Amanah Media Centre

Amanah Media Centre Amanah Media Center adalah Divisi Media seluruh unit Yayasan Wakaf Amanatul Ummah Poso

31/07/2026

*Jadwal khutbah Jum'at*
*pekan ke 05, 31 Juli 2026*
*Da'i Yayasan Wakaf Amanatul Ummah*

*1. Ust. Zainul Aulia Lc*
๐Ÿ•‹ _Masjid Al Firdaus, Tanah Rahmad_

*2. Ust. Abdur Rahman*
๐Ÿ•‹ _Masjid Al - Azhar PDAM_

*3. Ust. Iham Hidayat*
๐Ÿ•‹ _Masjid Baburrohman Gebangrejo_

*4. Ust. Ahmad Riyadi*
๐Ÿ•‹ _Masjid Batalyon Ranonuncu_

*5. Ust. Rizqi Adnan*
๐Ÿ•‹ _Masjid Asy - syifa' Rumah Sakit_

*6. Ust. Muh. Taufiq*
๐Ÿ•‹ _Masjid Al - Hidayah Lawanga_

*7. Ust. Syahrul Nur jihad Lc*
๐Ÿ•‹ _Masjid Nurul Ilmi kampus Unsimar._

*8. Ust. Udzma Fauzi Lc*
๐Ÿ•‹ _Masjid Nurul Huda Samping LP_

NB: *Di Mohon 15 menit sebelum masuk waktu Jum'at dah berada di masjid*
*Jika berhalangan hadir supaya mencari peganti dan menyampaikan kepada kami* ๐Ÿ™๐Ÿฝ๐Ÿ™๐Ÿฝ๐Ÿ™๐Ÿฝ

======= ๐Ÿ•Œ========
๐Ÿข Yayasan Wakaf Amanatul Ummah.
๐Ÿ“ฎJl. P. Sabang 96 Kayamanya Poso Kota.
โ˜Ž WA: 085201142542
Amanah Media Centre

30/07/2026

SEMANGAT KEMERDEKAAN Siap Hias Kampung!
TOKO ULIN NUHA Jual Bendera Merah Putih & Umbul-Umbul 17-an Tahan Angin & Hujanโ 

โœ… Bahan kain poliester/satin berkualitas (Tahan panas & hujan)
โœ… Jahitan rapi & kuat
โœ… Warna jreng & tidak luntur
โœ… Layani eceran & grosir (Siap suplai untuk RT/RW/Karang Taruna)

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Yayasan Wakaf Amanatul Ummah (YWAU) menggelar Rapat Pemb...
21/07/2026

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Yayasan Wakaf Amanatul Ummah (YWAU) menggelar Rapat Pembentukan Kepanitiaan Upacara 17 Agustus. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉโœจ

Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran pengurus yayasan serta perwakilan dari seluruh unit lembaga yang bernaung di bawah kepengasuhan YWAU.

Melalui semangat kebersamaan dan gotong royong, mari kita persiapkan peringatan kemerdekaan tahun ini dengan khidmat, meriah, dan penuh makna. Menyambung tekad, mengokohkan ikhtiar untuk Indonesia Maju!

๐Ÿท๏ธ

09/07/2026

๐Ÿ”ฅ PROMO BESAR BESARAN: DISKON CUCI GUDANG! 50-75% ๐Ÿ”ฅ

Siapa bilang tampil syarโ€™i dan sehat itu harus mahal? Toko Ulin Nuha lagi adain Cuci Gudang besar-besaran! DISKON SETENGAH HARGA untuk SEMUA PAKAIAN MUSLIM ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ’ฅ
Bukan kaleng-kaleng, langsung borong:

๐Ÿ‘— Busana Muslim & Muslimah
๐Ÿ•Œ Peci, Surban, & Songkok
๐Ÿ“– Al-Qurโ€™an & Iqro buat si kecil
๐ŸŒฟ Madu, Sari Kurma, & Habbatussauda biar imun joss!

STOK TERBATAS dan harganya bener-bener dipotong 50%! ๐Ÿ’ธโœจ

๐Ÿ“ Gasss ke lokasi sekarang:
Jl. Pulau Sabang, Kel. Kayamanya, Kec. Poso Kota. (Pas di samping kantor Yayasan Wakaf Amanatul Ummah).

