BATAK Center

BATAK Center Berbagi Seni dan Budaya, khususnya budaya Batak. IKUTI JAMAN MU, JANGAN TINGGALKAN BUDAYA MU. HORAS Horas
(1)

Suku Batak adalah suku yang berasal dari provinsi Sumatera Utara. Suku Batak memiliki 6 sub suku/etnis yaitu: Toba, Angkola, Karo, Mandailing, Pakpak, dan Simalungun. Keseluruhan subetnis suku Batak memiliki marga yang diwarisi oleh keturunan mereka, dan terdapat banyak marga yang dipakai oleh lebih dari satu subetnis.

Turut Berdukacita, Pdt. Petrick M. Tambunan, S.Th Berpulang ke Rumah Bapa di SorgaBATAK Center  menyampaikan turut berdu...
03/09/2026

Turut Berdukacita, Pdt. Petrick M. Tambunan, S.Th Berpulang ke Rumah Bapa di Sorga

BATAK Center menyampaikan turut berdukacita atas berpulangnya ke rumah Bapa di Sorga, Pdt. Petrick M. Tambunan, S.Th, Pendeta Fungsional HKBP Distrik XV Sumbagsel.

Pdt. Petrick M. Tambunan meninggal dunia pada 2 September 2026 dalam usia 42 tahun. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, jemaat, rekan sepelayanan, serta seluruh pihak yang mengenal dan mengasihi almarhum.

Almarhum merupakan suami tercinta dari Inang Riris Olivia br. Siburian. Semasa hidupnya, Pdt. Petrick M. Tambunan menjalankan pelayanan sebagai Pendeta Fungsional di lingkungan HKBP Distrik XV Sumbagsel, dengan pengabdian dalam pelayanan gereja dan kehidupan jemaat.

Kepergian seorang pelayan Tuhan di usia yang masih relatif muda menjadi kehilangan yang mendalam. Namun, keluarga yang ditinggalkan diharapkan tetap memperoleh kekuatan dan penghiburan dari Tuhan di tengah suasana dukacita.

Kiranya Tuhan memberikan penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan, serta menguatkan seluruh jemaat dan rekan sepelayanan yang merasakan kehilangan.
Selamat jalan Pdt. Petrick M. Tambunan, S.Th.

Kiranya segala pelayanan dan pengabdian yang telah dilakukan semasa hidup menjadi kenangan yang baik bagi keluarga, jemaat, dan sesama.

Turut berdukacita. Tuhan menguatkan dan memberikan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan. (red/tam)

berat

Pdt. (Em.) Dr. J.A.U. Doloksaribu : Dipenjara Memperjuangkan HKBP dan Pencipta Serta Ahli Musik GerejaNama Pdt. (Em.) Dr...
02/09/2026

Pdt. (Em.) Dr. J.A.U. Doloksaribu : Dipenjara Memperjuangkan HKBP dan Pencipta Serta Ahli Musik Gereja

Nama Pdt. (Em.) Dr. J.A.U. Doloksaribu tidak dapat dipisahkan dari perjalanan sejarah pelayanan Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), khususnya pada masa pergolakan kepemimpinan gereja pada dekade 1990-an. Selain dikenal sebagai pendeta senior dan tokoh yang berani menyuarakan independensi gereja, ia juga dikenal sebagai pencipta, penerjemah, serta pembina musik gerejawi yang telah memberikan kontribusi bagi perkembangan pelayanan HKBP.

Pdt. J.A.U. Doloksaribu memiliki nama lengkap Jonggi August Uluan Doloksaribu. Ia lahir di Porsea, Toba, pada 18 Maret 1949. Ia merupakan putra Melanchton Doloksaribu dan Heleria boru Sirait. Sejak kecil, kehidupan JAU Doloksaribu sudah sangat dekat dengan kehidupan gereja.

Dalam sebuah kisah perjalanan hidupnya, JAU Doloksaribu mengenang bagaimana ibunya sejak ia masih berada dalam kandungan telah mendoakan agar dirinya kelak menjadi pendeta. Bahkan ketika masih berusia sekitar dua tahun, ia disebut kerap menirukan gaya seorang pendeta ketika bermain bersama anak-anak lainnya.

Latar belakang keluarga juga turut membentuk kecintaannya terhadap pelayanan gereja. Ayahnya, Melanchton Doloksaribu, pernah menjadi tentara Marsuse sebelum kemudian mengabdikan diri sebagai guru zending. Sementara ibunya, Heleria boru Sirait, dikenal aktif dalam kegiatan gereja, termasuk paduan suara dan pembinaan musik jemaat.
Menempuh Pendidikan Teologi

Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, JAU Doloksaribu memilih mengikuti panggilan yang telah menjadi cita-citanya sejak kecil. Pada 1968, ia menempuh pendidikan teologi di Fakultas Theologia Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar.

