Pondok Pesantren Al Muqri

Pondok Pesantren Al Muqri Media Informasi Pondok Pesantren AL MUQRI, Karang Kapoh, Prenduan. PROFIL SEDERHANA
PP. Akhirah 1379 H/05 Desember 1960 M:
Sang Muassis, Kiai Ahmad Muqri wafat.

AL MUQRI PRENDUAN


Pondok Pesantren AL MUQRI, Karangkapoh, Prenduan berada di jantung Desa Prenduan, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep. Sejatinya, pesantren ini merupakan pesantren dengan metode pengajaran salaf (traditional method). Namun, seiring dengan dinamika kehidupan masyarakat sekitarnya, pesantren ini mulai membuka jalur pendidikan formal dengan memasukkan unsur pelajaran non syar`ie

(atau sering diistilahkan sebagai ‘ilmu umum’), walau tetap menitikberatkan pada metode dasar yaitu salaf. Hal ini bisa diketahui dari keseriusan Pondok Pesantren Al-Muqri untuk tetap menjaga (dan -bi idzni-Llāh wa bi masyī-atiHī- berupaya terus meningkatkan) tradisi pesantren a la para sesepuh dengan memasukkan pelajaran-pelajaran fan tauhid, fiqh, tajwid, akhlak, dan ilmu ālat dengan referensi kitab-kitab klasik semacam ‘Aqīdah al-‘Awām, Sullam al-Taufīq, Safīnah an-Najāh, Ta`līm al-Muta`allim, Taqrīb dan sebagainya di setiap jenjang pendidikan formal sebagai mata pelajaran wajib. Sedangkan dalam aktifitas belajar-mengajar diniyah (pagi-sore-malam, di luar jam efektif formal), pesantren ini tetap menggunakan kitab-kitab klasik standar pesantren semacam ‘Aqīdah al-‘Awām berikut Nūr adz-Dzalām, Amtsilatus Tashrif, Jurmiyah-Imrithi-Alfiyah Ibni Mālik, Kaylāniy, Taqrib, Fath al-Qarīb, Fath al-Mu`īn, Safīnah an-Najā berikut Kāsyifah as-Sajā, Sullam at-Taufīq berikut Mirqāt Shu’ūd at-Tashdīq, Ta’līm al-Muta’allim, Tafsīr al-Jalālain, dengan tambahan kitab penunjang lain semacam Qawā’id al-I’lāl, Arba’īn Nawawiyah, Lubāb al-Hadīts, dan sebagainya. SEKILAS SEJARAH AL MUQRI

• Malam Ahad, 27 Syakban 1330 H/10 Agustus 1912 M:
KH. Ahmad Muqri (1296 H-1379H/1960M) menempati Roma Langgâr (mushalla sekaligus tempat tinggal) di Karangkapoh, Prenduan. Di sini, beliau mulai menerima santri mukim dari berbagai daerah termasuk dari luar p**au Madura. Pesantren (yang kelak dikenal dengan nama Pondok Pesantren Al Muqri) ini merupakan pesantren tertua di desa Prenduan, kecamatan Pragaan, kabupaten Sumenep.

• Senin Pagi, 17 J. Dan KH. Muhammad Ali Bakri (1908-1992), putera menantu beliau, melanjutkan amanah kepengasuhan. Di masa beliau ini, nama pesantren diresmikan dengan nama PONDOK PESANTREN AL MUQRI. Selain itu, Kiai Ali, dengan dibantu putera sulung beliau, Kiai Abdullah Hammam, juga membina jenjang pendidikan dasar formal, dimulai dari Madrasah Ibttidaiyah Islamiyah Al Muqri (setingkat SD) pada 1961, disusul Madrasah Tsanawiyah Islamiyah Al Muqri (setara SMP) pada 1981 dan SMA Al Muqri di tahun 1987. Selanjutnya, pada pertengahan 1980-an, atas restu Kiai Ali, putera menantu beliau, KH. M. Hariri Rois (w. 2006) membina dan mengasuh secara otonom pesantren bermetode salaf murni yang kemudian dinamai PP. AL MUQRI ASSALAFI. Lalu, pada awal 1990-an, putera ke lll Kiai Ali, KH. Umar Hamdan Ali (w. 2017), pun membuka dan mengasuh bagian otonom bercorak salaf p**a dan dinamai PP. AL MUQRI AL HAMDANI. Walau demikian, para santri kedua lembaga otonom tersebut yang ingin juga mengikuti sekolah tetap masuk di lembaga formal PP. Al Muqri. Saat ini, PP. Al Muqri Assalafi diasuh oleh KH. Badruzzaman Hariri, dan PP. Al Muqri Al Hamdani diasuh secara kolektif oleh putera-puteri Kiai Umar.

