Pecinta Solawat

Pecinta Solawat Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Pecinta Solawat, Media, Pekalongan.

15/03/2026

RAHASIA NAMA NABI MUHAMMAD SAW. MENURUT SYAYIDI SYEKH ABDUL QODIR AL-JAILANI 'QS'

Nabi Muhammad SAW adalah makhluk paling sempurna. Nama yang paling populer di langit dan bumi. Nama yang diberikan oleh Abdul Muthalib untuk kelahirannya.
Dalam kitab As-Safinah Al-Qadiriyah, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani menjelaskan bahwa pada Abdul Muthalib memberi nama “Muhammad”, beliau ditanya oleh seseorang, “Mengapa cucumu diberi nama Muhammad? Bukankah ini adalah nama yang belum pernah digunakan oleh kaummu?”
Lalu, Abdul Muthalib menjawab, “Aku ingin dia dipuji, baik di bumi ataupun di langit.” Ini membuktikan bahwa Allah ternyata mengabulkan doanya, sebagaimana sesungguhnya telah dikehendak oleh Allah sendiri.

Pada suatu malam, Abdul Muthalib bermimpi melihat sebuah rantai yang terbuat dari perak keluar dari punggungnya. Rantai itu memiliki empat ujung; satu berada di langit, satu berada di bumi, satu berada di barat dan satu lagi berada di timur. Kemudian, rantai itu menyatu menjadi sebuah pohon. Setiap helai daunnya memancarkan cahaya. Semua orang, mulai dari barat sampai ke timur seolah-olah bergelantungan kepadanya.

Setelah mimpi itu diceritakan pada orang lain, mimpi tersebut ditafsirkan bahwa kelak dari keturunannya akan lahir seseorang yang menjadi tempat bergantung semua umat manusia. Semua makhluk yang ada di langit maupun di bumi memuji bayi tersebut.

Ibunda Siti Aminah pun pernah mendengar suara yang mengatakan, “Sungguh engkau telah mengandung seorang bayi yang akan memimpin umat ini. Jika engkau telah melahirkannya, maka berikan nama “Muhammad” untuknya. Sebab Allah telah menetapkan nama “Muhammad” ini untuknya, jauh sebelum Dia menciptakan seluruh makhluk-Nya.”

Diriwayatkan p**a oleh Ibnu Asakir dari Ka’ab Al-Akhbar bahwa Adam a.s. melihat nama “Muhammad” tertulis pada tiang ‘Arasy, di langit, pada setiap ruangan istana di surga, di sungai-sungai tempat pemandian bidadari, pada setiap helai daun pohon Thuba dan Sidratul Muntaha, pada ujung-ujung tirai, di kening para Malaikat, dan tidak ada seorang pun yang menggunakan nama “Muhammad” sebelum beliau. Tapi, pada saat kelahiran Muhammad sudah dekat dan ciri-cirinya tersebar luas di kalangan Ahlul-Kitab, maka mereka menggunakan nama tersebut untuk anak-anak mereka, dengan harapan salah satu dari keturunan mereka yang akan menjadi nabi.

Namun demikian, Allah SWT lebih tahu kepada siapa akan memberikan risalahnya. Saat itu jumlah orang yang bernama Muhammad sekitar lima belas orang.

Terdapat banyak perbedaan pendapat tentang nama Rasulullah SAW. Ada yang mengatakan bahwa namanya berjumlah 1000 dan ada p**a yang mengatakan bahwa namanya berjumlah 2020 buah nama. Al-Hafizh Ibnu Dahiyah menyusun satu buah kitab yang menerangkan bahwa nama beliau berjumlah 300 buah.

Abu Abdillah Al-Qurthubi juga menyinggung tentang jumlah nama beliau, menurutnya jumlah nama Rasulullah sebanyak 300 buah. Syekh Burhanuddin Al-Halabi mengatakan, “Di Kairo aku menemukan dua jilid kitab yang berjudul Al-Mustaufa fi Asma Al-Musthafa. Al-Hafizh Al-Sakhawi mengumpulkan semua nama nabi sampai berjumlah 430 buah nama, tetapi nama yang paling akrab dan populer di telinga dan membuat gejolak rindu para pecintanya menjadi tenang adalah nama “Muhammad.”

Sumber Ref;
• Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam kitab As-Safinah Al-Qadiriyah.

