Sragi sakpore

Sragi sakpore Informasi | Berita & Media
life style and entertainment

share informasi melalui :
0814 1048 3529 (WhatsApp) Sragi Sakpore Official Fanspage

13/08/2026
Teman semeja coffee and space sragi komplek pabrik gula sragi …
13/08/2026

Teman semeja coffee and space sragi komplek pabrik gula sragi …

Seng Lagi Anget Lhur! Nama Gus Miftah Muncul di Sidang Korupsi Jalur Ganda Kereta, Jaksa Sebut Ada Dugaan Aliran Dana Rp...
28/07/2026

Seng Lagi Anget Lhur! Nama Gus Miftah Muncul di Sidang Korupsi Jalur Ganda Kereta, Jaksa Sebut Ada Dugaan Aliran Dana Rp100 Juta

Nama pendakwah asal Yogyakarta, Gus Miftah, menjadi perhatian publik setelah disebut dalam sidang kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalur ganda kereta api Solo–Semarang (JGSS) di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (13/7).

Nama tersebut muncul ketika Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) milik mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, Dheki Martin, dalam persidangan yang menjerat Bupati Pati nonaktif, Sudewo.

Di hadapan majelis hakim, jaksa menyebut adanya dugaan aliran dana sebesar Rp100 juta kepada Gus Miftah. Untuk memastikan identitas sosok yang dimaksud, jaksa bahkan menyinggung ciri khas rambut gondrong Gus Miftah serta insiden "penjual es teh" yang sempat viral.

> "Gus Miftah yang rambutnya gondrong dapat duit dari bapak (Dheki) dari duit proyek supaya orang tahu," ujar jaksa saat membacakan isi BAP di persidangan.

Saat ditanya mengenai isi BAP tersebut, Dheki Martin tidak membantah keterangan yang dibacakan jaksa.

Kasus ini berkaitan dengan proyek pembangunan jalur ganda kereta api Solo–Semarang yang memiliki nilai kontrak sekitar Rp143–144 miliar. Dalam perkara tersebut, Sudewo didakwa menerima fee sekitar 0,5 persen dari nilai proyek atau sekitar Rp721,5 juta. Selain itu, ia juga menghadapi perkara lain terkait dugaan suap jual beli jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Gus Miftah mengenai penyebutan namanya dalam persidangan tersebut. Perlu diketahui bahwa penyebutan nama dalam persidangan bukan berarti yang bersangkutan terbukti melakukan tindak pidana. Proses hukum masih berlangsung dan fakta-fakta di persidangan akan menjadi dasar penilaian majelis hakim.

Sumber: Diolah dari Kompas.

GEGER! Perangkat Desa Kalipancur Ditemukan Tak Bernyawa di Tengah Sawah, Penemuan Pagi Hari Ini Bikin Warga Bojong Heboh...
28/07/2026

GEGER! Perangkat Desa Kalipancur Ditemukan Tak Bernyawa di Tengah Sawah, Penemuan Pagi Hari Ini Bikin Warga Bojong Heboh

PEKALONGAN – Pagi yang semula tenang di Desa Kalipancur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, mendadak berubah menjadi kepanikan. Warga dibuat geger setelah seorang perangkat desa ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di area persawahan belakang SD Negeri 01 Kalipancur, Selasa (28/7/2026).

Korban diketahui bernama Rusyanto (57), yang merupakan perangkat Desa Kalipancur. Penemuan tersebut sontak mengundang perhatian warga. Dalam waktu singkat, lokasi dipenuhi masyarakat yang ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Peristiwa bermula sekitar pukul 07.15 WIB saat seorang petani datang untuk mengecek sawah yang dialiri air pada malam sebelumnya. Betapa terkejutnya ia ketika melihat sesuatu yang menyerupai kaki manusia mencuat dari lumpur sawah. Setelah didekati, ternyata benar ada seorang pria yang sudah tidak bergerak. Saksi pun segera berlari meminta pertolongan warga dan melaporkan kejadian itu kepada Kepala Desa Kalipancur.

