Pecinta Solawat

Call Directions

Pecinta Solawat Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Pecinta Solawat, Media, Pekalongan.

15/03/2026

Waliyullah Habib Umar bin Hafidz Ungkapkan Rahasia Kenapa Tarim Bisa Menjadi Kota Seribu Wali Allah

Pada suatu hari, Habib Umar bin Hafidz mengungkapkan rahasia bagaimana Tarim bisa menjadi kota suci yang dipenuhi ribuan wali, bahkan konon anak kecil disana, belum tumbuh kumisnya sudah bisa menjadi seorang wali yang ahli kasyaf.

“Wanita-wanita Tarim..” tutur Habib Umar, “mereka selalu mendidik anak-anak mereka dengan dzikir dan sholawat sejak kecil. Ketika menggendong anak mereka berdzikir dan bersholawat.

Ketika menyusui mereka berdzikir dan bersholawat. Ketika memasak pun juga begitu. Jadi tidak heran jika putra-putra mereka menjadi para Auliya’ dan Ulama. Bandingkan dengan kebanyakan wanita di zaman sekarang yang menggendong dan menyusui anaknya sambil menonton musalsalat dan hal-hal tak berfaedah lainnya..?”

“Aku masih ingat,” lanjut Habib Umar lagi, “para wanita Tarim yang bertanya hukum dan meminta fatwa kepada ayahku, mereka selalu membuat kasar suara mereka layaknya seorang lelaki.

Mereka tidak melembutkan suara mereka untuk menghindari fitnah dan karena rasa malu mereka teramat tinggi. Bandingkan dengan wanita sekarang yang tidak kenal malu dan malah bermanja-manja menelpon lelaki yang bukan mahromnya?”

Wanita yang baik bukanlah ia yang tidak mempunyai dosa dan kesalahan. Tapi ia adalah seseorang, yang meskipun ia sadar bahwa ia memiliki masa lalu yang kelam, tapi ia tetap terus berusaha menjadi wanita yang di ridhoi Allah dan Rasul-Nya. Meski seringkali terjatuh dan tertatih-tatih , ia tetap terus melawan nafsunya untuk meniti jejak Sayyidah Fatimah, Sayyidah Khodijah dan wanita-wanita agung lainnya.

Dari sinilah, Tarim melahirkan para ulama besar yang jadi waliyullah. Para wali yang tersebar di Indonesia juga masih keturunan wali dari Tarim. Ikatan Tarim Yaman dan Indonesia sangat kuat, mengakar ratusan tahun lalu.

Jangan pernah melewatkan nilai kebajikan yang dilahirkan dari Tarim Yaman. Akan selalu lahir para waliyullah di Tarim dan Indonesia yang akan selalu menyinari dunia.

15/03/2026

Kisah Karomah Hadrotusyeikh Romo KH. Ahmad Asrori al Ishaqi. Bisa Melihat Penghuni Makom

Kisah tentang KH Ahmad Asrori al Ishaqi bisa melihat penghuni makom berasal dari Muhamad Musyafa’.

Dalam Disertasinya, ia membeberkan bahwa Yai Asrori sejak kecil memang sudah memiliki berbagai keistimewaan, salah satunya bisa melihat penghuni makom.

Karomah Yai Asrori selain bisa melihat penghuni makom juga dibeberkan oleh,Muhamad Musyafa’ dalam disertasinya.

Selaku murid Yai Asrori al Ishaqi, Muhamad Musyafa’ juga merupakan pengasuh Ponpes Darul Ubudiyah Ihya’ Ulumuddin.

Sejarah telah mencatat bahwa Kyai Asrori memang sosok ulama kharismatik yang memiliki banyak keistimewaaan dan karomah.

Keistimewaan ini tidak hanya diakui oleh ulama ulama Nusantara saja, melainkan para tokoh dari manca negara seperti Timur Tengah juga mengakui kalau Yai Asrori al Ishaqi adalah hamba pilihan.

Diantara tokoh ulama dari mancan negara seperti Habib Umar bin Hafiz, Yaman. Sayyid Muhammad bin Alwi al Maliki dan seterusnya.

Bahkan di satu waktu Habib Jindan salah satu murid Habib Umar bin Hafiz pernah di dawuhi gurunya, Wahai Jindan ketahuilah bahwa ulama di Indonesia yang paling dekat dengan Rasulullah Saw adalah KH Ahmad Asrori al Ishaqi.