15/03/2026

PUNYA HUTANG MENUMPUK, AMALKAN INI:

BARANG SIAPA YANG BANYAK HUTANG DAN SEDIKIT REZEKINYA, MAKA BACALAH SURAH ALI 'IMRAN SATU KALI.
KETIKA SAMPAI PADA FIRMAN ALLAH:

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ ۖ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ ۖ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Qulillāhumma mālika al-mulk tu'tī al-mulka man tashā’ wa tanzi‘u al-mulka mimman tashā’ wa tu‘izzu man tashā’...”
hingga bagian
“wa tarzuqu man tashā’u bighayri ḥisāb.”

Artinya:
“Katakanlah: Wahai Allah, Pemilik segala kerajaan. Engkau memberi kerajaan kepada siapa yang Engkau kehendaki dan mencabut kerajaan dari siapa yang Engkau kehendaki. Engkau memuliakan siapa yang Engkau kehendaki dan menghinakan siapa yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mu segala kebaikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu… dan Engkau memberi rezeki kepada siapa saja yang Engkau kehendaki tanpa batas.”
Ayat tersebut diulang 10 kali, kemudian lanjutkan membaca surah sampai selesai.

Setelah itu membaca:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ صَلَاةً تَكْفِينِي وَتَفُكُّ بِهَا عَنِّي كُلَّ كَرْبٍ عَظِيمٍ يَا عَظِيمُ
“Allāhumma ṣalli ‘alā sayyidinā Muḥammad wa ‘alā ālihi ṣalātan takfīnī wa tafukku bihā ‘annī kulla karbin ‘aẓīm yā ‘Aẓīm.”
7 kali.

Artinya:
“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarganya, dengan suatu shalawat yang mencukupiku dan yang dengannya Engkau lepaskan dariku setiap kesusahan besar, wahai Yang Maha Agung.”

15/03/2026

Waliyullah Habib Umar bin Hafidz Ungkapkan Rahasia Kenapa Tarim Bisa Menjadi Kota Seribu Wali Allah

Pada suatu hari, Habib Umar bin Hafidz mengungkapkan rahasia bagaimana Tarim bisa menjadi kota suci yang dipenuhi ribuan wali, bahkan konon anak kecil disana, belum tumbuh kumisnya sudah bisa menjadi seorang wali yang ahli kasyaf.

“Wanita-wanita Tarim..” tutur Habib Umar, “mereka selalu mendidik anak-anak mereka dengan dzikir dan sholawat sejak kecil. Ketika menggendong anak mereka berdzikir dan bersholawat.

Ketika menyusui mereka berdzikir dan bersholawat. Ketika memasak pun juga begitu. Jadi tidak heran jika putra-putra mereka menjadi para Auliya’ dan Ulama. Bandingkan dengan kebanyakan wanita di zaman sekarang yang menggendong dan menyusui anaknya sambil menonton musalsalat dan hal-hal tak berfaedah lainnya..?”

“Aku masih ingat,” lanjut Habib Umar lagi, “para wanita Tarim yang bertanya hukum dan meminta fatwa kepada ayahku, mereka selalu membuat kasar suara mereka layaknya seorang lelaki.

Mereka tidak melembutkan suara mereka untuk menghindari fitnah dan karena rasa malu mereka teramat tinggi. Bandingkan dengan wanita sekarang yang tidak kenal malu dan malah bermanja-manja menelpon lelaki yang bukan mahromnya?”

Wanita yang baik bukanlah ia yang tidak mempunyai dosa dan kesalahan. Tapi ia adalah seseorang, yang meskipun ia sadar bahwa ia memiliki masa lalu yang kelam, tapi ia tetap terus berusaha menjadi wanita yang di ridhoi Allah dan Rasul-Nya. Meski seringkali terjatuh dan tertatih-tatih , ia tetap terus melawan nafsunya untuk meniti jejak Sayyidah Fatimah, Sayyidah Khodijah dan wanita-wanita agung lainnya.

Dari sinilah, Tarim melahirkan para ulama besar yang jadi waliyullah. Para wali yang tersebar di Indonesia juga masih keturunan wali dari Tarim. Ikatan Tarim Yaman dan Indonesia sangat kuat, mengakar ratusan tahun lalu.

Jangan pernah melewatkan nilai kebajikan yang dilahirkan dari Tarim Yaman. Akan selalu lahir para waliyullah di Tarim dan Indonesia yang akan selalu menyinari dunia.

15/03/2026

KISAH KAROMAH WALIYULLAH MULUT KELUAR MADU JIKA MEMBACA AL-QUR'AN, DAN PERUT TERISI SENDIRI (KENYANG) KETIKA MEMBACA AL-QUR'AN

Taman surga dari seorang wali besar yaitu Al Habib Al Imam Al Qutub Muhammad Jamalullail bin Hasan Al Muallem RA.

