Data Riau Media

Data Riau Media Dakwah dan Berita
(3)

🌿✨ HANGATKAN BADAN, TENANGKAN HARI ✨🌿Nikmati nikmatnya secangkir Zanjabil Jahe Merah Bubuk ☕Minuman tradisional dengan r...
10/05/2026

🌿✨ HANGATKAN BADAN, TENANGKAN HARI ✨🌿

Nikmati nikmatnya secangkir Zanjabil Jahe Merah Bubuk ☕
Minuman tradisional dengan racikan rempah pilihan yang bikin badan lebih hangat, segar, dan nyaman setiap hari 💛

✅ Jahe Merah
✅ Cengkeh
✅ Serai
✅ Kayu Manis
✅ Gula Aren & Gula Tebu

💪 Khasiat Zanjabil: 🌟 Membantu meningkatkan daya tahan tubuh
🌟 Meredakan masuk angin & flu
🌟 Menghangatkan badan saat cuaca dingin
🌟 Membantu meredakan pegal & mual
🌟 Cocok diminum pagi, malam, atau saat badan kurang fit

Praktis tinggal seduh! 😍

🍵 Sekali coba, bikin nagih hangatnya!

📦 Ready stok
📲 Yuk order sekarang sebelum kehabisan!

MinumanTradisional JaheHangat UMKMPekanbaru HealthyDrink DapurUmmuAryodi

10/05/2026

🔴🎥 LIVE📽 Online Streaming
📖 Kajian Ilmiah
Tema : Siroh nabawabiyah

🎙 Ustadz Dr Helmi Basri,Lc,MA Hafizhohulloh

🕌 Masjid Darul hijjrah
💢 Kumantan Bangkinang .Riau
Barakallaahu fiikum.

10/05/2026

🌿 Peluang Usaha Herbal yang Lagi Laku Keras! 🌿

Bergabung bersama Herbal Store SR 12 ✨
Solusi sehat sekaligus peluang penghasilan tambahan!

💚 Produk herbal berkualitas
✅ Terdaftar BPOM
✅ Bersertifikat HALAL
💼 Cocok untuk semua kalangan

🔥 BUKA PENDAFTARAN! 🔥
• Agen
• Sub Agen
• Reseller
• Marketer

Mulai dari sekarang, bangun usaha kamu dari rumah dan raih keuntungan bersama kami! 🚀

📍 Jl. Bata No. 32 A (Simp. BPG Hangtuah)
📲 Hubungi: 0812 7527 8780 (Nopril)

Jangan tunggu nanti, kesempatan emas ada hari ini! 💥

AgenHerbal BisnisDariRumah UsahaSampingan HerbalSehat CuanDariRumah

Amalan yang Disyariatkan pada 10 Hari Dzulhijjah1. Melaksanakan Ibadah Haji dan UmrahAmal ini adalah amal yang paling ut...
10/05/2026

Amalan yang Disyariatkan pada 10 Hari Dzulhijjah

1. Melaksanakan Ibadah Haji dan Umrah

Amal ini adalah amal yang paling utama, berdasarkan berbagai hadits shahih yang menunjukkan keutamaannya, antara lain: sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga“.

2. Berpuasa

Melaksanakan puasa selama hari-hari tersebut, atau pada sebagiannya, terutama pada hari Arafah. Tidak disangsikan lagi bahwa puasa adalah jenis amalan yang paling utama, dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya. Disebutkan dalam hadist Qudsi: “Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku“.

3. Takbir dan Dzikir

Sebagaimana firman Allah Ta’ala. “…. dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan …”. [al-Hajj/22 : 28].

4. Taubat, Meninggalkan Maksiat

Sehingga akan mendapatkan ampunan dan rahmat. Maksiat adalah penyebab terjauhkan dan terusirnya hamba dari Allah, dan keta’atan adalah penyebab dekat dan cinta kasih Allah kepadanya.

5. Banyak Beramal Shalih

Berupa ibadah sunat seperti: shalat, sedekah, jihad, membaca Al-Qur’an, amar ma’ruf nahi munkar dan lain sebagainya.

6. Disyariatkan pada Hari-hari Itu Takbir Muthlaq

Yaitu pada setiap saat, siang ataupun malam sampai shalat Ied.

7. Berkurban

Berkurban pada hari raya qurban dan hari-hari tasyriq adalah sunnah Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam, yakni ketika Allah Ta’ala menebus putranya dengan sembelihan yang agung.

