Al_Barkah Channel

Al_Barkah Channel Semoga channel ini bermanfaat bagi manusia dan sarana mendapatkan Hidayah In syaa Alloh

Ayuk kita menuntut Ilmi Syar'i!
06/02/2020

Ayuk kita menuntut Ilmi Syar'i!

Bismillah...In syaa Alloh dalam dauroh Nanti akan di bagikan buku ini dgn cuma-cuma alias free sebanyak lebih kurang 5.0...
06/07/2019

Bismillah...
In syaa Alloh dalam dauroh Nanti akan di bagikan buku ini dgn cuma-cuma alias free sebanyak lebih kurang 5.000 pcs
Mari bersama2 kita menghadiri gais...

Barokallahufikum...

BISMILLAH...Mari bersama sama kita tholabil ilmi gaes, jangan lupa bawa sanak saudara kita...Jangan lupa  ikat ilmu dgn ...
05/07/2019

BISMILLAH...
Mari bersama sama kita tholabil ilmi gaes, jangan lupa bawa sanak saudara kita...
Jangan lupa ikat ilmu dgn catatan...

Oh y...
Catatan terpenting
Dauroh ini TIDAK ON LINE di Media2 yg ada..
hanya OFF LINE di tempat Dauroh..
(Permintaaan Dari pemateri)

*بسم الله الرحمن الرحيم*

*HADIRILAH TABLIGH AKBAR(BEDAH KITAB) BERSAMA USTADZ ABDUL HAKIM AMIR ABDAT* *حفظه الله*
*di Kota Pekanbaru & Bangkinang*

*SESI I*
🗓 Kamis, 16 Dzulqo'dah 1440 H / 18 Juli 2019 M

⏰ Ba'da Magrib s/d Selesai

📝 Tema : Syarah 40 Hadist Pilihan Prinsip dan Manhaj Dalam Beragama

📍 Lokasi : Masjid Umar bin Khattab Jl. Delima Gg. Delima XII, Panam

*SESI II*
🗓 Sabtu, 17 Dzulqo'dah 1440 H / 20 Juli 2019 M

⏰ 09:00 WIB - Selesai

📝 Tema : Syarah 40 Hadist Pilihan Prinsip dan Manhaj Dalam Beragama

📍Lokasi : Masjid Al Kiram, Jl. Prof. M. Yamin, Bangkinang - Kampar

*SESI III*
🗓 Sabtu, 18 Dzulqo'dah 1440 H / 20 Juli 2019 M

⏰ Ba'da Maghrib - Selesai

📝 Tema : Syarah 40 Hadist Pilihan Prinsip dan Manhaj Dalam Beragama

📍Lokasi : Masjid Jami' Abu Darda Jl. HR. Soebrantas Pekanbaru(belakang Polsek Tampan)

*SESI IV*
🗓 Ahad, 18 Dzulqo'dah 1440 H / 21 Juli 2019 M

⏰ 09:00 WIB - Selesai

📝 Tema : Syarah 40 Hadist Pilihan Prinsip dan Manhaj Dalam Beragama

📍Lokasi : Masjid Raudhatul Jannah Jl.Tuanku Tambusai Pekanbaru (depan Global Bangunan)

Didukung oleh :
▪Pondok Pesantren Ad Dar As Salafiyah Al Islamiyah
▪Ma'had Umar Bin Khattab Riau
▪Pondok Pesantren Imam Ibnu Katsir Pekanbaru
▪Ma'had Imam Adz Dzahabi
▪Masjid Umar Bin Khattab Pekanbaru
▪Masjid Raudhatul Jannah Pekanbaru
▪Masjid Jami' Abu Ad Darda' Pekanbaru
▪Syabaab Bumi Melayu Riau
▪Yayasan Hamalatul Quran Kampar
▪Radio Hidayah 103.4 FM
▪Erje TV
▪Abu Darda' TV
▪Ashiil TV

Waktu Membaca Surat Al Kahfi di Hari Jum’atBismillah walhamdulillah was sholaatu wassalam’ala Rasulillah, wa ba’du.Dalam...
21/06/2019

Waktu Membaca Surat Al Kahfi di Hari Jum’at

Bismillah walhamdulillah was sholaatu wassalam’ala Rasulillah, wa ba’du.