Setelah menyelesaikan pendidikan tersebut, perjalanan pelayanannya dimulai sebagai vikaris atau calon pendeta praktik di HKBP Binjai, Medan. Ia kemudian melanjutkan pelayanan di sejumlah jemaat hingga akhirnya dipercaya mengemban berbagai tugas penting di lingkungan HKBP.

Pada 1990, JAU Doloksaribu melanjutkan pendidikan pascasarjana dan meraih gelar Master of Ministry (M.Min.) dari Trinity Theological College, Singapura.

Pendidikan tersebut semakin memperkuat kapasitasnya dalam bidang teologi, pelayanan pastoral, liturgi dan musik gerejawi.
Perjalanan Panjang Pelayanan di HKBP

Sepanjang perjalanan pelayanannya, JAU Doloksaribu pernah menjalankan berbagai tugas di lingkungan HKBP. Ia pernah menjadi pendeta pembantu di HKBP Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kemudian Pendeta Persiapan Ressort HKBP Kebayoran Selatan.

Ia selanjutnya dipercaya sebagai Direktur Departemen Pemuda HKBP Pusat selama dua periode. Pada masa pelayanan tersebut, ia berada dalam periode kepemimpinan Ephorus Pdt. G.H.M. Siahaan dan Ephorus Pdt. Dr. S.A.E. Nababan, LLD.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Singapura, ia kembali ke Indonesia dan mendapat penempatan sebagai pendeta uluan yang melayani Ressort HKBP di Kota Medan.

Perjalanan pelayanan berikutnya membawanya dipercaya menjadi Praeses HKBP Medan-Aceh pada 1993-1998. Setelah itu, ia melayani sebagai Praeses HKBP Distrik Tebing Tinggi Deli dan Distrik Tapanuli Selatan pada 1998-2004.

Kemudian, pada 2004-2008, ia dipercaya menjadi Praeses HKBP Distrik XXI Jakarta 3. Setelah menjalani berbagai tugas struktural tersebut, ia tetap aktif dalam pelayanan jemaat, termasuk memimpin pelayanan di HKBP Maranatha Rawalumbu, Bekasi.
Berada di Tengah Krisis HKBP 1992-1993

Salah satu bagian paling penting dalam perjalanan Pdt. J.A.U. Doloksaribu adalah keterlibatannya dalam dinamika HKBP pada awal dekade 1990-an.

Ketika HKBP mengalami krisis dualisme kepemimpinan pada 1992-1993, JAU Doloksaribu tercatat menjadi salah seorang pendeta yang secara terbuka menyuarakan penolakan terhadap intervensi pemerintah dan militer dalam urusan internal gereja.

Saat itu, ia bersama sejumlah tokoh dan jemaat terlibat dalam gerakan yang memperjuangkan kemandirian HKBP. Ia bahkan ikut memobilisasi aksi protes jemaat terhadap keputusan yang dinilai mencampuri proses kepemimpinan gereja.

Sikap tersebut kemudian membawa konsekuensi hukum. Pada Januari 1993, setelah memimpin pelayanan pemberkatan pernikahan di Medan, ia sempat ditahan aparat. Peristiwa tersebut menjadi salah satu bagian paling berat dalam perjalanan pelayanannya.

Ia kemudian menjalani proses hukum dan dijatuhi hukuman penjara selama satu setengah tahun. Meski demikian, pengalaman tersebut tidak membuatnya meninggalkan panggilan pelayanan.

Dalam kisah yang pernah disampaikannya, JAU Doloksaribu melihat berbagai tekanan dan tantangan tersebut sebagai bagian dari konsekuensi ketika seorang pelayan gereja mempertahankan keyakinan dan prinsip yang diyakininya.
Tetap Melayani Meski Pernah Dipenjara

Setelah menjalani masa hukuman dan kembali ke tengah jemaat, JAU Doloksaribu melanjutkan pelayanan. Ia kemudian dipercaya mengemban tugas sebagai Praeses dan berbagai tanggung jawab struktural lainnya di HKBP.

Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya sebagai pendeta. Ia tidak hanya menjalani pelayanan dalam situasi normal, tetapi juga berada di tengah pergolakan sosial dan dinamika kehidupan gereja yang penuh tantangan.

