Sukarno Deddy

Sukarno Deddy Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Sukarno Deddy, Digital creator, Wiradesa, Pekalongan.

reaction video, informasi,tips dan tricks serta memberikan berita serta membahas seputaran vidio apa aja di medsos baik dalam dan luar negeri,semoga bermanfaat dan menambah wawasan

Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, kembali menyinggung peluang penerapan pungutan terhadap kapal yang melintas d...
24/04/2026

Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, kembali menyinggung peluang penerapan pungutan terhadap kapal yang melintas di Selat Malaka—salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia. Ia menekankan bahwa Indonesia bukan sekadar negara yang berada di pinggiran, melainkan memiliki peran sentral dalam arus perdagangan dan distribusi energi global, sejalan dengan pandangan yang juga pernah disampaikan oleh Prabowo Subianto. Wacana ini menguat di tengah dinamika geopolitik global, termasuk perbandingan dengan kebijakan di Selat Hormuz yang kerap menjadi perhatian.

“Indonesia ini bukan negara pinggiran. Kita ada di jalur strategis perdagangan dan energi dunia. Tapi kapal lewat Selat Malaka tidak kita charge, ya. Itu apa salah? Sekarang Iran menge-charge kapal lewat Selat Hormuz misalnya. Kalau kita bagi tiga, Indonesia, Malaysia, Singapura, lumayan kan?” ucap Purbaya.

Namun demikian, hingga saat ini Indonesia bersama negara-negara di kawasan belum memberlakukan tarif bagi kapal yang melintasi Selat Malaka. Purbaya menilai, secara konsep, kebijakan serupa yang diterapkan Iran di Selat Hormuz sebenarnya memungkinkan untuk dipertimbangkan bersama Malaysia dan Singapura guna meningkatkan penerimaan negara. Meski begitu, implementasinya tidak sederhana karena membutuhkan koordinasi regional yang kuat serta mempertimbangkan dampaknya terhadap stabilitas kawasan dan kepentingan perdagangan global. Tanggapan kalian gimana?

Usulan agar iuran BPJS Kesehatan digratiskan kembali menjadi pembahasan Usulan ini di sampaikan oleh Anggota DPR RI dari...
24/04/2026

Usulan agar iuran BPJS Kesehatan digratiskan kembali menjadi pembahasan

Usulan ini di sampaikan oleh Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Charles Honoris, menilai negara mampu menanggung seluruh iuran demi pemerataan layanan kesehatan.

Menurutnya, klasifikasi peserta berdasarkan kemampuan ekonomi sering menimbulkan masalah pendataan dan membuat warga yang layak dibantu justru terlewat.

Charles menyarankan pemerintah segera merancang skema pembiayaan penuh oleh negara agar persoalan iuran tidak terus menjadi perdebatan. Ia juga menilai anggaran negara cukup untuk menjalankan kebijakan tersebut.

Usulan ini diharapkan menjadi pertimbangan pemerintah dalam merumuskan kebijakan kesehatan yang lebih inklusif dan merata. 🌋💯

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, meninggalkan kantor gubernur di Samarinda saat aksi demonstrasi besar-besaran be...
22/04/2026

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, meninggalkan kantor gubernur di Samarinda saat aksi demonstrasi besar-besaran berlangsung pada Senin, 21 April 2026. Aksi yang melibatkan ribuan massa dari aliansi mahasiswa dan masyarakat tersebut digelar di depan Kantor Gubernur dan DPRD Kaltim sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah daerah.

Saat massa mulai membubarkan diri, Rudy terlihat keluar dari gedung dengan pengawalan ketat Satpol PP dan berjalan menuju rumah jabatan yang berada di sekitar kompleks perkantoran. Sejumlah awak media yang telah menunggu sempat melontarkan pertanyaan terkait sikap pemerintah terhadap tuntutan aksi, namun gubernur tidak memberikan pernyataan apa pun dan memilih meninggalkan lokasi tanpa komentar.

Aksi demonstrasi ini membawa tiga tuntutan utama, yakni mendesak audit terhadap kebijakan pemerintah provinsi, menolak praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta meminta DPRD Kalimantan Timur menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal dan independen. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terkait respons atas tuntutan massa tersebut.

Angkat Jempolnya Yg Suk4 D3ng4n Kin3rj4 KDM
20/04/2026

Angkat Jempolnya Yg Suk4 D3ng4n Kin3rj4 KDM

Kalau sejak kecil dia mengeluh "nggak punya privilege". Nggak mau mencoba karena berpikir semua harus pake orang dalam. ...
18/04/2026

Kalau sejak kecil dia mengeluh "nggak punya privilege". Nggak mau mencoba karena berpikir semua harus pake orang dalam. Dia tidak akan berada pada titik ini. Menginspirasi banget perjalanan hidup mbak ini. Jadi motivasi bagi orang-orang lainnya yang "tidak punya Privilege"

Sebuah momen tak terduga terjadi saat seorang sales mencoba mempromosikan kompor kaca di hadapan sejumlah warga. Aksi ya...
16/04/2026

Sebuah momen tak terduga terjadi saat seorang sales mencoba mempromosikan kompor kaca di hadapan sejumlah warga. Aksi yang awalnya dimaksudkan untuk membuktikan kualitas dan ketahanan produk justru berakhir memalukan setelah kompor tersebut pecah saat didemonstrasikan.

