Ketapang Media

Ketapang Media Ketapang media informasi terkini Kabupaten Ketapang

Bupati Ketapang Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Ponpes Pon Pes Hidayaturrahman Ketapang:KM – Bupati...
06/09/2026

Bupati Ketapang Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Ponpes Pon Pes Hidayaturrahman

Ketapang:KM – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, S.STP., M.Si menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi yang dilaksanakan di Pon Pes Hidayaturrahman Kabupaten Ketapang (Minggu, 06/09/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para ulama, pengurus masjid, pimpinan serta keluarga besar Pondok Pesantren Baiturrahman yang telah menyelenggarakan kegiatan keagamaan tersebut. Menurutnya, peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus meneladani akhlak, keikhlasan, dan kebaikan beliau dalam kehidupan bermasyarakat.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat Ketapang untuk bersama-sama mendoakan agar daerah ini segera terbebas dari kondisi kekeringan dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

“Semoga situasi sulit ini segera berlalu. Kita sudah berupaya semaksimal mungkin, namun pada akhirnya kita memohon pertolongan dan kekuasaan Allah SWT, termasuk dengan turunnya hujan,” ujar Bupati.

Terkait penanganan karhutla, Bupati menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Ketapang terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta seluruh unsur terkait untuk memperkuat upaya pemadaman. Bantuan tambahan berupa helikopter dan intensifikasi operasi water bombing juga terus diupayakan.

Bupati menegaskan bahwa penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta bersama-sama menjaga Ketapang sebagai rumah bersama.

“Ketapang adalah rumah besar kita semua. Mari kita bersama-sama menjaga, merawat, dan membangun Ketapang untuk kehidupan serta masa depan anak cucu kita,” pesannya.

Bupati berharap melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, seluruh masyarakat Ketapang semakin memperkuat persaudaraan, kepedulian, dan semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan, keselamatan, keamanan, kedamaian, kemajuan, dan kesejahteraan bagi kita semua, keluarga kita, serta seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang,” tutupnya.**

06/09/2026
Ketapang:KM – Hari libur bukan alasan untuk berhenti berjuang. Hal itu ditunjukkan Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.ST...
05/09/2026

Ketapang:KM – Hari libur bukan alasan untuk berhenti berjuang. Hal itu ditunjukkan Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., bersama Dandim 1203/Ketapang Letkol Inf Zulkarnaen Galib yang tetap hadir di tengah perjuangan Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kuala Tolak, Kabupaten Ketapang, Sabtu (5/9/2026).

Di saat sebagian masyarakat menikmati hari libur, para personel Satgas Karhutla justru masih berjibaku di lapangan untuk mengendalikan api. Bupati dan Dandim pun memilih hadir langsung untuk melihat kondisi penanganan sekaligus memberikan dukungan dan semangat kepada para petugas.

Kehadiran kedua pimpinan tersebut menjadi bukti bahwa penanganan Karhutla tidak mengenal waktu. Pemerintah daerah bersama TNI-Polri dan seluruh unsur Satgas terus bergerak memastikan setiap titik api dapat ditangani dan tidak meluas.

“Hari ini hari libur, tetapi perjuangan kita tidak boleh libur. Selama masih ada api dan masyarakat yang membutuhkan perlindungan, kita harus hadir. Saya bersama Dandim ingin memastikan teman-teman Satgas tidak merasa berjuang sendirian,” tegas Bupati Alexander Wilyo.

Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terus bekerja di lapangan, meskipun harus mengorbankan waktu bersama keluarga. Menurutnya, perjuangan para petugas merupakan bentuk pengabdian nyata dalam menjaga masyarakat dan lingkungan Kabupaten Ketapang.

Saya sangat mengapresiasi perjuangan seluruh personel. Panas, asap dan medan yang berat tidak menyurutkan semangat mereka. Pemerintah akan terus memberikan dukungan dan bersama-sama sampai Karhutla ini benar-benar dapat kita kendalikan,” ujarnya.

