11/11/2022
' DAKWAH DAN POLITIK TGB '
______________________
•┈••⊰❁ৡৢ°
TGB. Dr. M. Zainul Majdi politisi dan tokoh agama dari NTB yang menggabungkan antara dakwah dan politik sebagai medan perjuangan identitasnya sarat dengan narasi-narasi retorika dakwah mengenai pesan moderasi, ukhuwah islamiah, dan toleransi, bahkan dia sering mengulas mengenai nilai-nilai kebaikan Islam yang harus diaplikasikan dalam kehidupan.
Menurutnya: "Dakwah dan politik itu selalu berkaitan satu dengan yang lain, karena Islam tidak memisahkan antara agama dan politik karena sesungguhnya seluruh wilayah kehidupan adalah wahana untuk dakwah, termasuk wilayah politik adalah wilayah yang amat penting dalam berdakwah, karena di dalamnya terdapat kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan umat Islam."
TGB. M. Zainul Majdi yang besar di lingkungan santri. dulu merupakan santri dari Pondok Pesantren Darul Nadhlatain Nahdatul Wathan yang berada di kawasan Lombok Timur. Di sana juga dia mendapatkan kemampuan sebagai penghafal Alquran. Sebutan Gelar Tuan Guru Bajang juga tak jauh dari citra Islam yang melekat padanya yang merupakan gelar yang diberikan masyarakat adat Sasak kepada sosok tokoh Agama, sementara nama Bajang, merupakan bahasa Sasak yang memiliki arti muda.
Jadi makna Tuan Guru Bajang Yang berarti Tuan Guru yang masih belia atau muda. Peran Tuan Guru di tengah-tengah masyarakat Lombok dijadikan sebagai “promotor pembangunan”, dan juga sebagai agen penyampai program pemerintah, sekaligus sebagai aset partai politik ketika berlangsungnya ritual politik tahunan. Tuan Guru adalah sebagai figur yang sangat penting di kalangan masyarakat Sasak.
Memiliki kelas yang tinggi dan pemimpin agama yang berpengaruh luas terhadap sosial politik. Zainul Majdi adalah dari seorang santri dengan dakwah dan mengajar sebagai aktivitas kesehariannya. Zainul Majdi muncul dari seorang dai dan pengajar warisan bakat dari kakeknya, yang juga mewarisi banyak Pondok Pesantren dan organisasi sosial di NTB yang ternaung dalam organisasi Nahdlatul Wathan suatu organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Pulau Lombok.
Nahdlatul Wathan (NW) didirikan oleh Tuan Guru KH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid kakek dari TGB. M. Zainul Majdi yang juga seorang Pahlawan Nasional. Organisasi Nahdlatul Wathan ini mengelola sejumlah Lembaga Pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Nahdlatul Wathan sebuah organisasi sosial kemasyarakatan yang bergerak dalam bidang pendidikan, sosial, dan dakwah Islamiah. Sebagai Tuan Guru diharapkan tidak hanya sekedar sebagai pendakwah moral saja akan tetapi juga ikut terlibat bersama-sama mewujudkan kesejahteraan dan berjuang bersama masyarakat.
TGB. M. Zainul Majdi terpilih dulu sebagai seorang Gubernur tidak lepas dengan citra Islam-nya dan juga pengaruh kuat kakeknya yang sangat dihormati Ulama besar yang membangun NTB yang juga Pahlawan Nasional yang bernama Tuan Guru KH. (TGKH) Muhammad Zainuddin Abdul Madjid pada tahun 1953 di Pancor Lombok Timur Nusa Tenggara Barat. Pendiri Ormas terbesar di NTB Nahdlatul Wathan (NW) organisasi sosial keagamaan memiliki tiga warisan besar yang ia tinggalkan, ribuan ulama, puluhan ribu santri, dan sekitar seribu lebih kelembagaan NW yang tersebar di seluruh NTB dan Indonesia.
