Media Ponorogo

Media Ponorogo Media Ponorogo Berita seputaran Jawa Timur

04/06/2026

Mantenan Dipapag Reogan! Sakral lan Gayeng Tenan! πŸ₯βœ¨"

Definisi Wong Ponorogo Nyell Jenenge

Urip nang Ponorogo kuwi penak Lur. Lahir di-Reogi, sunatan di-Reogi, lha kok rabi yo panggah dipapag Reog jangkep! Pancen wis dadi balung sumsume kene. 🀭πŸ₯

Iki lho ramene adicara temu manten ing Desa Ciluk, Kauman, Ponorogo awan wingi. Swasana neng video jan gayeng pol! Sworo kendang lan terompete nggarai tratapan neng dodo, nggawe penganten berasa dadi Ratu lan Raja sak-Kecamatan sedino muput. Tamu undangan yo betah, ora mung mikir prasmanan tapi melu nonton tontonan sing adiluhung iki.

Budaya koyo ngeneki pancen kudu diuri-uri terus ben gak ilang digiles zaman.

Senggol sithik koncomu sing jomblo utawa sing rabi rono... Kapan gantian mantene dipapag Reog komplit? Ojo mung dadi panonton terus neng kene, ndak selak Reog-e mangkat tanggapan neng deso liyo! πŸ€ͺπŸ‘‡

Lupa Jalan, Ban Belakang Pecah, Truk Hino Terguling di Jalan Balong-PonorogoBALONG, Media Ponorogo – Kecelakaan tunggal ...
03/06/2026

Lupa Jalan, Ban Belakang Pecah, Truk Hino Terguling di Jalan Balong-Ponorogo

BALONG, Media Ponorogo – Kecelakaan tunggal lalu lintas terjadi di Jalan Raya Balong - Ponorogo, tepatnya di sebelah utara Lapangan Jepun, Desa Balong, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo pada Rabu (3/5/2026) siang sekira pukul 12.30 WIB.

Sebuah truk Hino berwarna putih dengan nomor polisi AE 8235 UF yang mengangkut material bangunan terguling setelah mengalami pecah ban.

Insiden tersebut sempat mengakibatkan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian terganggu. Truk yang dikemudikan oleh M Riski Febriyanto (29), warga Desa Jatisari, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun tersebut, sedianya hendak mengirim material bangunan menuju ke wilayah Sumoroto.

Kapolsek Balong, AKP Triyono, S.H., membenarkan adanya peristiwa kecelakaan tunggal tersebut. Ia menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika pengemudi truk merasa bingung atau lupa rute jalan saat melintasi jalur tersebut.

"Kendaraan truk tersebut membawa bahan material bangunan dari Madiun menuju Sumoroto. Namun, karena pengemudi lupa jalan hingga sesampainya di TKP, tiba-tiba kedua ban belakang sebelah kiri truk pecah secara bersamaan," ujar AKP Triyono, S.H., Rabu (3/5).

Akibat pecahnya kedua ban belakang tersebut, beban kendaraan yang berat membuat pengemudi langsung kehilangan kendali atas kemudinya. "Truk tidak bisa dikendalikan dan akhirnya terguling ke sebelah kiri jalan," tambah Kapolsek Balong.

Selain merusak bodi truk dan menyebabkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp 1.000.000,-, kecelakaan ini juga mengakibatkan dua orang kuli bangunan yang menumpang di truk tersebut mengalami luka-luka.

Korban diidentifikasi bernama Suyanto (55), warga Desa Jatisari, Madiun, yang mengalami luka di bagian dahi dan kepala. Sementara korban lainnya, Ibnu (33), warga Desa Kajang, Kecamatan Sawahan, Madiun, mengalami luka lecet pada kaki bagian kiri.

Petugas kepolisian dari Polsek Balong dipimpin langsung oleh Kapolsek beserta Waka Polsek dan anggota (Aiptu Puji Santoso, Aiptu Sugiyanto, Aiptu Budi Noto, dan Bripka Imam K) segera meluncur ke lokasi begitu menerima laporan dari warga untuk melakukan tindakan pertama di TKP (TPTKP).

"Petugas kami langsung mendatangi TKP untuk mengevakuasi korban, mengamankan barang bukti berupa satu unit truk Hino, serta mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi agar tidak terjadi kemacetan. Kami juga langsung menghubungi pihak Piket Laka Lantas Polres Ponorogo untuk penanganan lebih lanjut," pungkas AKP Triyono.

