalurkan meliputi 4.000 paket nasi bungkus, empat tangki air bersih, serta berbagai alat kebersihan untuk membantu warga pascabanjir.

Ketua Relawan Danu Ikhsan HC, Anom Wiwoho, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan komitmen PDI Perjuangan dalam membantu rakyat.

“Alhamdulillah, menindaklanjuti instruksi Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, kami dari relawan tim Danu Ikhsan HC, yang juga anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PDI Perjuangan sekaligus Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pati, hari ini telah menyalurkan bantuan berupa 4.000 paket nasi bungkus, alat-alat kebersihan, serta air bersih sebanyak empat tangki,” ujar Anom.

Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga terdampak banjir.

“Semoga bantuan ini bermanfaat bagi warga dan bencana ini segera berlalu sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Insyaallah, kami sebagai relawan siap membantu warga yang terdampak banjir,” tambahnya.

Anom menjelaskan, pada penyaluran kali ini relawan fokus di wilayah Kecamatan Pati Kota dengan sasaran empat desa, yakni Desa Widorokandang, Kalidoro, Dengkek, dan Sidoharjo. Salah satu warga Kelurahan Kalidoro, Ryan, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Mas Danu Ikhsan. Kami sudah menerima bantuan nasi selama dua hari, hari Sabtu dan hari ini Senin. Atas nama warga, kami sangat berterima kasih sudah dibantu. Kalau ke depan ada bantuan lagi, kami siap menerima,” ungkapnya.

Sementara itu, Danu Ikhsan HC dijadwalkan akan turun langsung ke lokasi banjir untuk menyalurkan bantuan setelah kembali dari Jakarta, sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran langsung kepada masyarakat yang terdampak bencana.

PATI - JAWA TENGAH - Banjir kembali melanda Kelurahan Kalidoro, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, setelah sempat surut. Ge...
12/01/2026

PATI - JAWA TENGAH - Banjir kembali melanda Kelurahan Kalidoro, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, setelah sempat surut. Genangan air kembali naik pada Sabtu, 10 Januari 2026, usai sebelumnya merendam wilayah tersebut sejak Jumat malam, 9 Januari 2026.

Akibat banjir susulan ini, sebanyak kurang lebih 250 warga dari dua RW terpaksa diungsikan oleh pemerintah setempat ke Masjid Jami' Rohmanti An Nur, Kelurahan Kalidoro. Warga yang mengungsi mayoritas merupakan kelompok rentan, termasuk lansia.

Sekretaris Kelurahan Kalidoro, Agung Gumelar, menjelaskan bahwa proses evakuasi telah dilakukan sejak banjir pertama terjadi. "Sejak satu minggu yang lalu, tepatnya Jumat malam, kami sudah mulai mengevakuasi warga. Sekitar pukul 22.00 WIB kami mengevakuasi dua orang lansia langsung dari rumahnya. Saat itu air sudah setinggi perut," ujar Agung, Senin 12 Januari 2026.

Ia mengungkapkan, kondisi banjir membuat akses jalan sulit dikenali karena genangan air menutupi drainase dan jalan setapak. "Kita tidak tahu mana drainase, mana jalan. Saya sendiri sampai sempat terjebur ke drainase karena tidak kelihatan," katanya.

Agung menambahkan, banjir berdampak pada dua RT dan dua RW di wilayah tersebut. Saat ini seluruh pengungsi dipusatkan di Masjid Jami' Rohmanti An Nur karena debit air terus meningkat.

"Di lokasi pengungsian kami sudah menyiapkan kebutuhan dasar, terutama untuk lansia. Ada obat-obatan seperti amoksilin, obat gatal, obat batuk, obat asma, serta air, beras, dan susu. Bantuan sebagian berasal dari BPD," jelasnya.

Namun demikian, Agung mengakui masih terdapat kekurangan logistik, khususnya makanan siap saji. "Yang sangat kami butuhkan saat ini adalah nasi bungkus. Karena banjir bertambah, warga tidak bisa memasak, kompor mereka masih terendam. Idealnya nasi bungkus tiga kali sehari untuk sekitar 200 sampai 250 orang," katanya.

