06/06/2026
Musibah dan bencana adalah di antara sebab yang Allah datangkan agar orang-orang yang sombong itu kembali menuju Allah Ta’ala. Kesombongannya menjadi hancur dan patah berkeping-keping. Ada seseorang yang puas dengan pencapaian dirinya dengan gemerlap dunia, merasa sombong dan tidak butuh kepada Allah, lalu Allah turunkan sakit stroke sehingga dia pun tidak berdaya, tidak bisa apa-apa. Inilah cara Allah agar orang-orang yang sombong itu kembali kepada kebenaran. Sebaliknya, jika Allah menginginkan keburukan, maka Allah biarkan dia dengan kesombongan dan keangkuhannya.
Oleh karena itu, setiap kita mendapati sebuah ujian, maka pikirkanlah hal ini. Jangan hanya memikirkan apakah masalah itu selesai atau tidak (belum) selesai. Akan tetapi, renungkanlah, jangan-jangan selama ini kita mengandalkan kecerdasan, insting, logika, dan keangkuhan kita? Padahal, Allah Ta’ala ingin agar kita menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah, menggantungkan diri kepada Allah. Kita merasa kerdil dan lemah di hadapan Allah Ta’ala.
Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Sesungguhnya para ulama (yang mengenal Allah) seluruhnya sepakat bahwa taufik adalah ketika Allah Ta’ala tidak menyerahkanmu kepada dirimu sendiri. Dan khudlan (keterpurukan, lawan dari taufik, pent.) adalah ketika Allah Ta’ala menyerahkanmu kepada dirimu sendiri (Allah jadikan manusia bersandar kepada dirinya sendiri, pent.). Siapa saja yang Allah kehendaki kebaikan baginya, Allah akan membukakan baginya pintu kehinaan, kerendahan hati, dan terus-menerus berlindung kepada Allah Ta’ala serta merasa butuh kepada-Nya, melihat cacat dan kebodohan dirinya serta kejahatannya, dan menyaksikan keutamaan Tuhannya, kebaikan-Nya, rahmat-Nya, kemurahan-Nya, kebaikan-Nya, kekayaan-Nya, serta pujian kepada-Nya.” (Al-Wabil Ash-Shayyib, 1: 11)
https://www.datariau.com/detail/dakwah/musibah-yang-menyelamatkan-iman