Pada saat Yai Asrori berumur 4 tahun, Yai Asrori pernah mengajak seorang santri dari Bawean yang bernama Mawahib untuk berziarah ke makam Sunan Ampel.

Ziarah atau berkunjung kepada orang-orang sholih yang masih hidup atau sudah wafat merupakan salah satu kebiasaan yang dilakukan oleh para salafuna sholih.

Kala itu, ketika Yai Asrori dan Mawahib sampai di pesarean Sunan Ampel, Yai Asrori langsung mengajak p**ang Mawahib.

Mawahib pun akhirnya mengerutu sambil berkata, Gus sampean ini panas-panas ngajak ziarah, begitu sudah sampai di sini kok malah ngajak p**ang.

Ketika Yai Asrori mendengar perkataan tersebut ia pun menjawab; taukah kamu? Saya ngajak p**ang karena baru saja Sunan Ampel pergi.

Seklumit kisah ini menunjukkan bahwa Allah Ta’ala telah memberikan ketajaman mata batin kepada Yai Asrori sejak masa kanak-kanak.

Demikianlah kisah singkat tentang keistimewaan Yai Asrori di masa kanak-kanak dan kisah ini dilansir dari Disertasi Muhamad Musyafa’.
subhanallah......

15/03/2026

Kisah Karomah waliyullah Mbah Arwani Kudus, dalam Sekejap pergi ke Madinah untuk Beli Kurma

Bagi warga Kudus, Jawa Tengah tentu sudah tidak asing dengan nama KH M Arwani Amin Said. Beliau merupakan salah satu ulama kharismatik yang diyakini memiliki banyak karomah dan kelebihan.

Sekilas tentang Mbah Arwani, beliau lahir di Kampung Kerjasan, Kota Kudus pada 15 Rajab 1323 H atau 5 September 1905. Ia adalah putra dari pasangan H. Amin Said dan Hj. Wanifah.

Sebetulnya nama asli beliau adalah Arwani. Tambahan "i" di belakang namanya digunakan sep**ang ibadah haji pertamanya. Adapun Said Amin merupakan nama ayahnya. Hingga wafatnya beliau dikenal sebagai Mbah Arwani atau lengkapnya KH M. Arwani Amin Said.

Mbah Arwani adalah sosok yang haus akan ilmu. Ia sudah banyak berkelana ke berbagai daerah untuk berguru ke ulama-ulama.

Semasa hidupnya, Mbah Arwani mengajar Thariqoh Naqsyabandiyah Kholidiyah yang kegiatanya berpusat di Masjid Kwanaran. Tempat ini dipilih karena suasana di sekelilingnya sepi dan sejuk.

Mbah Arwani termasuk ulama yang memiliki karomah. Konon, kelebihan Mbah Arwani juga saudara-saudaranya adalah berkat orangtuanya yang senang membaca Al-Qur'an. Meski tidak hafal, orangtuanya selalu mengkhatamkan Al-Qur'an.

Salah satu karomah Mbah Arwani adalah mampu pergi ke Madinah dalam sekejap untuk membeli kurma, berikut kisah selengkapnya.

Mbah Arwani pergi ke Madinah dalam sekejap ketika dimintai gurunya, KH Manshur Popongan sesuatu. Saat itu memang KH Manshur sedang dirawat di sebuah rumah sakit di Solo dan Mbah Arwani menjenguknya.

“Mbah Arwani, saya ingin sekali makan kurma hijau. Apa sampeyan bisa mencarikan untukku?" pinta KH Manshur.

Dengan bergegas Mbah Arwani pun menyanggupi permintaan gurunya itu. Dalam sekejap, setelah Mbah Arwani keluar dari kamar tempat gurunya dirawat, Mbah Arwani langsung tiba di Kota Madinah Al-Munawwarah.

Setelah sampai di Madinah, Mbah Arwani pun langsung mencari kurma hijau di sebuah pasar Kota Madinah. Sehabis membeli kurma hijau, Mbah Arwani tidak ingin menyia-nyiakan waktunya untuk ziarah ke makam Rasulullah SAW dan sholat di Masjid Nabawi.

Namun, baru beberapa raka’at sholat selesai didirikan, Mbah Arwani melihat gurunya sudah berada di belakangnya. Betapa kaget Mbah Arwani karena sudah disusul oleh gurunya itu.

Gurunya pun dawuh, “Selesai sholat langsung p**ang, ya?”

“Nggeh, Mbah Yai," jawab Mbah Arwani.