๐Ÿ”ฅ PROMO BESAR BESARAN: DISKON CUCI GUDANG! 50-75% ๐Ÿ”ฅSiapa bilang tampil syar'i dan sehat itu harus mahal? Toko Ulin Nuha ...
09/07/2026

๐Ÿ”ฅ PROMO BESAR BESARAN: DISKON CUCI GUDANG! 50-75% ๐Ÿ”ฅ

Siapa bilang tampil syar'i dan sehat itu harus mahal? Toko Ulin Nuha lagi adain Cuci Gudang besar-besaran! DISKON SETENGAH HARGA untuk SEMUA PAKAIAN MUSLIM ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ’ฅ
Bukan kaleng-kaleng, langsung borong:

๐Ÿ‘— Busana Muslim & Muslimah
๐Ÿ•Œ Peci, Surban, & Songkok
๐Ÿ“– Al-Qur'an & Iqro buat si kecil
๐ŸŒฟ Madu, Sari Kurma, & Habbatussauda biar imun joss!

STOK TERBATAS dan harganya bener-bener dipotong 50%! ๐Ÿ’ธโœจ

๐Ÿ“ Gasss ke lokasi sekarang:
Jl. Pulau Sabang, Kel. Kayamanya, Kec. Poso Kota. (Pas di samping kantor Yayasan Wakaf Amanatul Ummah).

Keluarga Besar Yayasan Wakaf Amanatul Ummah mengucapkan:*Selamat Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1448 H.*โ€‹โ€œSemoga Allah men...
15/06/2026

Keluarga Besar Yayasan Wakaf Amanatul Ummah mengucapkan:

*Selamat Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1448 H.*
โ€‹
โ€œSemoga Allah menerima amalan kami dan amalan kalian, serta menerima segala amal saleh.โ€

โ€‹Mari kita buka tahun yang baru ini dengan semangat berhijrah menuju kebaikan yang tak bertepi, menjaga amanah, dan memperkuat keimanan.



MEMBONGKAR KEDOK MUSUH TERBESAR UMMAT ISLAM HARI INI: BUKAN SENJATA, MELAINKAN KEBODOHANPOSO โ€“ Ada alasan kuat mengapa f...
09/06/2026

MEMBONGKAR KEDOK MUSUH TERBESAR UMMAT ISLAM HARI INI: BUKAN SENJATA, MELAINKAN KEBODOHAN

POSO โ€“ Ada alasan kuat mengapa forum diskusi ilmiah yang digelar Panitia Diskusi Islam Wasathiyah di Kompleks Yayasan Wakaf Amanatul Ummah terasa begitu berbobot. Dua tokoh penting, Dr. M. Najih Arromadloni, M.Ag. (akademisi/pakar pemikiran Islam) dan Ir. Parawijayanto (Mantan Amir Jamaah Islamiyah), menyuarakan Islam adalah agama perdamaian, dan jalan menuju ke sana hanya bisa dirintis dengan satu halโ€”ilmu pengetahuan.
Berikut adalah rangkuman gagasan mendalam kedua pemateri yang dikemas agar esensinya mudah diresapi.

DR. M. NAJIH ARROMADLONI :

โ€œPotensi Manusia Itu Seperti Tambang Emas"
Membuka paparannya, Dr. Najih mengutip sebuah hadis sarat makna tentang hakikat manusia. Rasulullah SAW bersabda bahwa manusia itu ibarat tambang:

ุชูŽุนูุฏููˆู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณูŽ ู…ูŽุนูŽุงุฏูู†ูŽุŒ ุฎููŠูŽุงุฑูู‡ูู…ู’ ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽุงู‡ูู„ููŠูŽู‘ุฉู ุฎููŠูŽุงุฑูู‡ูู…ู’ ูููŠ
ุงู„ู’ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ู ุฅูุฐูŽุง ููŽู‚ูู‡ููˆุง
โ€œKalian akan mendapati manusia itu seperti tambang (emas dan perak). Orang yang terbaik di masa jahiliyah akan menjadi orang yang terbaik p**a di masa Islam, jika mereka paham (fiqih/ilmu).โ€ (HR. Bukhari & Muslim).

"Kalau dasarnya perak, akan jadi perak. Kalau dasarnya emas, tetap emas," urai Dr. Najih. Beliau mencontohkan bagaimana para pemimpin Quraisy di zaman Jahiliyah, ketika masuk Islam, kapasitas kepemimpinannya tidak hilangโ€”justru bertransformasi menjadi pemimpin Islam yang luar biasa. Contoh paling nyata adalah trah Muawiyah yang kelak membentuk Dinasti Umayyah, dinasti dengan wilayah kekuasaan terluas dan bertahan paling lama dalam sejarah Islam.

