Komunitas Cinta Pejuang Indonesia (KCPI)

Komunitas Cinta Pejuang Indonesia (KCPI) Komunitas Cinta Pejuang Indonesia (KCPI) "Komunitas Penggiat Sejarah Perjuangan Bangsa dan Sahabat Para Pejuang Indonesia" KH. Indonesia. http://www.kcpi.or.id

Komunitas Cinta Pejuang Indonesia (KCPI) "Komunitas Penggiat Sejarah Perjuangan Bangsa dan Sahabat Para Pejuang Indonesia" Jl. Wahid Hasyim Jurang Mangu Timur Pondok Aren Kota Tangerang Selatan, Banten.

24/12/2025

Selamat Natal Tahun 2025 kepada Rekan Rakan KCPI yang besok merayakan. Semoga akan membawa berkah dan Kedamaian bagi Semua.

Penganugrahan Jendral kehormatan bintang empat kepada Sri Sultan HBIX oleh Presiden Soekarno di Istana Merdeka, pada 14 ...
20/12/2025

Penganugrahan Jendral kehormatan bintang empat kepada Sri Sultan HBIX oleh Presiden Soekarno di Istana Merdeka, pada 14 Januari 1960. Beliau adalah orang sipil pertama yang dianugrahi Jendral kehormatan bintang empat. Dan itu dinilai sangat layak karena jasanya dalam mendukung kemerdekaan Indonesia dan beliau juga pernah menjadi Menteri Pertahanan di Kabinet Hatta, 1949-1950. Sri Sultan juga adalah konseptor Serangan Umum 1 Maret 1949. Tindakanya paling berani sesaat setelah serangan umum 1 Mart, Jenderal Meijer komandan pasukan Belanda bermaksud menggeledah Keraton untuk mencari para pejuang yang bersembunyi.
Sri Sultan dengan tegas bilang " Silahkan tuan-tuan geladah Keraton tapi langkahi dulu m4yat saya".

B**g Karno bersama istri ke-5 Kartini Manoppo. Kartini Manoppo lahir 19 Maret 1931 dan wafat 14 April 1990. Kartini meru...
10/12/2025

B**g Karno bersama istri ke-5 Kartini Manoppo. Kartini Manoppo lahir 19 Maret 1931 dan wafat 14 April 1990. Kartini merupakan wanita asal Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Dia terlahir dari keluarga darah biru. Kartini Manoppo awalnya adalah pramugari Garuda Indonesia. Dan kemudian menjadi Pramugari pesawat kepresidenan Dolok Martimabang. Saat itulah hubungan keduanya semakin intens dan akhirnya B**g Karno menikahi Kartini Manoppo tanpa publikasi pada tahun 1959], dan kemudian berakhir tahun 1968

B**g Karno dan istri pertama Siti Oetari. Oetari adalah putri HOS Tjoktoaminoto pimpinan SI tempat B**g Karno mondok ber...
09/12/2025

B**g Karno dan istri pertama Siti Oetari. Oetari adalah putri HOS Tjoktoaminoto pimpinan SI tempat B**g Karno mondok bersama dua sahabatnya Sameun dan SM Kartosuwiryo yang juga berguru politik pada HOS Tjokroaminoto. Soekarno dan Oetari menikah pada tahun 1921 di Surabaya, saat Soekarno 20 tahun dan Oetari 16 tahun. Pernikahan ini tidak dilandasi cinta tetapi lebih seperti kakak-adik. Saat B**g Karno kuliah di ITB Oetari sempat menyertainya ke Bandung Tapi karena B**g Karno disibukan dengan politik, B**g karno dan Oetraipun, bercerai dengan baik- baik pada 1923, di mana Oetari tetap gadis saat berpisah.
Siti Oetari adalah nenek dari artis Maia Estianti.

Tanda tangan Para Wakil Presiden Republik Indonesia..
03/12/2025

Tanda tangan Para Wakil Presiden Republik Indonesia..

Bersama Pak Haji Abdul Karim Asegaf Tokoh Pemerhati sejarah di Sepatan Kabupaten Tangerang.
22/11/2025

Bersama Pak Haji Abdul Karim Asegaf Tokoh Pemerhati sejarah di Sepatan Kabupaten Tangerang.

