Hadits_Lemah

Hadits_Lemah ■Kumpulan Hadits Hadits Lemah Hingga Palsu.
■Semua Konten Bebas Share.
■Halaman Diasuh Oleh Tim
(1)

27/05/2026

••Baca Caption...----------📌 Syaikh Sholih Al Munajjid menjelaskan:“Namun bukanlah berarti menghidupkan malam hari raya ...
26/05/2026

••
Baca Caption...
----------
📌 Syaikh Sholih Al Munajjid menjelaskan:

“Namun bukanlah berarti menghidupkan malam hari raya ‘ied tidak dianjurkan.

Bahkan disunnahkan menghidupkan setiap malam yang ada.

Para ulama sepakat disunnahkannya menghidupkan malam hari raya ‘ied sebagaimana dinukil dalam Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah 2: 235.

Yang dibahas hanyalah hadits yang membicarakan tentang keutamaan menghidupkan malam tersebut adalah dha’if.”

📚 (Fatwa Al Islam Soal Jawab 12504)

Allahu'alam
---------⠀
follow ⠀
follow ⠀
----------

25/05/2026

••Baca Caption...---------Dalam riwayat lain disebutkan sholat sunnah tersebut dikerjakan pada waktu antara sholat Dzuhu...
25/05/2026

••
Baca Caption...
---------
Dalam riwayat lain disebutkan sholat sunnah tersebut dikerjakan pada waktu antara sholat Dzuhur dan Ashar,

📌 Dari Abu Hurairah dengan sanad marfu’ :

“Siapa yang shalat pada Hari Arafah di antara dhuhur dan asar empat rakaat, dengan membaca al-fatihah satu kali tiap rakaat, dan Al-Ikhlas lima puluh kali, maka Allah catat baginya SEJUTA kebaikan… (hadits ini panjang)

📚 (Al-Maudhuat 2/132)

📌 Imam Ibnul-Jauzi berkata:

"Hadits ini Maudhu’. Dalam sanadnya terdapat orang-orang yang dhaif dan majhul.

📌 Imam Ibnu Adiy berkata :

"Dalam sanadnya terdapat perawi yang bernama "An-Nahhas"

📌 Imam Ibnu Hibban berkata :

"Ia (An-Nahhas)" meriwayatkan Hadits-hadits munkar dari orang-orang yang masyhur, tidak halal berhujjah dengannya.

📚 (Al-Maudhuat 2/132, Al Fawaid al-Majmu’ah fil Ahaadiits al-Mawdhu'at 53)

■ Ibnul Qayyim menerangkan bahwa tidak ada satu hadits pun yang shahih dari Rasulullah ﷺ tentang shalat pada hari Arafah.

📚 (Fawaid Haditsiyah, Ibnul Qayyim hlm. 115)

📌 Lembaga fatwa Arab Saudi Lajnah Da’imah menjelaskam:

Rasul ﷺ tidak melakukan shalat nafilah pada Hari Arafah setelah beliau shalat dhuhur dan asar dengan cara jama’ taqdim di Arafah, seandainya disyariatkan tentu beliau adalah yang paling bersemangat melakukannya dibandingkan kita, dan kebaikan yang sempurna adalah tatkala kita meniru beliau dan mengikuti sunnah beliau.

📚 (Fatawa Lajnah 11/211 no :7894)

Allahu'alam
----------
follow ⠀
follow ⠀
----------

••Baca Caption---------Walaupun hadits diposter palsu, namun para ulama mengatakan Makhruhnya tidur di pagi hari..📌 Ibnu...
23/05/2026

••
Baca Caption
---------
Walaupun hadits diposter palsu, namun para ulama mengatakan Makhruhnya tidur di pagi hari..

📌 Ibnul Qayyim rahimahullah:

“Di antara hal yang makruh menurut para ulama adalah tidur setelah shalat Shubuh hingga matahari terbit karena waktu tersebut adalah waktu memanen ghonimah (waktu meraih kebaikan yang banyak.”

📚 (Madarijus Salikin, 1: 369)

📌 Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mendoakan waktu pagi sebagai waktu yang penuh keberkahan:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا

“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.”

📚 (HR. Abu Daud no. 2606, Ibnu Majah no. 2236 dan Tirmidzi no. 1212. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Berdasarkan hadits ini, sebagian ulama salaf tidak menyukai tidur setelah shalat subuh.

📌 Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid berkata:

“Namun jika ada seorang yang memilih untuk tidur di setelah shalat Shubuh agar bisa bekerja dengan penuh vitalitas maka hukumnya adalah tidak mengapa,

terutama jika tidak memungkinkan bagi orang tersebut untuk tidur siang dan hanya mungkin tidur di waktu pagi.”

📚 (Fatwa Al Islam Sual wa Jawab no. 2063)

----------
follow ⠀
follow ⠀
----------

22/05/2026

••Hadits Dha'if (Lemah)----------Hadits di poster memiliki beberapa jalur lain namun semua jalur periwayatannya sangat l...
21/05/2026

••
Hadits Dha'if (Lemah)
----------
Hadits di poster memiliki beberapa jalur lain namun semua jalur periwayatannya sangat lemah bahkan palsu.

📚 (Faidhul Qadir 4/542)

📌 Syaikh al-Qari berkata:

“Hadits ini (diposter) sangat lemah, kalaupun dianggap shahih, maka maknanya dibawa kepada arti miskin hati (hati yang tidak qana’ah yaitu tidak puas dengan pemberian Allah Azza wa Jalla).