Al Habib Muhammad Jamalullail ini digelari Jamalullail karena beliau selalu membaguskan malam²nya dengan beribadah. Beliau dikenal sangat kuat dengan Al-Qur'annya.

Ketika bulan puasa di siang hari, beliau tidak baca Al-Qur'an karena ada alasannya, bukan karena malas baca Al-Qur'an, tetapi karena beliau takut batal puasanya disebabkan apabila beliau sudah membaca Al-Qur'an, beliau mendapatkan fadhol (keutamaan) dari Allah SWT, yaitu ketika beliau membaca Al-Qur'an itu keluar madu di sela-sela gigi beliau. Beliau 8x khatam Al-Qur'an dalam 1 hari.

Setiap bulan Ramadhan, beliau habiskan waktunya dengan ibadah² hingga beliau selalu menyendiri di masjid beliau. Ketika diantarkan makanan kurma dan roti selama 1 bulan, baik saur dan buka beliau, ternyata dalam waktu lebaran makanan itu masih utuh tidak termakan, lalu beliau ditanya anak anak beliau "Wahai Abah, kenapa masih utuh makanan ini?"

Maka beliau menjawab "Wahai anakku, apabila aku sudah membaca Al-Qur'an perutku terisi sendiri hingga aku tidak pernah merasa lapar sama sekali dan aku lupa akan makanan yang kau berikan ini. Sudah, bagikan sama orang saja makanan ini, tidak akan bau dan siapa yang memakan makanan ini akan mendapatkan barokah karena aku setiap hari didatangi ahli barzakh dari para salaf-salafku (didatangi pada waliyullah² pendahulu beliau yang sudah wafat)".

Beliau dikenal setiap bulan Ramadhan selalu menyendiri di masjid beliau di ruang khususnya. Beliau ini termasuk murid dari Imamu Seggaf Al Habib Qutbul Aqtoba Abdurahman Assegaf bin Imam Muhammad Mauladdawilah.

Beliau Al Qutub Al Habib Muhammad Jamalullail inilah laki-laki Rijaullah, waktunya dihabiskan hanya beribadah dan bertaqwa kepada Tuhannya hingga mencapai Maqom Qutub.

Semoga dengan berkat kedudukan beliau ini kita semuanya dikumpulkan bersama beliau kelaknya. Aamiin Ya Allah.🤲

15/03/2026

Kisah Karomah Hadrotusyeikh Romo KH. Ahmad Asrori al Ishaqi. Bisa Melihat Penghuni Makom

Kisah tentang KH Ahmad Asrori al Ishaqi bisa melihat penghuni makom berasal dari Muhamad Musyafa’.

Dalam Disertasinya, ia membeberkan bahwa Yai Asrori sejak kecil memang sudah memiliki berbagai keistimewaan, salah satunya bisa melihat penghuni makom.

Karomah Yai Asrori selain bisa melihat penghuni makom juga dibeberkan oleh,Muhamad Musyafa’ dalam disertasinya.

Selaku murid Yai Asrori al Ishaqi, Muhamad Musyafa’ juga merupakan pengasuh Ponpes Darul Ubudiyah Ihya’ Ulumuddin.

Sejarah telah mencatat bahwa Kyai Asrori memang sosok ulama kharismatik yang memiliki banyak keistimewaaan dan karomah.

Keistimewaan ini tidak hanya diakui oleh ulama ulama Nusantara saja, melainkan para tokoh dari manca negara seperti Timur Tengah juga mengakui kalau Yai Asrori al Ishaqi adalah hamba pilihan.

Diantara tokoh ulama dari mancan negara seperti Habib Umar bin Hafiz, Yaman. Sayyid Muhammad bin Alwi al Maliki dan seterusnya.

Bahkan di satu waktu Habib Jindan salah satu murid Habib Umar bin Hafiz pernah di dawuhi gurunya, Wahai Jindan ketahuilah bahwa ulama di Indonesia yang paling dekat dengan Rasulullah Saw adalah KH Ahmad Asrori al Ishaqi.

Pada saat Yai Asrori berumur 4 tahun, Yai Asrori pernah mengajak seorang santri dari Bawean yang bernama Mawahib untuk berziarah ke makam Sunan Ampel.

Ziarah atau berkunjung kepada orang-orang sholih yang masih hidup atau sudah wafat merupakan salah satu kebiasaan yang dilakukan oleh para salafuna sholih.