Sosoknya yang religius dari kalangan santri memberikan yang warna yang berbeda dikalangan masyarakat NTB dimana sebelumnya selalu dikuasai oleh golongan Menak (kaum bangsawan). Suku terbesar yang ada di Pulau Lombok NTB mempercayai dan mentaati dan
menghormati seorang tokoh agama yang disebut dengan tuan guru, seorang yang dianggap saleh dan juga memiliki pengetahuan agama yang mendalam dan mampu membawa masyarakat kepada kehidupan yang lebih baik.
Sebuah buku yang di tulisannya diberi judul “Tuan Guru Bajang Santri Membangun Negri”. Yang berisi perjalanannya dari seorang santri hingga menjadi seorang pemimpin daerah dan mampu bermanfaat ikut membangun bangsa dan negara dengan cara mengamalkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin. TGB mampu menjadi kepala daerah di Nusa Tenggara Barat selama 2 periode dengan torehan prestasi.
Dalam kesibukannya beliau mengambil bagian secara aktif dengan rutin mengisi kajian Tafsir setiap bulannya sehingga tercipta kedekatan antara pemimpin dengan masyarakat banyak masyarakat menilai TGB lebih kepada seorang guru bagi mereka dibandingkan seorang Gubernur. Citra Islam-nya juga tertuang di beberapa kebijakan-kebijakannya yang kental dengan nilai-nilai Islam.
Beberapa tokoh nasional juga kagum tentang perjalanan politik dan pencapaian TGB. M. Zainul Majdi, di usianya yang muda tapi bagus dalam kinerja dan karirnya. Ketika kunjungannya ke NTB Prabowo pernah mengatakan, "Sosok Gubernur NTB TGB Zainul Majdi bisa menjadi sosok pemimpin bangsa Indonesia pada masa mendatang, karena sejak saat dilantik dulu menjadi gubernur termuda di Indonesia, sangat terkesan muda usia tapi cemerlang dalam pemikiran menilai potensi Zainul Majdi menambah optimisme masa depan bangsa yang masih terdapat pemimpin muda dengan pemikiran cemerlang dan berpihak kepada rakyatnya sendiri, dia akan muncul sebagai pemimpin masa depan."
Pendekatan politik sebagai medium dakwah mempunyai peran yang amat kuat dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah yang universal karena pesan dakwah, adalah pesan kebaikan menerapkan amar ma’ruf nahi munkar yang diaplikasikan melalui hal-hal yang nyata, karena inti pesan dakwah adalah pesan kebaikan yang diamalkan bersama, dengan niat dan ketulusan untuk sama-sama membangun masyarakat, dan menciptakan kemaslahatan untuk orang banyak.
Walaupun kebanyakan beberapa orang menjadikan dakwah hanya dilakukan sebatas wacana dan retorika saja. Tapi berbeda dengan Zainul Majdi menurutnya: "Retorika sesuatu hal penting karena berkaitan dengan penyampaian suatu wacana dan gagasan seorang pemimpin dalam berkomunikasi dengan masyarakat, akan tetapi karya nyata dan pengabdian untuk umat itu yang lebih penting."
Kebijakan politik adalah suatu legitimasi yang kuat dalam bentuk hukum untuk kepentingan orang banyak. Dengan dasar ini Zainul Majdi memilih politik sebagai medium dakwah, karena menurutnya dengan memegang suatu kekuasaan melalui kebijakan politik itu akan membuat perubahan yang cepat di masyarakat tidak hanya dalam bentuk kesadaran, akan tetapi meliputi sikap, perilaku masyarakat dan tatanan hidup masyarakat.
Pendekatan TGB dengan masyarakat melalui retorika melalui pesan-pesan dakwah, meliputi, pidato, ceramah maupun acara-acara keagamaan, karena memang pendekatan melalui retorika memiliki hubungan yang erat dengan masyarakat, berkaitan dengan penyampaian ide, gagasan, ajakan, maupun sosialisasi kebijakan, itu yang digunakan TGB. M. Zainul Majdi dalam berkomunikasi dengan masyarakat.
_________
Egypt 🇪🇬 28 Agustus 2022 M ✍️
•┈••⊰❁ৡৢ°
Pena azhary🪶