24/07/2026
๐๐๐๐๐๐๐โ๐๐ ๐๐๐๐ข๐ ๐ ๐๐ก๐๐๐โ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ (๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐ ๐โ ๐๐๐๐ก๐๐๐ ๐๐๐ ๐โ โ๐๐๐ข๐) ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ง๐๐๐โ๐๐, ๐๐๐๐ข๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐ก๐ข ๐ก๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐ง๐๐๐โ๐๐.
Dasar teologinya terutama terdapat dalam perkataan Yesus di Matius 5:32, Matius 19:9, Markus 10:11โ12, dan Lukas 16:18.
Berikut ayat-ayat utama yang menjadi dasar pandangan ini:
๐ ๐ฎ๐๐ถ๐๐ ๐ฑ:๐ฏ๐ฎ
โSetiap orang yang menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.โ
๐ ๐ฎ๐๐ถ๐๐ ๐ญ๐ต:๐ต
โBarangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.โ
๐ ๐ฎ๐ฟ๐ธ๐๐ ๐ญ๐ฌ:๐ญ๐ญโ๐ญ๐ฎ
โBarangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu. Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah.โ
๐๐๐ธ๐ฎ๐ ๐ญ๐ฒ:๐ญ๐ด
โSetiap orang yang menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah; dan barangsiapa kawin dengan perempuan yang diceraikan suaminya, ia berbuat zinah.โ
๐ญ ๐๐ผ๐ฟ๐ถ๐ป๐๐๐ ๐ณ:๐ญ๐ฌโ๐ญ๐ญ
Paulus menegaskan bahwa seorang isteri tidak boleh menceraikan suaminya, dan jika ia bercerai, ia harus tetap hidup tanpa suami atau berdamai kembali dengan suaminya.
๐๐ซ๐ข๐ง๐ฌ๐ข๐ฉ ๐๐๐จ๐ฅ๐จ๐ ๐ข๐ฌ
๐๐ธ๐ฎ๐๐ฎ๐ป ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐ป๐ถ๐ธ๐ฎ๐ต๐ฎ๐ป ๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐ต ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐บ๐ฎ๐ป๐ฒ๐ป
Pernikahan dipandang sebagai ikatan kudus yang tidak boleh diputuskan oleh manusia (Matius 19:6: โApa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusiaโ).
๐ฃ๐ฒ๐ฟ๐ฐ๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐ถ๐ฎ๐ป ๐ฏ๐๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฝ๐ฒ๐บ๐ฏ๐ฎ๐๐ฎ๐น๐ฎ๐ป ๐ถ๐ธ๐ฎ๐๐ฎ๐ป
Selama pasangan pertama masih hidup, ikatan pernikahan tetap sah di hadapan Allah. Karena itu, menikah lagi dianggap melanggar ikatan tersebut.
๐ฃ๐ฒ๐ป๐ด๐ฒ๐ฐ๐๐ฎ๐น๐ถ๐ฎ๐ป: ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐๐ถ๐ป๐ฎ๐ฎ๐ป
Yesus memberi satu pengecualian: jika perceraian terjadi karena perzinaan, maka pihak yang tidak bersalah bebas untuk menikah kembali tanpa dianggap berzinah.
๐๐ถ๐บ๐ฒ๐ป๐๐ถ ๐ฟ๐ผ๐ต๐ฎ๐ป๐ถ: ๐ธ๐ฒ๐๐ฒ๐๐ถ๐ฎ๐ฎ๐ป ๐ธ๐ฒ๐ฝ๐ฎ๐ฑ๐ฎ ๐๐น๐น๐ฎ๐ต
Pernikahan adalah gambaran hubungan Kristus dengan jemaat. Ketidaksetiaan dalam pernikahan mencerminkan ketidaksetiaan rohani.