Selain itu, pihak kelurahan juga membuka layanan administrasi darurat bagi warga. Meski kantor kelurahan terdampak dan lumpuh akibat genangan air setinggi lutut, pelayanan tetap berjalan dari lokasi pengungsian.

"Untuk pelayanan seperti legalisir, SKCK, KTP, KK, dan surat keterangan lainnya tetap kami layani. Pelayanan prima, 24 jam di sini. Kantor kelurahan saat ini lumpuh karena air kembali naik," tegas Agung.

"Lumpur masih mengendap. Kami mohon kelurahan Kalidoro diprioritaskan. Kalau sudah kering, kami sangat membutuhkan alat berat seperti bego, dump truck, dan bantuan dari damkar untuk pembersihan," Pungkasnya.

Sementara itu, salah satu warga terdampak, Lilih, warga RT 01 RW 01 Kelurahan Kalidoro, mengatakan bahwa banjir sudah menjadi peristiwa yang berulang sejak dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar.

"Saya mengalami banjir dari kecil, sejak tahun 1993 sampai 1995 waktu masih SD, sampai sekarang sudah punya anak masih banjir terus," keluhnya.

Ia bersama satu keluarganya dievakuasi ke masjid, beserta barang vital miliknya. "Alhamdulillah barang-barang vital seperti elektronik dan motor bisa diselamatkan," katanya.

Menurutnya, meski berbagai upaya sudah dilakukan pemerintah seperti pengerukan sungai, pembangunan jembatan, hingga tanggul, banjir masih terus terjadi.

"Melawan alam memang mustahil, tapi setidaknya ada solusi. Sudah dibuat tanggul pun masih jebol. Dari bantaran sungai Yaik sampai Kembang Joyo kondisinya masih sama," pungkasnya. (Er)

PATI - JAWA TENGAH - Sejak Jumat (9/1/2026), Kabupaten Pati dilanda hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi ini mengakib...
12/01/2026

PATI - JAWA TENGAH - Sejak Jumat (9/1/2026), Kabupaten Pati dilanda hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi ini mengakibatkan sejumlah titik di Kota Pati terendam banjir.

Diantarnya yang terdampak ialah area Gereja Bethel Indonesia (GBI) Duta Kristus Pati yang berlokasi di Desa Semampir, Kecamatan Pati.

Pengurus jemaat GBI Pati, Edi Suyitno, menyebut bahwa luapan banjir mulai memasuki area gereja sejak beberapa hari lalu. Banjir pertama kali datang pada Jumat (9/1/2026) malam. Banjir sempat surut, namun terjadi banjir susulan pada Minggu sore (11/1/2026).

Banjir setinggi lutut orang dewasa, antara 40-50 cm, masih menggenang di halaman gereja serta area permukiman di sekitarnya hingga Senin (12/1/2026). Meskipun air merendam akses jalan dan halaman, namun air tidak masuk ke dalam ruang utama gereja.

Hal ini dikarenakan bangunan gereja telah ditinggikan sejak tahun 2016 sebagai langkah antisipasi terhadap banjir yang kerap melanda wilayah tersebut. Meski Minggu pagi (11/1/2026) banjir sempat surut, akibat kondisi jalan yang tertimbun lumpur tebal, pihak gereja memutuskan untuk menggelar Ibadah Raya Minggu secara daring melalui Zoom.

"Langkah ini diambil untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan sekitar 100 jemaat aktif yang rutin beribadah di sana. Jika situasi kurang kondusif, pihak gereja akan memprioritaskan ibadah daring. Namun, jika kondisi memungkinkan, ibadah akan tetap dilaksanakan secara langsung di gereja", paparnya.

Ia menyebut, pihaknya sebelumnya beribadah online. Meskipun jalan sudah dibersihkan, tapi belum optimal. Pihaknya khawatir jemaat terganggu, hingga memutuskan online.

"Tak hanya imenjadi tempat ibadah, GBI Pati kini juga difungsikan sebagai posko pengungsian bagi warga sekitar yang terdampak banjir. Sejak tadi malam, beberapa warga mulai mengungsi dan menitipkan barang-barang mereka, seperti pakaian, di area gereja yang bangunannya lebih tinggi", jelasnya.

