23/02/2026
Pemerintah Gelar Meja Kesepakatan: Kementan Desak GPPU & Integrator Besar Buka Distribusi DOC untuk Peternak Pati
PATI — Gelombang kegelisahan peternak mandiri yang nyaris bermuara pada aksi demonstrasi akhirnya memaksa pemerintah pusat turun tangan. Melalui Kementerian Pertanian, negara bergerak cepat memfasilitasi pertemuan strategis guna membenahi distribusi bibit ayam day old chick (DOC) yang selama ini dikeluhkan tidak merata.
Pertemuan dipimpin Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Drh. Agung Suganda, M.Si. bersama Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, dengan menghadirkan GPPU serta PPMP.
Langkah cepat ini bukan tanpa alasan. Selama ini, distribusi DOC kerap dituding lebih banyak berputar di lingkaran integrator besar, sementara peternak mandiri harus menunggu sisa pasokan dengan harga lebih tinggi dan kepastian yang tidak jelas. Situasi inilah yang memicu ancaman aksi sebagai bentuk tekanan agar keadilan distribusi ditegakkan.
Dalam forum tersebut, pemerintah menegaskan bahwa kepentingan korporasi dan peternak tidak boleh saling meniadakan.
“Kedua kepentingan ini bukan untuk dipertentangkan, melainkan untuk diseimbangkan secara proporsional,” kata Agung saat memimpin rapat koordinasi kebutuhan dan suplai DOC broiler bagi peternak mandiri.
Ia menekankan bahwa produksi DOC nasional sebenarnya mencukupi, sehingga persoalan utama terletak pada tata distribusi yang harus transparan dan tepat sasaran.
“Sesuai dengan arahan Bapak Menteri Pertanian sekaligus menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional, pemerintah hadir sebagai fasilitator dan pembina untuk memastikan tata niaga berjalan sehat, berkeadilan, dan sesuai ketentuan. Yang terpenting bukan hanya kesepakatan di atas kertas, tetapi konsistensi pelaksanaannya di lapangan,” ujarnya.
Dari pertemuan itu lahir komitmen pemenuhan kebutuhan minimal 1.000 box DOC per minggu untuk peternak mandiri. Kesepakatan ini menjadi sinyal tegas bahwa distribusi tak boleh lagi didominasi segelintir pemain besar tanpa pengawasan negara.
Plt Bupati Pati memastikan pemerintah daerah akan mengawal realisasi komitmen tersebut agar benar-benar dirasakan peternak.
“Kabupaten Pati sedang bergerak terus. Kebutuhan ayam di Pati ini sangat banyak. Dan sekiranya dalam hal ini 1.000 box DOC per minggu ini dapat menyuplai peternak di Pati sehingga harapan kami harga ayam terus stabil,” kata Risma.
Dari sisi peternak, kesepakatan ini menjadi titik balik setelah lama dihantui ketidakpastian pasokan DOC.
“Kami dari dari PPMP menyampaikan apresiasi kepada pemerintah bahwa dengan adanya kesepakatan ini peternak bangkit,” ujar Sekjen PPMP Barry.
Ia menambahkan, “Kesepakatan ini menjadi gairah baru bagi peternak.”
Sementara itu, GPPU menyatakan siap menjalankan komitmen dengan melakukan verifikasi kebutuhan peternak mandiri secara langsung.
“GPPU siap mendukung pemerintah dan siap mendukung PPMP,” ujar Ketua IV GPPU Asrokh Nawawi.
Dalam dokumen kesepakatan, pemenuhan DOC final stock ayam ras pedaging bagi anggota PPMP dilakukan secara kontinu minimal 1.000 box per minggu mulai akhir Februari 2026, tanpa bundling pakan dan tetap mengikuti mekanisme bisnis yang berlaku.
Dirjen PKH menegaskan pertemuan ini penting menjelang Idulfitri, saat stabilitas pasokan ayam menjadi perhatian nasional.
“Saya berharap setelah adanya kesepatakan ini tidak ada lagi ruang bagi kesalahpahaman. Yang ada adalah komunikasi terbuka, komitmen yang dijalankan, dan tanggung jawab bersama menjaga stabilitas pasokan serta keberlanjutan usaha,” kata Agung.
Pemerintah memastikan pengawasan distribusi akan diperkuat. Kini sorotan publik tertuju pada implementasi di lapangan: apakah GPPU dan integrator besar benar-benar membuka akses DOC secara adil, atau kesepakatan ini kembali hanya menjadi janji yang menguap setelah tekanan aksi mereda.
Kanalmuria/Tim.