Analogi ini dilemparkan Dr. Najih untuk melihat realitas hari ini. "Sebagaimana dulu kapasitas itu digunakan untuk memimpin JI (Jamaah Islamiyah), sekarang potensi kepemimpinan yang luar biasa itu harus dialihkan untuk memimpin dakwah Wasathiyah (moderat)," tegasnya penuh semangat.

PERANG ITU DARURAT, DAMAI ITU PRINSIP

Dr. Najih meluruskan kesalahpahaman fatal mengenai konsep perang dalam Islam. Menengok sejarah Perjanjian Hudaibiyah (Shulhul Hudaibiyah), Rasulullah SAW justru memilih mengalah dalam klausul perjanjian demi tercapainya gencatan senjata. "Udahlah, yang penting damai," begitulah prinsipnya.

Bahkan, dalam sebuah riwayat disebutkan, tidak ada kewajiban yang paling utama setelah perkara fardu melainkan menuntut ilmu. Mengapa ilmu begitu agung? Dr. Najih menyebutkan perbandingan di akhirat kelak:

1 Pahala tetesan darah para syuhada yang gugur di medan perang.
2 Pahala goresan tinta para ulama.

"Pahala yang paling utama adalah tinta para ulama yang faedahnya bisa kita baca dan amalkan hingga hari ini. Inilah amal yang tidak terputus, 'ilmun yuntafa'u bihi (ilmu yang bermanfaat)," jelasnya.

Ir. Parawijayanto: "PERANG ITU MAHAL, DAMAI ITU MURAHโ€

Parawijayanto membawa perspektif yang sangat praktis dan empiris dari pengalamannya di masa lalu. Sebagai mantan Amir JI, ia tahu betul betapa destruktifnya sebuah konflik bersenjata.

"Agama Islam itu adalah agama pertengahan (wasathiyah). Satu hal yang harus disadari: Perang itu mahal, dan damai itu murah," ujar Parawijayanto lugas.

Ia membuka memori masa lalu ketika kelompoknya mengirimkan personel ke Mindanao, Moro (Filipina), untuk terlibat dalam konflik bersenjata. "Perang itu ada sebabnya, jangan melaksanakan perang kalau tidak ada sebab (syar'i) yang sah. Dulu kita dikirim ke Moro mengikuti peperangan dengan biaya yang sangat banyak. Energi dan materi habis di sana."

PESANTREN SEBAGAI AGEN HARMONISASI SOSIAL

Bagi Parawijayanto, transformasi pemikiran harus mewujud dalam institusi pendidikan, khususnya pondok pesantren. Pesantren tidak boleh lagi dicitrakan sebagai tempat yang eksklusif, melainkan harus menjadi mediator dan jangkar kedamaian di tengah masyarakat.

"Di pesantren ada Ustaz, ada Kiai yang dihormati. Ketika ada konflik atau potensi gesekan di masyarakat, pondok pesantrenlah yang harus tampil sebagai mediator dan agen harmonisasi sosial. Menanamkan nilai-nilai kebangsaan, seperti upacara bendera, yang merupakan bagian dari ekspresi hubbul wathan (cinta tanah air)," paparnya.

Lebih jauh, ia mendorong pesantren untuk mengadopsi konsep pengabdian masyarakat mirip Kuliah Kerja Nyata (KKN) di perguruan tinggi. Santri dan pengajar harus turun langsung, membaur, dan menjadi solusi atas problem-problem riil yang dihadapi warga sekitar.
Garis Bawah

MENATAP BABAK BARU : MENEPIS โ€˜COVERโ€™ SEMATA, MERAJUT NASIONALISME LEWAT KEDALAMAN ILMU.POSO โ€“ Momentum pembubaran Jamaah...
09/06/2026

MENATAP BABAK BARU : MENEPIS โ€˜COVERโ€™ SEMATA, MERAJUT NASIONALISME LEWAT KEDALAMAN ILMU.

POSO โ€“ Momentum pembubaran Jamaah Islamiyah (JI) bukan sekadar akhir dari sebuah babak, melainkan awal dari transformasi besar yang menuntut pembongkaran pemahaman lama hingga ke akarnya. Hal inilah yang ditegaskan oleh Ketua Yayasan Wakaf Amanatul Ummah, Yusrin Ichtiawan, S.H., dalam sambutannya pada diskusi ilmiah yang diinisiasi oleh Panitia Diskusi Islam Wasathiyah.

Di hadapan para peserta, Yusrin menekankan bahwa perubahan ideologi tidak bisa hanya menyentuh permukaan atau sekadar menjadi "topeng" pemanis di mata publik.

