Koran Horas Indonesia

Koran Horas Indonesia Media Elektronik dan Media Cetak yang menjadi Pusat informasi dan Legalitas masyarakat Sumatera Utara

Opini | Dana BOSP SMP Swasta Kota Medan: Ketika Administrasi Mengalahkan Hak PendidikanOleh: TonnyPengelolaan Dana Bantu...
31/12/2025

Opini | Dana BOSP SMP Swasta Kota Medan: Ketika Administrasi Mengalahkan Hak Pendidikan

Oleh: Tonny

Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) sejatinya bertujuan memastikan hak dasar pendidikan anak terpenuhi.

Namun, dalam praktiknya di Kota Medan, muncul persoalan serius yang patut mendapatkan perhatian publik dan pemerintah daerah.

Berdasarkan penelusuran lapangan terhadap ratusan SMP swasta di Kota Medan, ditemukan fakta bahwa banyak sekolah diminta bahkan didorong untuk menjadikan dana BOSP Tahun Anggaran 2025 sebagai SILPA, bukan karena ketidakmampuan menyerap anggaran, melainkan karena klaim penutupan pembukuan secara sepihak oleh Bagian SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan per 28 Desember 2025.

Padahal, mengacu pada surat edaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dan Buku Kas Umum (BKU) Dana BOSP Tahap II Tahun 2025 secara administratif masih sah dirampungkan hingga 31 Januari 2026.

Perbedaan tafsir ini bukan persoalan sepele.
Di lapangan, sekolah-sekolah berada pada posisi tertekan: mengikuti edaran kementerian atau tunduk pada instruksi internal dinas.

Yang lebih. mengkhawatirkan, muncul informasi bahwa dana yang disilpakan pada 2025 akan diperhitungkan sebagai pengurang penyaluran tahun anggaran 2026. Jika informasi ini benar, maka implikasinya sangat besar.

Sebagai ilustrasi sederhana, apabila satu sekolah mengalami SILPA sebesar Rp200 juta, dan kondisi serupa terjadi pada 100 sekolah saja, maka terdapat sekitar Rp20 miliar dana pendidikan yang tidak beredar untuk kepentingan peserta didik SMP swasta di Kota Medan.

Pertanyaannya kemudian bukan sekadar soal administrasi, tetapi soal kebijakan publik dan keberpihakan:
Mengapa terjadi perbedaan kebijakan antara pusat dan daerah?
Atas dasar apa penutupan buku dilakukan lebih awal?
Siapa yang bertanggung jawab memastikan sekolah tidak dirugikan oleh kebijakan administratif internal?

Perlu ditegaskan, tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menuduh adanya tindak pidana. Namun, ketidaksinkronan kebijakan dan potensi kerugian sistemik bagi dunia pendidikan adalah alasan yang sah untuk meminta klarifikasi dan evaluasi.

Oleh karena itu, langkah yang paling tepat dan beradab dalam negara hukum adalah:

Audit administratif dan keuangan secara terbuka terhadap pengelolaan Dana BOSP SMP.

Inspeksi langsung oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan guna memastikan kebijakan daerah selaras dengan regulasi pusat.

Evaluasi menyeluruh terhadap pejabat dan unit kerja terkait, agar praktik serupa tidak terulang di tahun anggaran berikutnya.

Dana BOSP bukan milik birokrasi, melainkan hak pendidikan anak-anak.
Ketika aturan administratif justru menutup akses terhadap hak tersebut, maka publik berhak bertanya, dan pemerintah berkewajiban menjawab.