Kala itu, ketika Yai Asrori dan Mawahib sampai di pesarean Sunan Ampel, Yai Asrori langsung mengajak p**ang Mawahib.

Mawahib pun akhirnya mengerutu sambil berkata, Gus sampean ini panas-panas ngajak ziarah, begitu sudah sampai di sini kok malah ngajak p**ang.

Ketika Yai Asrori mendengar perkataan tersebut ia pun menjawab; taukah kamu? Saya ngajak p**ang karena baru saja Sunan Ampel pergi.

Seklumit kisah ini menunjukkan bahwa Allah Ta’ala telah memberikan ketajaman mata batin kepada Yai Asrori sejak masa kanak-kanak.

Demikianlah kisah singkat tentang keistimewaan Yai Asrori di masa kanak-kanak dan kisah ini dilansir dari Disertasi Muhamad Musyafa’.
subhanallah......

15/03/2026

Kisah Karomah waliyullah Mbah Arwani Kudus, dalam Sekejap pergi ke Madinah untuk Beli Kurma

Bagi warga Kudus, Jawa Tengah tentu sudah tidak asing dengan nama KH M Arwani Amin Said. Beliau merupakan salah satu ulama kharismatik yang diyakini memiliki banyak karomah dan kelebihan.

Sekilas tentang Mbah Arwani, beliau lahir di Kampung Kerjasan, Kota Kudus pada 15 Rajab 1323 H atau 5 September 1905. Ia adalah putra dari pasangan H. Amin Said dan Hj. Wanifah.

Sebetulnya nama asli beliau adalah Arwani. Tambahan "i" di belakang namanya digunakan sep**ang ibadah haji pertamanya. Adapun Said Amin merupakan nama ayahnya. Hingga wafatnya beliau dikenal sebagai Mbah Arwani atau lengkapnya KH M. Arwani Amin Said.

Mbah Arwani adalah sosok yang haus akan ilmu. Ia sudah banyak berkelana ke berbagai daerah untuk berguru ke ulama-ulama.

Semasa hidupnya, Mbah Arwani mengajar Thariqoh Naqsyabandiyah Kholidiyah yang kegiatanya berpusat di Masjid Kwanaran. Tempat ini dipilih karena suasana di sekelilingnya sepi dan sejuk.

Mbah Arwani termasuk ulama yang memiliki karomah. Konon, kelebihan Mbah Arwani juga saudara-saudaranya adalah berkat orangtuanya yang senang membaca Al-Qur'an. Meski tidak hafal, orangtuanya selalu mengkhatamkan Al-Qur'an.

Salah satu karomah Mbah Arwani adalah mampu pergi ke Madinah dalam sekejap untuk membeli kurma, berikut kisah selengkapnya.

Mbah Arwani pergi ke Madinah dalam sekejap ketika dimintai gurunya, KH Manshur Popongan sesuatu. Saat itu memang KH Manshur sedang dirawat di sebuah rumah sakit di Solo dan Mbah Arwani menjenguknya.

“Mbah Arwani, saya ingin sekali makan kurma hijau. Apa sampeyan bisa mencarikan untukku?" pinta KH Manshur.

Dengan bergegas Mbah Arwani pun menyanggupi permintaan gurunya itu. Dalam sekejap, setelah Mbah Arwani keluar dari kamar tempat gurunya dirawat, Mbah Arwani langsung tiba di Kota Madinah Al-Munawwarah.

Setelah sampai di Madinah, Mbah Arwani pun langsung mencari kurma hijau di sebuah pasar Kota Madinah. Sehabis membeli kurma hijau, Mbah Arwani tidak ingin menyia-nyiakan waktunya untuk ziarah ke makam Rasulullah SAW dan sholat di Masjid Nabawi.

Namun, baru beberapa raka’at sholat selesai didirikan, Mbah Arwani melihat gurunya sudah berada di belakangnya. Betapa kaget Mbah Arwani karena sudah disusul oleh gurunya itu.

Gurunya pun dawuh, “Selesai sholat langsung p**ang, ya?”

“Nggeh, Mbah Yai," jawab Mbah Arwani.

Demikian kisah karomah Mbah Arwani Kudus. Tentu karomah ini merupakan anugerah yang Allah berikan kepadanya. Karomah terjadi atas kehendak dan izin Allah. Wallahu a'lam.

15/03/2026

Kisah Karomah waliyullah habib Lutfi berada di Dua Tempat

Ketua Forum Sufi Dunia Habib Luthfi bin Yahya diyakini oleh sejumlah orang memiliki karomah layaknya seorang waliyullah (Kekasih Allah).