Salah satu pengalaman lain terjadi pada 2007 ketika ia memberikan penguatan kepada jemaat HKBP Rajeg, Kotabumi, Tangerang, Banten, yang ketika itu menghadapi persoalan dalam menjalankan ibadah.

Dalam peristiwa tersebut, terjadi aksi pelemparan batu yang mengakibatkan sejumlah orang mengalami luka. JAU Doloksaribu juga terkena lemparan batu hingga mengalami luka pada bagian wajah.

Namun, pengalaman tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap menjalankan tugas pelayanan dan memberikan penguatan kepada jemaat.
Berkarya Lewat Musik Gereja

Selain dikenal sebagai pendeta dan tokoh dalam perjalanan sejarah HKBP, JAU Doloksaribu juga memiliki perhatian besar terhadap musik gerejawi.

Ia dikenal aktif menciptakan dan menerjemahkan lagu-lagu gereja ke dalam bahasa Batak Toba. Namanya juga dikaitkan dengan banyak karya lagu yang kemudian digunakan dalam kehidupan peribadahan HKBP dan tercantum dalam Buku Ende HKBP.

Kemampuannya di bidang musik tidak hanya diwujudkan melalui penciptaan lagu. Ia juga memberikan pelatihan dan pembinaan kepada organis, pianis serta kelompok musik gereja.

Sejumlah gereja pernah mengundangnya untuk memberikan pembinaan musik, termasuk dalam pengembangan kemampuan para pemain musik dan pelayan liturgi. Pengetahuannya mengenai liturgi, teologi dan musik gereja membuatnya memiliki peran penting dalam pengembangan kualitas musik dalam ibadah.

Ia juga disebut pernah meraih prestasi dalam lomba cipta lagu gereja tingkat dunia yang diselenggarakan United in Mission (UIEM). Selain itu, kontribusinya dalam mengalihbahasakan lagu-lagu gereja ke bahasa Batak Toba menjadi salah satu bagian dari warisan pelayanannya.

JAU Doloksaribu juga dikenal sebagai pencipta Musik Box Gereja (MBG), sebuah karya yang menunjukkan perhatian dan kreativitasnya dalam mendukung kebutuhan musik gerejawi.
Keluarga dan Kehidupan Pribadi

Dalam kehidupan keluarga, JAU Doloksaribu menikah dengan Romauli boru Hutajulu pada 4 Juli 1974.

Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai empat orang anak, terdiri dari tiga laki-laki dan satu perempuan, yakni Poltak Hasahatan Doloksaribu, Samuel Doloksaribu, Simon Joroan Doloksaribu, dan Debora Kristina boru Doloksaribu.

Salah seorang putranya, Simon Joroan Doloksaribu, telah meninggal dunia pada 3 November 2007 dalam usia 29 tahun, hanya beberapa minggu sebelum rencana pernikahannya.

Kisah keluarga tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang JAU Doloksaribu yang tidak hanya diwarnai pengalaman pelayanan, tetapi juga berbagai s**a dan duka dalam kehidupan pribadi.
Memasuki Masa Emeritus

Gelar Pdt. (Em.) yang kini melekat pada namanya merupakan singkatan dari Emeritus, yang menandakan bahwa seorang pendeta telah memasuki masa purnabakti dari tugas struktural penuh waktu.

Namun, status emeritus tidak berarti berakhirnya pengabdian. Pdt. J.A.U. Doloksaribu tetap dikenal sebagai pendeta senior yang memiliki pengalaman panjang dalam pelayanan HKBP.

Pengalaman pastoral, pemahaman teologi, pengetahuan liturgi serta kepeduliannya terhadap musik gereja membuatnya masih memiliki ruang besar untuk memberikan pembinaan dan bimbingan kepada jemaat maupun generasi pelayan gereja.

Jejak pelayanan JAU Doloksaribu menunjukkan bahwa perjalanan seorang pendeta tidak hanya diukur dari jabatan yang pernah diemban, tetapi juga dari keberanian mempertahankan prinsip, kesetiaan mendampingi jemaat dan karya yang diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dari seorang anak yang sejak kecil disebut telah memiliki kerinduan menjadi pendeta, JAU Doloksaribu kemudian menjalani puluhan tahun perjalanan sebagai pelayan gereja. Ia melewati masa-masa penuh tantangan, menjalani pendidikan teologi hingga tingkat pascasarjana, dipercaya menduduki berbagai posisi pelayanan, serta menghasilkan karya dalam bidang musik gerejawi.