Hari Jumat 21November 2025 saya Founder Komunitas Cinta Pejuang Indonesia (KCPI) akan menjadi Narasumber Di SMAN Sepatan...
20/11/2025

Hari Jumat 21November 2025 saya Founder Komunitas Cinta Pejuang Indonesia (KCPI) akan menjadi Narasumber Di SMAN Sepatan Kabupaten Tangerang.

Dimana pun Para Pejuang Indonesia Berada, KCPI akan Selalu siap hadir Untuk memberi semangat Mereka di Masa Tua nya
08/11/2025

Dimana pun Para Pejuang Indonesia Berada, KCPI akan Selalu siap hadir Untuk memberi semangat Mereka di Masa Tua nya

Anda Jual kami Beli Boss...
08/11/2025

Anda Jual kami Beli Boss...

FRANS KAISIEPO PAHLAWAN DARI PAPUA Dari Penjara Belanda Hingga Panglima Rahasia: Sang Pahlawan Menjadi Mata dan Tangan K...
01/11/2025

FRANS KAISIEPO PAHLAWAN DARI PAPUA

Dari Penjara Belanda Hingga Panglima Rahasia: Sang Pahlawan Menjadi Mata dan Tangan Komando Mandala di Bumi Cenderawasih

BIAK — Ketika genderang perang Operasi Trikora ditabuh Presiden Soekarno pada 19 Desember 1961, seorang pria dari Biak telah lama menanti momen ini. Dia adalah Frans Kaisiepo (1921–1979), tokoh yang tidak hanya bersuara lantang menentang Belanda, tetapi juga menjadi ujung tombak perjuangan fisik di medan perang Papua yang ganas. Kisah perjuangannya dalam Operasi Trikora adalah saga tentang keberanian, kecerdasan strategis, dan pengorbanan di balik layar.

Dari Penjara ke Medan Juang
Ketika Trikora dideklarasikan, Frans Kaisiepo baru saja menghirup udara bebas setelah menjalani masa penahanan yang panjang oleh Belanda (1954–1961) karena aktivitasnya yang pro-Indonesia. Alih-alih gentar, semangatnya justru makin membara.

Belanda sempat mencoba merekrutnya menjadi anggota delegasi Nieuw-Guinea Raad (Dewan Papua) untuk melegitimasi klaim mereka, namun Kaisiepo menolak mentah-mentah. Baginya, hanya ada satu tujuan: merdeka bersama Indonesia.

Peran Kunci dalam Fase Infiltrasi Trikora (1962)
Operasi Trikora dibagi menjadi tiga fase: Infiltrasi, Eksploitasi, dan Konsolidasi. Peran Kaisiepo sangat vital pada fase Infiltrasi, yaitu pendaratan pasukan-pasukan khusus Indonesia secara rahasia di wilayah Irian Barat.

1. Intelijen dan Jaringan Lokal

Begitu Belanda lengah, Kaisiepo segera menggunakan jaringan lamanya di berbagai suku Papua yang telah ia bangun sejak era Partai Indonesia Merdeka (PIM) pada 1946. Jaringan ini menjadi mata dan telinga Komando Mandala di lapangan.

Informasi vital mengenai posisi patroli Belanda, jalur aman pendaratan, hingga ketersediaan logistik di pedalaman Papua berhasil ia sampaikan kepada pasukan infiltrasi TNI. Tanpa intelijen ini, banyak misi penyusupan mungkin akan gagal total. (Sumber: Kesaksian Veteran Trikora, Arsip Militer TNI)

2. Menyatukan Suku dan Logistik.

Kaisiepo berkeliling ke berbagai wilayah, termasuk Biak, Manokwari, hingga daerah-daerah pedalaman, untuk melakukan propaganda pro-Indonesia dan menggalang dukungan penuh dari masyarakat adat.