Sebagai informasi, di area gereja yang berlokasi di RT 3, RW 1, Desa Semampir, sedikitnya 50 rumah warga kebanjiran dengan ketinggian air yang bervariasi. Ketua RT setempat, Nasikin yang akrab disapa Asik, menjelaskan bahwa banjir telah datang dalam tiga gelombang sejak Jumat malam.

Meski sempat surut, banjir kembali naik pada Minggu sore hingga Senin siang ini. "Paling dalam itu sepinggang, ya sekitar satu meteran. Ada 50-an rumah di sini dan semuanya kena imbas banjir," kata Nasikin saat ditemui di lokasi, Senin (12/1/2026).

Meski wilayah tersebut didominasi oleh warga Muslim, keberadaan GBI Duta Kristus Pati di tengah permukiman menjadi penolong bagi warga terdampak. Bangunan gereja yang ditinggikan memang sengaja dipersiapkan untuk menjadi tempat evakuasi bagi masyarakat sekitar saat bencana banjir terjadi.

Nasikin mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pihak gereja yang membuka pintu bagi warga untuk mengungsi tanpa memandang perbedaan agama. Ia menegaskan bahwa toleransi di wilayahnya sangat kuat dan tidak pernah ada persoalan terkait perbedaan kepercayaan.

"Di sini lingkupnya Muslim, tapi adanya gereja. Kami tidak masalah, yang penting toleransi. Alhamdulillah sampai sekarang damai. Tadi waktu air tinggi, warga banyak yang mengungsi ke gereja ini," tuturnya.

Selama masa pengungsian, pihak gereja juga menyediakan berbagai fasilitas logistik untuk para pengungsi. Nasikin menyebutkan bahwa pengelola gereja menyediakan makanan, cemilan, hingga minuman hangat seperti kopi dan teh untuk menjaga kondisi fisik warga di tengah cuaca dingin.

PATI – JAWA TENGAH – Banjir melanda jalan alternatif Pati-Rembang, tepatnya di Desa Glonggong, Kecamatan Jakenan, Kabupa...
11/01/2026

PATI – JAWA TENGAH – Banjir melanda jalan alternatif Pati-Rembang, tepatnya di Desa Glonggong, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, pada Minggu (11/1/2026).

Banjir tersebut menggenangi jalan sepanjang 1 kilometer, dengan titik terparah di Desa Glonggong.

Menurut Rifi, salah seorang warga yang tinggal di pinggir jalan, banjir datang pada pukul 11.30 WIB. Saat ini, ketinggian air mencapai 50 sentimeter di ruas jalan dan satu meter di permukiman warga.

“Banjir datang setengah 12 siang. Ketinggian 50 sentimeter di jalan, di permukiman ini 70 sentimeter sampai satu meter sampai masuk ke kampung, semua warga kena,” ungkapnya.

Banjir ini disebabkan curah hujan yang tinggi dan debit air yang membludak, sehingga arus dari hulu ke hilir datang membanjiri ruas jalan dan permukiman penduduk. Kondisi ini menghambat aktivitas ekonomi warga, terlebih kawasan itu terdapat pasar, bengkel, dan warung.

“Jualan di pasar, bengkel motor, toko pada tutup,” terangnya.

Rubinah, seorang penjual mie ayam yang berdagang di pinggir jalan, mengaku tutup selama banjir datang. Ia tidak bisa mendapatkan rezeki karena akses terputus.

“Ndak bisa jualan karena banjir. Kalau ramai bisa habis 2 kilogram mie ayam, kalau sepi gak sampai 1 kilogram,” sebutnya.

Warungnya terendam banjir dan rumahnya pun tak ketinggalan. Ia pun sedih kediaman dan tempat jualan kena dampak genangan.

PATI – JAWA TENGAH –  Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Kabupaten Pati menunjukkan kepedulian mereka dengan ha...
11/01/2026

PATI – JAWA TENGAH –  Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Kabupaten Pati menunjukkan kepedulian mereka dengan hadir memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana banjir yang terjadi di beberapa lokasi di Kabupaten Pati sejak Jumat (9/1/2026).

FRPB bekerja dengan menerjunkan relawan dari berbagai unsur untuk memberikan bantuan evakuasi dan logistik. Mereka telah mendirikan dapur umum darurat bencana di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, memasak makanan untuk didistribusikan kepada warga yang tidak bisa memasak.