Sementara itu, Dandim 1203/Ketapang Letkol Inf Zulkarnaen Galib memastikan jajaran TNI akan terus bersinergi bersama Pemerintah Kabupaten Ketapang, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, perusahaan, relawan dan seluruh unsur terkait dalam penanganan Karhutla.

Dari Kuala Tolak, Bupati kembali mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla, terutama dengan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

“Mari kita jaga Ketapang bersama. Jangan biarkan api kecil menjadi bencana besar. Ini tanggung jawab kita bersama.”

Bagi Bupati Alexander Wilyo, kehadiran langsung di lapangan bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan setiap petugas yang berjuang menghadapi Karhutla mendapatkan dukungan.

Hari libur boleh datang, tetapi perjuangan untuk menjaga Ketapang tidak boleh berhenti. Dari Kuala Tolak, semangat itu terus dikobarkan: Satgas tidak sendiri, pemerintah hadir bersama mereka.**

Ketapang:KM – Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang Repalianto, S.Sos., M.Si., menghadiri pelaksanaan Sholat Istisqa yang...
05/09/2026

Ketapang:KM – Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang Repalianto, S.Sos., M.Si., menghadiri pelaksanaan Sholat Istisqa yang digelar Kepolisian Resor (Polres) Ketapang, Sabtu (5/9/2026). Sholat sunah tersebut berlangsung di halaman Polres Ketapang dalam suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan.

Sholat Istisqa digelar sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon pertolongan Allah SWT agar menurunkan hujan di tengah kondisi kemarau panjang dan kekeringan yang berdampak terhadap ketersediaan air bagi masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan diawali dengan dzikir, tasbih, dan tahmid yang dipimpin Ustadz KH. Muhammad Dudung Basuni. Rangkaian ibadah kemudian dilanjutkan dengan Sholat Istisqa yang juga dipimpin KH. Muhammad Dudung Basuni sebagai imam sekaligus khatib.

Dalam khutbahnya, KH. Muhammad Dudung Basuni mengingatkan bahwa Sholat Istisqa tidak semata-mata menjadi sarana untuk memohon turunnya hujan.

Lebih dari itu, pelaksanaan Sholat Istisqa menjadi momentum bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi dan mengakui segala kekhilafan serta dosa di hadapan Allah SWT.

“Sholat Istisqa bukan semata-mata sholat meminta hujan, namun merupakan media atau sarana bagi kita untuk mengakui dosa kepada Allah SWT,” demikian pesan yang disampaikan dalam khutbahnya.

Lebih lanjut Ia mengajak jamaah untuk memperbanyak istighfar, memohon ampunan, serta meningkatkan ketakwaan sebagai bagian dari upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Pelaksanaan Sholat Istisqa tersebut berlangsung dengan suasana yang khusyuk. Para jamaah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh kesungguhan hingga selesai.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk ikhtiar bersama dalam menghadapi kondisi kekeringan yang terjadi. Selain upaya penanganan secara teknis oleh pemerintah dan berbagai pihak, masyarakat juga diajak untuk memperkuat ikhtiar spiritual melalui doa dan muhasabah.

Pemkab Ketapang sebelumnya telah melakukan berbagai langkah dalam menghadapi dampak kekeringan, termasuk pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat di sejumlah wilayah yang terdampak.

Melalui pelaksanaan Sholat Istisqa, diharapkan hujan segera turun sehingga kondisi kekeringan berangsur membaik, ketersediaan air kembali mencukupi, serta masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.**

04/09/2026

Ketapang:KM – Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang, Repalianto, S.Sos., M.Si, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Ketapang dalam rangka penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Pengantar Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)…

04/09/2026

Ketapang:KM – Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., memimpin video conference (vicon) koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang, Jumat (4/9/2026). Bupati menegaskan, kondisi karhutla saat ini…

04/09/2026

Ketapang:KM – Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang, Repalianto, S.Sos., M.Si, membuka kegiatan Penguatan Kapasitas Kelompok Kerja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (Pokja BSAN) Kabupaten Ketapang yang diselenggarakan oleh Kreasi Ketapang di…

Gelar Muswil VII, Mathla'ul Anwar Kalbar Siap Rumuskan Arah Baru Pembangunan Umat dan Kemandirian BangsaPontianak – Pimp...
03/09/2026