Dalam Islam, pergantian hari dimulai sejak terbenamnya matahari, membentang sampai terbenam. matahari di hari berikutnya.

Diterangkan dalam Fatawa Islamweb,

وتكون بداية اليوم بهذا الاعتبار من غروب الشمس إلى غروبها،

Hari dimulai dari terbenam matahari sampai terbenam matahari hari berikutnya. (Fatawa Islamweb no. 31343)

Sehingga waktu membaca surat Al Kahfi dimulai sejak maghrib hari Kamis, membentang sampai maghrib hari Jumat.

Tak ada hadis yang menerangkan kapan waktu yang paling afdol dari rentang waktu ini. Bahkan dalam hadis-hadis yang menerangkan keutamaan membaca surat Al Kahfi di hari Jumat, menyebutkan dua keterangan waktu sekaligus: satu hadis menyebutkan malam, hadis yang lain menyebutkan siang.

Dari Abu Said Al-Khudri berkata,

من قرأ سورة الكهف ليلة الجمعة أضاء له من النور فيما بينه وبين البيت العتيق

“Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada malam Jum’at, maka dia akan diterangi dengan cahaya antara dia dan Baitul Atiq (Ka’bah).” (HR. Ad-Darimi, no. 3407, Hadits inidishahihkan oleh Al-Albany dalam Shahih Al-Jami, no. 6471)

من قرأ سورة الكهف في يوم الجمعة أضاء له من النور ما بين الجمعتين

Siapa membaca surat Al-Kahfi pada siang hari Jum’at, maka dia akan diterangi dengan cahaya di antara dua Jum’at.” (HR. Hakim, 2/399. Baihaqi, 3/29)

Read more https://konsultasisyariah.com/34602-kapan-waktu-membaca-surat-al-kahfi-di-hari-jumat.html

_____________________
🎥 Al_Barkah Channel
_____________________
Kunjungi Akun Resmi Channel Kami :

*Fanspage Facebook*:
https://www.facebook.com/Al_Barkah-Channel-811361772381162/
*YouTube*:
https://www.youtube.com/channel/UC6Z9GO4QXbt5zMwIT9alxbg?view_as=subscriber
*Instagram*:
https://www.instagram.com/al_berkahchannel/?hl=id

Jangan lupa di Like, Follow dan Subscriber !!!

Semoga bermanfaat
*Al_Berkah Channel*
Baraakallahu fikum

Taubatnya Orang yang Meninggalkan ShalatBagaimana hukum orng yg telah dg sengaja meninggalkan shalat wajib. apakah orang...
20/06/2019

Taubatnya Orang yang Meninggalkan Shalat

Bagaimana hukum orng yg telah dg sengaja meninggalkan shalat wajib. apakah orang tersebut wajib melakukan qadha shalat yg telah di tinggalkan? Terima kasih

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Allah menegaskan dalam al-Quran, bahwa shalat merupakan ibadah yang dibatasi waktunya. Ada batas awal dan ada batas akhir. Sebagaimana tidak sah melakukan shalat sebelum waktu, juga tidak sah melakukan shalat, setelah keluar waktu.

Allah berfirman,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat merupakan kewajiban bagi orang beriman yang telah ditetapkan waktunya.” (QS. An-Nisa: 103).

Hanya saja, bagi mereka yang tidak sengaja meninggalkan shalat, misalnya karena ketiduran atau lupa, diberi toleransi untuk mengqadha’nya, dengan mengerjakannya ketika bangun atau ketika ingat.