“FRPB ini komunitas relawan dari unsur umum, swasta yang bekerjasama dengan BPBD, membantu BPBD. Tugasnya tergantung permintaan, tadi masak, jadi ada dapur umum untuk membantu memasok makanan untuk wilayah kebanjiran yang tidak bisa masak itu,” ungkap salah seorang relawan FRPB, Warsito, Sabtu (10/1/2026) malam.

FRPB bergerak menangani bencana sesuai kebutuhan dari para pelapor atau korban. Pada Sabtu, mereka memasakkan 200 porsi makan malam bagi korban bencana yang ada di Kota Pati.

Kemudian, pada Minggu (11/1/2026) memasak ribuan porsi bagi korban bencana banjir yang membutuhkan logistik makanan.

“Dapurnya di belakang Kantor BPBD Kabupaten Pati. Tadi baru masak 200 untuk makan sore, Minggu hari ini sampai 700 sampai 1.000 porsi. Kami menunggu permintaan sekian, besok pagi jam 8 mulai masak,” terangnya.

FRPB ini mulai terbentuk sejak 2014 ketika bergerak membantu penanganan bencana banjir di Kabupaten Pati yang saat itu amat sangat besar. Kini bencana banjir besar kembali terjadi di Kabupaten Pati, sehingga mereka harus siap siaga.

PATI – JAWA TENGAH – Polsek Tlogowungu bersama masyarakat Dukuh Pulingan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Ka...
11/01/2026

PATI – JAWA TENGAH – Polsek Tlogowungu bersama masyarakat Dukuh Pulingan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, terus melakukan upaya penanganan pascalongsor yang terjadi di wilayah Kecamatan Tlogowungu, Minggu (11/1/2026).

Memasuki hari kedua, fokus utama diarahkan pada pembukaan kembali akses jalan yang tertutup material tanah longsor.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada siang hari dengan melibatkan personel Polsek Tlogowungu, warga setempat, serta alat berat milik DPUTR Pati. Material longsoran berupa tanah dan bebatuan yang menutup badan jalan dibersihkan secara bertahap agar akses menuju Dukuh Pulingan dapat segera dilalui.

Kapolresta Pati melalui Kapolsek Tlogowungu AKP Mujahid mengatakan, keterlibatan lintas sektor dan masyarakat menjadi kunci percepatan penanganan di lokasi longsor.

Menurutnya, sinergi ini penting agar aktivitas warga tidak terlalu lama terganggu akibat terputusnya akses jalan.

Selain membuka akses, petugas juga melakukan pengamanan di sekitar lokasi guna mengantisipasi potensi longsor susulan. Kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan membuat aparat tetap siaga dan mengimbau warga untuk berhati-hati saat melintas.

Warga Dukuh Pulingan menyambut baik upaya cepat yang dilakukan kepolisian dan pemerintah daerah. Mereka turut bergotong royong membantu proses pembersihan, baik dengan peralatan manual maupun membantu pengaturan lalu lintas sementara.

AKP Mujahid menjelaskan bahwa pembukaan akses jalan ini bersifat darurat agar mobilitas warga kembali berjalan.

“Kami berupaya semaksimal mungkin agar jalur ini segera bisa dilalui, setidaknya untuk kendaraan roda dua dan pejalan kaki,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah penanganan lanjutan, termasuk perbaikan struktur tebing yang longsor.

“Keselamatan warga menjadi prioritas utama, sehingga penanganan tidak hanya bersifat sementara,” katanya.

Di akhir kegiatan, Kapolsek Tlogowungu mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana alam, terutama di musim hujan. “Kami mengajak warga segera melapor apabila melihat tanda-tanda tanah bergerak atau retakan agar bisa segera ditangani,” pungkas AKP Mujahid. (Er)

Address

Pati
59113

Opening Hours

Monday 08:00 - 17:00
Tuesday 08:00 - 17:00
Wednesday 08:00 - 17:00
Thursday 08:00 - 17:00
Friday 08:00 - 17:00
Saturday 08:00 - 17:00

Telephone

+6285740800544

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Seputar Muria posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Seputar Muria:

Share