8. Dilarang Mencabut Atau Memotong Rambut dan Kuku bagi Orang yang Hendak Berkurban

9. Melaksanakan Shalat Iedul Adha dan Mendengarkan Khutbahnya

10. Selain Hal-hal yang Telah Disebutkan di Atas

Hendaknya setiap muslim dan muslimah mengisi hari-hari ini dengan melakukan ketaatan, dzikir dan syukur kepada Allah, melaksanakan segala kewajiban dan menjauhi segala larangan; memanfaatkan kesempatan ini dan berusaha memperoleh kemurahan Allah agar mendapat ridha-Nya.

https://www.datariau.com/detail/dakwah/10-amalan-ini-jangan-dilewatkan-saat-10-hari-pertama-bulan-dzulhijjah

10/05/2026

Eksklusif Perpisahan Satriwati Ma'had Sulaiman Al Fauzan Angkatan Pertama (1). Bangkinang kota Kampar .Riau .Indonesia

10/05/2026

Di era digital saat ini, media bukan sekadar alat penyampai informasi, media telah menjadi kekuatan yang mampu membentuk opini, menggerakkan massa, bahkan menentukan arah peradaban. Pernyataan bahwa “siapa yang menguasai media, dia bisa menguasai dunia” bukanlah sekadar kiasan, melainkan realitas yang semakin nyata di tengah perkembangan teknologi informasi.

Sejak dulu, para pemikir komunikasi seperti Marshall McLuhan telah mengingatkan bahwa “the medium is the message.” Artinya, bukan hanya isi pesan yang penting, tetapi bagaimana pesan itu disampaikan juga menentukan dampaknya. Kini, dengan hadirnya media digital, kekuatan itu berlipat ganda.

Media modern, baik itu portal berita, media sosial, hingga platform video, memiliki kemampuan luar biasa dalam membentuk persepsi publik. Seseorang atau kelompok yang memiliki akses dan kontrol terhadap media dapat mempengaruhi cara berpikir masyarakat, menentukan apa yang dianggap penting, bahkan membentuk kebenaran versi mereka sendiri.

Lihat saja bagaimana platform seperti Facebook, YouTube, dan TikTok mampu membuat sebuah konten menjadi viral dalam hitungan jam. Informasi yang disebarkan bisa menjangkau jutaan orang tanpa batas geografis. Dalam konteks ini, media bukan lagi sekadar alat, ia adalah senjata.

Kekuatan media juga terlihat dalam dunia politik. Kampanye politik modern sangat bergantung pada strategi media. Tokoh-tokoh dunia seperti Barack Obama memanfaatkan media digital untuk membangun citra dan mendekatkan diri dengan masyarakat. Bahkan, opini publik bisa digiring melalui framing berita, pemilihan judul, hingga algoritma yang menentukan apa yang muncul di layar pengguna.

Namun, di balik kekuatan besar tersebut, ada tanggung jawab yang tidak kalah besar. Media yang tidak berpegang pada fakta dapat menyesatkan masyarakat, memecah belah, bahkan memicu konflik. Fenomena hoaks dan disinformasi menjadi bukti bahwa kekuatan media bisa menjadi pedang bermata dua.

Oleh karena itu, integritas menjadi kunci utama dalam dunia media. Seorang jurnalis atau pengelola media bukan hanya bertanggung jawab kepada publik, tetapi juga kepada nilai kebenaran itu sendiri.

Di era digital saat ini, media bukan sekadar alat penyampai informasi, media telah menjadi kekuatan yang mampu membentuk...
09/05/2026

Di era digital saat ini, media bukan sekadar alat penyampai informasi, media telah menjadi kekuatan yang mampu membentuk opini, menggerakkan massa, bahkan menentukan arah peradaban. Pernyataan bahwa “siapa yang menguasai media, dia bisa menguasai dunia” bukanlah sekadar kiasan, melainkan realitas yang semakin nyata di tengah perkembangan teknologi informasi.

Sejak dulu, para pemikir komunikasi seperti Marshall McLuhan telah mengingatkan bahwa “the medium is the message.” Artinya, bukan hanya isi pesan yang penting, tetapi bagaimana pesan itu disampaikan juga menentukan dampaknya. Kini, dengan hadirnya media digital, kekuatan itu berlipat ganda.

Media modern, baik itu portal berita, media sosial, hingga platform video, memiliki kemampuan luar biasa dalam membentuk persepsi publik. Seseorang atau kelompok yang memiliki akses dan kontrol terhadap media dapat mempengaruhi cara berpikir masyarakat, menentukan apa yang dianggap penting, bahkan membentuk kebenaran versi mereka sendiri.

Lihat saja bagaimana platform seperti Facebook, YouTube, dan TikTok mampu membuat sebuah konten menjadi viral dalam hitungan jam. Informasi yang disebarkan bisa menjangkau jutaan orang tanpa batas geografis. Dalam konteks ini, media bukan lagi sekadar alat, ia adalah senjata.