Saat ini situasi di lokasi kejadian sudah berangsur kondusif dan arus lalu lintas telah kembali berjalan dengan normal setelah proses evakuasi material dan kendaraan dilakukan oleh petugas. (mny)

Warga Nambangrejo, Tanjung Gunung, Nambak & Nglumpang Siap-Siap Dibangun Jembatan Baru dari Kodim PonorogoKOTA, Media Po...
03/06/2026

Warga Nambangrejo, Tanjung Gunung, Nambak & Nglumpang Siap-Siap Dibangun Jembatan Baru dari Kodim Ponorogo

KOTA, Media Ponorogo – Sukses menuntaskan pembangunan empat Jembatan Perintis Garuda Tahap III tahun 2026, Kodim 0802/Ponorogo tidak lantas berpuas diri.

Berkolaborasi sinergis dengan pemerintah dan masyarakat setempat, jajaran TNI AD ini langsung bersiap tancap gas untuk melanjutkan pembangunan empat jembatan strategis berikutnya di wilayah Kabupaten Ponorogo.

Langkah cepat ini dipertegas dengan peninjauan langsung yang dilakukan oleh Komandan Kodim 0802/Ponorogo, Letkol Arh Farauk Saputra, S. Sos., MMDS., bersama Pasiter dan Danunit Intel Kodim 0802/Ponorogo pada awal pekan ini.

"Kami selalu siap berbuat dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Suksesnya tahap ini menjadi bahan bakar kami untuk segera memulai rencana pembangunan jembatan di empat titik strategis berikutnya," ujar Dandim Ponorogo.

Mengintip 4 Lokasi Target Jembatan Garuda Selanjutnya

Untuk mematangkan rencana kerja ke depan, pihak Kodim telah mengantongi dan meninjau empat lokasi yang diproyeksikan menjadi sasaran pembangunan infrastruktur berikutnya:

Desa Nambangrejo (Kec. Sukorejo): Jembatan yang akan menghubungkan Desa Nambangrejo dengan Kelurahan Pinggirsari.

Desa Tanjung Gunung (Kec. Badegan): Akses penghubung krusial antara Desa Tanjunggunung dan Desa Karangjoho.

Desa Nambak (Kec. Bungkal): Jembatan vital yang memangkas jarak antara dua dusun, yaitu Dusun Krobok dan Dusun Masaran.

Desa Nglumpang (Kec. Mlarak): Konektivitas penting yang menghubungkan Desa Nglumpang dengan Dusun Malo di Desa Mojorejo, Kecamatan Jetis.

Catatan Manis Tahap III: Rampung 100 Persen!
Sebelumnya, pada Rabu (03/06/2026), Kodim 0802/Ponorogo secara resmi mengumumkan bahwa seluruh pengerjaan empat Jembatan Perintis Garuda Tahap III telah rampung total (100%).

Kehadiran infrastruktur baru ini langsung memotong isolasi geografis dan mengurai urat nadi perekonomian warga.

Berikut adalah daftar empat jembatan yang kini sudah sukses berdiri kokoh dan siap digunakan masyarakat:

Jenis Jembatan Lokasi Sungai / Dukuh Desa & Kecamatan

Jembatan Gantung Sungai Beji, Dukuh Goran Desa Bungkal, Kec. Bungkal

Jembatan Beton Sungai Kalisonggo, Dukuh Glagahan Desa Maguwan, Kec. Sambit

Jembatan Gantung Sungai Sidowayah Desa Sidoharjo, Kec. Jambon

Jembatan Rangka Baja Sungai Watu Putih, Dukuh Gagakan Desa Ngloning, Kec. Slahung

Dampak Nyata bagi Ekonomi dan Pendidikan
Keberhasilan program strategis pemerintah yang dimotori oleh personel Kodim Ponorogo bersama warga ini menjadi bukti nyata kehadiran TNI AD di tengah kesulitan masyarakat.

Medan transportasi yang dulunya dinilai berat dan menyulitkan kini berubah menjadi jalur mobilitas yang lancar. Dampaknya tidak hanya memutar roda perekonomian lokal secara lebih cepat, namun juga membuka akses pendidikan yang lebih aman dan mudah bagi anak-anak sekolah di pelosok Ponorogo. (MdC0802)

πŸ“’ Pimpinan BGN Ganti, Pemerintah Pastikan MBG Tetap Berjalan🍱✨Lur, wis krungu kabar anyar durung? Ono genti pimpinan nen...
03/06/2026

πŸ“’ Pimpinan BGN Ganti, Pemerintah Pastikan MBG Tetap Berjalan🍱✨

Lur, wis krungu kabar anyar durung? Ono genti pimpinan neng Badan Gizi Nasional (BGN). Tapi tenang, rasah kuwatir... Pemerintah wis njamin Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetep mlaku terus lan gak bakal keganggu!

