08/08/2026
PATI — Semangat melestarikan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal ditunjukkan masyarakat Kabupaten Pati melalui parade budaya dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Pati.
Beragam potensi dari sejumlah wilayah di Kabupaten Pati diangkat menjadi karya kreatif. Mulai dari batik Juwana, kehidupan nelayan, ritual Kopi Jolong dari Kecamatan Gembong, cerita rakyat dari Kecamatan Trangkil, hingga karya seni berbahan limbah dari komunitas di Juwana.
Salah satu peserta, Bayu dari Juwana, mengatakan konsep yang ditampilkan mengangkat objek pemajuan kebudayaan Pati, khususnya batik yang menjadi salah satu identitas Kecamatan Juwana.
Batik tersebut dikembangkan menjadi identitas kapal Pati. Menariknya, pertunjukan juga melibatkan pembatik cilik berusia empat tahun bernama Ovelia.
“Pembatik itu tidak harus orang tua. Kita kenalkan sejak dini,” ujar Bayu.
Menurutnya, keterlibatan anak-anak dalam kegiatan budaya menjadi bagian penting untuk mengenalkan tradisi kepada generasi berikutnya. Dengan cara tersebut, budaya lokal diharapkan tidak hanya menjadi warisan, tetapi terus berkembang dan dikenal masyarakat luas.
Kreativitas juga terlihat dari peserta yang mengangkat kehidupan masyarakat pesisir. Konsep pertunjukan menggambarkan aktivitas nelayan, mulai dari persiapan melaut, saat berada di laut, hingga kembali pulang.
Sementara itu, perwakilan Kecamatan Gembong mengangkat ritual Kopi Jolong sebagai bagian dari tradisi masyarakat setempat. Proses kreatif untuk mempersiapkan pertunjukan dilakukan selama beberapa pekan, termasuk latihan dan pembuatan berbagai properti pendukung.
Dari Kecamatan Trangkil, peserta mengangkat cerita rakyat dan budaya lokal sebagai bagian dari pertunjukan. Karya tersebut melibatkan kolaborasi antara sejumlah sekolah dan tenaga pendidik.
Tak kalah menarik, komunitas dari Juwana menghadirkan karya seni berupa kostum yang memanfaatkan limbah. Konsep tersebut menjadi bentuk kreativitas masyarakat dalam mengolah material yang sebelumnya dianggap tidak bernilai menjadi karya seni.
Latif Daryanto dari komunitas Ketek Seprapat Juwana mengatakan, karya yang ditampilkan tidak sekadar mengandalkan unsur budaya, tetapi juga mengembangkan karya
Tonton Berita Selengkapnya di Televisi Digital Lingkar TV
Pewarta dan Sosial Media: Ghani Ramadhan