Kini, memasuki masa emeritus, perjalanan tersebut menjadi bagian dari sejarah panjang pelayanan HKBP sekaligus warisan bagi generasi muda gereja. (red/tam/wiki/berabagaisumber)

Mutasi besar kembali bergulir di tubuh Polri. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo merotasi dan memutasi sebanya...
01/09/2026

Mutasi besar kembali bergulir di tubuh Polri. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo merotasi dan memutasi sebanyak 259 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen).

Dari ratusan nama yang masuk dalam daftar tersebut, dua jabatan strategis di wilayah hukum Polda Sumatera Utara ikut mengalami pergantian, yakni Kapolres Pematangsiantar dan Kapolres Simalungun.Tujuan Wisata

Mutasi itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1878/VIII/KEP./2026 tertanggal 30 Agustus 2026, yang merujuk pada Keputusan Kapolri Nomor KEP/1298/VIII/2026.

Surat telegram tersebut ditandatangani Karobinkar SSDM Polri Brigjen Pol Dr. Hendra Wirawan, S.H., S.I.K., M.H., atas nama Kapolri.

Dalam telegram itu, AKBP Sah Udur Togi Mario Sitinjak dimutasi dari jabatan Kapolres Pematangsiantar. Ia dipercaya mengemban tugas baru sebagai Kapolres Serdang Bedagai.Asia Tenggara & Kepulauan Pasifik

Posisi Kapolres Pematangsiantar selanjutnya dipercayakan kepada AKBP Dhana Noer Kurniawan, S.I.K., M.M. Sebelumnya, Dhana menjabat sebagai Kabagops Polrestabes Medan.

Sementara itu, posisi Kapolres Simalungun juga mengalami pergantian.

AKBP Marganda Aritonang, S.H., S.I.K., M.M. bergeser dari Kapolres Simalungun Polda Sumut untuk menduduki jabatan baru sebagai Wadirsamapta Polda Sumut.

Jabatan Kapolres Simalungun selanjutnya diemban AKBP Dr. Hendri Nupia Dinka Barus, S.H., S.I.K., M.M., yang sebelumnya menjabat Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Sumut.

Pergantian pucuk pimpinan kepolisian di dua wilayah tersebut menjadi bagian dari rotasi personel yang dilakukan Mabes Polri sebagai bagian dari pembinaan karier sekaligus penyegaran organisasi.Astronomi

Dalam telegram tersebut, personel yang mendapatkan mutasi diperintahkan segera melaksanakan tugas di tempat baru paling lambat 14 hari terhitung sejak keputusan mutasi ditetapkan.

Selain itu, fungsi pengemban SDM pada satuan kerja terkait diminta segera menindaklanjuti administrasi mutasi, termasuk pengurusan biaya perjalanan dinas bagi personel yang bersangkutan.

Rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas, pembinaan karier personel, serta optimalisasi pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat.

Dengan bergantinya Kapolres Pematangsiantar dan Kapolres Simalungun, perhatian publik kini tertuju pada arah kebijakan dan program kerja yang akan dibawa para pejabat baru dalam memimpin masing-masing wilayah. (red/tam)

Hotmangaradja Pontas Pandjaitan, Putra Pahlawan Revolusi yang Kini Jadi Dubes RI untuk SingapuraNama Letnan Jenderal TNI...
01/09/2026

Hotmangaradja Pontas Pandjaitan, Putra Pahlawan Revolusi yang Kini Jadi Dubes RI untuk Singapura

Nama Letnan Jenderal TNI (Purn) Hotmangaradja Pontas Pandjaitan kembali menjadi perhatian setelah dipercaya pemerintah sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Singapura.

Presiden Prabowo Subianto melantik Hotmangaradja sebagai Dubes RI untuk Singapura di Istana Negara, Jakarta, pada 8 Oktober 2025. Penugasan tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan panjangnya, setelah puluhan tahun berkiprah di lingkungan TNI Angkatan Darat, pemerintahan, hingga diplomasi.

Hotmangaradja Pontas Pandjaitan lahir di Palembang, Sumatera Selatan, 14 Oktober 1953. Ia merupakan putra Mayjen TNI (Anumerta) Donald Isaac (D.I.) Pandjaitan, salah satu Pahlawan Revolusi yang gugur dalam peristiwa 30 September 1965.

Sejak muda, Hotmangaradja memilih jalur pengabdian di dunia militer. Ia merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1977 dari kecabangan Infanteri dan banyak menjalani penugasan di lingkungan Komando Pas**an Khusus (Kopassus).