Dari Anas bin Malik, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ نَسِيَ صَلَاةً، أَوْ نَامَ عَنْهَا، فَكَفَّارَتُهَا أَنْ يُصَلِّيَهَا إِذَا ذَكَرَهَا

“Barang siapa yang kelupaan shalat atau tertidur sehingga terlewat waktu shalat maka penebusnya adalah dia segera shalat ketika ia ingat.” (HR. Ahmad 11972 dan Muslim 1600).

Dalam riwayat lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

مَنْ نَسِىَ صَلاَةً فَلْيُصَلِّ إِذَا ذَكَرَهَا ، لاَ كَفَّارَةَ لَهَا إِلاَّ ذَلِكَ

“Siapa yang lupa shalat, maka dia harus shalat ketika ingat. Tidak ada kaffarah untuk menebusnya selain itu.” (HR. Bukhari 597 & Muslim 1598)

Hadis ini menunjukkan, tidak ada kesempatan untuk menebus kesalahan meninggalkan shalat, selain bagi orang yang kelupaan dan ketiduran, dan itupun harus dilakukan ketika bangun atau ketika dia ingat.

Read more https://konsultasisyariah.com/28171-cara-taubat-orang-yang-meninggalkan-shalat.html

_____________________
🎥 Al_Barkah Channel
_____________________
Kunjungi Akun Resmi Channel Kami :

*Fanspage Facebook*:
https://www.facebook.com/Al_Barkah-Channel-811361772381162/
*YouTube*:
https://www.youtube.com/channel/UC6Z9GO4QXbt5zMwIT9alxbg?view_as=subscriber
*Instagram*:
https://www.instagram.com/al_berkahchannel/?hl=id

Jangan lupa di Like, Follow dan Subscriber !!!

Semoga bermanfaat
*Al_Berkah Channel*
Baraakallahu fikum

*Keutamaan Puasa Syawal*Kita tahu bersama bahwa puasa Syawal itul punya keutamaan, bagi yang berpuasa Ramadhan dengan se...
06/06/2019

*Keutamaan Puasa Syawal*

Kita tahu bersama bahwa puasa Syawal itul punya keutamaan, bagi yang berpuasa Ramadhan dengan sempurna lantas mengikutkan puasa 6 hari di bulan Syawal, maka ia akan mendapatkan pahala puasa setahun penuh. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164).

Itulah dalil dari jumhur atau mayoritas ulama yag menunjukkan sunnahnya puasa Syawal. Yang berpendapat puasa tersebut sunnah adalah madzhab Abu Hanifah, Syafi’i dan Imam Ahmad. Adapun Imam Malik memakruhkannya. Namun sebagaimana kata Imam Nawawi rahimahullah, “Pendapat dalam madzhab Syafi’i yang menyunnahkan puasa Syawal didukung dengan dalil tegas ini. Jika telah terbukti adanya dukungan dalil dari hadits, maka pendapat tersebut tidaklah ditinggalkan hanya karena perkataan sebagian orang. Bahkan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah ditinggalkan walau mayoritas atau seluruh manusia menyelisihinya. Sedangkan ulama yang khawatir jika puasa Syawal sampai disangka wajib, maka itu sangkaan yang sama saja bisa membatalkan anjuran puasa ‘Arafah, puasa ‘Asyura’ dan puasa sunnah lainnya.” (Syarh Shahih Muslim, 8: 51)

Baca selengkapnya https://muslim.or.id/17782-tata-cara-puasa-syawal.html

_____________________
🎥 Al_Barkah Channel
_____________________
Kunjungi Akun Resmi Channel Kami :

*Fanspage Facebook*:
https://www.facebook.com/Al_Barkah-Channel-811361772381162/
*YouTube*:
https://www.youtube.com/channel/UC6Z9GO4QXbt5zMwIT9alxbg?view_as=subscriber
*Instagram*:
https://www.instagram.com/al_berkahchannel/?hl=id

Jangan lupa di Like, Follow dan Subscriber !!!

