19/05/2026
Lima Warga Randudongkal Korban Dugaan Penipuan Kerja di Kalimantan Akhirnya Pulang Kampung
Randudongkal – Setelah sebelumnya diberitakan adanya warga Randudongkal yang diduga menjadi korban penipuan kerja oleh seorang mandor dengan iming-iming gaji besar di Kalimantan, kini lima orang korban akhirnya berhasil kembali ke kampung halaman. Kep**angan mereka disebut mendapat bantuan dari Erlangga Firera atau yang akrab disapa Angga.
Hari ini, kelima korban mendatangi kediaman Angga di Blok Ranjaya, Randudongkal, untuk bersilaturahmi sekaligus mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan kepada mereka.
Salah satu korban, Agus alias Lele, menceritakan awal mula dirinya bersama rekan-rekannya berangkat ke Kalimantan karena tergiur tawaran pekerjaan di tambang emas dengan janji penghasilan besar.
“Awalnya saya ditawari teman untuk kerja di tambang emas dengan sistem upah 30/70 persen, 30 persen untuk pekerja dan 70 persen untuk perusahaan. Tapi kenyataannya kami sama sekali tidak diberi upah walaupun sudah bekerja selama satu bulan,” ujar Lele.
Lele menjelaskan, awalnya terdapat tujuh orang yang berangkat bersama menuju Kalimantan. Namun dalam kondisi sulit yang mereka alami, dua orang memilih pergi ke Pontianak untuk mencari batu loncatan agar bisa bertahan hidup dan mencari jalan p**ang.
“Saya bersama lima teman lainnya memilih kabur dari lokasi kerja. Kami berjalan kaki sampai ke pelabuhan selama tiga hari,” lanjutnya.
Sementara itu, Erlangga Firera mengatakan dirinya awalnya mendapat telepon dari nomor yang tidak dikenal. Setelah mengetahui kondisi Agus Lele dan rekan-rekannya, dirinya langsung berupaya membantu kep**angan mereka.
“Ya awalnya saya nggak tahu ada nomor baru masuk. Setelah Agus Lele menjelaskan, akhirnya saya menghubungi beberapa teman saya, salah satunya Mas Hendra dari Walangsanga. Alhamdulillah akhirnya kami bisa transfer untuk membantu kep**angan mereka,” ujar Angga.
Angga juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan di luar daerah yang menjanjikan penghasilan besar.
“Saya menghimbau kepada masyarakat agar selalu mengecek legalitas perusahaan jika ada tawaran pekerjaan, supaya tidak terjadi hal serupa,” pungkasnya.