Laporan tersebut langsung diteruskan ke Polsek Bojong dan Polres Pekalongan. Tak lama kemudian, Tim Inafis bersama petugas kepolisian, Puskesmas Bojong, dan PMI tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP, identifikasi, serta mengevakuasi jenazah korban.

Saat proses olah TKP, petugas juga mengamankan sejumlah barang yang ditemukan di sekitar lokasi, di antaranya sebilah senjata tajam dan bongkahan bata cor. Seluruh barang tersebut kini diamankan sebagai bagian dari penyelidikan.

Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Kraton untuk menjalani pemeriksaan medis. Hingga berita ini ditulis, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban dengan memeriksa saksi-saksi, mengumpulkan barang bukti, serta menunggu hasil pemeriksaan medis.

REKOR YANG TAK DIINGINKAN! 😦Timnas Argentina mencatatkan rekor yang tak pernah terjadi sebelumnya di partai final Piala ...
28/07/2026

REKOR YANG TAK DIINGINKAN! 😦

Timnas Argentina mencatatkan rekor yang tak pernah terjadi sebelumnya di partai final Piala Dunia 2026. 🇦🇷

Selama 90 menit pertandingan, Argentina gagal melepaskan satu pun tembakan ke arah gawang lawan. Ini menjadi pertama kalinya dalam sejarah final Piala Dunia ada tim yang menutup laga tanpa mencatatkan satu pun percobaan tembakan.

Catatan yang tentu menjadi sorotan pecinta sepak bola dunia dan akan dikenang sebagai salah satu statistik paling mengejutkan dalam sejarah final Piala Dunia.

💬 Menurut kalian, apa penyebab Argentina tampil di bawah performa pada laga final kali ini?

Siap-siap bolo-bolo sing nunggak pajak bakal di tekani Pak RT/RW Target PKB Belum Tercapai, Pemkab Pekalongan Libatkan R...
28/07/2026

Siap-siap bolo-bolo sing nunggak pajak bakal di tekani Pak RT/RW

Target PKB Belum Tercapai, Pemkab Pekalongan Libatkan RT/RW untuk Kejar Pendapatan Daerah

PEKALONGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan mulai memperkuat upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan melibatkan pemerintah desa hingga jajaran RT dan RW dalam mendorong masyarakat membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Langkah ini dilakukan setelah capaian penerimaan PKB di Kabupaten Pekalongan dinilai masih belum memenuhi target yang diharapkan.

Arahan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., saat menghadiri Roadshow bersama Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Tengah di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Selasa (21/7/2026).

Dalam sambutannya, Sukirman menegaskan bahwa Pajak Kendaraan Bermotor hingga kini masih menjadi salah satu sumber utama Pendapatan Asli Daerah. Menurutnya, penerimaan pajak tersebut sangat berperan dalam mendukung pembiayaan pembangunan daerah, terutama di tengah kondisi fiskal nasional yang masih menghadapi berbagai tantangan.

Berdasarkan hasil evaluasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Pekalongan masih berada pada kategori menengah dalam capaian percepatan penarikan PKB. Oleh karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah bergerak bersama agar target penerimaan dapat segera dikejar pada bulan-bulan mendatang.

Sukirman juga menginstruksikan Sekretaris Daerah untuk segera mengoordinasikan pembagian tugas kepada organisasi perangkat daerah terkait, termasuk memperkuat sinergi dengan pemerintah desa hingga tingkat RT dan RW.

Menurutnya, aparatur di tingkat bawah memiliki peran strategis karena lebih memahami kondisi masyarakat di wilayah masing-masing. Dengan kedekatan tersebut, RT, RW, dan pemerintah desa diharapkan mampu mengingatkan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memenuhi kewajiban membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) maupun Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Selain itu, seluruh kepala perangkat daerah juga diminta aktif menyampaikan pentingnya membayar pajak setiap kali berinteraksi dengan masyarakat maupun tokoh-tokoh di wilayahnya.

Sukirman menekankan bahwa pembangunan infrastruktur seperti jalan yang lebih baik, penerangan jalan umum (PJU), serta berbagai fasilitas publik lainnya tidak lepas dari kontribusi masyarakat melalui pembayaran pajak yang tertib dan tepat waktu.