Admin Al Barkah Channel

Semoga bermanfaat
*Al_Berkah Channel*
Baraakallahu fikum

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah / 2019 MasehiSegenap Admin Al Barkah Channel mengucapkan:تقبل الله منا ومنكم ...
05/06/2019

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah / 2019 Masehi

Segenap Admin Al Barkah Channel mengucapkan:

تقبل الله منا ومنكم صالح الأعمال

Taqabbalallahu minnaa wa minkum shalih al-a'maal

Semoga Allah menerima amalan kami dan amalan Anda

Al Barkah Channel

Rudi Abu Mu'awiyah
Muhammad Aldi Bin Suroto

Berbakti kepada Orang Tua Sesudah Mereka MeninggalAssalamualaikum ustadz, Ana mau tanya :Amalan – amalan apa yang berman...
21/05/2019

Berbakti kepada Orang Tua Sesudah Mereka Meninggal
Assalamualaikum ustadz, Ana mau tanya :

Amalan – amalan apa yang bermanfaat untuk mayit?
Bagaimana caranya berbakti kepada orang tua yang sudah mati (meninggal) ?
Sampaikah pahala membacakan alquran untuk orang tua kita yang sudah meninggal
Jazakallohu khairan

Dari: Muhamad Ariyanto

Jawaban:

Wa alaikumus salam

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Salah satu diantara rahmat yang Allah berikan kepada orang yang beriman adalah mereka bisa saling memberikan kebaikan, sekalipun harus berpisah di kehidupan dunia. Karena ikatan iman, Allah abadikan sekalipun mereka sudah meninggal.

Doa mukmin yang hidup kepada mukmin yang telah meninggal, Allah jadikan sebagai doa yang mustajab. Doa anak soleh kepada orang tuanya yang beriman, yang telah meninggal, Allah jadikan sebagai paket pahala yang tetap mengalir.

Ilmu yang diajarkan oleh seorang guru muslim kepada masyarakat, akan menjadi paket pahala yang terus mengalir, selama ilmu ini diamalkan.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila seseorang mati, seluruh amalnya akan terputus kecuali 3 hal: sedekah jariyah, ilmu yang manfaat, dan anak sholeh yang mendoakannya.” (HR. Muslim 1631, Nasai 3651, dan yang lainnya).

Bahkan ikatan iman ini tetap Allah abadikan hingga hari kiamat. Karena ikatan iman ini, Allah kumpulkan kembali mereka bersama keluarganya di hari kiamat.

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ

“Orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka.” (QS. At-Thur: 21).

Anda yang beriman, orang tua beriman, anak cucu beriman, berbahagialah, karena insyaaAllah akan Allah kumpulkan kembali di surga.

Penjelasan tafsir ayat selengkapnya, bisa anda pelajari di: Bertemu Orang Tua di Surga

Banyak Cara untuk Berbakti kepada Orang Tua
Setelah orang tua meninggal, ada banyak cara bagi si anak untuk tetap bisa berbakti kepada orang tuanya. Mereka tetap bisa memberikan kebaikan bagi orang tuanya yang telah meninggal, berupa aliran pahala. Dengan syarat, selama mereka memiliki ikatan iman.

Lebih dari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan kepada salah seorang sahabat untuk melakukan beberapa amal, agar mereka tetap bisa berbakti kepada orang tuanya.

Dari Malik bin Rabi’ah As-Sa’idi radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan, ‘Ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba datang seseorang dari Bani Salamah. Orang ini bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah masih ada cara bagiku untuk berbakti kepada orang tuaku setelah mereka meninggal?’ Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

نَعَمْ، الصَّلَاةُ عَلَيْهِمَا، وَالِاسْتِغْفَارُ لَهُمَا، وَإِيفَاءٌ بِعُهُودِهِمَا مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِمَا، وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا، وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِي لَا تُوصَلُ إِلَّا بِهِمَا

“Ya, menshalatkan mereka, memohonkan ampunan untuk mereka, memenuhi janji mereka setelah mereka meninggal, memuliakan rekan mereka, dan menyambung silaturahmi yang terjalin karena sebab keberadaan mereka.” (HR. Ahmad 16059, Abu Daud 5142, Ibn Majah 3664, dishahihkan oleh al-Hakim 7260 dan disetujui adz-Dzahabi).