Dalam perjalanan kariernya, ia dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis. Ia pernah menjabat Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad), Komandan Pusat Teritorial TNI Angkatan Darat (Danpusterad), hingga Panglima Kodam IX/Udayana pada 2008–2010.

Setelah itu, Hotmangaradja dipercaya mengemban tugas sebagai Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Sesmenko Polhukam) pada 2010–2012. Jabatan tersebut menjadi salah satu penugasan terakhirnya dalam struktur pemerintahan sebelum memasuki fase karier diplomatik.

Pernah Menjadi Dubes RI untuk Prancis

Pengalaman Hotmangaradja tidak berhenti setelah meninggalkan karier militer. Pemerintah kembali memberinya kepercayaan di bidang diplomasi.

Pada 2014 hingga 2019, ia menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Prancis, sekaligus merangkap akreditasi untuk Andorra, Monako dan UNESCO. Penugasan tersebut memperkuat pengalaman Hotmangaradja dalam hubungan internasional, diplomasi serta kerja sama antarnegara.

Setelah menyelesaikan tugas diplomatik di Eropa, ia kembali ke lingkungan pemerintahan. Pada era Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Hotmangaradja dipercaya menjadi Asisten Khusus Menteri Pertahanan bidang Lingkungan Strategis. Saat itu, Prabowo Subianto menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

Posisi tersebut membuatnya kembali berperan dalam isu-isu strategis pertahanan dan keamanan, khususnya dalam membaca perkembangan lingkungan strategis serta dinamika kawasan Indo-Pasifik.

Pendidikan dan Pengalaman Militer

Selain pendidikan militer di Akademi Militer, Hotmangaradja juga menempuh pendidikan lanjutan di bidang akademik. Ia tercatat memiliki gelar Sarjana Administrasi Publik dari Universitas Terbuka dan Sarjana Hukum dari Universitas Sahid. Pendidikan pascasarjana ditempuhnya di Universitas Padjadjaran hingga meraih gelar magister dan doktor.

Ia juga memiliki pengalaman pendidikan militer di luar negeri, termasuk kualifikasi Ranger dari Amerika Serikat yang menjadi bagian dari perjalanan profesionalnya di bidang kemiliteran.

Keluarga yang Mengikuti Jejak Militer

Jejak pengabdian keluarga Pandjaitan di dunia militer juga berlanjut kepada generasi berikutnya.

Hotmangaradja menikah dengan Katarina Dwi Astuti dan dikaruniai dua putra. Kedua putranya, Abraham Sada Mangaradja Pandjaitan dan Jeremiah Sesa Mangaradja Pandjaitan, mengikuti jejak sang ayah dengan memilih karier sebagai prajurit TNI Angkatan Darat. Keduanya diketahui berdinas di lingkungan Kopassus.

Kisah tersebut membuat perjalanan keluarga Pandjaitan memiliki kesinambungan kuat dalam pengabdian kepada bangsa melalui institusi militer.

Putra Daerah Sumatera Utara

Meski lahir di Palembang, Hotmangaradja memiliki hubungan erat dengan Sumatera Utara. Ia merupakan bagian dari keluarga besar marga Pandjaitan yang berasal dari kawasan Natolutali, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba.

Latar belakang keluarga tersebut menjadi bagian penting dari identitas Hotmangaradja yang dikenal memiliki akar budaya Batak Toba.

Misi Baru di Singapura

Sebagai Dubes RI untuk Singapura, Hotmangaradja mengemban tugas strategis dalam memperkuat hubungan Indonesia dan Singapura.

Hubungan kedua negara mencakup berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, ekonomi digital, pendidikan, pertahanan, keamanan hingga kerja sama kawasan.

Pengalaman panjang Hotmangaradja di bidang militer, pemerintahan dan diplomasi menjadi modal penting dalam menjalankan tugas tersebut. Terlebih, Indonesia dan Singapura memiliki hubungan strategis di kawasan Asia Tenggara yang terus berkembang.

Pada 2026, Hotmangaradja juga terlihat menjalankan tugas diplomatik dalam berbagai agenda kerja sama ekonomi Indonesia-Singapura. Dalam salah satu pertemuan tingkat menteri mengenai kerja sama ekonomi, ia hadir sebagai Dubes Indonesia untuk Singapura.

Dengan pengalaman sebagai perwira tinggi TNI, pejabat pemerintahan, mantan Dubes RI untuk Prancis dan kini Dubes RI untuk Singapura, Hotmangaradja Pontas Pandjaitan membawa rekam jejak panjang dalam bidang pertahanan, keamanan dan diplomasi untuk memperkuat kepentingan Indonesia di kawasan.

