01/09/2026
Air Baku Makin Asin, Layanan Rumah Sakit Ikut Terdampak! UNTAN Siapkan RO, Olah Air Berkadar Garam Tinggi
Kondisi air baku di Kota Pontianak semakin mengkhawatirkan akibat intrusi air laut. Kadar garam pada sumber air baku disebut telah mencapai sekitar 5.000 mg/L, sementara ketersediaan air tawar semakin terbatas
Dampaknya mulai menyentuh kebutuhan vital di fasilitas kesehatan. Air baku dengan kadar garam tinggi saat ini tidak memenuhi persyaratan untuk kebutuhan medis tertentu, termasuk layanan hemodialisis
Direktur Pelayanan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Muhammad Zulhiyardi, mengatakan kondisi tersebut membuat upaya mencari solusi menjadi semakin mendesak
“Stok air tawar Kota Pontianak sudah sangat minim karena air baku yang diolah saat ini berkadar garam tinggi dan tidak memenuhi syarat untuk hemodialisis,” ujar Zulhiyardi
Melihat kondisi tersebut, Universitas Tanjungpura (UNTAN) berkolaborasi dengan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa untuk membantu mengatasi persoalan kualitas air
UNTAN menyiapkan teknologi Reverse Osmosis (RO) bertingkat yang dikembangkan Jurusan Teknik Kelautan Fakultas Teknik. Sistem ini dirancang untuk mengolah air dari berbagai sumber, termasuk air laut, sungai, air hujan maupun air PDAM
Wakil Rektor IV UNTAN, Prof. Rustamaji, mengatakan rancang bangun teknologi tersebut sudah siap untuk dimobilisasi ke pihak Perumda
“UNTAN siap hadir sebagai problem solver bagi masyarakat. Rancang bangun alat Reverse Osmosis kami sudah siap dan tinggal dimobilisasi ke pihak Perumda,” jelasnya
Pengoperasian unit RO nantinya akan didampingi tim teknis UNTAN. Kehadiran teknologi ini diharapkan dapat membantu menyediakan air dengan kualitas yang dibutuhkan, khususnya untuk mendukung kebutuhan vital selama krisis air berlangsung
Di tengah air baku yang semakin asin, persoalan ini bukan hanya menyangkut kebutuhan sehari-hari masyarakat. Layanan kesehatan, termasuk hemodialisis, juga membutuhkan dukungan ketersediaan air dengan kualitas yang sesuai