Jendela Kabar

Jendela Kabar Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Jendela Kabar, Media/News Company, Ponorogo.

Sub Kordinator Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olah Raga (Kesling-Kesjaor) Dinkes Ponorogo, Ari Susanti mengat...
02/02/2026

Sub Kordinator Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olah Raga (Kesling-Kesjaor) Dinkes Ponorogo, Ari Susanti mengatakan sidak ini untuk menindaklanjuti adanya keluhan masyarakat terkait keberadaan SPPG dibawah naungan Yayasan Wanacatra Ponorogo yang diketahui berada di bawah kandang burung tersebut.

Pasalnya, warga khawatir residu kotoran burung masuk melalui celah-celah lantai, dan mengenai makanan yang akan diberikan kepada anak-anak.

Lebih lengkapnya baca : https://realita.co/baca-46355-waduh-dapur-mbg-di-ponorogo-di-bawah-kandang-burung-dinkes-lakukan-sidak

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami peran salah satu Anggota DPRD Ponorogo dari Fraksi PDI-P Releliyanda ...
02/12/2025

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami peran salah satu Anggota DPRD Ponorogo dari Fraksi PDI-P Releliyanda Solekha Wijayanti dalam pusaran kasus korupsi Ponorogo pasca melakukan penggeledahan pada, Jumat (28/11/2025) kemarin.

Hal ini diungkapkan, Plt Diputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu dalam rilis perkembangan penanganan kasus oleh KPK di Jakarta, Senin (01/12/2025) malam.

Guntur mengaku, sejumlah berkas dan dokumen elektronik yang diamankan dari rumah politisi PDI-P ini kini tengah didalami pihaknya. Pun terkait indikasi keterlibatan Lely sapaan akrab Relelilyanda Solekha Wijayanti dalam dugaan kasus korupsi yang menjerat Bupati Ponorogo non aktif Sugiri Sancoko tersebut.

" Masih terus kita dalami perannya, tim juga masih dilapangan," ujarnya.

Guntur juga mengungkapkan, untuk menelusuri aliran dana suap jual beli jabatan, sebanyak 13 PNS yang sempat dimutasi Bupati Ponorogo non aktif Sugiri Sancoko pada, Jumat (07/11/2025) lalu, diperiksa secara intensif di Polresta Kota Madiun mulai, 1-4 Desember mendatang.

Mereka antaralain, 3 Kabid dari Dinkes, Kabid dari Diskominfo, Pariwisata, Lingkungan Hidup, dan 2 Sekretaris Kecamatan.

" Jadi Kabid di Ponorogo apakah ikut dimintai ini belum terus kita dalami, karena baru hari ini pemeriksaannya. Nanti perkembangan kita sampaikan menyusul," akunya.

Diketahui, KPK kembali melakukan penggeledahan di sejumlah tempat di Ponorogo terkait kasus korupsi yang menjerat Bupati Ponorogo non aktif Sugiri Sancoko, Sekda non aktif Agus Pramono, Direktur RSUD dr Harjono Ponorogo Yunus Mahatma, dan rekanan RSUS Harjono Sucipto.

Tercatat, untuk mengungkap 3 klaster korupsi Ponorogo antaralain, suap jabatan, suap mutasi, dan gratifikasi proyek RSUD dr Harjono. KPK pada Jumat, (28/11/2025 ) kemarin melakukan penggeledahan di rumah Ketua KONI Ponorogo Heru Sangoko, rumah anggota DPRD Ponorogo Releliyanda Solekha Wijayanti, Wadir Administrasi dan Keuangan RSUD dr Harjono Mujib Ridwan, dan mantan Kabid Kebudayaan Disbudparpora Ponorogo yang juga PPKom Proyek Monumen Reog Yesi Daniel Tri Baskoro. Tak hanya menyita hand phone KPK juga mengamankan domumen dan berkas yang diklaim terkait kasus korupsi Ponorogo dari penggeledahan ini.

Sumber: www.realita.co

PONOROGO BERGETAR: Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan sukses besar berhasil meringkus buronan internasional paling di...
02/12/2025

PONOROGO BERGETAR: Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan sukses besar berhasil meringkus buronan internasional paling dicari, Dewi Astutik (43), dalang di balik penyelundupan 2 TON SABU senilai fantastis Rp 5 TRILIUN! Penangkapan sang "Ratu Narkoba" asal Ponorogo, Jawa Timur, ini mengakhiri pelarian licinnya di Kamboja, mengukir sejarah sebagai salah satu penindakan narkotika lintas negara paling spektakuler!

Dewi Astutik, yang juga dikenal dengan alias 'Mami' atau inisial PA, berhasil diringkus pada Senin, 1 Desember 2025, di Sihanoukville, Kamboja. Penangkapan ini merupakan hasil operasi senyap lintas negara yang dipimpin langsung oleh Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Roy Hardi Siahaan, sebagai tindak lanjut perintah dari Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto.

Operasi presisi ini melibatkan kolaborasi erat antara BNN, Interpol, BAIS (Badan Intelijen Strategis) TNI, Kepolisian Kamboja, dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh. Dewi Astutik, yang juga masuk daftar buronan Kepolisian Korea Selatan, dibekuk saat sedang menuju lobi sebuah hotel di Sihanoukville!

