Warta PD AMRI Kota Pekalongan

Warta PD AMRI Kota Pekalongan Media Informasi Kegiatan dan berbagai hal tentang Pimpinan Daerah Angkatan Muda Rifa'iyah dan Jama'a

*NGILMU SEBELUM NGAMAL : KOMPAS WARGA RIFA’IYAH DI TENGAH BADAI ZAMAN*```Lan saben wong tan ilmu gawe amal lakune iku di...
27/02/2026

*NGILMU SEBELUM NGAMAL : KOMPAS WARGA RIFA’IYAH DI TENGAH BADAI ZAMAN*

```Lan saben wong tan ilmu gawe amal lakune
iku ditolak sekeh amal tan katarimane```

```Ugo taksir ing ilmu tan nono binahune
suko bungah keno penglulu gedhe dosane```

Dalam denyut nadi komunal Rifa’iyah, kita tumbuh dengan satu prinsip yang sudah mendarah daging: _Ngilmu sebelum Ngamal_ . Nadham-nadham Mbah Rifa’i yang kerap kita lantunkan bukanlah sekadar warisan sastra lama, melainkan sebuah manifestasi metodologi hidup yang luar biasa modern. Di tengah era yang penuh dengan ketidakpastian dan perubahan yang serba cepat ini, tradisi _"mencari ilmu sebelum melangkah"_ menjadi jangkar yang menjaga kita agar tidak hanyut terseret arus.

Esensi dari ajaran ini adalah kesadaran penuh ( _mindfulness_ ). Sebagai warga Rifa’iyah, kita dituntut untuk menjadi pribadi yang teliti. Kita dididik untuk tidak menjadi _"makmum"_ yang buta terhadap keadaan, atau sekadar menjadi objek yang dipermainkan oleh tren zaman. Setiap tindakan yang kita ambil mulai dari ibadah mahdhah yang paling privat hingga aktivitas sosial yang paling kompleks haruslah berpijak pada landasan argumen hukum dan keilmuan yang kokoh.

Relevansi budaya ini melampaui batas-batas ruang kelas atau pesantren. Tradisi ini adalah jawaban nyata atas tantangan dunia hari ini:
*• Dalam Muamalah :* Kita tidak hanya sekadar bertransaksi, tapi memahami syariat jual beli agar keberkahan tetap terjaga.
*• Dalam Sosial-Politik :* Kita tidak mudah terprovokasi atau menjadi korban hoaks karena kita terbiasa menimbang segala sesuatu dengan timbangan ilmu.
*• Dalam Teknologi & AI :* Kita tidak gagap menghadapi kecerdasan buatan. Sebaliknya, kita mempelajarinya, mencari batas-batas etikanya, lalu menggunakannya sebagai alat untuk kemaslahatan, bukan sekadar menjadi konsumen pasif yang kehilangan jati diri.

Inilah yang membuat warga Rifa’iyah berpotensi menjadi _expert_ dalam kondisi apa pun. Kemampuan untuk mendalami _"ilmu"_ di balik setiap _"amal"_ adalah kunci ketangguhan kita. Kita tidak hanya melakukan sesuatu karena diperintah, tapi karena kita paham mengapa dan bagaimana hal itu harus dilakukan.

Di zaman yang penuh kebisingan ini, mari kita terus merawat tradisi *_Ngilmu sebelum Ngamal._* Dengan ilmu, kita tidak akan pernah menjadi objek zaman, Dengan ilmu, kita adalah subjek yang mampu mewarnai zaman dengan cahaya kebenaran dan ketelitian. Sebab, amal tanpa ilmu adalah kesia-siaan, namun amal dengan ilmu adalah puncak kemuliaan seorang hamba.

_AMS, Benteh, 27 Februari 2026_

29/01/2026

MEWASITI IJO ABANG

Kita sering merasa sudah jadi “Wasit” yang hebat saat menghakimi dunia. Tapi jangan-jangan, kita selama ini salah lapangan?

Di Sinau Bareng Tanbihun kali ini, kita akan diskusikan:

• Wasit itu Penyeimbang: Ia ada agar dunia tidak runtuh karena berat sebelah.

