28/11/2020
*KENDALIKAN SYAHWAT (NAFSU)*
al-Imam al-Ghazali pernah mengatakan dalam kitab Ihyâ’ ‘Ûlûmiddîn:
السَّعَادَةُ كُلُّهَا فِي أَنْ يَمْلِكَ الرَّجُلُ نَفْسَهُ وَالشَّــقَــاوَةُ فِي أَنْ تَمْـلِـكَـــهُ نَفْـسُــــهُ
*Artinya* : _"Kebahagiaan adalah ketika seseorang mampu menguasai nafsunya. Kesengsaraan adalah saat seseorang dikuiasai nafsunya"_.
Sep**ang dari perang badar, Nabi ﷺ bersabda, “Kalian semua p**ang dari sebuah pertempuran kecil dan bakal menghadapi pertempuran yang lebih besar. Lalu ditanyakan kepada Rasulullah ﷺ, ‘Apakah pertempuran akbar itu, wahai Rasulullah?’ Rasul menjawab, ‘jihad (memerangi) hawa nafsu’.”
Nafsu menjadi musuh paling berat dan berbahaya karena yang dihadapi adalah diri sendiri. Ia menyelinap ke dalam diri hamba yang lalai, lalu memunculkan perilaku-perilaku tercela, seperti ujub, pamer, iri, meremehkan orang lain, dusta, khianat, memakan penghasilan haram, dan seterusnya.
Hal pertama yang penting dilakukan untuk mengendalikan hawa nafsu adalah melalui puasa. Perbanyaklah puasa - puasa sunnah, bila sedang tidak berpuasa, maka sedikitkanlah makan.
Kedua, dengan menyedikitkan tidur. Menyedikitkan tidur berarti bergiat bangun menunaikan shalat malam, memperbanyak dzikir, serta bermunajat kepada Allah, dan kegiatan-kegiatan "berat" lainnya.
Lakukan dengan istiqomah, insya Allah kita akan bisa mengendalikan syahwat (nafsu) serta menjadikan hati kita jernih, sehingga mudah menyerap ilmu.
"Sumitra Nurjaya"