Transparansi bukan ancaman bagi pemerintahan yang sehat.
Sebaliknya, ia adalah fondasi kepercayaan.

koranhoras.id 11/08/2025Darius Bayani, Rambo-nya Indonesia Raih Bintang Sakti dari PresidenPresiden Prabowo menyematkan ...
11/08/2025

koranhoras.id 11/08/2025

Darius Bayani, Rambo-nya Indonesia Raih Bintang Sakti dari Presiden

Presiden Prabowo menyematkan penghargaan Bintang Sakti kepada 2 mantan prajurit TNI. Salah satunya bernama Darius Bayani. Siapakah sosok tersebut sehingga pantas mendapatkan Bintang Sakti yang diberikan sebagai penghargaan kepada prajurit yang menunjukkan keberanian, keperwiraan, dan jasa luar biasa dalam pertempuran atau operasi militer strategis baik di dalam negeri maupun di luar negeri? Berikut ulasan singkatnya :

Operasi pembebasan sandera di Mapenduma, Papua, pada 1996 semakin menegaskan kehebatan satuan elite TNI AD Komando Pas**an Khusus (Kopassus). Keberhasilan operasi itu juga mengerek pamor Danjen Kopassus saat itu, Brigjen TNI Prabowo Subianto.

Namun tak banyak orang tahu, kesuksesan Operasi Mapenduma tak lepas dari peran pas**an di lapangan, termasuk Serka Bayani, sang pemimpin Tim Kasuari. Nama Bayani bahkan nyaris tak pernah disebut.

Prabowo dalam buku biografinya berjudul ‘Kepemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto’ menceritakan sosok prajuritnya itu. Serka Bayani merupakan anggota Kopassus, putra asli Papua.

“Dia terkenal di Kopassus. Orangnya tenang, berani, memiliki kemampuan luar biasa dalam menembak dan memiliki kemampuan membaca jejak,” tulis Prabowo.

Dalam operasi di Papua, Bayani biasanya tidak menggunakan sepatu. Dia juga memilih menggunakan celana pendek.

Bayani bisa menginfiltrasi musuh. Ini karena musuh kerap terkecoh karena Bayani dianggap bagian dari mereka. Menurut Prabowo, Bayani berhasil menewaskan beberapa musuh dan merebut 3-4 pucuk senjata dalam sekali operasi.

“Secara keseluruhan, Beliau berhasil merebut lebih dari 100 puncuk senjata dari tangan musuh,” ujarnya.



Operasi Mapenduma dilatari penculikan Tim Lorentz 95 oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Desa Mapenduma, Distrik Nduga, Jayawijaya. OPM itu dipimpin Kelly Kwalik.

Tim Lorentz 95 merupakan sekelompok peneliti dari Biological Sciences Club dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta dan Emmanuel College dari Cambridge University. Mereka sedianya meneliti flora dan fauna di pegunungan Papua serta budaya masyarakat di Papua.

Dalam upaya membebaskan sandera tersebut, Prabowo membentuk tim inti pembaca jejak yang terdiri atas pas**an Kopassus dan Kodam Cenderawasih. Mereka semua putra daerah.

Tim pembaca jejak ini kemudian dinamai Kasuari yang dipimpin langsung Serka Bayani. Tugasnya menembus ke daerah paling sulit.

Bayani direkomendasikan oleh Mayor Zacky Anwar, yang mengenal Bayani dari operasi di Irian Barat. Menurut Zacky Anwar, Bayani adalah prajurit yang hebat di lapangan. Dia memiliki teknik lapangan yang hebat, kekuatan fisik yang hebat, dia bisa bergerak di hutan secara diam-diam.

Bayani dikenal begitu berani sehingga dia pernah menyusup ke kamp gerilya musuh sendirian tanpa senjata. Dia melewati para penjaga menuju orang-orang yang berkerumun di sekitar api unggun. Dia meraih senapan mereka dan mengalahkan mereka.

Ia bawa mereka kembali sebagai tahanan. Dia adalah tentara yang selalu tersenyum, s**a bercanda juga keren. Jika ada Rambo di TNI, saya kira Bayani bisa memenuhi syarat untuk jadi Rambo.