Menteri Sekretaris Negara, Pak Prasetyo Hadi, negeske yen pelayanan nggo masyarakat kudu tetep nomer siji.

Pemerintah memastikan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) tidak akan mengganggu pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

πŸ’¬ Pernyataan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (Selasa, 2/6/2026):

β€œPemerintah akan terus memastikan bahwa selama proses evaluasi yang terus kita laksanakan, seluruh program BGN tetap berjalan sebagaimana mestinya. Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu sama sekali.”

πŸ”„ Perubahan Struktur Pimpinan BGN

Keputusan ini diambil setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan monitoring dan evaluasi program selama sekitar 1,5 tahun terakhir:

Kepala BGN: Nanik S Deyang (Menggantikan Dadan Hindayana).

Wakil Kepala BGN: Agustina Arum Sari & Mayjen TNI Trenggono (Menggantikan Lodewijk Paulus dan Sony Sanjaya).

🎯 Tujuan & Harapan Program MBG:
Meningkatkan kualitas gizi generasi muda.

Investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Penggerak ekonomi nasional.

Sumber: Badan Komunikasi Pemerintah RI

INFO HAJI PONOROGO: Pulang Jumat, Alun-Alun Jadi Lokasi Jemputnya! πŸ•‹βœ¨Kabar bahagia gaes! Sebanyak 564 Jemaah Haji asal P...
02/06/2026

INFO HAJI PONOROGO: Pulang Jumat, Alun-Alun Jadi Lokasi Jemputnya! πŸ•‹βœ¨

Kabar bahagia gaes! Sebanyak 564 Jemaah Haji asal Ponorogo dari Kloter 19 dan Kloter 20 dijadwalkan bakal tiba kembali di tanah air hari Jumat ini (5/6/2026).

Biar gak bingung pas jemput, ini informasi penting yang wajib kamu tahu:

✈️ Jadwal Mendarat: Kloter 19 diperkirakan mendarat di Bandara Juanda Surabaya sekitar pukul 15.50 WIB, disusul langsung oleh Kloter 20.

🚌 Proses Pulang: Dari Juanda transit bentar di Asrama Haji Sukolilo, setelah itu langsung cuss meluncur ke Ponorogo dikawal ketat petugas.

Rombongan diperkirakan diberangkatkan dari Surabaya menuju Ponorogo sekitar tiga jam setelah pesawat mendarat.

Para jemaah akan diangkut menggunakan bus dengan pengawalan selama perjalanan.

πŸ“ Titik Penjemputan: Beda dengan pas berangkat lalu, kali ini penyambutan dipusatkan di Alun-alun Ponorogo karena kedua kloter datangnya hampir barengan!

Kondisi kesehatan seluruh jemaah dilaporkan sehat walafiat. Alhamdulillah... 🀲

Bagi dulur-dulur yang mau menjemput, tetap tertib dan patuhi arahan petugas di Alun-alun ya, biar gak bikin macet total.

Sambil nunggu kedatangan mereka, yuk kita doakan semoga seluruh jemaah selamat sampai di rumah dan menjadi Haji yang Mabrur.

Di antara di sini, ada yang lagi nunggu orang tua, istri, suami, atau saudaranya pulang haji? Mari kita aminkan bareng-bareng! πŸ‘‡πŸ‘‡

Detik-Detik Sanca Kembang 1,5 Meter Masuk Dapur, Sempat Lilit Polisi saat Dievakuasi! 😱🐍SIMAN, Media Ponorogo – Suasana ...
02/06/2026

Detik-Detik Sanca Kembang 1,5 Meter Masuk Dapur, Sempat Lilit Polisi saat Dievakuasi! 😱🐍

SIMAN, Media Ponorogo – Suasana malam di Jalan Kawung, Kelurahan Mangunsuman, Kecamatan Siman, mendadak mencekam pada Selasa (2/6/2026) malam.

Keasyikan memasak malam sepasang ibu dan anak buyar seketika saat tamu tak diundang bertubuh batik sepanjang 1,5 meter tiba-tiba menyelinap masuk ke dapur mereka.

Ular jenis sanca kembang (reticulated python) tersebut diduga kelaparan dan nekat keluar dari habitatnya demi berburu mangsa di pemukiman warga.