• Prinsip Sakral: Tidak melihat “Siapa”, tapi melihat “Apa”.

• Pertanyaannya: Jika wasit bukan hanya untuk menyemprit orang lain, lalu apa yang sebenarnya sedang “masuk” ke dalam diri kita dan menuntut kita untuk menjadi wasit yang adil?

Jangan sampai kita niatnya mewasiti, malah berakhir jadi pemain yang ikut menyalahkan dan menghina.

🗓 WAKTU & TEMPAT
Hari: Sabtu Malam Ahad Wage
Tanggal: 31 Januari 2026
Jam: 20.00 WIB - Selesai
Tempat: Joglo Mberan
(Seberang Hutan Kota Rajawali, Jl. Dr. Sutomo No.17a, Beran, Watesalit, Batang)

Ayo melingkar. Kita cari tahu, pertandingan macam apa yang sedang terjadi di dalam diri kita masing-masing.

30/12/2025

Tanbihunan: Sinau bareng menuju Qullatain (Dua Kulah)

Dua minggu lalu, di pojok Musholla Uswatun Hasanah, sebuah diskusi kecil saat ngaji malam Senin menyisakan ”endapan” di kepala. Kita bicara soal Air Mutanajis.

Secara syariat, air yang terkena najis itu seolah sudah “selesai”, ia kehilangan fungsinya untuk menyucikan.

Namun, fiqih memberikan celah keajaiban: _jika air-air yang bermasalah itu berkumpul hingga mencapai Qullatain (dua kulah), hingga rasa, bau, dan warnanya kembali normal, maka ia kembali menjadi Air Mutlak. Ia suci dan kembali berdaulat untuk mensucikan._

Ini bukan sekadar aturan bersuci, ini adalah Suluk Sosial.

Kita ini, kalau berdiri sendiri-sendiri, mungkin hanyalah air mutanajis. Kita punya noda, punya kesalahan, dan punya ego yang seringkali “najis” karena merasa paling benar.

Kita mungkin tidak pintar, jauh dari suci. Maka, _Omah Tanbihun_ mengajak kita untuk Sinau Bareng, Tanbihunan Bareng.

Kenapa harus bareng?
Karena kita sedang mengumpulkan tetesan-tetesan _”mutanajis”_ diri kita agar genap menjadi _”Dua Kulah”._

Dalam sinau bareng (Tanbihunan), bau ego kita luruh, warna kesombongan kita memudar, dan rasa merasa-benar kita kembali normal.

Kita berkumpul bukan untuk saling memamerkan kesucian, tapi untuk saling menenggelamkan kekurangan dalam wadah _Omah Tanbihun._

semoga dengan berkumpul dan melebur itulah, kita bisa bertumbuh menjadi sosok yang _”mutlak”_ yang tidak hanya baik untuk diri sendiri, tapi juga bermanfaat dan menyucikan bagi alam semesta.

Mari kita genapi Dua Kulah itu dalam lingkaran Sinau Bareng Omah Tanbihun.

_AMS, Benteh 29 Desember 2025_

23/12/2025

Bumi tidak pernah meminta lebih. Ia hanya ingin dijaga, dirawat, dan dihormati. Namun hari ini, kita justru menyaksikan bumi yang lelah hutan yang habis, air yang tercemar, udara yang kian sesak, dan bencana yang datang silih berganti. Dalam diamnya, seakan bumi bertanya kepada manusia: “Aku salah apa?”

Pertanyaan ini bukan untuk menyalahkan satu pihak, melainkan untuk menggugah kesadaran bersama. Sebagai khalifah di muka bumi, manusia memikul amanah besar—bukan hanya memanfaatkan alam, tetapi juga melindunginya. Ketika keseimbangan rusak, sejatinya yang terluka bukan hanya bumi, melainkan juga kehidupan kita sendiri.