Beberapa kisah karomah wali pada diri Habib Luthfi bin Yahya pun banyak disaksikan oleh sejumlah orang.

Salah satu kisah karomah wali Habib Luthfi bin Yahya yakni mampu membelah diri di dua tempat.

Dikutip CirebonTimes, Sabtu (29/4), ketika itu ada seorang Kiai yang melihat Habib Luthfi bin Yahya tidak sholat. Dalam hati Kiai tersebut terasa ada yang janggal.

Kisah ini seperti yang diceritakan oleh KH Uci Turtusi (Abah Uci) pada salah satu kesempatan pengajiannya.

Diketahui, Kiai yang dimaksud berasal dari Semarang bernama Kiai Masroni. Dia bertamu ke tempat Habib Lutfi bin Yahya dan dibuat kaget melihat Habib Luthfi bin Yahya tidak sholat Duhur, Ashar, dan Maghrib.

Minggu berikutnya, Kiai Masroni datang lagi ke tempat Habib Luthfi bin Yahya. Ia kembali melihat Habib Luthfi bin Yahya tidak sholat.

Dengan kejanggalan tersebut, Kiai Masroni akhirnya timbul pikiran buruk kepada Habib Luthfi bin Yahya. Ia bergumam dalam hati, “Katanya Wali Allah kok gak sholat?”

Habib Lutfi bin Yahya pun mengerti apa yang digelisahkan Kiai tersebut. Lalu, Habib Luthfi bin Yahya menyuruh Kiai Masroni tersebut untuk mengambilkan a***k di tempat biasa Habib Luthfi bin Yahya sholat.

Ternyata Kiai Masroni dikejutkan ada Habib Luthfi bin Yahya sedang sholat di tempat tersebut.

Melihat kejadian karomah wali itu, Kiai Masroni nampak dibuat kaget dan seolah tidak percaya dengan apa yang disaksikannya.

Begitulah para Wali Allah dengan karomah yang dimilikinya. Mereka adalah orang-orang yang sangat teguh menjaga syariat dan tidak akan mau meninggalkan perintah syariat.

Hanya saja kadang-kadang mata dhohir seseorang sering tak mengenali apa yang dijalani yang sebenarnya.

Sehingga, orang yang melihat mudah berburuk sangka. Karomah wali yang dimiliki Habib Luthfi bin Yahya sebenarnya...

15/03/2026

Kisah Karomah. —Waliyullah — K.H. Tubagus Muhammad Falak.

KH Tubagus Muhammad Falak atau lebih Abah Falak adalah seorang ulama kharismatik yang lahir di Banten pada 1842 masehi di Pondok Pesantren Sabi, Desa Purbasari Kabupaten Pandeglang, Banten. Nama aslinya adalah Tubagus Muhammad bin KH Tubagus Abbas.

Gelar falak itu sendiri diberikan oleh gurunya Syekh Sayyid Afandi Turqi, usai dia mempelajari ilmu khasaf dan falak (perbintangan) di Mekkah.

Ayahnya sendiri adalah keturunan keluarga Kesultanan Banten, silsilah dari Syekh Syarif Hidayatullah, sedangkan ibunya ratu Quraysin merupakan keturunan dari Kesultanan Banten.

Salah satu karomahnya adalah saat ingin mendirikan Pesantren Al-Falak di daerah Pagentongan, Desa Gunung Batu, Kecamatan Ciomas, sekitar 9 kilometer dari pusat Kota Bogor, Jawa Barat.

Dia mendapat tantangan dari para dukun yang bermukim di daerah tersebut. Namun Kiai Tubagus Muhammad Falak dengan ilmu hikmah dan karomahnya mampu mengalahkan para dukun tersebut dan membuat masyarakat di Pagentongan percaya bahwa Allah SWT-lah Yang Maha Kuasa dan Penolong sehingga mereka tidak lagi percaya kepada dukun.

Setelah para dukun dikalahkan, sasaran berikutnya adalah para jawara kampung yang seringkali mengganggu kehidupan penduduk. Terutama di malam hari dan di tempat-tempat terpencil. Sehingga Kiai Tubagus Muhammad Falak yang paham dan menguasai ilmu tenaga dalam (kanuragan) mengajarkan Wirid Syaman kepada beberapa santrinya.

Wirid Syaman merupakan doa-doa yang berasal dari ajaran Syekh Syaman disertai jurus dan gerakan-gerakan berkeliling dan maju, dilakukan oleh laki-laki.