Hati yang ini akan melahirkan sifat berkeluh kesah dan takut (miskin). Ini juga menimbulkan sifat tidak ridha dengan ketentuan takdir Allah dan menolak pembagian (rezki dari Allah) Yang maha menguasai langit dan bumi.

Oleh karena itu, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya kemewahan dunia (harta), akan tetapi kekayaan (yang hakiki) adalah kekayaan (kecukupan) dalam jiwa (hati).”

📚 (HR al-Bukhari no. 6081 dan Muslim no. 120)

Allahu'alam
----------
follow ⠀
follow ⠀
----------
follow
follow
----------⠀
Ikuti Kami:⠀

📌 Instagram
https://www.instagram.com/hadits_lemah⠀

📌 Facebook
https://www.facebook.com/MediaHaditsLemah

📌 Telegram
https://t.me/Hadits_Lemah

••Baca Caption yaa...---------Hadits di poster menyelisihi Hadits shahih berikut:📌 Dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah ...
21/05/2026

••
Baca Caption yaa...
---------
Hadits di poster menyelisihi Hadits shahih berikut:

📌 Dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

Barangsiapa shalat karena Allah (selama) 40 hari secara berjama’ah, tidak ketinggalan takbir pertama (takbiratul ihram/takbir pembuka shalat bersama imam) maka akan ditetapkan baginya dua keselamatan:

•Keselamatan dari adzab neraka dan •keselamatan dari kemunafikan.

📚 (HR.Imam at-Tirmidzi 2/7, dinilai shahih oleh Syeikh Al-Albani dalam Silsilatul Ahaditsish Shahihah, no. 1979 dan 2652)

Namun tentu saja keutamaan shalat di Masjid Nabawi sangat besar dan telah di sebutkan dalam hadits shahih dari Rasulullah ﷺ.

📌 Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

Shalat di Masjidku ini lebih baik daripada seribu shalat di masjid lain, selain Masjdil haram.

📚 (HR. Al-Bukhari, 1/398 dan Muslim, no. 1394)

Cukuplah hadits shahih ini yang menjadi pegangan kita.

Allahu'alam
----------
follow ⠀
follow ⠀
----------

••Caption Dibaca Juga Yaa..----------Para 'Alim ulama Rabbani telah banyak mengomentari ungkapan ini. Diantaranya:📌 Syei...
20/05/2026

••
Caption Dibaca Juga Yaa..
----------
Para 'Alim ulama Rabbani telah banyak mengomentari ungkapan ini. Diantaranya:

📌 Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:

“Maudhu"

📌 As-Sam’aaniy berkata:

“Sesungguhnya hadits ini tidak diketahui marfuu’ (hingga Rasulullah), melainkan ia dihikayatkan dari perkataan Yahyaa bin Mu’aadz Ar-Raaziy.”

📌 An-Nawawiy berkata:

“Sesungguhnya hadits ini tidak tsabit, yakni dari Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam.”

📌 Ibnu Hajar Al-Haitamiy Al-Makkiy telah ditanya mengenai perkataan ini:

“Tidak ada asal-usulnya, melainkan ia dihikayatkan dari kalam Yahyaa bin Mu’aadz Ar-Razi Ash-Shufi,

maknanya adalah barang siapa mengenal dirinya dengan kelemahan, kefakiran, kekurangan, kehinaan dan kerapuhan, (maka ia telah) mengenal Tuhannya dengan shifat keagunganNya dan keindahanNya atas apa yang diharuskan ada pada keduanya.”

📚 (Fatawaa Ibnu Hajar Al-Haitamiy Al-Makkiy 1/677)

perkataan ini tidak ada asal-usulnya dari Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam, bahkan ketika perkataan ini dinisbatkan kepada seseorang pun ia hanya ternukil dengan sighat “dihikayatkan”, suatu sighat yang menyatakan bentuk ketidak jelasan dan ketidak pastian akan sesuatu,

bahkan Al-Fairuuz Abadi menukil bahwasanya perkataan ini berasal dari hikayat Isra’iliyat.

Allahu'alam
----------
follow ⠀
follow ⠀
----------

••Baca Caption Yaa...---------Penjelasan hadits diatas tidaklah melarang anda untuk berpuasa di hari tarwiyah.Keterangan...
20/05/2026

••
Baca Caption Yaa...
---------
Penjelasan hadits diatas tidaklah melarang anda untuk berpuasa di hari tarwiyah.

Keterangan di atas hanyalah memberi kesimpulan bahwa tidak ada keutamaan khusus untuk puasa tarwiyah.

Kita tetap dianjurkan untuk memperbayak puasa selama tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah. Dan tentu saja, hari tarwiyah masuk di dalam rentang itu.

Adapun Hadits Shahih mengenai keutamaan Puasa Arofah Ialah:

📌 Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,:

“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.”

📚 (HR. Muslim no. 1162)

📌 Dari Ummul Mukminin, Hafshah radhiyallahu ‘anha:

Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa pada hari ‘Asyura, pada SEMBILAN HARI DZULHIJJAH dan pada tiga hari dalam sebulan, senin awal dari bulan (berjalan) dan dua kamis.”

📚 (HR Ahmad 5/271, 6/288, 423, Abu Dawud no. 2437, An-Nasa`i 4/205, 220-221, serta Al-Baihaqy 4/284 dan dalam Syu’abul Iman 3/355 dinilai shahih oleh syeikh Al-Albani)

Allahu'alam
----------
follow ⠀
follow ⠀
----------

Address

Pekanbaru

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Hadits_Lemah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Hadits_Lemah:

Share