Ia berhasil meyakinkan banyak kepala suku dan pemuda Papua untuk membantu menyembunyikan, memberi makan, dan menjadi penunjuk jalan bagi pasukan TNI yang mendarat di hutan belantara Papua. Suku-suku ini juga bertindak sebagai pembawa pesan rahasia melintasi wilayah musuh yang sulit ditembus. (Sumber: Buku "Gerilya di Hutan Papua", Laporan Komando Mandala)

3. Menumpas Loyalis Belanda.

Jaringan Kaisiepo tidak hanya membantu TNI, tetapi juga aktif dalam melumpuhkan pengaruh dan jaringan loyalis Belanda di kalangan penduduk lokal. Ini sering melibatkan konfrontasi verbal, sabotase kecil, hingga pengungkapan informan Belanda.

Ia memastikan bahwa ketika pasukan Belanda mencoba mendapatkan informasi dari penduduk lokal, mereka akan mendapatkan informasi yang salah atau menyesatkan, sehingga membingungkan strategi Kompeni.

Akhir Perang dan Kemenangan
Berkat perjuangan kolektif ini, Operasi Trikora berhasil mencapai tujuannya, tidak hanya melalui pertempuran militer tetapi juga melalui tekanan diplomatik. Perjanjian New York (15 Agustus 1962) akhirnya mengakhiri pendudukan Belanda di Irian Barat.

Frans Kaisiepo, dari seorang nasionalis yang lantang di Konferensi Malino, hingga menjadi komandan gerilya non-resmi yang tak tergantikan di lapangan, adalah pahlawan sejati yang memastikan Irian Barat kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

Sumber-Sumber Utama Berita:

1. "Tri Komando Rakyat: Pembebasan Irian Barat" oleh Djamhari, S. (1995) – Mengulas peran tokoh lokal Papua dalam mendukung Trikora.

2. Biografi Pahlawan Nasional Frans Kaisiepo (Diterbitkan oleh Pemerintah RI, berbagai edisi) – Mencatat rekam jejak politik dan penahanan oleh Belanda.

3. Kesaksian Veteran Operasi Trikora (Arsip Lisan TNI dan media nasional) – Menggambarkan peran jaringan lokal dan pemimpin seperti Kaisiepo di lapangan.

4. Arsip Nasional Republik Indonesia – Dokumen terkait Konferensi Malino dan laporan intelijen Belanda mengenai aktivitas pro-Indonesia di Papua.

5. Laporan-Laporan Komando Mandala (Dokumentasi militer) – Merinci strategi infiltrasi dan peran dukungan lokal.

Keberadaan kendaraan roda empat atau mobil yang pertama di wilayah Asia ternyata bukan di Jepang atau di Korea, tapi di ...
01/11/2025

Keberadaan kendaraan roda empat atau mobil yang pertama di wilayah Asia ternyata bukan di Jepang atau di Korea, tapi di Hindia Belanda(sekarang Indonesia).
Pemiliknya bukan pejabat kolonial Belanda atau orang kaya Eropa, tapi orang pribumi, yaitu Sultan Pakubuwono X raja Kasunanan Surakarta.

Sultan Pakubuwono X memesan kendaraan roda empat ke produsen mobil Benz & Cie(cikal bakal Mercedes-Benz Jerman) pada tahun 1894.
Tipe mobil yang dipesan adalah Benz Victoria Phaeton, produk tipe pertama dari Benz & Cie yang konon harganya pada waktu itu 10.000 gulden.

Kepemilikan barang yang dulu masih dianggap aneh, paling modern dan super mewah ini membuktikan bahwa wilayah negara kita sebenarnya merupakan wilayah yang kaya raya.

Address

Jalan KH. Wahid Hasyim RT. 04/RW. 04 Jurang Mangu Timur
Pondok Aren
15222

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Komunitas Cinta Pejuang Indonesia (KCPI) posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Tentang KCPI

Komunitas Cinta Pejuang Indonesia (KCPI) dalah Komunitas Penggiat Sejarah Perjuangan Bangsa dan sahabat Para Pejuang Indonesia. Bantuan dan Donasi untuk operasional Komunitas dapat dikirim ke No. Rekening BCA 3452157362 a.n Heri Eriyadi Safitri (Founder KCPI).