Makna ‘menshalatkan mereka’ memiliki dua kemungkinan,

Menshalatkan jenazah mereka
Mendoakan mereka dengan doa rahmat.
Demikian keterangan as-Sindi yang dikutip Syuaib al-Arnauth dalam Tahqiq beliau untuk Musnad Imam Ahmad (25/458).

Diantara doa yang Allah perintahkan dalam Al-Quran adalah doa memohonkan ampunan untuk kedua orang tua kita,

وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

“Berdoalah, Ya Allah, berilah rahmat kepada mereka (kedua orang tua), sebagaimana mereka merawatku ketika kecil.” (QS. Al-Isra: 24)

Read more https://konsultasisyariah.com/20268-cara-berbakti-kepada-orang-tua-setelah-mereka-meninggal.html

_____________________
🎥 Al_Barkah Channel
_____________________

UJUB, PENYAKIT HATI YANG SANGAT BERBAHAYA.Segala puji bagi Allah, Rabb seru sekalian alam. Salawat dan keselamatan semog...
19/05/2019

UJUB, PENYAKIT HATI YANG SANGAT BERBAHAYA.

Segala puji bagi Allah, Rabb seru sekalian alam. Salawat dan keselamatan semoga terus terlimpah kepada Nabi dan para sahabatnya. Amma ba’du.

Jumlah pengikut yang banyak, organisasi yang mapan, kekuatan finansial yang besar, dan sarana yang serba lengkap terkadang membuat manusia lupa akan hakekat dirinya yang lemah dan senantiasa membutuhkan pertolongan Allah ‘azza wa jalla. Acapkali ‘perasaan besar’ tersebut menyeret kepada bangga diri dan ujub dengan kemampuan dirinya. Seolah-olah semuanya sudah berada di bawah kendalinya. “Kemenangan sudah di pelupuk mata.” “Kita tidak akan kalah, jumlah kita banyak.”

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sungguh, Allah telah menolong kalian dalam berbagai tempat yang banyak, demikian p**a pada perang Hunain; ketika itu jumlah kalian yang sedemikian banyak telah membuat kalian ujub, namun ternyata jumlah yang banyak itu sama sekali tidak mencukupi bagi kalian, dan bumi yang luas pun menjadi terasa sempit bagi kalian, kemudian kalian pun lari tunggang-langgang…” (QS. at-Taubah: 25)

Ketika itu, sebagian di antara mereka -para sahabat- ada yang berkata, “Pada hari ini kita tidak akan kalah gara-gara jumlah yang sedikit.” Tatkala penyakit ujub itu menyelinap ke dalam hati mereka, maka Allah berikan pelajaran bagi mereka… Padahal, mereka itu adalah para Sahabat Nabi -orang-orang termulia di atas muka bumi setelah para nabi- sejumlah 12 ribu pasukan kaum muslimin kocar-kacir di awal pertempuran dalam menghadapi 4 ribu pasukan musyrikin dari kabilah Hawazin… (lihat Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 345). Sungguh pukulan yang sangat telak dan menjatuhkan mental kaum muslimin! Dimanakah jumlah yang besar yang dibanggakan itu? Kalau bukan karena pertolongan Allah, maka mereka sudah hancur berkeping-keping…!

