12/12/2017
Umat Islam dan Titik fougenbaum itu bernama Palestina (Yerussalem)
Semua jiwa tersentak, semua dada terdesak, semua nafas tersedak mendengar penyataan sikap Presiden AS Donald Trump yang mengumumkan bahwa ia telah menetapkan Yerussalem sebagai ibu kota Israel. Ini melukai semangat perdamaian. Semua keputusan DK PBB dilanggarnya dan tidak dijadikan bahan pertimbangan sedikit pun. Trump melukai perasaan Umat Islam seluruh dunia, Trump melukai nilai-nilai perdamaian dan melecehkan nilai-nilai kemanusiaan.
Selain itu, Trump sangat melawan nilai bangsanya yang menuhankan toleransi. Sikap Trump adalah intoleran, radikal dan pongah seolah dialah penentu nasib seluruh negara di dunia ini. Ini merupakan bentuk kejahatan politik yang tidak boleh dilupakan sepanjang sejarah dunia.
Kejahatan terhadap bangsa merdeka Palestina, Kejahatan terhadap keberagaman Agama, Kejahatan kepada Islam, Kejahatan yang tidak bisa di ampunkan.
Menurut saya, Trump sengaja menggunakan pendekatan konflik dalam mengeluarkan keputusan itu. Ia meranggapan bahwa keputusannya lah yang harus di ikuti. Ia melakukan chaos terhadap kebijakannya.
Menggunakan istilah Feigenbaum point atau di kenal dengan istilah titik feigenbaum dalam perspektif kiminologi terhadap sikap Presiden AS Donald Trump yang telah menetapkan Yerussalem sebagai ibu kota Israel dapat kita lihat bahwa sikap tersebutlah merupakan titik yang disebutkan.
Titik Feigenbaum merupakan satu titik kecil namun ia merupakan titik balik perubahan yang terjadi 360 derajat. Karena titik balik yang kecil itu akan terjadi perubahan dahsyat.
Karena sikap Trump tersebut maka terjadi titik balik yang terjadi diseluruh negara Islam yang hari ini dalam kondisi bertikai (chaos) menjadi "berhenti" megemukakan perbedaan sikap mereka namun mereka hari ini fokus dalam memiliki titik temu bersama bahwa sikap AS tersebut salah dan fatal. Al Quds adalah ibu kota Palestina. Tempat perjalanan suci Nabi Islam, Nabi Muhammad saw.
Semua negara Islam maupun yang bukan Islam bersepakat bahwa sikap Trump Salah. Titik balik itu akan membangkitkan dan menguatkan persatuan seluruh unat Islam dan bangsa lainnya yang menjunjung tinggi kemanusiaan sehingga bukan tidak mungkin Trump akan repot menghadapinya dan akan merugikan dirinya sendiri dan negaranya. Semua musuh AS dan Trump pasti akan bersatu menentang keputusannya itu.
Dalam pikiran saya apakah AS adalah Raja disegala negara di dunia ini? Sehingga ia semaunya menentukan nasib negara-negara di dunia ini? Apakah inggirs, Prancis, Rusia, Saudi Arabia, Turkey, Korea Utara dan Selatan bahkan Indonesia hanya bisa kerbau di tusuk hidung? Selalu menjadi follower tiap kebijakan AS? Saya pikir tidak, hanya saja masing-masing negara merasa tidak percaya diri atas hegemoni AS.
Penulis
Fat Haryanto Lisda, S.Sos, M. Krim
Pengamat Sosial Kriminologi
Alumni Pascasarjana Universitas Indonesia