Gelar Muswil VII, Mathla'ul Anwar Kalbar Siap Rumuskan Arah Baru Pembangunan Umat dan Kemandirian Bangsa

Pontianak – Pimpinan Wilayah Mathla'ul Anwar (PW MA) Provinsi Kalimantan Barat akan menyelenggarakan perhelatan lima tahunan, Musyawarah Wilayah (Muswil) VII, yang dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 7 September 2026. Mengusung tema strategis "Membangun Peradaban Umat, Menuju Kemandirian Bangsa", agenda ini menjadi tonggak penting bagi keluarga besar Mathla'ul Anwar di Kalimantan Barat untuk mengevaluasi kinerja serta menyusun arah perjuangan ke depan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, acara pembukaan Muswil VII ini akan digelar di Komplek Pondok Pesantren Mathla'ul Anwar Pontianak. Gubernur Kalimantan Barat direncanakan hadir untuk membuka acara secara resmi, yang diharapkan menjadi simbol sinergi kuat antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat Islam dalam membangun sumber daya manusia di Kalbar. Sementara itu, rangkaian sidang pleno dan pembahasan agenda musyawarah akan dipusatkan di Hotel Harris, Jalan Gajah Mada, Pontianak.

Sekretaris Wilayah Mathla'ul Anwar Kalbar, Ahmadi Ch, dalam keterangannya, Kamis ( 3/ 9/ 2026 ) menyampaikan bahwa Muswil VII akan menjadi forum evaluasi strategis atas perjalanan organisasi selama kepengurusan periode 2021-2026. "Selain evaluasi, fokus utama kita adalah merumuskan program kerja baru di berbagai lini, mulai dari pengembangan pendidikan, penguatan dakwah, hingga pemberdayaan ekonomi umat," tuturnya.

Ketua Organizing Committee (OC), Dr. Siswandi, memastikan bahwa persiapan acara terus dimatangkan. Muswil ini akan melibatkan unsur Pengurus Daerah dari berbagai kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat. Keterlibatan penuh para peserta daerah ini diharapkan mampu menciptakan forum yang representatif dan demokratis guna memilih kepemimpinan PW Mathla'ul Anwar periode 2026-2031 yang amanah, berintegritas, dan responsif terhadap tantangan zaman.

Siswandi juga menyatakan bahwa seluruh panitia telah berkoordinasi secara intensif guna menyukseskan acara ini. Mathla'ul Anwar Kalimantan Barat berkomitmen untuk terus menjadi pilar penting dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan mandiri demi kemajuan bangsa Indonesia.**

Ketapang;KM - Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP.,M.Si  tidak memilih tempat khusus untuk makan saat turun langsung ...
03/09/2026

Ketapang;KM - Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP.,M.Si tidak memilih tempat khusus untuk makan saat turun langsung dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Pelang, Kamis (3/9/2026).

Di tengah panas dan kepungan asap, ia justru duduk bersama petugas yang sejak pagi berjibaku memadamkan api. Nasi bungkus menjadi santapan mereka.

Tidak ada jamuan khusus. Tidak ada meja makan istimewa. Bupati Ketapang makan dengan menu yang sama seperti yang disantap para petugas di lapangan.

“Nasi Padang mah samem dengan yang dimakan biak-biak pemadam,” kata bupati saat dihubungi.

Momen tersebut terjadi saat bupati turun langsung dalam penanganan Karhutla di Pelang. Di sela aktivitas pemadaman, ia menyempatkan diri makan bersama petugas di lokasi.

Bupati mengatakan, makan bersama itu berlangsung spontan. Baginya, momen tersebut merupakan bentuk kebersamaan dengan petugas yang bekerja dalam kondisi berat.

“Itu spontan saja. Saya di lapangan bersama petugas yang sedang berjibaku memadamkan karhutla. Mereka bekerja dari pagi, panas, asap, bahkan dalam kondisi yang tidak mudah,” kata bupati.