Bagi orang-orang yang telah merasa dirinya besar, hebat dan kuat -dengan organisasi, yayasan, dan lain sebagainya- maka waspadailah penyakit ganas ini! Karena hal itu akan menghancurkan kalian…! Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Tidak ada suatu perkara yang lebih merusak amalan daripada perasaan ujub dan terlalu memandang jasa diri sendiri…” (al-Fawa’id, hal. 147). Semoga Allah membalas kebaikan salah seorang Ustadz kami –semoga Allah menjaganya– yang menasehatkan hal ini kepada kami; untuk tidak merasa diri besar… Yang pada akhirnya akan menimbulkan dampak-dampak negatif, semisal berkobarnya api hizbiyah, terlalu mengutamakan kepentingan kelompok, dan memaksakan keinginan kepada pihak lain yang tidak sejalan pemikiran… Allahul musta’aan!

Ibnu Sa’ad menceritakan di dalam kitabnya ath-Thabaqat, bahwasanya Umar bin Abdul Aziz apabila berkhutbah di atas mimbar kemudian dia khawatir muncul perasaan ujub di dalam hatinya, dia pun menghentikan khutbahnya. Demikian juga apabila dia menulis tulisan dan takut dirinya terjangkit ujub maka dia pun menyobek-nyobeknya, lalu dia berdoa, “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari keburukan hawa nafsuku.” (dikutip dari al-Fawa’id, hal. 146)

Saudaraku, salafus shalih telah memberikan teladan kepada kita untuk tidak bersikap ujub. Ingatlah, bahwa segala kebaikan yang ada pada diri kita berasal dari anugerah Allah ta’ala, bukan semata-mata karena kekuatan dan kemampuan kita! Bahkan, kalau Allah berkehendak niscaya saat ini kita masih tenggelam dalam alam kejahiliyihan dengan aneka ragam maksiat dan kedurhakaan kepada Allah ta’ala. Tidakkah kalian ingat nikmat yang agung ini wahai ikhwan?….. Lantas dimanakah ungkapan rasa syukur kalian kepada-Nya? Apakah kalian sekarang telah lebih mengutamakan dunia daripada akherat, sehingga sedemikian beratnya kalian untuk berjuang dengan ikhlas di jalan-Nya?!

Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi

Artikel www.muslim.or.id

Baca selengkapnya https://muslim.or.id/4708-saudaraku-jangan-ujub.html

_____________________
🎥 Al_Barkah Channel
_____________________
Kunjungi Akun Resmi Channel Kami :

*Fanspage Facebook*:
https://www.facebook.com/Al_Barkah-Channel-811361772381162/
*YouTube*:
https://www.youtube.com/channel/UC6Z9GO4QXbt5zMwIT9alxbg?view_as=subscriber
*Instagram*:
https://www.instagram.com/al_berkahchannel/?hl=id

Jangan lupa di Like, Follow dan Subscriber !!!

Semoga bermanfaat
*Al_Berkah Channel*
Baraakallahu fikum

📝 *Doa Ketika Hujan*اَللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًاAllaahumma shoyyiban naafi'an.Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfa...
18/05/2019

📝 *Doa Ketika Hujan*
اَللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

Allaahumma shoyyiban naafi'an.

Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat (untuk manusia, tanaman dan binatang).

HR. Bukhari no. 985.
Hadits:
Dari A'isyah radhiyallahu 'anha, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam apabila turun hujan, beliau membaca: (doa di atas).

Keterangan:
Doa ini dibaca ketika hujan turun dalam curah normal.

Sumber: http://www.facebook.com/doa.dzikir.shahih.harian/posts/188127331287333

_____________________
🎥 Al_Barkah Channel
_____________________
Kunjungi Akun Resmi Channel Kami :

*Fanspage Facebook*:
https://www.facebook.com/Al_Barkah-Channel-811361772381162/
*YouTube*:
https://www.youtube.com/channel/UC6Z9GO4QXbt5zMwIT9alxbg?view_as=subscriber
*Instagram*:
https://www.instagram.com/al_berkahchannel/?hl=id

Jangan lupa di Like, Follow dan Subscriber !!!