(red/tam/berbagai sumber)

Suasana Haru Warnai Pelepasan Ipda Edy F. Ginting, Polres Karo Apresiasi Pengabdian Personelsuasana haru dan penuh kekel...
31/08/2026

Suasana Haru Warnai Pelepasan Ipda Edy F. Ginting, Polres Karo Apresiasi Pengabdian Personel

suasana haru dan penuh kekeluargaan mewarnai jajaran Polres Karo, Senin (31/8/2026) pagi. Usai pelaksanaan apel, Polres Karo menggelar acara pelepasan salah seorang personel, Ipda Edy F. Ginting, yang memasuki masa purna bakti setelah menyelesaikan perjalanan pengabdiannya sebagai anggota Polri.

Acara tersebut dipimpin langsung Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho, S.H., S.I.K., M.Si. Momentum ini menjadi bentuk penghormatan dan apresiasi institusi terhadap dedikasi serta loyalitas Ipda Edy F. Ginting selama menjalankan tugas untuk kepentingan Polri dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Kapolres Karo menyampaikan penghargaan atas seluruh pengabdian yang telah diberikan Ipda Edy F. Ginting selama bertugas. Ia menegaskan bahwa memasuki masa purna bakti bukan berarti berakhirnya nilai pengabdian, melainkan menjadi bagian dari perjalanan panjang seorang personel yang telah memberikan kontribusi bagi institusi.

“Purna bakti merupakan sebuah tahapan dalam perjalanan pengabdian. Apa yang telah diberikan selama bertugas tentunya menjadi bagian dari sejarah dan kontribusi bagi Polri,” ujar AKBP Pebriandi.

Kapolres juga berharap Ipda Edy F. Ginting dapat menikmati masa pensiun bersama keluarga dengan kondisi sehat dan bahagia. Ia turut mengajak personel yang memasuki masa purna bakti untuk tetap menjaga komunikasi serta silaturahmi dengan keluarga besar Polres Karo.

“Semoga setelah purna bakti, tetap diberikan kesehatan, kebahagiaan dan dapat terus menjalin silaturahmi dengan keluarga besar Polres Karo,” katanya.

Selain pelepasan personel purna bakti, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan perayaan ulang tahun sejumlah personel Polres Karo yang lahir pada bulan Agustus. Perayaan sederhana itu berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian pimpinan kepada seluruh personel. Menurut Kapolres, kebersamaan dan rasa kekeluargaan merupakan bagian penting dalam membangun soliditas internal.

“Kebersamaan dan kekeluargaan harus terus kita jaga. Ini menjadi energi positif bagi kita semua dalam melaksanakan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan penuh keakraban. Pelepasan Ipda Edy F. Ginting menjadi simbol penghormatan atas perjalanan panjang pengabdian seorang anggota Polri, sekaligus momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan dan soliditas jajaran Polres Karo dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. (red/tam/hum)

Tarian Pinar Sulempak, Wujud Generasi Muda Simalungun Lestarikan BudayaTarian Pinar Sulempak menjadi salah satu bentuk n...
30/08/2026

Tarian Pinar Sulempak, Wujud Generasi Muda Simalungun Lestarikan Budaya

Tarian Pinar Sulempak menjadi salah satu bentuk nyata kecintaan generasi muda terhadap budaya Simalungun. Tarian tradisional tersebut dibawakan oleh GEMAPSI (Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun) di Lapangan H. Adam Malik, Kota Pematangsiantar, Minggu (30/8/2026).

Penampilan Pinar Sulempak tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mengingatkan pentingnya menjaga warisan budaya Simalungun di tengah perkembangan zaman.

Generasi muda memiliki peran penting untuk terus mengenal, menggali, dan memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat luas.

Kegiatan seperti ini diharapkan semakin menumbuhkan kebanggaan generasi muda Simalungun terhadap identitas budaya Nusantara. Dengan demikian, seni dan tradisi leluhur tetap hidup serta diwariskan kepada generasi berikutnya.

“IKUTI JAMANNYA, JANGAN TINGGALKAN BUDAYAMU.” – Tagor Leo

Divana Adetama Sitohang, Mahasiswi UNIMED  Tekuni Seni Tari, Budaya Nusantara dan Bisnis KreatifDivana Adetama Sitohang,...
29/08/2026

Divana Adetama Sitohang, Mahasiswi UNIMED Tekuni Seni Tari, Budaya Nusantara dan Bisnis Kreatif

Divana Adetama Sitohang, mahasiswi Universitas Negeri Medan (UNIMED), terus mengembangkan bakat dan kreativitasnya di bidang seni, budaya, kecantikan, serta usaha kreatif.