Pemkab Pekalongan berharap kolaborasi seluruh unsur pemerintahan hingga tingkat RT dan RW dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak, sehingga target PAD tahun 2026 dapat tercapai dan pembangunan daerah berjalan lebih optimal.

Artikel diolah dari prokompim

Perjuangan Warga Berbuah Hasil, Perlintasan Tengengwetan Resmi Dibuka Kembali Setelah Sempat Ditutup Pascakecelakaan Mau...
28/07/2026

Perjuangan Warga Berbuah Hasil, Perlintasan Tengengwetan Resmi Dibuka Kembali Setelah Sempat Ditutup Pascakecelakaan Maut

PEKALONGAN TRENDING – Perjuangan panjang warga Desa Tengengwetan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, akhirnya membuahkan hasil. Perlintasan sebidang di Dukuh Kendayaan yang sebelumnya ditutup usai insiden kecelakaan maut yang menewaskan seorang ibu bersama dua anaknya pada akhir Desember 2025, kini resmi kembali dibuka dan dapat dilalui masyarakat.

Peresmian pembukaan kembali akses tersebut dilakukan pada Senin (27/7/2026) oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, didampingi jajaran Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan, perwakilan PT KAI, pemerintah desa, serta masyarakat setempat.

Pembukaan kembali perlintasan ini disambut antusias warga. Selama penutupan berlangsung, masyarakat harus memutar lebih jauh untuk beraktivitas karena jalur tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan Desa Tengengwetan dengan wilayah Kecamatan Sragi dan sekitarnya.

Keberhasilan dibukanya kembali perlintasan tidak lepas dari semangat gotong royong masyarakat. Warga bersama pemerintah desa berupaya memenuhi berbagai persyaratan keselamatan yang ditetapkan, mulai dari pembangunan pos jaga, pemasangan palang pintu manual, penyediaan petugas penjaga, hingga penggalangan dana swadaya untuk mendukung operasional penjagaan perlintasan.

Kepala Desa Tengengwetan, Rokhmat, mengatakan bahwa penutupan perlintasan selama beberapa bulan terakhir memberikan dampak besar terhadap aktivitas masyarakat. Selain memperpanjang waktu tempuh, kondisi tersebut juga memengaruhi mobilitas warga yang setiap hari melintas untuk bekerja, bersekolah, maupun menjalankan kegiatan ekonomi.

Dengan dipenuhinya seluruh persyaratan keselamatan, perlintasan akhirnya kembali dioperasikan. Pemerintah berharap keberadaan petugas jaga serta fasilitas keselamatan yang telah disiapkan dapat meminimalkan risiko kecelakaan di masa mendatang.

Masyarakat pun diimbau untuk tetap mengutamakan keselamatan setiap kali melintasi rel kereta api. Pengguna jalan diminta selalu berhenti sejenak, memastikan kondisi aman dari kedua arah, serta mematuhi arahan petugas jaga dan rambu-rambu yang tersedia agar peristiwa tragis yang pernah terjadi tidak kembali terulang.

💞 Jodoh pancen ora kenal umur, bolo-bolo..Nikah Massal Pemalang 2026 iki dadi omongan. Ono pasangan sing bedane umur meh...
01/07/2026

💞 Jodoh pancen ora kenal umur, bolo-bolo..

Nikah Massal Pemalang 2026 iki dadi omongan. Ono pasangan sing bedane umur meh 30 taun, tapi tetep mantep ngucap ijab kabul. ❤️

Sing penting dudu umure, ning tuluse atine, gelem ngopeni, lan setia nganti tuwo.

Selamat yo penganten anyar... Mugo-mugo dadi keluarga samawa, rezekine lancar, bahagiane nganti mbah putu. 🤲

Ngomong sing jujur, bolo-bolo
nek kowe piye? Gelem nduwe pasangan bedane umur adoh ngene ora?
Komeno neng kolam komentar

By astriweddinh

Address

Pekalongan
51155

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sragi sakpore posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Sragi sakpore:

Shortcuts

Share