10/09/2026
JAKARTA, LINGKAR – Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Maluku Utara, Dr. R. Graal Taliawo, S.Sos., M.Si., menilai pembangunan daerah kepulauan membutuhkan paradigma yang lebih jelas dan berpihak pada karakteristik wilayah.
Menurut Graal, selama ini pembangunan masih cenderung berjalan sebagai rutinitas penganggaran tahunan tanpa paradigma yang secara khusus mampu menjawab persoalan daerah kepulauan.
“Absennya paradigma pembangunan ini krusial sekali. Itu membuat kita sekadar tiap tahun menghabiskan APBN, begitu saja rutinitas. Di daerah pun demikian,” ujar Graal.
Ia mengatakan, persoalan tersebut tidak hanya terjadi pada level birokrasi nasional, tetapi juga di daerah. Karena itu, regulasi dan undang-undang yang mengatur pembangunan perlu didorong agar mampu menjadi struktur yang menstimulasi pemerintah dalam membangun daerah kepulauan.
Graal menilai, ketiadaan paradigma pembangunan yang spesifik turut membuat daerah kepulauan tertinggal. Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, diperlukan afirmasi anggaran yang diatur secara regulatif sehingga tidak mudah berubah mengikuti pergantian kebijakan.
Ia mengusulkan adanya dana khusus kepulauan, atau yang menurutnya lebih tepat disebut sebagai dana percepatan pembangunan.
“Selama ini kita ditinggal, jadi kita perlu ada afirmasi anggaran untuk percepatan,” katanya.
Dana tersebut, lanjut Graal, diharapkan dapat diarahkan untuk membiayai sejumlah sektor krusial yang selama ini belum mendapatkan perhatian memadai dalam pembangunan daerah kepulauan.
Beberapa sektor yang dinilai membutuhkan afirmasi antara lain konektivitas, pendidikan, dan kesehatan.
Selain persoalan anggaran, Graal juga menyoroti pentingnya penguatan kewenangan daerah dalam kerangka otonomi daerah.
Ia mengakui adanya persoalan dalam pelaksanaan desentralisasi, termasuk pengalaman sejumlah daerah dalam pengelolaan sumber daya alam yang justru memunculkan praktik korupsi.
Tonton Berita Selengkapnya di Televisi Digital Lingkar TV
Sumber: Parlemen TV
Sosial Media: Ghani Ramadhan