Melalui Forum Tanbihunan edisi Desember, Omah Tanbihun mengajak kita duduk bersama, berdiskusi, dan merenung. Mengaitkan persoalan lingkungan dengan nilai keimanan, budaya, dan tanggung jawab sosial. Forum ini menjadi ruang untuk membuka pikiran, menguatkan nurani, serta merumuskan sikap: apa yang bisa dan harus kita lakukan agar bumi kembali lestari.

Mari hadir, terlibat, dan menjadi bagian dari perubahan.
Ikuti Diskusi Tanbihunan Edisi Desember
🗓 Sabtu Malam Ahad, 27 Desember 2025
🕗 Pukul 20.00 WIB – selesai
📍 Pasar Sugihwaras

Karena menjaga bumi bukan tugas segelintir orang, melainkan tanggung jawab kita bersama.

The Iceberg Model Paradigma system thingking dari model Rajaban di Rifa'iyah Empat level analisa terhadap kegiatan Rajab...
21/12/2025

The Iceberg Model
Paradigma system thingking dari model Rajaban di Rifa'iyah

Empat level analisa terhadap kegiatan Rajaban di Rifa'iyah sesuai dengan The Iceberg Model :

1. Event / Peristiwa
✓ Kejadian yang mudah dipahami, terlihat langsung.

2. Pola / Pattern
✓ Perlu lebih besar observasinya, mencari secara berulang-ulang data diluar dan didalam event.

3. Struktur
✓ Yang mendasari pola bisa terjadi. Bisa pasal, hukum, ad/art, kebiasaan, dll
Mulai cari data yang lebih sulit, butuh mengulik panjang, lebar, dan mendalam.

4. Mental Model
✓ Implicit yang dimiliki manusia, yang berpengaruh pada setiap keputusannya.
Ini paling susah dipahami, harus detail.

Untuk lebih mudah memahami simak gambar dibawah ini
⬇️⬇️⬇️

Tokoh Muhammadiyah Pekalongan Kepincut Kitab Ulama Klasik! Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.Ada kabar menarik ...
27/10/2025

Tokoh Muhammadiyah Pekalongan Kepincut Kitab Ulama Klasik!

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Ada kabar menarik dari Festival Hari Santri Kota Pekalongan pekan lalu!
Stand pameran Karya-karya Syaikh KH Ahmad Rifai mendapat kunjungan istimewa dari Dr. KH Hasan Bisyri, M. Ag (PD Muhammadiyah Kota Pekalongan) pada Rabu (22/10).

Kunjungan ini menjadi sebuah kesyukuran kami karena Kiai Hasan Bisyri menyatakan ketertarikannya untuk mendalami dan membaca langsung karya Syaikh KH Ahmad Rifai.

Fokus Tertuju pada Kitab Nikah Berbentuk Syair:
Beliau secara khusus menyinggung Kitab Tabyinal Ishlah, sebuah karya Syaikh KH Ahmad Rifai yang ditulis tahun 1847 M.

Tahukah Anda? Kitab setebal 216 halaman ini membahas tuntas fasal nikah, ruju’, dan hukum-hukum terkait tentang pernikahan, namun disajikan dalam format yang unik dan indah: rangkaian syair atau nadham! Ini adalah bukti kekayaan literasi ulama Nusantara.

Harapan Besar Kiai Hasan Bisyri:
Menyadari pentingnya khazanah ini, Kiai Hasan Bisyri berharap agar Kitab-kitab Syaikh Ahmad Rifai dapat segera ditulis ulang dan diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Tujuannya agar ilmu dan hikmah dari ulama besar ini bisa diakses dan dipelajari oleh masyarakat luas, termasuk generasi muda kita.

Semoga harapan ini menjadi pemicu semangat untuk melestarikan dan menyebarkan ilmu dari Syaikh KH Ahmad Rifai. Aamiin.

*Catatan Pinggir Pameran Karya Syaikh KH Ahmad Rifai di Hari Santri Nasional*Pekalongan, 22 – 24 Oktober 2025Udara peray...
25/10/2025

*Catatan Pinggir Pameran Karya Syaikh KH Ahmad Rifai di Hari Santri Nasional*

Pekalongan, 22 – 24 Oktober 2025

Udara perayaan Hari Santri Nasional di Pekalongan terasa istimewa. Diprakarsai oleh rekan-rekan Lesbumi Kota Pekalongan, sebuah Pameran Kitab-kitab Ulama Nusantara digelar sebagai rangkaian acara yang diawali dengan Apel Hari Santri dan ditutup dengan Festival Budaya Santri.