Demikian kisah karomah Mbah Arwani Kudus. Tentu karomah ini merupakan anugerah yang Allah berikan kepadanya. Karomah terjadi atas kehendak dan izin Allah. Wallahu a'lam.

15/03/2026

Kisah Karomah waliyullah habib Lutfi berada di Dua Tempat

Ketua Forum Sufi Dunia Habib Luthfi bin Yahya diyakini oleh sejumlah orang memiliki karomah layaknya seorang waliyullah (Kekasih Allah).

Beberapa kisah karomah wali pada diri Habib Luthfi bin Yahya pun banyak disaksikan oleh sejumlah orang.

Salah satu kisah karomah wali Habib Luthfi bin Yahya yakni mampu membelah diri di dua tempat.

Dikutip CirebonTimes, Sabtu (29/4), ketika itu ada seorang Kiai yang melihat Habib Luthfi bin Yahya tidak sholat. Dalam hati Kiai tersebut terasa ada yang janggal.

Kisah ini seperti yang diceritakan oleh KH Uci Turtusi (Abah Uci) pada salah satu kesempatan pengajiannya.

Diketahui, Kiai yang dimaksud berasal dari Semarang bernama Kiai Masroni. Dia bertamu ke tempat Habib Lutfi bin Yahya dan dibuat kaget melihat Habib Luthfi bin Yahya tidak sholat Duhur, Ashar, dan Maghrib.

Minggu berikutnya, Kiai Masroni datang lagi ke tempat Habib Luthfi bin Yahya. Ia kembali melihat Habib Luthfi bin Yahya tidak sholat.

Dengan kejanggalan tersebut, Kiai Masroni akhirnya timbul pikiran buruk kepada Habib Luthfi bin Yahya. Ia bergumam dalam hati, “Katanya Wali Allah kok gak sholat?”

Habib Lutfi bin Yahya pun mengerti apa yang digelisahkan Kiai tersebut. Lalu, Habib Luthfi bin Yahya menyuruh Kiai Masroni tersebut untuk mengambilkan a***k di tempat biasa Habib Luthfi bin Yahya sholat.

Ternyata Kiai Masroni dikejutkan ada Habib Luthfi bin Yahya sedang sholat di tempat tersebut.

Melihat kejadian karomah wali itu, Kiai Masroni nampak dibuat kaget dan seolah tidak percaya dengan apa yang disaksikannya.

Begitulah para Wali Allah dengan karomah yang dimilikinya. Mereka adalah orang-orang yang sangat teguh menjaga syariat dan tidak akan mau meninggalkan perintah syariat.

Hanya saja kadang-kadang mata dhohir seseorang sering tak mengenali apa yang dijalani yang sebenarnya.

Sehingga, orang yang melihat mudah berburuk sangka. Karomah wali yang dimiliki Habib Luthfi bin Yahya sebenarnya...

15/03/2026

Kisah Karomah. —Waliyullah — K.H. Tubagus Muhammad Falak.

KH Tubagus Muhammad Falak atau lebih Abah Falak adalah seorang ulama kharismatik yang lahir di Banten pada 1842 masehi di Pondok Pesantren Sabi, Desa Purbasari Kabupaten Pandeglang, Banten. Nama aslinya adalah Tubagus Muhammad bin KH Tubagus Abbas.

Gelar falak itu sendiri diberikan oleh gurunya Syekh Sayyid Afandi Turqi, usai dia mempelajari ilmu khasaf dan falak (perbintangan) di Mekkah.

Ayahnya sendiri adalah keturunan keluarga Kesultanan Banten, silsilah dari Syekh Syarif Hidayatullah, sedangkan ibunya ratu Quraysin merupakan keturunan dari Kesultanan Banten.

Salah satu karomahnya adalah saat ingin mendirikan Pesantren Al-Falak di daerah Pagentongan, Desa Gunung Batu, Kecamatan Ciomas, sekitar 9 kilometer dari pusat Kota Bogor, Jawa Barat.

Dia mendapat tantangan dari para dukun yang bermukim di daerah tersebut. Namun Kiai Tubagus Muhammad Falak dengan ilmu hikmah dan karomahnya mampu mengalahkan para dukun tersebut dan membuat masyarakat di Pagentongan percaya bahwa Allah SWT-lah Yang Maha Kuasa dan Penolong sehingga mereka tidak lagi percaya kepada dukun.