Dengan wirid ini, para santri mempercayai seperti mendapat tambahan kekuatan jasmani dan keberanian untuk menghadapi lawan dan pergulatan. Bekal ilmu kanuragan berbasis spiritualitas ini yang kemudian membuat para santri mampu mematahkan gangguan dari para jawara tersebut.

Masyarakat merasa tertolong dengan adanya bantuan dari kiai yang merupakan seorang mursyid (guru besar) Thariqah Qadiriyah wa Naqsyabandiyah ini.

Dengan demikian, tumbuhlah pengakuan masyarakat terhadap kelebihan Kiai Muhammad Falak. Bahkan dalam pandangan awam, Kiai Muhammad Falak tidak hanya dikenal sebagai ulama terkemuka dan sakti yang memiliki banyak ilmu hikmah.

Di Pagetonganlah Tubagus Muhammad juga mendapatkan seorang istri yang bernama Siti Fatimah. Dari Siti Fatimah, dia kemudian dikaruniai seorang putra yang bernama Tubagus Muhammad Thohir atau yang lebih dikenal dengan bapak Acenk. Dari Tb MuhThohir lahirlah beberapa orang cucu dan buyut yang sekarang beberapa diantaranya mengabdi di Pesantren Al-Falak dan sekitarnya. Abah Falak bermukim di Pagentongan hingga akhir hayatnya.

Abah Falak merupakan seorang ulama yang kharismatik, dimana sejumlah ulama besar termasuk para Habib di Nusantara, memberikan pengakuan bahwa dia merupakan seorang waliyullah. Hal itu pernah disampaikan oleh Habib Umar Bin Muhammad bin Hud Al-Attas ( Cipayung ), Habib Soleh Tanggul, Jawa Timur dan Habib Ali Al Habsyi Kwitang, Jakarta .

Salah satu karomah Abah Falak lainnya adalah ketika tiga hari menjelang wafatnya sempat dikunjungi oleh para gurunya yang telah tiada, seperti Syekh Nawawi Al Bantani, Syekh Said Abdul Turqi, Syekh Abdul Karim bahkan juga Syekh Abdul Qodir Jailani.

Ada juga yang mengatakan dia bisa mengetahui apa maksud dan tujuan orang yang akan datang padanya. Selain itu diterangkan p**a, bahwa Abah Falak sering melakukan perjalanan singkat antara Pagentongan ke Banten yang dalam hitungan menit.

Selain ahli Falak, abah juga seorang ahli zikir dan tarekat, setiap harinya Tubagus Muhammad tidak pernah lepas dari tasbih.

Bahkan Abah Falak selalu mengingatkan supaya mulut kita jangan sampai kering, tetapi harus basah dengan berzikir, membaca istigfar dan Salawat Nabi. Abah Falak, termasuk ulama besar yang selalu menjaga kebersihan dan kesehatan tubuhnya Karena itu sudah menjadi kebiasaan setiap pagi memakan dua telur ayam kampung, kemudian jalan-jalan sambil melihat-lihat pondok pesantren, madrasah, majlis ta’lim dan masjid.

Semasa hidupnya Abah Falak dikenal sebagai seorang yang dermawan, banyak orang yang datang kepadanya untuk meminta tolong dan beliau selalu memberikan pertolongan kepada orang-orang yang meminta pertolongan.

Abah falak wafat pada tanggal 19 Juli 1972 M atau 8 Jumadil Akhir 1392 H, di usianya yang ke 130 tahun. Dia dimakamkan di areal Kompleks Pondok Pesantren Al Falak yang tidak jauh dari Masjid Al Falak. Hampir seluruh ulama dan Habib termasuk masyarakat di tanah air banyak yang ikut mensalatkan dan mengantarkan ketempat peristirahatannya yang terakhir.
Subhanallah....

14/03/2026

Kewalian Habib Lutfi. —syekh ahmad atiijani berkata :" (kamu adalah pimpinan sadati alawiiyin kamu adalah lokomotif bagi semua thoriqoh dan tolong jaga throriqoh attijani)

Habib Muhammad Lutfi Pemimpin para habaib sadat alawiyin.

mengulang tulisan dari sayyidi al habib jabal hindi min hadromi..

yg mana saya copas ke mari agar tersimpan sebuah hikmah dan pembelajaran insyaallah

بسم الله الحمد لله الذي علم الانسان ما لم يعلم وافاض من فلبه على لسانه ما شاء من الحكم...

Semoga senantiasa dapat memberi faedah dan catatan ini insya alloh tidak mengada2 dan bnyak saksi dr kalangan alawiyin dan yang hadir dimalam itu termasuk saya dan abah saya....