Dalam kejadian itu, sang sales terlihat menjelaskan bahwa kompor yang dibawanya memiliki daya tahan tinggi, bahkan diklaim mampu menahan beban hingga 50 kilogram. Untuk memperkuat klaim tersebut, ia mencoba melakukan uji ketahanan dengan memukul permukaan kompor menggunakan sebuah benda.

Namun di luar dugaan, bukannya tetap utuh, kompor tersebut justru langsung pecah saat terkena pukulan. Warga yang menyaksikan pun tampak terkejut dengan kejadian tersebut.

Menanggapi insiden itu, sang sales dengan cepat mengakui bahwa kompor yang ia gunakan dalam demo tersebut bukan produk asli. Ia kemudian menunjukkan produk yang disebut sebagai versi asli melalui ponselnya, sambil mencoba menjelaskan perbedaan kualitas antara keduanya.

Peristiwa ini pun menjadi sorotan, sekaligus pengingat bagi konsumen untuk lebih teliti dalam mengenali keaslian dan kualitas produk sebelum membeli.

Gaji hanya 200san ribu, ratusan Nakes ngadu ke Dikes. Kenapa gak ngadu ke Organisasi Profesi agar dimediasi?. Oh gak ada...
16/04/2026

Gaji hanya 200san ribu, ratusan Nakes ngadu ke Dikes. Kenapa gak ngadu ke Organisasi Profesi agar dimediasi?. Oh gak ada perannya yah, upps

Maraknya aksi mogok Nakes, terutama perawat karena upah 150 ribu, 250 ribu, dan 300 ribu kini berseliweran di media, tapi sampai detik ini saya cek akun resmi OP, tidak ada satupun postingan terkait kasus ini. Ada yang bisa jawab kenapa?

Narapidana kasus korupsi tambang dengan kerugian negara mencapai Rp233 miliar, Supriadi, menjadi sorotan setelah videony...
16/04/2026

Narapidana kasus korupsi tambang dengan kerugian negara mencapai Rp233 miliar, Supriadi, menjadi sorotan setelah videonya beredar saat berada di luar tahanan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (14/4/2026). Pihak Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Kendari memastikan bahwa Supriadi memang keluar secara resmi untuk mengikuti sidang peninjauan kembali (PK) di Pengadilan Negeri Kendari dengan pengawalan petugas.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Rutan Kelas IIA Kendari, La Ode Mustakim, membenarkan identitas dalam video tersebut dan menyampaikan hasil pemeriksaan awal terhadap yang bersangkutan. Ia mengatakan, “Yang bersangkutan adalah Supriadi dan memang merupakan narapidana.” Ia menegaskan bahwa setelah sidang selesai, seharusnya narapidana langsung kembali ke rutan, namun dalam perjalanan terjadi penyimpangan yang kini sedang didalami.

Dari hasil pemeriksaan sementara, Supriadi mengaku sempat meminta izin kepada petugas pengawal untuk singgah karena lapar. “Informasi awal, yang bersangkutan mengaku lapar setelah sidang, lalu meminta izin kepada pengawal untuk singgah makan dulu,” ujar La Ode. Ia menambahkan, di lokasi tersebut juga terdapat masjid dan Supriadi sempat singgah untuk salat, sementara pengawalan saat itu hanya dilakukan oleh satu orang petugas.

Kepala Oditurat Militer II-07 Jakarta, Kolonel Chk Andri Wijaya, mengungkap motif di balik aksi penyiraman air keras ter...
16/04/2026

Kepala Oditurat Militer II-07 Jakarta, Kolonel Chk Andri Wijaya, mengungkap motif di balik aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

"Untuk motif, sampai dengan saat ini yang kami dalami melalui berita acara pemeriksaan, bahwa motif yang dilakukan oleh para terdakwa ini masih dendam pribadi terhadap Saudara A (korban) ini," ucap Andri di Pengadilan Militer II-08, Kamis (16/4/2026).

Sementara untuk motif tekait dendam pribadi ke depannya akan dijelaskan lebih detail oleh oditur militer dalam pembacaan dakwaan.

Pembacaan dakwaan terkait kasus penyiraman air keras akan dijadwalkan tanggal 29 April 2026.

Lebih lanjut, Andri juga menanggapi kemungkinan munculnya tersangka lain dalam proses persidangan. Ia menjelaskan, kewenangan perkara saat ini telah dilimpahkan ke Pengadilan Militer II-08 setelah berkas diserahkan oleh oditurat.