Setelah para dukun dikalahkan, sasaran berikutnya adalah para jawara kampung yang seringkali mengganggu kehidupan penduduk. Terutama di malam hari dan di tempat-tempat terpencil. Sehingga Kiai Tubagus Muhammad Falak yang paham dan menguasai ilmu tenaga dalam (kanuragan) mengajarkan Wirid Syaman kepada beberapa santrinya.

Wirid Syaman merupakan doa-doa yang berasal dari ajaran Syekh Syaman disertai jurus dan gerakan-gerakan berkeliling dan maju, dilakukan oleh laki-laki.

Dengan wirid ini, para santri mempercayai seperti mendapat tambahan kekuatan jasmani dan keberanian untuk menghadapi lawan dan pergulatan. Bekal ilmu kanuragan berbasis spiritualitas ini yang kemudian membuat para santri mampu mematahkan gangguan dari para jawara tersebut.

Masyarakat merasa tertolong dengan adanya bantuan dari kiai yang merupakan seorang mursyid (guru besar) Thariqah Qadiriyah wa Naqsyabandiyah ini.

Dengan demikian, tumbuhlah pengakuan masyarakat terhadap kelebihan Kiai Muhammad Falak. Bahkan dalam pandangan awam, Kiai Muhammad Falak tidak hanya dikenal sebagai ulama terkemuka dan sakti yang memiliki banyak ilmu hikmah.

Di Pagetonganlah Tubagus Muhammad juga mendapatkan seorang istri yang bernama Siti Fatimah. Dari Siti Fatimah, dia kemudian dikaruniai seorang putra yang bernama Tubagus Muhammad Thohir atau yang lebih dikenal dengan bapak Acenk. Dari Tb MuhThohir lahirlah beberapa orang cucu dan buyut yang sekarang beberapa diantaranya mengabdi di Pesantren Al-Falak dan sekitarnya. Abah Falak bermukim di Pagentongan hingga akhir hayatnya.

Abah Falak merupakan seorang ulama yang kharismatik, dimana sejumlah ulama besar termasuk para Habib di Nusantara, memberikan pengakuan bahwa dia merupakan seorang waliyullah. Hal itu pernah disampaikan oleh Habib Umar Bin Muhammad bin Hud Al-Attas ( Cipayung ), Habib Soleh Tanggul, Jawa Timur dan Habib Ali Al Habsyi Kwitang, Jakarta .

Salah satu karomah Abah Falak lainnya adalah ketika tiga hari menjelang wafatnya sempat dikunjungi oleh para gurunya yang telah tiada, seperti Syekh Nawawi Al Bantani, Syekh Said Abdul Turqi, Syekh Abdul Karim bahkan juga Syekh Abdul Qodir Jailani.

Ada juga yang mengatakan dia bisa mengetahui apa maksud dan tujuan orang yang akan datang padanya. Selain itu diterangkan p**a, bahwa Abah Falak sering melakukan perjalanan singkat antara Pagentongan ke Banten yang dalam hitungan menit.

Selain ahli Falak, abah juga seorang ahli zikir dan tarekat, setiap harinya Tubagus Muhammad tidak pernah lepas dari tasbih.

Bahkan Abah Falak selalu mengingatkan supaya mulut kita jangan sampai kering, tetapi harus basah dengan berzikir, membaca istigfar dan Salawat Nabi. Abah Falak, termasuk ulama besar yang selalu menjaga kebersihan dan kesehatan tubuhnya Karena itu sudah menjadi kebiasaan setiap pagi memakan dua telur ayam kampung, kemudian jalan-jalan sambil melihat-lihat pondok pesantren, madrasah, majlis ta’lim dan masjid.

Semasa hidupnya Abah Falak dikenal sebagai seorang yang dermawan, banyak orang yang datang kepadanya untuk meminta tolong dan beliau selalu memberikan pertolongan kepada orang-orang yang meminta pertolongan.

Abah falak wafat pada tanggal 19 Juli 1972 M atau 8 Jumadil Akhir 1392 H, di usianya yang ke 130 tahun. Dia dimakamkan di areal Kompleks Pondok Pesantren Al Falak yang tidak jauh dari Masjid Al Falak. Hampir seluruh ulama dan Habib termasuk masyarakat di tanah air banyak yang ikut mensalatkan dan mengantarkan ketempat peristirahatannya yang terakhir.
Subhanallah....

Address

Pekalongan
51173

Telephone

+6283862147012

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pecinta Solawat posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category