Namun, ada satu stan yang berhasil menyedot perhatian dan menyimpan magnet sejarah yang kuat: *Pameran Karya Syaikh KH Ahmad Rifai.*
Di ruangan depan pameran, mata pengunjung langsung tertuju pada deretan kitab dengan sampul khas berwarna hitam, yang populer dijuluki _"Kitab Ireng"_. Keunikan kitab ini tak hanya pada sampulnya, melainkan juga pada isinya yang revolusioner: Kitab-kitab ini ditulis menggunakan _Bahasa Jawa_ dengan aksara _Arab Pegon_. Salah satu karya utamanya adalah _Kitab Tarajjumah_.

Inilah jantung daya tarik pameran tersebut. Perpaduan antara bahasa lokal dan aksara keagamaan telah menjadikan stan _"Kitab Ireng"_ sebagai oase bagi para akademisi, mulai dari santri dan santriwati, mahasiswa, peneliti, budayawan, hingga tokoh-tokoh organisasi keagamaan dan pemerintah yang berdatangan untuk menggali lebih dalam.

Tak hanya sekadar melihat, para pengunjung juga begitu aktif berinteraksi. Suasana di stan tersebut seolah menghidupkan kembali filosofi yang terkandung dalam _Kitab Riayah Awal _Bab Sesuci (_Tanbihun 1_), di mana Syaikh KH Ahmad Rifai menasihatkan: _“Lamun durung faham maka wajib pitakonan”_(Jika belum paham, maka seharusnya bertanya).

Pertanyaan seputar sosok agung Syaikh KH Ahmad Rifai dan pesan-pesan mendalam dalam Kitab Tarajjumah mengalir deras, menunjukkan betapa besarnya kerinduan kolektif terhadap warisan intelektual ulama Nusantara.

Bagi kami, para anak murid dan pecinta ajaran beliau, ini adalah sebuah kesyukuran yang tak ternilai. Dan apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada panitia penyelenggara.

Melalui kegiatan yang luar biasa ini, Syaikh KH Ahmad Rifai dan karya-karya beliau kembali menyapa dan dikenal luas oleh warga Pekalongan dan sekitarnya, menempatkan beliau pada derajat kemuliaan yang layak diakui dan diteruskan oleh generasi masa kini.

Penasaran dengan lebih banyak cerita dan hikmah di balik Kitab Tarajjumah dan perjuangan Syaikh KH Ahmad Rifai?

Nantikan kelanjutannya pada part berikutnya. Tetap ikuti tulisan-tulisan kami !!!

AMS, Kota Pekalongan, Jumat 24 Oktober 2025

🇮🇩 *SINAU BARENG**Meneladani Spirit Perjuangan Syaikhuna KH. Ahmad Rifa’i (Pahlawan Nasional dari Batang)*📅 *Sabtu, 9 Ag...
07/08/2025

🇮🇩 *SINAU BARENG*
*Meneladani Spirit Perjuangan Syaikhuna KH. Ahmad Rifa’i (Pahlawan Nasional dari Batang)*

📅 *Sabtu, 9 Agustus 2025*
📍 *Pendopo Kabupaten Batang*
🕖 *Pukul 19.00 WIB - Selesai*

✨ Sebuah ruang belajar bersama untuk menggali inspirasi perjuangan, nilai-nilai budaya, dan kearifan lokal dari sosok Syaikhuna KH. Ahmad Rifa’i yang ditetapkan sebagai *Pahlawan Nasional*.