Menurut Prabowo, Operasi Mapenduma sangat sulit karena lokasi penyanderaan di tengah hutan. Terlebih pada 1996 itu, TNI belum memiliki satelit, drone dan pesawat pengintai yang baik. Bahkan, peta topografis skala 1:50.000 tak ada. Yang ada hanya peta tangan.

“Menjelang waktu akhir harus mengambil keputusan untuk menentukan sasaran, saya bertanya kepada tim intelijen di mana posisi komandan pas**an GPK Kelly Kwalik dan para sandera,” tutur Prabowo.

Namun dengan kondisi geografi sulit, tim intelijen meyakini penyandera dan sandera berada di dalam salah satu dari enam titik dalam 2-3 hari.

Menjelang putusan kapan operasi akan dimulai, Prabowo diberi tahu oleh tim peninjau dari luar negeri yakni Inggris.

Mereka menyebut berhasil menyelundupkan satu alat (beacon) pada saat mereka menitip obat-obatan, makanan dan pakaian kepada Palang Merah Internasional kepada para sandera. Alat itu dapat mendeteksi exact location tersebut.

Setelah dicek dengan helikopter, titik koordinat yang diperkirakan exact location itu berada di gunung tinggi. Persoalannya, titik itu berda di luar 6 titik yang diberikan oleh tim intelijen sebelumnya.

Dihadapkan pada dua pilihan, insting Prabowo mengarahkannya untuk bertanya kepada orang yang mengenal daerah itu. Di situlah dia memanggil Serka Bayani.

Prabowo lantas menjelaskan titik koordinat yang disebut Inggris dengan menggunakan teknologi itu. Apa kata Bayani?

Menurut Prabowo, ucapan Bayani tidak akan pernah dilupakannya bahkan setelah puluhan tahun. Dengan logat Papua, prajurit Kopassus itu memberi penjelasan.

“Bapak, jangankan Kelly Kwalik (pemimpin OPM saat itu), monyet pun tidak mau tinggal di situ. Tidak ada air di situ. Bapak, bagaimana sekian puluh orang berada di atas (gunung) tanpa air,” ucapnya, ditirukan Prabowo.

Penjelasan itu pun menjadi dasar bagi Prabowo untuk menentukan langkah selanjutnya. Mantan Pangkostrad ini memutuskan untuk menyerang di enam titik sesuai hasil kajian tim intelijen.

Dari sekian puluh tahun sampai sekarang, sangat sulit untuk menemukan contoh keberhasilan dalam operasi pembebasan sandera di tengah hutan. Operasi pembebasan sandera yang biasa saja, statistiknya tidak menggembirakan. Menurut kajian FBI, dari semua operasi pembebasan sandera, 50 persen gagal. Akhirnya sandera dan banyak pas**an pembebasnya yang tewas.

Pendeknya, Operasi Mapenduma itu berhasil membebaskan sandera. Kendati demikian, operasi itu bukan tanpa cacat. Dari 26 sandera, tiga orang meninggal dunia dibunuh penyandera. Sementara semua WNA selamat.

"Saya bersyukur bahwa naluri saya benar untuk mengikuti anak buah saya sendiri dan tidak terintimidasi untuk terlalu mengandalkan teknologi Barat yang canggih," tulis Prabowo.

Seorang perwira Inggris bahkan berkomentar: “Hanya James Bond yang bisa melakukan ini. Hanya James Bond yang bisa berhasil dalam jenis operasi ini.”

11/08/2025

koranhoras.id 11/08/2025

koranhoras.id 10/08/20259 Anggota Geng Motor "Rakensu Sri Gunting" Nangis-nangis saat DiamankanNama Sri Gunting kembali ...
10/08/2025

koranhoras.id 10/08/2025

9 Anggota Geng Motor "Rakensu Sri Gunting" Nangis-nangis saat Diamankan

Nama Sri Gunting kembali viral. Kalau sebelumnya karena jalannya yang rusak parah, kini viral gara-gara geng motor dengan nama yang sama, berhasil diamankan petugas.