Semoga bermanfaat
*Al_Berkah Channel*
Baraakallahu fikum

📖 *Doa Perlindungan dari Fitnah*Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,Salah satu doa yang diajarkan...
16/05/2019

📖 *Doa Perlindungan dari Fitnah*

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Salah satu doa yang diajarkan Allah kepada Nabi-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam,

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ وَحُبَّ الْمَسَاكِينِ وَإِذَا أَرَدْتَ بِعِبَادِكَ فِتْنَةً فَاقْبِضْنِى إِلَيْكَ غَيْرَ مَفْتُونٍ

Allahumma inni as-aluka fi’lal khoirat wa tarkal munkarat wa hubbal masakin. Wa idza arad-ta bi ‘ibaadika fitnatan, faq-bidh-nii ilaika ghaira maf-tuun..

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu taufiq untuk bisa mengamalkan semua kebaikan, meninggalkan semua kemungkaran, dan bisa mencintai orang miskin. Jika Engkau menghendaki untuk menimpakan ujian (fitnah) bagi hamba-hamba-Mu, maka wafatkanlah aku, tanpa terkena fitnah itu.

Keutamaan Doa:

Doa ini diajarkan oleh Allah kepada Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, agar dibaca ketika shalat. Ini menunjukkan nilai keistimewaan doa ini. Hingga Allah perintahkan Nabi-Nya untuk membacanya dalam shalat.

Dalam hadis dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan mimpi beliau. Dalam mimpi itu, beliau bertemu Allah. Salah satu yang diajarkan,

يَا مُحَمَّدُ إِذَا صَلَّيْتَ فَقُلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ…

Wahai Muhammad, jika kamu shalat, bacalah doa: Allahumma inni as-aluka fi’lal khoirat… dst. (HR. Ahmad 22109, Turmudzi 3541, dan dishahihkan al-Albani).

Disamping itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam secara khusus memerintahkan untuk mempelajari dan memahami kandungan makna doa ini. Dalam riwayat Turmudzi terdapat tambahan, pernyataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّهَا حَقٌّ فَادْرُسُوهَا ثُمَّ تَعَلَّمُوهَا

Kalimat ini benar, karena itu hafalkan dan pelajari kandungannya. (HR. Turmudzi 3543).

Read more https://konsultasisyariah.com/25877-doa-perlindungan-dari-fitnah.html

_____________________
🎥 Al_Barkah Channel
_____________________
Kunjungi Akun Resmi Channel Kami :

*Fanspage Facebook:
https://www.facebook.com/Al_Barkah-Channel-811361772381162/
*YouTube:
https://www.youtube.com/channel/UC6Z9GO4QXbt5zMwIT9alxbg?view_as=subscriber
*Instagram:
https://www.instagram.com/al_berkahchannel/?hl=id

Jangan lupa di Like, Follow dan Subscriber !!!

Semoga bermanfaat
*Al_Berkah Channel*
Baraakallahu fikum

MENGKHAWATIRKAN GUGURNYA PAHALA AMALANOlehUstadz Rizal Yuliar, LcManakala beramal dengan berbagai jenisnya, seorang Musl...
15/05/2019

MENGKHAWATIRKAN GUGURNYA PAHALA AMALAN

Oleh
Ustadz Rizal Yuliar, Lc

Manakala beramal dengan berbagai jenisnya, seorang Muslim sangat berharap agar seluruh amalannya diterima oleh Allâh Azza wa Jalla . Hal ini didorong oleh kesadarannya untuk menjadikan seluruh hidupnya di dunia ini sebagai kesempatan memperbanyak kebaikan di sisi Allâh Azza wa Jalla.