Fakta mencengangkan terungkap: sebelum menjadi otak bandar narkoba internasional yang terhubung dengan jaringan "Golden Triangle" dan sindikat Afrika, Dewi Astutik adalah seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI), atau yang lebih dikenal sebagai TKW, yang pernah bekerja di Hongkong, Taiwan, dan terakhir di Kamboja. Diduga, perantauan puluhan tahun di Asia inilah yang menjadi jembatan awal bagi Dewi untuk terhubung dengan sindikat narkoba kelas kakap.

Wanita asal Ponorogo ini dikenal sangat licin, sering berganti penampilan dan identitas, bahkan nekat menggunakan KTP adiknya untuk mengelabui petugas. BNN menegaskan bahwa Dewi Astutik merupakan aktor utama penyelundupan 2 ton sabu yang berhasil digagalkan pada Mei 2025.

INFORMASI TERBARU menyebutkan bahwa Dewi Astutik diterbangkan ke Jakarta hari ini, Selasa, 2 Desember 2025, untuk segera menjalani pemeriksaan intensif.
Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto memimpin langsung penjemputan Dewi Astutik. Konferensi pers terkait penangkapan dramatis ini juga dijadwalkan akan digelar hari ini setibanya Dewi di Indonesia. Pemeriksaan akan difokuskan untuk menelusuri secara menyeluruh:

* Alur pendanaan dan logistik jaringan narkoba tersebut.
* Pihak-pihak lain yang terlibat dalam jaringan internasional yang mengoperasikan berbagai jenis narkotika, termasuk kokain, sabu, dan ketamin, ke wilayah Asia Timur dan Asia Tenggara.
* Bahkan, BNN menduga Dewi Astutik terlibat dalam jaringan gembong narkoba besar Fredy Pratama.
* Secara mengejutkan, BNN juga mengungkapkan bahwa lebih dari 110 WNI yang menjadi anak buah Dewi Astutik telah ditangkap di berbagai negara karena menjadi kurir narkoba.

Penangkapan Dewi Astutik merupakan tonggak penting dalam upaya menyelamatkan sekitar 20 juta warga Indonesia dari ancaman peredaran narkotika. BNN berjanji penindakan tidak akan berhenti sampai seluruh struktur jaringan yang masif dan terorganisir ini terbongkar hingga ke akar-akarnya!
Anda bisa melihat video yang membahas jejak Dewi Astutik sebagai TKW hingga menjadi buronan Interpol di Dewi Astutik, TKW yang Jadi Buronan Interpol Gegara Selundupkan 2 Ton Sabu. Video ini relevan karena membahas latar belakang Dewi Astutik sebagai TKW dan perannya dalam penyelundupan 2 ton sabu.

Berdasarkan informasi yang tersedia dari berbagai sumber, alamat yang terkait dengan Dewi Astutik di Ponorogo adalah di:
Dusun Sumber Agung, RT 001/RW 001, Desa/Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Red

Semoga segera teratasi
18/03/2025

Semoga segera teratasi

PONOROGO (Realita)- Banjir bandang yang menerjang kawasan Kecamatan Bungkal akibat hujan deras yang mengguyur kawasan ini, Senin (17/03/2025) malam,

Ponorogo, ( Realita)Kejaksaan Negeri ( Kejari) Ponorogo tampaknya tak ingin lama-lama menutaskan kasus penggunaan tanah ...
06/03/2025

Ponorogo, ( Realita)

Kejaksaan Negeri ( Kejari) Ponorogo tampaknya tak ingin lama-lama menutaskan kasus penggunaan tanah aset Desa/ Kecamatan Jenangan yang digunakan untuk tambang ilegal. Pasalnya kasus dengan modus penyalahgunaan kewenangan ini, kini resmi naik ke tahap penyidikan.

Tak tanggung-tanggung, usai resmi naik status penyidik Kejaksaan pun langsung melakukan penyegelan terhadap tanah aset desa seluas 3.899 meter persegi tersebut, Rabu (05/03/2025).

Kasi Intelejen Kejari Ponorogo Agung Riyadi mengatakan, proses penyegelan tanah aset Desa Jenangan yang digunakan untuk tambang ilegal ini, dilakukan oleh Seksi Pidana Khusus ( Pidsus) Kejari Ponorogo, pada pukul 16.00, Rabu sore.

"Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Ponorogo melaksanakan penyegelan dalam perkara penyalahgunaan wewenang pengelolaan aset milik Desa Jenangan," ujarnya.

Agung mengaku proses penyegelan tanah kas Desa Jenangan ini disaksikan langsung oleh Camat Jenangan Sugeng Prasetyo. Ia menambahkan penyegelan tanah aset yang diduga digunakan Kepala Desa ( Kades) Jenangan Toni Ahmadi untuk tambang ilegal ini, agar penyidik dapat mengawasi langsung lahan tersebut.

" Tujuan penyegelan ini adalah untuk mengawasi tanah aset tersebut agar tidak berubah bentuk," akunya.

Diketahui sebelumnya, Kejari Ponorogo resmi menyelidiki penggunaan aset kas Desa Jenangan untuk tambang ilegal. Bahkan, penyidik telah memanggil Kades Jenangan Toni Ahmadi dan beberapa perangkat Desa Jenangan terkait kasus ini. znl

Address

Ponorogo

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Jendela Kabar posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share