13/04/2020
*** BETTY MELAWAN K4NK3R DENGAN KUNIR PUTIH ***
Sejak divonis menderita k4nk3r pada Desember 2003, Betty Julinar Sitorus (60) merasa dunianya runtuh. Namun, semangatnya untuk membesarkan anak bungsunya, serta dukungan yang tak putus dari keluarga dan lingkungannya, ia pun berhasil melawan penyakitnya itu. Dengan memanfaatkan herbal, Betty bahkan tak perlu menjalani kem0terapi.
Keputusan memilih untuk tidak menjalani kemoterapi bukanlah perkara mudah. Pasalnya, terapi itu merupakan standar baku pengobatan k4nk3r. Dokter pun bersikeras untuk memberikan kemoterapi pada wanita kelahiran Pemalang Siantar, 11 Juli 1954, tersebut.
Terapi pertama pengobatan k4nk3r yang dijalani wanita yang masih tampak segar dengan rambutnya yang tebal dan hitam ini adalah 0perasi bed4h untuk mengangkat k4nker di p4yudar4nya atau tindakan mastekt0mi. Belakangan, ia pun tahu bahwa bukan hanya k4nk3r yang bersarang di tubuhnya, melainkan sudah menyebar ke p4ru-p4ru dan 0v4riumnya.
Setelah operasi pengangkatan kanker, dokter menyarankan Betty untuk segera menjalani kem0terapi. Awalnya wanita keturunan Batak ini setuju, maka ia pun menjalani serangkaian tes untuk persiapan menjalani kem0terapi.
Bersamaan dengan itu, Betty berpikir untuk mencari pengobatan alternatif yang dapat menjadi "tameng" sebelum ia mendapatkan terapi lebih lanjut. Ia memanfaatkan kunir putih yang menurut penelitian para dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada dapat bersifat toksik untuk sel-sel tum0r.
Ia meminum kunir putih tersebut sesuai dengan dosis yang disarankan, pada pagi, siang, dan malam. Selanjutnya, ia menjalani tes penanda tum0r untuk memantau perkembangan tum0r di tubuhnya.
"Sebelum menjalani kemoterapi, saya menjalani serangkaian tes, termasuk sel d4rah carcino antigen, yaitu penanda tum0r yang dapat mendeteksi perkembangan kanker melalui darah," papar penerima tanda penghargaan sebagai "Wanita Pejuang" versi majalah Narwastu pada 2009 ini.
Tak terduga, hasil tes melalui penanda tumor tersebut semakin hari semakin membaik atau sel tumornya terus berkurang. Betty bertanya-tanya, kenapa bisa demikian, padahal ia belum mulai menjalankan kem0terapi.
Setelah berdiskusi dengan dokter yang memberikannya kunir putih tersebut, ia akhirnya memberanikan diri untuk menunda jadwal kemoterapinya dan melanjutkan konsumsi kunir putih dan dibarengi dengan tes penanda tum0r.
"Ternyata memang semua hasilnya menunjukkan perbaikan. Saya akhirnya bilang ke dokter untuk membatalkan kemoterapi. Dokter awalnya marah, tetapi saya berusaha menjelaskan kalau saya tidak ingin melanjutkan kem0terapi," cerita ibu tiga anak ini.
Wanita yang masih aktif dalam Yayasan Forum Kajian Antropologi Indonesia ini pun melanjutkan pengobatan berbasis herbal dengan kunir putih. Hingga kini, jumlah sel kanker di dalam tubuhnya telah dinyatakan di bawah batas normal. Ia pun tidak lagi memusingkan untuk menjalani kem0terapi atau tidak.
Hasil penelitian dari FKUGM menyebutkan, kunir putih mengandung protein aktif yang aktivitasnya mirip ribosom-inactivating proteins (RIPs). Ekstrak mentahnya memiliki kemampuan memotong DNA superkoil menjadi bentuk lingkaran yang terpotong dan linier, memotong ribosom kepang, dan memiliki sifat sitotoksik pada sel limf0balstoid yang berasal dari penderita k4nk3r.
RIPs inilah yang mengakibatkan sel yang tidak normal (pemicu tumbuhnya tumor) tidak berkembang. Dengan kalimat yang lebih sederhana, dapat dikatakan, unsur RIPs pada kunir putih membungkus sel yang tidak normal (sel kanker) sehingga tidak bisa membelah diri atau tumbuh dan membesar.
"Supaya efeknya optimal, konsumsi kunir putih juga harus disertai dengan pola makan yang tepat, istirahat yang cukup, menghindari stres, dan ketenangan jiwa," tegas wanita yang menuliskan pengalamannya dalam buku berjudul Breastless ini. Bisa baca kisah selangkapnya di tribunnews.com klik link berikut :
๐ http://bit.ly/kisah_betty
๐ http://bit.ly/kisah_betty
๐ http://bit.ly/kisah_betty
------------------------------------------------------------------------------------------
Kunir Putih CURCUVAL DP adalah produk herbal hasil objek penelitian Dosen Agro industri Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Prof. Dr.Ir.hj Dwiyati Pujimulyani M.P yang meneliti Kunir Putih jenis Curcuma Manggaval, sejak tahun 2003 hingga mengantarkanya bergelar Profesor di tahun 2013.
Dari hasil penelitianya selama bertahun-tahun, beliau menemukan bahwa kandungan kurkumin, zat antioksidan dan zat ribosome in Acting protein (RiP) yang terkandung dalam Kunir Putih jenis Manggaval dapat berkhasiat untuk :
Kerusakan Sel : K4nker, Tum0r, Kist4, My0m, End0metri0sis, dll.
Peradangan : R4dang Tengg0rok4n, Rad4ng H4ti, Ma4gh, Br0nkitis, Ny3ri H4id, Am4ndel, Keputih4n, Di4betes, Ambei3n, Hnp, Dll.
Keluhan akibat timbunan lemak : Stok3, Dar4h tinggi, As4m Ur4t, J4ntung, Hip3rtensi, Vertig0, Penurun Kol3sterol Alami, Dll.
Bagi anda yang berminat & ingin berikhtiar dgn Kunir Putih Manggaval Curcuval DP, bs Anda dapatkan dg menghubungi nomer : 0896-3407-0040 (WA/ SMS) atau bisa klik link dibawah ini
๐ https://bit.ly/OrderSekarang_KLIK
๐ https://bit.ly/OrderSekarang_KLIK
๐ https://bit.ly/OrderSekarang_KLIK
HARGA :
Order 1- 2 botol : Rp.49.000/ btl
Paket A 3 botol : Rp.129.000 (dapat 3 botol)
Paket B 5 botol : Rp. 199.000 (dapat 5 botol)
Paket C 10 botol : Rp. 379.000 (dapat 10 botol)
Paket D 20 botol : Rp. 699.000 (dapat 20 botol)
* isi 1 botol 60 kapsul
PEMBELIAN KUNIR PUTIH SEKARANG BISA BAYAR DITEMPAT (COD)