Kekuatan media juga terlihat dalam dunia politik. Kampanye politik modern sangat bergantung pada strategi media. Tokoh-tokoh dunia seperti Barack Obama memanfaatkan media digital untuk membangun citra dan mendekatkan diri dengan masyarakat. Bahkan, opini publik bisa digiring melalui framing berita, pemilihan judul, hingga algoritma yang menentukan apa yang muncul di layar pengguna.

Namun, di balik kekuatan besar tersebut, ada tanggung jawab yang tidak kalah besar. Media yang tidak berpegang pada fakta dapat menyesatkan masyarakat, memecah belah, bahkan memicu konflik. Fenomena hoaks dan disinformasi menjadi bukti bahwa kekuatan media bisa menjadi pedang bermata dua.

Oleh karena itu, integritas menjadi kunci utama dalam dunia media. Seorang jurnalis atau pengelola media bukan hanya bertanggung jawab kepada publik, tetapi juga kepada nilai kebenaran itu sendiri. Dalam perspektif yang lebih dalam, tanggung jawab ini bahkan melampaui dunia, menjadi bagian dari pertanggungjawaban moral dan spiritual.

Di zaman ini, media adalah kekuatan. Ia bisa membangun, tapi juga bisa menghancurkan. Maka, siapa pun yang memegang media, sejatinya sedang memegang kendali besar atas arah pikiran manusia. Pertanyaannya bukan lagi apakah media itu kuat, tetapi: digunakan untuk apa kekuatan itu?

Karena pada akhirnya, bukan hanya siapa yang menguasai media yang penting, tetapi bagaimana ia menggunakannya.

Dalam kondisi ekonomi hari-hari ini, banyak yang sepakat bahwa kondisi ini memang tidak mudah. Dan bagi sebagian orang, ...
08/05/2026

Dalam kondisi ekonomi hari-hari ini, banyak yang sepakat bahwa kondisi ini memang tidak mudah. Dan bagi sebagian orang, kondisi akhir-akhir ini justru semakin memburuk dan tidak kunjung membaik. Dalam kondisi semacam ini, ada hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang hendaknya menjadi pegangan dalam hidup kita. Hadis yang hendaknya kita camkan dan perhatikan di tengah-tengah kondisi sulit, kondisi tidak normal, kondisi yang berat, atau kondisi yang penuh dengan ujian dan masalah.

Kapan datangnya ujian dan pertolongan Allah?

Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Sesungguhnya pertolongan itu datang dari sisi Allah kepada seorang hamba sesuai dengan level (tingkat) kesulitan atau kebutuhan. Dan sesungguhnya kesabaran itu datang dari sisi Allah sesuai dengan level musibah.” (HR. Al-Bazzar dalam Al-Musnad, 15: 327; Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, 12: 337. Dinilai sahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 1952)

Dalam hadis tersebut, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan bahwa pertolongan itu akan Allah kirimkan kepada kita sesuai dengan tingkat kebutuhan kita, atau sesuai dengan krisis (masalah dan kesulitan) yang sedang kita hadapi.

Dalam riwayat yang lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah turunkan pertolongan sesuai dengan level kesulitan atau kebutuhan. Dan Allah turunkan kesabaran ketika sedang menghadapi musibah.” (HR. Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, 12: 337)

Apabila masalah yang sedang kita hadapi bisa dikonversikan menjadi angka, maka pada angka itu p**a kadar pertolongan Allah akan datang. Apabila level masalah yang kita hadapi adalah 70%, maka Allah akan datangkan pertolongan sebesar 70%, tidak akan kurang dari itu. Oleh karena itu, pada saat kita terkena musibah dan ujian, kita harus mencamkan dan meyakini bahwa ujian dan petolongan dari Allah itu berjalan paralel dalam satu garis lurus. Tidak mungkin ujian (musibah) meninggalkan pertolongan. Allah-lah yang memberikan kita ujian, sebagaimana Allah p**a yang memberikan kita pertolongan.

https://www.datariau.com/detail/dakwah/sedang-melalui-kesulitan-yang-berat--renungi-hadits-ini

08/05/2026

Tempat sunat nyaman di Pekanbaru, langsung hubungi

Address

Pekanbaru

Opening Hours

Monday 08:00 - 17:00
Tuesday 08:00 - 17:00
Wednesday 08:00 - 17:00
Thursday 08:00 - 17:00
Saturday 08:00 - 17:00
Sunday 08:00 - 17:00

Telephone

+6281339661966

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Data Riau Media posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Data Riau Media:

Share