"Pemahaman (wasathiyah) ini harus mereka terima sebagai sebuah ilmu, bukan hanya sebagai cover. Kalau dulu, jamaah ini banyak sekali cover-nya," ujar Yusrin lugas.

Menurutnya, fenomena menampilkan kesan pro-NKRI di masa lalu kerap kali belum selaras dengan apa yang tertanam di dalam hati dan pikiran. Oleh karena itu, dibutuhkan proses internalisasi yang konsisten dan mendalam. Yusrin mengibaratkannya seperti kain yang harus mendapatkan "celupan-celupan" ilmu pengetahuan yang tepat agar warnanya menjadi kuat, murni, dan tidak luntur.

MEMBONGKAR MASA LALU BERSAMA MANTAN TOKOH JI

Langkah konkret pun diambil oleh pihak yayasan. Salah satu strategi utama yang terus dijalankan adalah dengan konsisten menghadirkan para asatid (guru agama) yang juga merupakan mantan anggota JI.

Yusrin menjelaskan bahwa kehadiran mereka sangat krusial dalam proses brainwashing atau penataan ulang pemahaman. Mereka yang pernah berada di dalam sistem tersebut dinilai jauh lebih memahami celah pikiran dan doktrin lama yang harus diluruskan.

"Ini alasan mengapa kami terus menghadirkan para asatid mantan JI. Tujuannya untuk menata kembali pemahaman yang lalu dengan yang lebih lurus, agar kita bisa sama-sama memperbaiki tatanan bernegara," tambahnya. Ia juga mengakui bahwa dalam membawa perubahan dan mengikis pemahaman yang radikal (tatarruf), figur mantan JI terbukti memberikan pengaruh yang jauh lebih besar dan efektif ketimbang mereka yang bukan mantan JI.

BUAH MANIS KETERBUKAAN

Kini, perlahan namun pasti, transformasi itu mulai membuahkan hasil nyata. Yayasan Wakaf Amanatul Ummah saat ini telah membuka diri lebar-lebar terhadap dunia luar. Sikap fanatik kelompok yang dulu membatasi ruang gerak, kini telah terkikis dan berganti dengan semangat pembauran.

"Melihat kondisi yayasan saat ini, kita sudah terbuka sehingga tidak begitu fanatik terhadap orang-orang di luar pemahaman kita. Kita sudah membaur," kata Yusrin dengan nada optimis.
Bagi Yusrin dan pengurus yayasan, keterbukaan ini adalah buah manis dari dakwah yang konsisten. Momentum pasca-pembubaran JI dijadikan pijakan kokoh untuk terus memperbaiki diri, mengembalikan fitrah dakwah yang merangkul, serta mengeliminasi sisa-sisa pemahaman ekstrem demi masa depan bernegara yang lebih harmonis.

PERNAHKAH KALIAN bertanya sejauh mana peran pesantren dalam menjaga keberagaman dan keseimbangan ajaran Islam? Mari cari...
07/06/2026

PERNAHKAH KALIAN bertanya sejauh mana peran pesantren dalam menjaga keberagaman dan keseimbangan ajaran Islam? Mari cari jawabannya di Diskusi Ilmiyah

โ€œPERAN PESANTREN DALAM MENJAGA WASHATIYAH ISLAMโ€

9 Juni 2026
Pukul : 08.00 WITA

bersama Dr. M. Najih Arromadloni, M.Ag. Info detail ada di poster

Menurutmu, seberapa penting peran pesantren dalam konteks ini?

!

Segenap keluarga besar Yayasan Wakaf Amanatul Ummah mengucapkan Selamat dan Sukses yang setulus-tulusnya kepada:โ€‹KH. SUT...
03/06/2026

Segenap keluarga besar Yayasan Wakaf Amanatul Ummah mengucapkan Selamat dan Sukses yang setulus-tulusnya kepada:

โ€‹KH. SUTAMI M.IDRIS, M.Pd.I
โ€‹Atas terpilihnya sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Poso Periode 2026-2031.

โ€‹Semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan, kekuatan, dan kesuksesan dalam mengemban amanah yang mulia ini. InsyaAllah, kepemimpinan beliau akan membawa manfaat dan kemajuan yang besar bagi Nahdlatul Ulama serta masyarakat Kabupaten Poso.

โ€‹Ayo kita dukung bersama untuk Poso yang lebih baik! ๐Ÿค๐Ÿ’š
โ€‹Informasi lebih lanjut kunjungi media kami:
๐Ÿ’ป FB: Amanah Media Centre
๐Ÿ“ธ IG: amc.ywau
โ€‹
โ€‹

Address

Poso

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Amanah Media Centre posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share