Namun perlu diketahui, sesungguhnya limpahan pahala yang Allâh Subhanahu wa Ta’ala janjikan hanyalah akan didapatkan bagi orang yang melakukan amalan dengan ikhlas dan berharap pahala dari-Nya Subhanahu wa Ta’ala. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Sesungguhnya setiap amalan memiliki motivasi dan tujuan. Sebuah amalan tidaklah terhitung sebagai ketaatan kecuali jika didasari dengan keimanan, yakni bukan hanya terdorong oleh sekedar rutinitas (kebiasaan), hawa nafsu, atau mencari pujian semata. Motivasinya harus iman dan tujuannya adalah menggapai ridha dan pahala dari Allâh Subhanahu wa Ta’ala. Karenanya, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyandingkan keimanan dan harapan pahala dalam banyak hadits…..”.[1]

SEBUAH KEKHAWATIRAN YANG BERALASAN
Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَىٰ رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ

Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut. (Mereka menyadari bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka [al-Mukminûn/23:60]

Ketika Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam membacakan ayat di atas, ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma bertanya, “Apakah mereka adalah orang-orang yang minum khamer dan mencuri?” Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak wahai puteri Abu Bakar ash-Shiddîq. Mereka itu adalah yang melakukan ibadah shaum, shalat, dan bersedekah, namun mereka takut jika amalan mereka tidak diterima oleh Allâh Azza wa Jalla . Mereka itu adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam segala kebaikan dan mereka selalu menjadi yang terdepan”.[2]

Ketakutan mereka bukanlah terhadap janji Allâh Subhanahu wa Ta’ala yang akan melimpahkan balasan pahala atas kebaikan amal ibadah mereka, tapi rasa kekhawatiran jika Allâh Azza wa Jalla tidak menerima amal ibadah mereka manakala mereka melalaikan syarat-syarat yang harus mereka penuhi agar menjadi amal yang shalih. Mereka mengkhawatirkan gugurnya pahala amal mereka. Dan hal ini merupakan bagian dari kesempurnaan iman yang mereka miliki. Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ

Maka tidaklah merasa aman dari ancaman adzab Allâh melainkan orang-orang yang merugi [al-A`râf/7:99]

PENGGUGUR AMALAN, PENGHAPUS PAHALA
Penggugur pahala amalan yang dimaksud dalam pembahasan tema ini berlandaskan pandangan Ahlus Sunnah wal Jama`ah. Bahwa penggugur hakiki yang dapat menghapus seluruh bagian iman dan amalan adalah yang disebabkan oleh kekafiran, kesyirikan, kemurtadan dan kemunafikan. Adapun penggugur yang dapat membatalkan sebagian amalan oleh sebab kemaksiatan, atau berkurangnya balasan pahala, atau tertundanya manfaat baik sebuah amalan pada waktu yang dibutuhkan adalah penggugur yang bersifat relatif dan tidak sampai berakibat mengugurkan dasar keimanan.[3]

[1]. Syaikh Salîm bin Id al-Hilâli menukilnya dari kitab ar-Risâlah at-Tabûkiyyah karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dan mencantumkannya dalam kitab beliau Mubthilâtul A`mâl hlm. 7-8
[2]. Shahîh Sunan at-Tirmidzi no: 3175, Shahîh Sunan Ibnu Mâjah no: 4198
[3]. Lihat Mubthilâtul A`mâl hlm. 15-16

Baca Selengkapnya : https://almanhaj.or.id/3575-mengkhawatirkan-gugurnya-pahala-amalan.html

_____________________
🎥 Al_Barkah Channel
_____________________
Kunjungi Akun Resmi Channel Kami :

*Fanspage Facebook:
https://www.facebook.com/Al_Barkah-Channel-811361772381162/
*YouTube:
https://www.youtube.com/channel/UC6Z9GO4QXbt5zMwIT9alxbg?view_as=subscriber
*Instagram:
https://www.instagram.com/al_berkahchannel/?hl=id

Jangan lupa di Like, Follow dan Subscriber !!!

Semoga bermanfaat
*Al_Berkah Channel*
Baraakallahu fikum

Address

Pekanbaru
28131

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Al_Barkah Channel posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category