"Namun apabila ada di dalam pembuktian di persidangan nanti ada tambah atau bagaimana, nanti tetap akan dilakukan penyidikan kembali. Apabila dia ada tersangka dari sipil, maka akan di-split," ungkapnya.

"Ini sudah sesuai dengan hukum acara dan SOP dari Mahkamah Agung Republik Indonesia, tetap kita harus laksanakan," kata Andri.

Dalam perkara ini, empat prajurit BAIS TNI menjadi terdakwa, yakni Kapten Nandala Dwi Prasetia, Lettu Sami Lakka, Lettu Budhi Hariyanto Widhi, dan Serda Edi Sudarko.

Andri menambahkan, pihaknya menerapkan dakwaan berlapis terhadap para terdakwa dalam kasus penyiraman air keras tersebut.

"Untuk dakwaan kami mendakwakan subsideritas atau dakwaan pasal berlapis yang pertama eh untuk primer kami menerapkan pasal 469 ayat 1 juncto pasal 20 huruf C Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun penjara," ungkap Andri. Sebagai dakwaan subsider, diterapkan Pasal 468 ayat (1) juncto Pasal 20 huruf C dengan ancaman pidana maksimal 8 tahun penjara.

"Untuk lebih subsidernya lagi pasal 467 ayat 1 juncto ayat 2 juncto pasal 20 huruf C dengan dengan ancaman maksimal 7 tahun. Itu kami gunakan untuk mendakwa para terdakwa," jelasnya.

Niat hati hanya ingin membeli cimol untuk camilan, seorang pria justru mengalami momen tak terduga yang membuatnya kaget...
16/04/2026

Niat hati hanya ingin membeli cimol untuk camilan, seorang pria justru mengalami momen tak terduga yang membuatnya kaget sekaligus miris. Ia mendapati kertas pembungkus cimol yang diterimanya ternyata adalah curriculum vitae (CV) miliknya sendiri—dokumen yang dulu ia kirim saat melamar pekerjaan.

Kejadian itu bermula saat ia membeli cimol seharga sekitar Rp3.000 di pedagang kaki lima. Namun, perhatiannya langsung tertuju pada kertas pembungkus yang terlihat familiar. Setelah diperhatikan lebih dekat, ia terkejut karena menemukan foto wajahnya sendiri tercetak jelas di sana.

Saat dicek lebih lanjut, benar saja—itu adalah CV miliknya yang sebelumnya ia gunakan untuk melamar kerja, namun tak pernah mendapatkan panggilan.

Ia kemudian menanyakan asal-usul kertas tersebut kepada penjual cimol. Namun, pedagang mengaku tidak mengetahui secara pasti, karena kertas pembungkus biasanya diperoleh dari pihak lain atau dibeli secara acak.

Nasib memang kadang terasa seperti bercanda. Di saat lamaran kerja tak kunjung diterima, justru CV miliknya seolah “lebih dulu kerja” menjadi pembungkus jajanan.

“Melamar ke mana-mana belum diterima… tapi CV malah sudah kerja duluan di tukang cimol, mas,” menjadi sindiran pahit yang terasa dalam peristiwa ini.

Kejadian ini pun memicu rasa prihatin. Selain menggambarkan sulitnya mencari pekerjaan, peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa dokumen pribadi seperti CV seharusnya tidak dibuang sembarangan tanpa dihancurkan terlebih dahulu.

Cerita tersebut viral di media sosial dan menuai berbagai reaksi. Banyak warganet yang merasa relate dengan kondisi pencari kerja, sementara lainnya menanggapinya dengan humor getir.

Bukti Nyata! An4k Buruh Merantau & Ibu Rumah Tangga, Kini Jadi Juara IPDN❗ Si4pa sangka, Novian Gilang Ramadhan Putra ya...
15/04/2026

Bukti Nyata! An4k Buruh Merantau & Ibu Rumah Tangga, Kini Jadi Juara IPDN❗

Si4pa sangka, Novian Gilang Ramadhan Putra yang l4hir dari keluarga sederhana, tinggal di rumah b4ntuan, kini berhasil membuktikan bahwa latar belakang bukanlah penghalang..

D3mi meringankan beban orang tua, ia bertekad bulat masuk sek0lah kedinasan. Kerja k3ras dan doa tak sia-sia, Gilang lulus IPDN dengan nilai SKD tertinggi se-NTB, bahkan masuk peringkat 20 nasional!

Kisah perjuangannya sungguh menginspirasi, membuktikan bahwa mimpi besar bisa diraih si4pa saja asalkan tak pernah menyerah. Sukses selalu untukmu, Mas Gilang!

Address

Wiradesa
Pekalongan
51152

Telephone

+81227369526

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sukarno Deddy posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Sukarno Deddy:

Share