Pada Jumat (28/8/2026), Divana kembali terlibat dalam kegiatan menjadi model makeup sekaligus pembuatan konten dengan mengangkat tema Nusantara, khususnya pakaian adat Kalimantan. Kegiatan tersebut menjadi salah satu cara dirinya menyalurkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia.

Divana merupakan mahasiswi Fakultas Bahasa dan Seni UNIMED, jurusan Seni Tari.

Selama menjalani perkuliahan, ia telah mempelajari berbagai jenis tari sebagai bagian dari proses pendidikan dan pengembangan kemampuan seninya.

“Ada dua puluh lebih tari yang kita pelajari dan kuasai,” kata Divana.

Selain mengikuti perkuliahan, Divana juga aktif di sanggar budaya kampus. Ketika tidak ada jadwal kuliah, ia memanfaatkan waktunya untuk berlatih di sanggar sekaligus membangun relasi dengan organisasi dan para budayawan di Sumatera Utara.

“Saya sudah beberapa kali kolaborasi dengan kakak senior dari jurusan seni drama dan pertunjukan,” jelasnya.

Ketertarikannya terhadap dunia kreatif juga membuat Divana memiliki cita-cita untuk membangun usaha di bidang kecantikan, seni kreatif, budaya, dan pariwisata. Ia berharap berbagai pengalaman yang diperoleh selama kuliah dapat menjadi bekal untuk mewujudkan impian tersebut.

Di luar aktivitas akademik, Divana juga aktif dalam kegiatan gereja. Ia turut menjalankan usaha kecil-kecilan bersama kakak dan adiknya di kampung halamannya, Kota Pematangsiantar, berupa usaha buket dan bunga hias.

“Adalah usaha kecil-kecilan, usaha bersama kakak dan adik, usaha buket dan bunga hias,” ungkap Divana.

Usaha tersebut mendapat dukungan dari kedua orang tuanya, Tagor Leo Sitohang dan Helen Sitio. Dukungan keluarga menjadi salah satu motivasi bagi Divana untuk terus belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Dengan latar belakang pendidikan seni, pengalaman di sanggar, aktivitas organisasi, kecintaan terhadap budaya Nusantara, serta minat di bidang kecantikan dan usaha kreatif, Divana Adetama Sitohang menjadi salah satu generasi muda yang terus mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

Profil Divana Adetama Sitohang:

Nama: Divana Adetama Sitohang

Status: Mahasiswi Universitas Negeri Medan (UNIMED)

Jurusan: Seni Tari, Fakultas Bahasa dan Seni

TK: Cinta Rakyat Pematangsiantar

SD: Budi Mulia 2 Pematangsiantar

SMP: Budi Mulia Pematangsiantar

SMK: SMK Negeri 3 Pematangsiantar, Jurusan Kecantikan

Semangat terus, Divana Sitohang. Teruslah belajar, berkarya, melestarikan budaya Nusantara, dan meraih cita-cita untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. (red/tam)

28/08/2026

Manortor
Mangolopi
Adat Batak

Guru Matematika SMA Negeri 2 Pematangsiantar Narnellyna Saragih Berpulang, Tinggalkan Kenangan MendalamKabar duka menyel...
28/08/2026

Guru Matematika SMA Negeri 2 Pematangsiantar Narnellyna Saragih Berpulang, Tinggalkan Kenangan Mendalam

Kabar duka menyelimuti keluarga besar SMA Negeri 2 Pematangsiantar. Guru Matematika, Narnellyna Tiomas Saragih (NTS), meninggal dunia pada Senin sore, 24 Agustus 2026, sekitar pukul 16.42 WIB di RS Adam Malik Medan.

Kepergian Narnellyna Saragih meninggalkan rasa kehilangan mendalam bagi keluarga, rekan-rekan guru, serta para siswa yang pernah mendapatkan pengajaran dan keteladanan darinya.
Almarhumah dikenal sebagai sosok guru Matematika yang telah mengabdikan diri dalam dunia pendidikan. Dedikasi dan pengabdiannya di SMA Negeri 2 Pematangsiantar menjadi bagian dari perjalanan pendidikan para siswa yang pernah dibimbingnya.
Narnellyna Tiomas Saragih tutup usia 59 tahun. Kepergiannya menjadi kabar yang mengejutkan dan menyisakan duka bagi orang-orang yang mengenal sosoknya.