Adalah Unit Reskrim Polsek Sunggal, yang dipimpin Kanit Reskrim AKP Budiman S.E., M.H., didampingi Panit Opsnal IPTU R. Bimo Setiadi, bersama Personel Patroli Presisi Polrestabes Medan, yang mengangkut sembilan remaja laki-laki anggota geng motor Rakensu Sri Gunting yang membawa senjata tajam, Sabtu (9/8/2025).

Penangkapan berawal saat petugas melakukan patroli di Jalan Setia Sama, Desa Sunggal Kanan, Kecamatan Sunggal, Deliserdang.

Tepat di area kebun sawit, polisi menemukan sekelompok remaja berkumpul di depan sebuah rumah kosong.

Dari hasil interogasi, sembilan remaja tersebut mengaku bagian dari geng motor Rakensu Sri Gunting yang memiliki sekitar 20 anggota.

Mereka berencana tawuran dengan geng motor Kedai Pojok (Kejo) Mekro yang beranggotakan 35 orang. Menurut pengakuan mereka, aksi tersebut dipicu karena Rakensu Sri Gunting merasa wilayahnya akan diserang oleh Kejo.

Kesembilan pelaku berinisial MRM (17), FA (17), A (16), DEZ (16), RA (17), MA (19), FAR (17), EY (22), dan DP (16), seluruhnya warga Sunggal Kanan. Mereka kemudian menjalani tes urine serta pemeriksaan biometrik sidik jari dan iris mata oleh tim Inafis untuk memastikan keterlibatan dalam tindak pidana lainnya.

Barang bukti yang disita antara lain satu bilah klewang, tiga buah parang, satu tongkat baseball, satu stik golf, serta satu bendera geng motor Rakensu Sri Gunting.

Lucunya, saat diamankan, mereka nangis-nangis sambil memanggil orang tua. Padahal ketika mau tawuran, semua nasihat orangtua dilupakan.

koranhoras.id 09-08-2025Beda Pengakuan Ketua RT dan Polisi, soal 5 Pemain Judol yang Diduga Rugikan Bandar.Sebelumnya po...
09/08/2025

koranhoras.id 09-08-2025

Beda Pengakuan Ketua RT dan Polisi, soal 5 Pemain Judol yang Diduga Rugikan Bandar.

Sebelumnya polisi menyebut pemberitaan yang beredar menyebut penangkapan lima tersangka karena merugikan bandar pun dibantah.

Polisi bahkan menegaskan penangkapan lima pelaku judi online itu bermula dari laporan warga setempat.

Namun pernyataan itu justru dibantah warga setempat.

Pasalnya warga sekitar kontrakan yang dijadikan para pelaku beroperasi mengaku tidak pernah tahu jika rumah itu digunakan untuk judi online.

TKP itu berlokasi di Plumbon, Banguntapan, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sutrisno, Ketua RT 11 Plumbon menyatakan bahwa tidak ada keluhan dari warga sekitar mengenai aktivitas mencurigakan di rumah kontrakan yang dijadikan markas judi.

"Lha wong di sini sebelahnya (rumah kontrakan) aja enggak ada yang tahu kok masa laporan dari warga," ujar Sutrisno pada Jumat (8/8/2025).

Sutrisno yang baru menjabat sebagai ketua RT selama satu tahun mengaku tidak menerima laporan mengenai kegiatan judi dari warga.

"Enggak pernah, enggak pernah. Kebetulan saya itu jadi ketua itu baru 1 tahun, Juni kemarin itu. Ya baru 1 tahun dan saya tahu informasi setelah kejadian ini dari warga yang dekat rumahnya itu," tambahnya.

Menurut informasi yang diterimanya, kelompok pemain judi tersebut sudah beroperasi selama satu tahun, namun tidak ada warga yang merasa curiga, apalagi melaporkan aktivitas tersebut.