Peristiwa horor ini bermula saat Sheila Nur Layla Putri bersama ibunya sedang sibuk di dapur. Sayup-sayup, mereka mendengar suara desisan aneh.

Begitu menengok ke sudut ruangan, jantung mereka serasa copot. Seekor ular sanca berukuran cukup besar sudah meliuk-liuk di dekat mereka.

"Malam itu saya sama ibu sedang masak di dapur. Tiba-tiba ada ular besar. Saya takut sekali," kenang Sheila dengan sisa kepanikan yang masih terasa.

Dalam kondisi panik, sang ibu sempat nekat mengusir reptil tersebut menggunakan sapu seadanya.

Ular memang sempat keluar dan memilih bersembunyi di tumpukan bambu serta semak-semak belakang rumah. Tak mau ambil risiko keselamatan, Sheila langsung berinisiatif menghubungi layanan darurat 110 Polres Ponorogo.

Evakuasi Dramatis: Petugas Sempat Terlilit

Laporan darurat itu direspons kilat. Petugas SPKT 110 bersama piket Samapta Polres Ponorogo langsung meluncur ke lokasi dengan peralatan lengkap. Namun, proses evakuasi di kegelapan malam itu ternyata tidak semudah yang dibayangkan.

Reptil pembelit itu memberikan perlawanan sengit saat hendak diamankan.

Drama ketegangan pun terjadi: ular sanca tersebut sempat melilit tubuh salah satu anggota polisi yang berusaha menangkapnya!

Beruntung, berbekal ketenangan dan keahlian taktis, petugas berhasil melepaskan cengkeraman lilitan dan menjinakkan sang ular tanpa ada korban terluka.

Kapolres Ponorogo melalui Pamapta 1, Ipda John Anderson Batara, membenarkan aksi heroik anggotanya tersebut.

"Kami menerima informasi dari masyarakat terkait adanya ular yang masuk ke rumah warga. Setelah menerima laporan via 110, tim langsung bergerak cepat melakukan evakuasi dengan peralatan yang siap pakai," jelas Ipda John.

Ipda John menambahkan, dugaan kuat ular tersebut nekat masuk ke area rumah warga karena didorong faktor lapar.

Selain itu, kondisi sekitar rumah yang masih banyak ditumbuhi semak-semak rimbun menjadi daya tarik tersendiri bagi ular untuk menjadikannya tempat persembunyian sementara.

Kini, sanca kembang tersebut sudah diamankan di Mapolres Ponorogo.

Rencananya, ular tersebut akan dilepasliarkan kembali ke habitat yang jauh dari jangkauan manusia agar ekosistem tetap terjaga sekaligus memastikan keselamatan warga.

Polres Ponorogo juga mengimbau warga untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dan memanfaatkan layanan 110 jika menghadapi situasi darurat serupa. (ist/tim/red)

Sasi Besar Puncak Musim Mantenan, Wayae Ndhudhah Celengan Luur! πŸ’ΈπŸ‘°πŸ€΅Lur, piye kabare dompetmu? Panggah kandel opo wis rup...
02/06/2026

Sasi Besar Puncak Musim Mantenan, Wayae Ndhudhah Celengan Luur! πŸ’ΈπŸ‘°πŸ€΅

Lur, piye kabare dompetmu? Panggah kandel opo wis rupa kertas tipis? πŸ˜‚

Wis ra kaget neh, angger mlebu Sasi Besar (Dzulhijjah), wilayah Ponorogo lan sakubenge langsung malih dadi "Lautan Tenda". Sedina undungane ora mung siji loro, tapi koyo antrean sembako!

Maklum, miturut adat Jawa, sasi Besar iki pancen sasi sing kebak berkah, slamet, lan rezeki.

Makane, para calo manten langsung jor-joran nggelar dekorasi. Lha piye, lha wong sasi sadurunge (Sasi Selo) jarene sasi kosong alias masa tunggu.

Lha kok sasi ngarepe wis Sasi Suroβ€”sing jare sesepuh dadi sasi sing sakral lan "pantangan" nggelar hajatan. Dadi, sasi Besar iki dadi "jalur tol" sing paling aman lan jos gundos!

Suasana becekan nggone wong mantenan saiki jan gayeng tenan:

Bapak-bapak: Lenggah anteng, klambi batik rapi, kopyahan miring sithik, tangan tengen nyekel sendok, tangan kiwa wis nyiapake rokok sak ler.