Tepat pada pukul 11.00 sampe dengan 03.20 menjelang subuh saya beserta abah saya dan tamu para habaib kota pasuruan bercengkrama lama dengan habib lutfi bin yahya...

Ada habib sepuh dari kota pasuruan fam assegaf, yang menanyakan perihal alawiyyin,,,
dan beliau betanya :" bib, sebulan yg lalu sy bermimpi dengan baginda rosul, dalam mimpi itu saya disuruh bertabaruk ke antum oleh baginda rosul karena pimpinan sadat alawiyyin dijaman ini adalah anda ....

Habib lutfi :" ini sebetul nya sulit bib saya critakan, tp berhubung antum datang kesini semoga menjadi saksi dan semua yg disini insya alloh baginda rosul pun menyaksikan ini,

"sebenarnya setahun yang lalu saya didatangi guru-guru thoriqoh saya diantaranya sayidi syekh abdul qodir jailani, sayyidi syekhh bahaudin naqsbandi, sayyidi syekh ahmad rifai, sayyidi syekh abil hasal assadzili, dan sayyidi syekh ahmad attijani juga imam imam thoriqoh lainnya...

Yang dalam.barisan itu berjejer semua imam thoriqoh, adapun yang paling depan diantara barisan itu adalah syekh ahmad attijani, kemudian dipanggil saya kedepan barisan tersebut oleh syekh ahmad attijani...

"bib, ini amanat dari kami dan dari baginda rosul...

(syekh ahmad attijani yang memimpin barisan menyerahkan amanat na'lu/terompah rosul kepada habib lutfi)

syekh ahmad atiijani berkata :" (kamu adalah pimpinan sadati alawiiyin kamu adalah lokomotif bagi semua thoriqoh dan tolong jaga throriqoh attijani)

Kemudian habib sepuh dr pasuruan itu bertanya..

"lah berarti nyambung dah bib mimpi ana itu,,?

Habib lutfi menjawab :" (insya alloh bib.,,.rosul pun sekarang sedang bersaksi atas pekataan saya ini dan anda sekalian yng ada disini...

Insya alloh berita ini tidak saya tambahkan dan kurangi begitu, adanya ini penting saya ungkit karena ini amanat yang umum bagi semua, apalagi yang menyangkut dengan kethoriqohan dan ke alawiyan....

Insya allah ini sudah dapat ijin dr abah...
Pekalongan 29 februari 2020...

Menurut Abuya Uci, Habib Lutfi hafal seluruh wali-wali Allah sedunia baik yang masih hidup dan yang sudah wafat.
Itulah sosok Maulana Habib Lutfi. Karomahnya bukan saja masyhur di Indonesia, tapi juga di seluruh penjuru dunia.

Mudah-mudahan Abah Habib Lutfi diberi umur yang panjang, diberi kesehatan, dan selalu dalam lindungan allah ta'ala dan mudah mudahan kita yang membaca kisah ini dan yang mengirim do'a mendapat aliran barokahnya
امین یارب العالمین

14/03/2026

Kisah Imam Hasan Al-Bashri adalah ulama besar dalam sejarah Islam. Ia berguru langsung kepada para sahabat nabi.

Merujuk pada Ensiklopedia Tasawuf Imam Al-Ghazali karya Abdul Mujieb, Hasan al-Bashri memiliki nama lengkap Abu Said al-Hasan bin Yassar al-Bashri. Ia lahir pada 642 M dan meninggal pada 728 M.

Hasan al-Bashri adalah seorang sufi besar yang lahir di Madinah dari seorang budak yang dimerdekakan, yang bernama Khairah. Ia tinggal di Bashrah dan dikenal sebagai ulama besar, imam besar, dan seorang tabiin besar yang ahli dalam bidang tafsir dan fiqih.

Ilmunya sangat luas dan dalam sehingga ketika etos intelektualitas menurun pada zaman pemerintahan bani Umayyah, Hasan Al-Bashri justru dikerumuni oleh murid dari segala penjuru.

Al-Ghazali bahkan pernah berkata, "Perkataan Hasan Al-Bashri mendekati perkataan Rasulullah SAW. Petunjuk yang didapatnya hampir sama dengan petunjuk para sahabat."

Berbagai cabang pemikiran yang tumbuh dalam sejarah Islam, seperti teologi, hukum Islam, dan tasawuf berpangkal dari ajaran Hasan Al-Bashri. Ia juga sebagai sanad (sandaran) periwayatan sejumlah hadits. Ia dikenal oleh kalangan sahabat di Madinah sebagian besar silsilah sufi menyertakan dirinya.