"Tidak ada kecurigaan apa-apa ya enggak ada laporan sama saya juga enggak ada laporan.

Kalau di situ ada aktivitas seperti itu," jelas Sutrisno.

Ia juga menambahkan bahwa lokasi kontrakan tersebut terletak di belakang gudang, yang mungkin menyulitkan pengawasan.

Penangkapan

Kasubdit V Siber Diterskrimsus Polda DIY, AKBP Slamet Riyanto menuturkan kronologi awal penangkapan kelima pelaku judi online.

AKBP Slamet menerangkan, pihaknya mendapatkan informasi dari warga yang mencurigai aktivitas para pelaku.

Kelima pelaku masing-masing berinisial RDS, NF, EN, DA, dan PA.

Mereka menggunakan modus membuat puluhan akun baru setiap hari demi memanfaatkan promo dari situs judi online.

Kemudian, polisi menangkap kelimanya saat sedang menjalankan aktivitas perjudian online.

"Para pelaku merupakan pemain judi online dengan modus memainkan akun-akun dan memanfaatkan promo untuk menambah deposit," terang Slamet.

Adapun, koordinator para pelaku adalah RDS, yang juga menjadi pemodal dan penyedia perangkat perjudian.

Sementara, keempat pelaku lainnya adalah operator yang mendapatkan gaji mingguan.

Dalam sebulan, omzet kelompok ini ditaksir mencapai Rp50 juta, dengan masing-masing operator menerima upah antara Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per minggu.

Polda DIY menegaskan komitmennya dalam menindak tegas segala bentuk perjudian daring.

"Siapa pun yang terlibat dalam aktivitas judi akan kami tindak. Mulai dari pemain, operator, pemodal, hingga bandar dan pihak-pihak yang mempromosikan. Tidak ada toleransi untuk perjudian dalam bentuk apa pun," tegas Slamet. (TribunJateng)

koranhoras.id 09.08.2025Begal Diikat Warga di Pohon Kelapa, Lalu Dijadikan Saksang eh, Samsak, Begini Ceritanya...Dedi w...
09/08/2025

koranhoras.id 09.08.2025

Begal Diikat Warga di Pohon Kelapa, Lalu Dijadikan Saksang eh, Samsak, Begini Ceritanya...

Dedi warga Diski tak menyangka bisa berhasil selamat dari aksi pembegalan yang dilakukan oleh dua orang penumpangnya di Jalan Bangau, Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Sabtu (9/8/2025) pagi.

Dedi, seorang driver online yang mengendarai Avanza Nopol BK 1047 LAK menyebut kejadian berawal saat menerima orderan dari dua orang tidak dikenal di kawasan dekat Diskotik Marcopolo, Desa Namo Rube Julu, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang.

Tanpa menaruh curiga, Dedi pun menuju lokasi order. Tibanya di lokasi jemput, dia pun membawa penumpang tersebut menuju tujuan.

Namun tanpa disangka saat di perjalanan, salah satu dari pria tersebut mencekiknya dari belakang. Mereka meminta Dedi menuruti perjalanan yang diarahkan pelaku.

"Awalnya saya ikuti saja permintaan mereka. Begitu sampai disini (Jalan Bangau, red), saya banting setir dan menabrak tiang listrik hingga mobil terbalik," jelasnya.

Setelah itu, pelaku terlihat panik dan langsung melarikan diri. Namun, warga berhasil menangkap salah satu pelaku, satu pelaku lainnya melarikan diri ke perkebunan warga.

Karena geram, warga pun sempat menghajar pelaku. Kemudian menyerahkan pelaku ke personel Polsek Binjai Timur untuk pemeriksaan lebih lanjut.

koranhoras.id 09/08/2025Diduga Kepingin Makan dan Nginap Gratis, Trio Ulat Nangka Jual G***a di Dekat Kantor CamatSebut ...
09/08/2025

koranhoras.id 09/08/2025

Diduga Kepingin Makan dan Nginap Gratis, Trio Ulat Nangka Jual G***a di Dekat Kantor Camat

Sebut saja mereka Trio Ulat Nangka, berinisial DMS, 48 tahun, RS, 23 tahun, dan BHDS, 25 tahun.