Ibu-ibu: Nggawa tas kondangan rada gedhe (sing isine becekan, jajan utawa berkat), mripat panggah lincah nggoleki nggone prasmanan sing menu iwake paling kandel.

Sing Rewang: Bagian mburi wis gembrobyos, asrep ketatap kukuse dandang, karo ngrasani regane lombok sing panggah larang.

Yo ngene iki indaha tradisi Jawa. Sanajan dompet jerit ketatap "becekan berantai", tapi ati panggah seneng mergo iso melu nyekseni dulur lan kanca nemu kabahagian.

Dongakne wae muga-muga sing rabi malih dadi keluarga sing sakinah, mawaddah, warahmah, lan sing nom-noman ndang ketularan (ben gantian nampa amplop).

Sopo sing minggu iki wis entuk undangan luwih ko 5? Angkat tangano, awake dhewe senasib! πŸ™‹β€β™‚οΈπŸ’₯

Detik-Detik Menegangkan Evakuasi Motor 2 Mahasiswi dari Jurang 10 MeterBUNGKAL, Media Ponorogo – Suasana tenang di Jalan...
01/06/2026

Detik-Detik Menegangkan Evakuasi Motor 2 Mahasiswi dari Jurang 10 Meter

BUNGKAL, Media Ponorogo – Suasana tenang di Jalan Raya Bungkal - Ngrayun, tepatnya di Desa Pelem, Kecamatan Bungkal, mendadak berubah mencekam pada Senin (1/6/2026) siang.

Sebuah kecelakaan tunggal membuat warga sekitar tersentak saat sebuah motor Honda Vario yang dikendarai dua mahasiswi terjun bebas ke dalam jurang sedalam 10 meter.

Sandi (37), salah seorang warga Kecamatan Babadan yang berada di sekitar lokasi, menjadi saksi mata pertama yang menyadari fatalnya insiden tersebut.

Sadar ada nyawa yang terancam di dasar jurang, Sandi bergerak cepat menghubungi pihak kepolisian.

Mendapat laporan darurat dari warga, petugas piket SPKT Polsek Bungkal langsung tancap gas menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Aksi Polisi dan Warga Turun ke Dasar Jurang

Proses evakuasi berlangsung menegangkan. Petugas kepolisian bersama warga setempat bahu-membahu menuruni tebing curam sedalam 10 meter untuk menjangkau posisi kedua korban, Dea (21) dan Alyfia (20).

Medan yang miring dan kondisi korban yang mengalami luka berat di bagian wajah serta mengalami shock berat, membuat proses pengangkatan tubuh korban harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

Menggunakan peralatan seadanya, warga dan polisi perlahan menandu kedua mahasiswi tersebut naik kembali ke permukaan jalan.

Usai berhasil dievakuasi dari dasar jurang, kedua korban langsung dilarikan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Bungkal menggunakan kendaraan petugas untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif.

Kondisi Korban dan Kendaraan

Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden mengerikan ini, kedua mahasiswi asal Desa Purwosari, Babadan tersebut harus menjalani perawatan intensif akibat luka terbuka dan memar parah di wajah, serta trauma berat pasca-kejadian.

Sementara itu, sepeda motor Honda Vario 150 bernopol AE 5709 WS milik korban ditemukan dalam kondisi ringsek di dasar jurang akibat benturan keras.

Saat ini, kasus kecelakaan tunggal yang diduga akibat rem blong tersebut telah ditangani oleh pihak kepolisian setempat dan resmi dilaporkan ke Unit Satlantas Polres Ponorogo untuk penyelidikan lebih lanjut. (mny)

DIDUGA REM BLONG, Motor 2 Mahasiswi Terjun ke Jurang 10 Meter di BungkalBUNGKAL, Media Ponorogo β€” Kecelakaan tunggal men...
01/06/2026

DIDUGA REM BLONG, Motor 2 Mahasiswi Terjun ke Jurang 10 Meter di Bungkal

BUNGKAL, Media Ponorogo β€” Kecelakaan tunggal menimpa sebuah sepeda motor Honda Vario 150 bernomor polisi AE 5709 WS di Jalan Raya Bungkal - Ngrayun, tepatnya di Desa Pelem, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo.

Motor yang dikendarai oleh dua orang mahasiswi tersebut terjun ke dalam jurang sedalam kurang lebih 10 meter setelah diduga mengalami rem blong pada Senin (1/6/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

Kedua korban diketahui bernama Dea S. E. (21) dan Alyfia T. W. (20). Keduanya merupakan pelajar/mahasiswa yang beralamat di Desa Purwosari, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo.