Menurut sebuah riwayat, aliran Muktazilah lahir setelah memisahkan diri dari mazhab Hasan Al-Bashri. Hasan sebagai tokoh besar pada zamannya tidak meninggalkan sebuah tulisan apapun, namun keterangan pemikirannya dikutip oleh sejumlah murid-muridnya.

Kebesaran dan keleluasaan pengetahuannya melebihi kebesaran tokoh-tokoh yang meninggalkan karya tulisan. Hasan dikenal dengan ucapannya "Dunia ini adalah sebuah jembatan di mana kamu sekalian sedang menyeberanginya dan kamu sekalian tidak pernah bersusah payah mendirikannya."

Menurut sebuah keterangan Hasan Al-Bashri juga berkata, "Allah SWT menjadikan puasa sebagai latihan dasar bagi setiap hamba-Nya yang kan mengantarkan mereka menuju ketaatan kepada-Nya. Di antara manusia ada yang berhasil dan mendapatkan penghargaan (dalam berpuasa); sementara yang lainnya mengalami kegagalan dan meraih hasil yang mengecewakan. Demi seluruh hidupku, andaikan penutup (hijab) dibukakan, niscaya orang saleh akan semakin sibuk dengan kebajikannya dan para pelaku kejahatan segera menggantikan bajunya atau meminyaki rambutnya."

Disebutkan dalam Kitab Halu Salaf Ma'ah Al-Qur'an karya Badar bin Nashir Al-Badar, Hasan al-Bashri mengambil periwatannya dari Ali bin Abi Thalib, Anas bin Malik, Ibnu Umar, dan banyak lagi lainnya baik dari kalangan sahabat nabi maupun tabiin.

Wawan Susetya dalam buku Kisah Sufi turut menceritakan kisah Hasan Al-Bashri. Sebagai salah seorang di antara tokoh-tokoh suci yang terbesar pada masa awal sejarah Islam, sebelumnya Hasan Al-Bashri juga menekuni bisnis batu permata untuk keperluan hidup sehari-harinya.

Oleh karena itu, Hasan mendapat julukan "Si pedagang mutiara". Karena kegiatannya berdagang batu permata itu, ia mempunyai relasi bisnis yang banyak, di antaranya dengan Bizantium. Oleh karena itu, ia berhubungan dengan para jenderal dan menteri kaisar.

• Nasihat Hasan al-Bashri

Hasan al-Bashri yang dikenal dengan jalan tasawuf-nya meninggalkan sejumlah nasihat. Mengutip buku Mawa'izh al-Imam al-Bashri karya Abdul Wahid Hasan dan diterjemahkan oleh Anding Mujadihid, berikut beberapa nasihatnya,

• Lidah Orang yang Berakal

Hasan Al-Bashri berkata, "Lidah orang yang berakal ada di balik hatinya. Bila ia hendak berbicara, ia berpikir terlebih dahulu. Bila bermanfaat untuk dirinya, ia bicara. Bila membahayakan dirinya, ia diam."

• Akal

Hasan Al-Bashri berkata, "Allah SWT tidak menganugerahkan akal kepada seseorang, kecuali Allah SWT akan meminta pertanggungjawaban, pada suatu hari, untuk apa akal itu digunakan."

"Seseorang bisa saja menjadi alim, namun belum tentu menjadi abid (tekun beribadah kepada Allah SWT). Seseorang bisa saja menjadi abid, namun belum tentu menjadi orang alim."

• Cukup Dirimu Sendiri sebagai Penghitung Amal

Hasan al-Bashri berkata, "Wahai anak cucu Adam, ingatlah firman Allah SWT, 'Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (Sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka. Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu.' (QS Al Isra: 14)" Wallahu a'lam bishawab.

14/03/2026

Moment Pertemuan dua Waliyullah Shohibul Wilayah Pakunya Banten & Pakunya Jateng.

• Syekh Abuya KH. Ahmad Muhtadi Cidahu "Menampilkan karakter Zuhud, sederhana & tawadhu"

• Al Habib Muhammad Luthfi bin Yahya
"Menampilkan karakter sufi, wibawa & penuh ketenangan"

Semoga ulama ulama kita khususnya yg ada di Indonesia 🇲🇨 Allah tambah tambah kemuliaannya, di panjangkan umurnya niatnya agar terus dapat membimbing kita, dan semoga Allah selalu menjaga beliau beliau...
Aamiin ....🤲

Address

Pekalongan
51173

Telephone

+6283862147012

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pecinta Solawat posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category