Menurutnya, kehadiran pemerintah dalam situasi karhutla tidak cukup hanya melalui laporan dan rapat. Pemimpin, kata Alex, perlu melihat langsung kondisi di lapangan. Termasuk merasakan suasana yang dihadapi petugas dan masyarakat.

“Saya ingin menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya datang ketika rapat atau memberikan instruksi dari kantor. Dalam kondisi seperti ini, kita harus hadir bersama masyarakat dan petugas di lapangan,” ujarnya.

Bupati juga memberikan penghargaan kepada petugas yang berada di garis depan penanganan karhutla. Mereka bekerja di tengah panas, asap dan medan yang sulit. Risiko keselamatan juga menjadi bagian dari pekerjaan mereka saat berhadapan dengan api.

“Bagi saya, petugas yang berada di garis depan ini harus kita hargai. Mereka mempertaruhkan tenaga, kesehatan, bahkan keselamatan untuk mengendalikan api,” katanya.

Ia menilai, makan bersama menjadi bentuk sederhana untuk menunjukkan bahwa pemerintah berdiri bersama petugas dalam menghadapi situasi tersebut.

“Kalau mereka makan nasi bungkus di lokasi, saya juga tidak perlu makan di tempat yang berbeda. Kita sedang menghadapi situasi darurat, jadi yang dibutuhkan adalah kebersamaan dan kerja nyata,” ujarnya.

Bupati menegaskan, penanganan karhutla tidak dapat dibebankan kepada satu pihak. Dibutuhkan kerja bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, perusahaan, pemerintah desa dan masyarakat.

“Yang paling penting sekarang bukan soal siapa yang terlihat, tetapi bagaimana api bisa kita kendalikan dan masyarakat bisa terlindungi,” tegasnya.

Ia memastikan akan terus turun melihat kondisi di lapangan dan tidak hanya mengandalkan laporan.

“Saya tidak ingin hanya menjadi bupati yang menerima laporan tentang kebakaran. Kalau petugas turun ke lapangan, saya juga harus turun,” pungkasnya.**

KetapangKM – Pemerintah Kabupaten Ketapang menaikkan status penanganan bencana dari siaga menjadi tanggap darurat kekeri...
03/09/2026

KetapangKM – Pemerintah Kabupaten Ketapang menaikkan status penanganan bencana dari siaga menjadi tanggap darurat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai Rabu (2/9/2026).

Keputusan itu diambil saat kondisi karhutla di Ketapang kian memburuk. Kebakaran telah melanda 15 dari 20 kecamatan. Di sisi lain, kualitas udara memburuk, kasus ISPA meningkat, dan sejumlah wilayah mengalami krisis air bersih.

Penetapan status tanggap darurat diputuskan dalam rapat yang digelar di Ruang Rapat Utama Bupati Ketapang. Rapat diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta camat dan kepala desa se-Ketapang secara daring.

Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengatakan, perubahan status harus diikuti dengan perubahan pola penanganan di lapangan.

Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), camat dan kepala desa memusatkan sumber daya untuk menangani karhutla di wilayah masing-masing.

“Ini menjadi dasar kita untuk mengambil kebijakan yang lebih jauh, termasuk mengerahkan sumber daya yang ada untuk penanggulangan karhutla,” ujar bupati.

Bupati mengatakan, dukungan personel untuk penanganan karhutla saat ini relatif mencukupi. Bantuan personel juga datang dari luar Kalimantan, termasuk dari satuan Brimob dan TNI.

Namun, persoalan utama berada pada peralatan dan sumber air. Karena itu, Pemkab Ketapang meminta pemerintah pusat meningkatkan intensitas operasi water bombing, terutama untuk menjangkau titik kebakaran di wilayah pedalaman dan lahan mineral.

“Kita minta tambahan intensitas water bombing di Ketapang ditingkatkan. Ini sangat efektif di daerah pedalaman atau di tanah mineral,” katanya.

Bupatimengatakan, permintaan tambahan helikopter water bombing telah disampaikan kepada pemerintah pusat. Dukungan juga diharapkan datang dari Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) di bawah Kodam XII/Tanjungpura.

Saat ini, dua helikopter bantuan BNPB telah berada di Bandara Rahadi Oesman Ketapang. Satu digunakan untuk water bombing dan satu lainnya untuk survei.