Akibat insiden ini, kedua korban mengalami luka berat (LB) berupa luka terbuka dan memar di bagian wajah.

Plt. Kapolsek Bungkal, IPDA Moh Khodori, S.Pd.I, membenarkan adanya peristiwa kecelakaan lalu lintas tunggal di wilayah hukumnya tersebut.

Ia menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat kedua korban melaju dari arah Ngrayun menuju ke arah Bungkal.

"Sepeda motor yang dikendarai kedua korban melaju dari arah Ngrayun menuju Bungkal. Namun, saat melintas di lokasi kejadian (TKP) dengan kondisi jalan yang menurun dan berbelok, tiba-tiba rem kendaraan tidak berfungsi dengan baik atau blong," ujar IPDA Moh Khodori saat memberikan keterangan.

Akibat fungsi pengereman yang gagal tersebut, pengendara tidak mampu mengendalikan laju kendaraannya. Motor tetap melaju lurus di tikungan dan langsung terjun bebas ke dalam jurang di tepi jalan.

"Karena rem blong di jalan menurun dan berbelok, sepeda motor melaju lurus hingga terjun ke jurang sedalam kurang lebih 10 meter," tambah Plt. Kapolsek Bungkal. (mny)

Pria Asal Balong Meninggal di Toilet Masjid Badegan, Polisi Ungkap PenyebabnyaBADEGAN, Media Ponorogo – Warga di sekitar...
01/06/2026

Pria Asal Balong Meninggal di Toilet Masjid Badegan, Polisi Ungkap Penyebabnya

BADEGAN, Media Ponorogo – Warga di sekitar Masjid Al Furqon, Dukuh Badegan, Desa Badegan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo dibuat geger pada Senin (01/06/2026) sore.

Seorang pria ditemukan dalam kondisi meninggal dunia mendadak di dalam kamar mandi masjid setempat.

Korban diketahui bernama Mulyanto (54), seorang warga Dukuh Taro Desa Bajang Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo. Korban diduga kuat meninggal dunia akibat serangan jantung atau sakit mendadak.

Kapolres Ponorogo melalui Pamapta 1 Polres Ponorogo, Ipda John Anderson, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihak kepolisian langsung bergerak cepat menuju lokasi begitu menerima laporan dari warga.

"Benar, kami menerima laporan terkait adanya warga yang meninggal dunia secara mendadak di area toilet Masjid Al Furqon Badegan sekitar pukul 15.30 WIB. Anggota dari Polsek Badegan bersama tim medis langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan olah TKP awal," ujar Ipda John Anderson saat dikonfirmasi, Senin (01/06/2026) sore.

Kronologis Penemuan Korban

Ipda John Anderson kemudian membeberkan kronologis penemuan jasad korban. Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh salah seorang saksi, Gatot Gunaryo (64), warga setempat yang saat itu hendak menggunakan fasilitas kamar mandi masjid.

"Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, sekira pukul 15.30 WIB, saksi hendak pergi ke kamar mandi Masjid Al Furqon. Namun, ia terkejut saat melihat pintu kamar mandi sudah dalam posisi terbuka. Ketika ditengok, korban sudah tergeletak di lantai dalam kondisi tidak sadarkan diri dan sama sekali tidak bergerak," ungkap Ipda John Anderson.

Melihat kejadian tersebut, saksi langsung panik dan segera melaporkan temuan itu kepada Bhabinkamtibmas Desa Badegan, yang kemudian diteruskan ke Mapolsek Badegan.

Hasil Pemeriksaan Medis

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP), mencatat keterangan saksi-saksi, serta melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket).

Tim identifikasi bersama dengan petugas medis dari Puskesmas Badegan juga langsung melakukan pemeriksaan fisik terhadap korban.

Dari hasil pemeriksaan luar, korban yang memiliki tinggi badan sekitar 160 cm dan saat kejadian mengenakan kaos singlet hitam serta sarung biru motif garis tersebut, dinyatakan murni meninggal karena sakit.

"Dari hasil pemeriksaan bersama tim medis Puskesmas Badegan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Dugaan kuat korban mengalami serangan jantung atau sakit mendadak saat berada di dalam kamar mandi," pungkas Ipda John Anderson.

Saat ini, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban di Kecamatan Balong untuk proses penyerahan jenazah agar dapat segera dimakamkan secara layak. (mny)

Address

Ponorogo

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Media Ponorogo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Media Ponorogo:

Share