Ucapan belasungkawa dan doa pun disampaikan sebagai bentuk penghormatan terakhir. Semoga seluruh amal baik dan pengabdian almarhumah selama hidup mendapat tempat yang terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Selamat jalan menuju Jerusalem, Ibu Guru Narnellyna Saragih. Jasa, ketulusan, dan kenangan yang telah ditorehkan akan tetap hidup di hati keluarga, rekan sejawat, dan para siswa.

Kiranya keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan dalam menghadapi suasana duka ini.

Turut berdukacita atas berpulangnya Narnellyna Tiomas Saragih (NTS), Guru Matematika SMA Negeri 2 Pematangsiantar.
(red/tam)

Bertaruh NYAW4, Dokter Yona SR Pardede Operasi Caesar Darurat di Tengah Gempa NTT, untuk Selamatkan Ibu dan BayiDedikasi...
27/08/2026

Bertaruh NYAW4, Dokter Yona SR Pardede Operasi Caesar Darurat di Tengah Gempa NTT, untuk Selamatkan Ibu dan Bayi

Dedikasi tenaga kesehatan kembali mendapat perhatian setelah Dokter Yona Sarah Rosiva Pardede, Sp.OG bersama tim medis RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), melakukan operasi caesar darurat di tengah situasi pascagempa yang penuh risiko.

Informasi mengenai perjuangan Dokter Yona dan tim medis tersebut turut diberitakan media nasional TVRI pada 21 Agustus 2026. Dalam kondisi infrastruktur rumah sakit yang terdampak gempa dan guncangan yang masih terasa, tim medis tetap berupaya memberikan pertolongan kepada seorang ibu hamil yang mengalami komplikasi serius.

Pasien diketahui mengalami preeklampsia berat dan gagal liver, sehingga membutuhkan tindakan persalinan segera. Kondisi tersebut membuat keselamatan ibu dan bayi menjadi prioritas utama, sementara para tenaga medis juga harus menghadapi situasi rumah sakit yang belum sepenuhnya pulih akibat bencana.

Operasi caesar dilakukan dengan berbagai keterbatasan. Penerangan di ruang tindakan tidak memadai dan sejumlah fasilitas medis mengalami gangguan akibat dampak gempa. Dalam situasi tersebut, Dokter Yona bersama sejumlah tenaga medis tetap bekerja dengan penuh konsentrasi, meski harus menghadapi rasa cemas, kelelahan, serta kondisi lingkungan yang tidak ideal.

Bayi yang dilahirkan disebut dalam kondisi prematur dan sungsang. Berkat perjuangan tim medis, proses persalinan darurat tersebut berhasil dan bayi dapat diselamatkan. Bayi tersebut kemudian diberi nama Gempita, sebagai simbol kelahiran yang berlangsung di tengah suasana gempa dan perjuangan kemanusiaan.

Dalam kondisi pascabencana, bayi Gempita selanjutnya mendapatkan perawatan dengan fasilitas yang sangat terbatas, termasuk upaya menjaga suhu tubuh menggunakan perlengkapan yang tersedia di lokasi pengungsian.

Kisah perjuangan Dokter Yona Sarah Rosiva Pardede, Sp.OG dan seluruh tim medis RSUD Aeramo menjadi gambaran nyata tentang keberanian tenaga kesehatan yang tetap menjalankan tugas kemanusiaan di tengah bencana.

Dedikasi tersebut juga menuai apresiasi dari masyarakat. Banyak pihak menyampaikan rasa hormat dan doa bagi para tenaga medis yang bertugas di NTT, sekaligus berharap kondisi Flores dan wilayah Nusa Tenggara Timur segera pulih setelah bencana.

Perjuangan menyelamatkan satu nyawa ibu dan bayi di tengah keterbatasan menjadi pengingat bahwa di balik setiap pelayanan kesehatan terdapat keberanian, pengabdian dan kemanusiaan yang tidak mengenal situasi.

Semoga Dokter Yona Sarah Rosiva Pardede, Sp.OG, seluruh tim medis RSUD Aeramo, ibu dan bayi Gempita senantiasa diberikan kesehatan serta perlindungan. Semoga NTT segera bangkit dan pulih. (red/tam)

Kami harapkan berita ini samapai ke dokter Yona Pardede di NTT dan Tim Medisnya (SIAPA SAJA MEREKA?).

Terimaksih Dokter Yona Pardede, Toho maho Boru Ni Raja!!!
Boru Batak memang Keren bah.

Address

Jalan Farel Pasaribu
Pematangsiantar
21127

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when BATAK Center posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to BATAK Center:

Shortcuts

Share