“Idelanya makin banyak makin bagus di tengah karhutla yang semakin meluas dan memburuk,” ujar bupati

Pemkab minta Pertamina siapkan avtur

Operasi udara juga menghadapi persoalan lain, yakni ketersediaan bahan bakar avtur. Alex meminta Pertamina memberikan dukungan khusus untuk menjamin ketersediaan avtur bagi operasi penanggulangan karhutla di Ketapang.

“Kita butuh avtur. Ini kaitannya dengan Pertamina. Saya berharap Pertamina pusat juga memberikan perhatian di tengah kondisi saat ini. Bisa memberikan bantuan avtur,” katanya.

Menurut bupati, penambahan helikopter tidak akan optimal jika kebutuhan bahan bakarnya tidak tersedia.

“Percuma juga nanti helikopter water bombing sudah ada, namun avturnya tidak tersedia,” ujarnya.

Alex berharap seluruh dukungan dapat bergerak cepat tanpa terkendala birokrasi.

Udara Memburuk, Kasus ISPA tembus 803

Selain kebakaran, dampak asap menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Dalam rapat tersebut disampaikan kualitas udara Ketapang telah mencapai ISPU 300, yang masuk kategori sangat tidak sehat. Dinas Kesehatan Ketapang juga mencatat 803 kasus Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Kondisi tersebut membuat Dinkes diminta meningkatkan kesiapsiagaan. Pemerintah juga mewaspadai potensi peningkatan penyakit lain, termasuk diare, di tengah kekeringan dan keterbatasan air bersih.

Bupati meminta masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Warga juga diminta mengurangi perjalanan ke wilayah yang terdampak asap tebal.

“Kalau tidak perlu, jangan lewat Pelang dulu,” katanya.

Pemkab bahkan mempertimbangkan penutupan sementara akses Jalan Pelang apabila kondisi semakin membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Kalau memang tidak memungkinkan lagi, tutup saja Jalan Pelang agar tidak ada korban dengan kondisi yang ada,” tegasnya.

Larangan membakar diperketat

Di tengah kondisi tersebut, Bupati meminta pemerintah kecamatan dan desa memperkuat pencegahan.

Camat dan kepala desa diminta aktif memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan. Larangan itu juga mencakup pembakaran sampah.

“Tidak boleh membakar dalam bentuk apa pun dan tujuan apa pun. Tahan dulu. Bakar sampah pun jangan dulu,” tegas bupati.

Ia juga meminta seluruh OPD memasang baliho dan menyampaikan pesan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga kondisi Ketapang.

“Jaga dan rawat Ketapang,” ujarnya.

Camat diminta tidak menunggu pimpinan turun.

Bupati juga menyoroti keterlibatan pemerintah di tingkat kecamatan dan desa dalam penanganan karhutla.

Ia meminta camat menjadi koordinator penanganan di wilayah masing-masing dan berkoordinasi dengan unsur Muspika serta perusahaan yang beroperasi di wilayahnya.

Menurut Bupati, penanganan karhutla tidak boleh hanya bergerak ketika pejabat atau pimpinan daerah datang ke lokasi.

“Saya dengar ada kades dan camat yang tidak aktif. Ada saat ada Pak Dandim, Bupati, Kapolres baru ada di lapangan. Harus aktif dalam situasi karhutla,” katanya.

Selain kebakaran, pemerintah juga harus menangani dampak kekeringan dan krisis air yang terjadi di sejumlah wilayah.

Bupati meminta seluruh pihak memperkuat gotong royong, termasuk membantu warga yang kesulitan memperoleh air bersih.

“Ini krisis air. Mari kita bersinergi dan gotong royong,” ujarnya.

Dengan status tanggap darurat, Pemkab Ketapang berharap pengerahan sumber daya, dukungan pemerintah pusat dan provinsi, serta penanganan dampak karhutla dapat dilakukan lebih cepat.

Pemerintah juga kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran selama kondisi cuaca masih kering dan rawan kebakaran.**

Address

Pontijanak

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ketapang Media posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share