Ketiganya diduga kepingin makan dan nginap gratis. Sehingga nekat berjualan g***a di lapangan Kantor Camat Pinang Sori, Tapanuli Tengah.

Keinginan Trio ini pun diwujudkan polisi usai Satuan Reserse Narkoba Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) menangkap mereka dengan barang bukti g***a lebih kurang 900 gram.

Kapolres Tapteng, AKBP Wahyu, melalui Kasat Narkoba AKP Gunawan Sinurat, menjelaskan penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat.

“Setelah menerima laporan, tim kami segera melakukan penyelidikan. Pada Rabu, 6 Agustus 2025, sekitar pukul 22.00 WIB, tim berhasil mengamankan tiga orang tersangka di lokasi kejadian,” ujarnya, Sabtu (9/8/2025).

Menurut Gunawan, ketiga tersangka diduga kuat adalah pengedar aktif yang kerap bertransaksi di wilayah Pinang Sori, Tapteng. Saat penangkapan, g***a seberat 900 gram tersebut ditemukan terbungkus dalam lakban berwarna kuning.

Selain g***a, polisi juga menyita sejumlah barang bukti lain, seperti satu unit sepeda motor Honda Beat serta dua unit telepon seluler merek Pocophone dan Oppo yang digunakan untuk berkomunikasi dalam jaringan peredaran narkoba.

“Berdasarkan hasil interogasi, para tersangka mengaku mendapatkan g***a tersebut dari seseorang berinisial V di Kecamatan Lumut,” katanya.

Saat ini, tim Satresnarkoba sedang melakukan pengejaran terhadap V yang diduga sebagai pemasok utama. Para tersangka dan seluruh barang bukti telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut. Rencananya, barang bukti akan segera dikirim ke Laboratorium Forensik (Labfor) Medan untuk diperiksa.

***a

koranhoras.id 09 Agustus 2025Warga Martubung Dipukuli di Berastagi, Gara-gara Jatuh dari MotorEvan Parlindungan (27) war...
09/08/2025

koranhoras.id 09 Agustus 2025

Warga Martubung Dipukuli di Berastagi, Gara-gara Jatuh dari Motor

Evan Parlindungan (27) warga Martubung, Medan Labuhan, Medan diamuk massa di kawasan Jalan Kolam Renang, Kelurahan Gundaling 1, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumut, Jumat (8/8/2025) malam.

Berdasarkan Informasi yang dihimpun, awalnya pemilik sepeda motor atas nama Yudi (31) memarkirkan kendaraan di depan rumahnya. Dengan kondisi kunci kontak masih melekat di sepeda motor dengan nomor polisi BK 3483 AKD tersebut.

Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, Evan Parlindungan yang sedari awal telah menggambar situasi, langsung gerak cepat melarikan sepeda motor korban ke arah Kota Medan tanpa menghiraukan teriakan korban yang menyaksikan sepeda motornya dibawa kabur.

Namun sial bagi Evan, saat dikejar sejumlah warga yang sudah tersulut emosi, sepeda motor yang dicuri Evan bersenggolan dengan satu unit mobil angkutan penumpang merek Sigantang Sira di sekitar Desa Sempajaya, tepatnya di depan Hotel Mutiara Berastagi.

Evan yang tersungkur ke badan jalan langsung diamankan warga dan sedikit diberi 'oleh-oleh', kemudian diserahkan ke Polsekta Berastagi.

Kapolsekta Berastagi, AKP Henry D Tobing SH saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya telah mengamankan tersangka di Mapolsekta. Sementara korban belum datang untuk membuat laporan. (MBD)

Address

Prapat

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Koran Horas Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Koran Horas Indonesia:

Share