🎤 *Keynote Speech:*

* *Faiz Kurniawan* (Bupati Kabupaten Batang)
* *Happy Trenggono* (Tokoh Nasional dari Batang) _*dalam konfirmasi*_

📚 *Narasumber Inspiratif:*

1. *M Fazani* – Intelektual Muda Batang
2. *Arief Dirhamsyah* – Founder Pekalongan Heritage
3. *Gus Asep* – Ahli Literasi Rifa’iyah
4. *Mbak Utin* – Pengrajin Batik Rifa’iyah
5. *H. Slamet* – Saksi sejarah Pengajuan Pahlawan Nasional KH Ahmad Rifa'i

Yuk ramaikan dan ajak teman-temanmu untuk hadir!
*Acara ini terbuka untuk umum*

Didukung oleh: Pemkab Batang
Media Partner: Info Batang, Rifaiyah ID, BatangHelp

Selamat & Sukses Ustadzah Bella Zahra Maulita, S.Pd. atas terpilihnya menjadi Ketua Umum PD Nasyiatul Aisyiyah Kota Peka...
04/03/2024

Selamat & Sukses Ustadzah Bella Zahra Maulita, S.Pd. atas terpilihnya menjadi Ketua Umum PD Nasyiatul Aisyiyah Kota Pekalongan

*Eskalasi Konflik Palestina-Israel : PP Rifa'iyah Secara Tegas Dukung Penuh Kemerdekaan Palestina dan Menyerukan Agar Ko...
16/10/2023

*Eskalasi Konflik Palestina-Israel : PP Rifa'iyah Secara Tegas Dukung Penuh Kemerdekaan Palestina dan Menyerukan Agar Konflik segera diakhiri.*

Rifa'iyah secara tegas menyampaikan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. Ahad(15/10/2023) Ketua Umum Pimpinan Pusat Rifa'iyah Dr. KH. Mukhlisin Muzarie M.Ag saat dimintai keterangan oleh Tim Rifa'iyah Media menyampaikan bahwa Rifa'iyah dengan tegas menyuarakan pandangan organisasi terkait eskalasi konflik perang yang tengah terjadi antara Israel dengan Palestina. Dalam keterangannya menegaskan bahwa Rifaiyah mendukung penuh perjuangan Palestina untuk merebut kemerdekaan mereka dan menyerukan agar perang tersebut segera diakhiri.

Menyikapi situasi konflik yang sedang berlangsung, Dr. KH. Mukhlisin Muzarie M.Ag menyampaikan pandangannya, "Rifaiyah mendukung hak rakyat Palestina untuk merdeka dan hidup dalam kedamaian. Situasi yang kita saksikan di Palestina saat ini adalah penderitaan yang tidak dapat kita abaikan. Banyak rakyat sipil yang menjadi korban dalam konflik ini, dan ini adalah tragedi kemanusiaan yang harus diakhiri."

Dalam konteks konflik yang terus berkecamuk, Dr. KH. Mukhlisin Muzarie M.Ag mengimbau semua pihak untuk segera mencari solusi damai dan menghindari tindakan yang merugikan penduduk sipil. Beliau menjelaskan bahwa perdamaian adalah satu-satunya jalan yang dapat membawa keadilan bagi kedua belah pihak, dan penyelesaian konflik harus mencakup pemenuhan hak-hak dasar rakyat Palestina.

Dalam keterangannya Dr. KH. Mukhlisin Muzarie M.Ag juga mengacu pada data-data terkini yang menunjukkan dampak tragis konflik tersebut pada rakyat sipil, termasuk korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Beliau menyatakan keprihatinannya atas penderitaan yang dialami oleh warga Palestina dan menekankan perlunya tindakan segera untuk mengakhiri pertempuran tersebut.

Sumber : Rifaiyah Media

Address

Jalan Otto Iskandardinata. Rt 001 Rw 007 Kelurahan Kalibaros Pekalongan Timur Kota Pekalongan
Pekalongan

Opening Hours

Monday 08:00 - 20:00
Tuesday 08:00 - 20:00
Wednesday 08:00 - 20:00
Thursday 08:00 - 20:00
Friday 08:00 - 20:00
Saturday 08:00 - 20:00
Sunday 08:00 - 20:00

Telephone

+6281919662512

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Warta PD AMRI Kota Pekalongan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Warta PD AMRI Kota Pekalongan:

Shortcuts

Share

Category