• Ahad Pagi, 18 J. Akhirah 1413 H/13 Desember 1992 M:
Kiai Ali wafat. Putera sulung beliau, KH. Abdullah Hammam Ali (1938-2009) menerima tongkat estafet khidmah di PONDOK PESANTREN AL MUQRI. Pada periode ini, Kiai Hammam melengkapi jenjang pendidikan dasar-menengah formal di Pondok Pesantren AL MUQRI dengan mendirikan Raudhatul Athfal Al Muqri (setara TK) pada tahun 2000. Dan pada 2001, beliau juga memformalkan pendidikan diniyyah sore yang kemudian dinamai Madrasah Diniyah Al Muqri (MADINA) dan pengelolaannya dipasrahkan pada putera bungsu beliau, Kiai M. Zainur Rahman. Setelah 17 tahun mengasuh pesantren binaan Sang Kakek ini, Kiai Hammam pun menyusul menghadap Allah Azza wa Jalla, tepatnya pada:

• Malam Senin, 26 Syakban 1430 H/16 Agustus 2009 M:
Dan tepat di usia 1 abad PONDOK PESANTREN AL MUQRI ini, amanah berkhidmah pun terbebankan di pundak putera bungsu beliau, KH. Muhammad Zainur Rahman Hammam (lahir 1973) hingga saat ini, dengan jumlah santri kurang-lebih 500-an orang (Pa/Pi). Pada periode beliau ini terbentuk wadah resmi bagi para alumni, wali santri & simpatisan, yaitu FAHMAN (Forum Alumni-Muhibbin Ma’had Al Muqri Prenduan), organisasi khusus putra, yang dibentuk secara resmi pada malam Senin, 2 R. Awal 1437 H/13 Desember 2015 M., dengan kegiatan rutin Maulid, pembacaan Ratib al Haddad dan kajian kitab turats setiap Jumat Pahing; dan FAHMANi (Forum Alumni-Muhibbin Ma’had Al Muqri Prenduan - Putri), wadah khusus putri, yang diresmikan pada Selasa, 24 Syakban 1440 H/30 April 2019 M, dengan rutinan Maulid, pembacaan Ratib al Haddad dan kajian kitab turats setiap Jumat Manis. Sedangkan untuk even tahunan, FAHMAN memilih momen maulid sebagai temu akbar setiap bulan R. Awal, sedangkan FAHMANi mengemasnya dengan acara Haul Masyayikh & HARLAH Al Muqri setiap akhir Syakban. Untuk informasi dan berita aktual seputar Al Muqri, silahkan mengakses akun “Pondok Pesantren Al Muqri” di media sosial Facebook/Twitter/Intagram, dan ALMUQRI TV untuk kanal Youtube resmi pesantren.

Selamat MĪlād, Murabbi Arwāhinā KH. M. Zainur Rahman Hammam Ali ke-53.Semoga senantiasa dalam lindungan Allāh ﷻ dan syaf...
03/06/2026

Selamat MĪlād,
Murabbi Arwāhinā KH. M. Zainur Rahman Hammam Ali ke-53.

Semoga senantiasa dalam lindungan Allāh ﷻ
dan syafaat Baginda Muhammad ﷺ.

01/06/2026

𝓓𝓸𝓴𝓾𝓶𝓮𝓷𝓽𝓪𝓼𝓲
Shalat Id, ziarah 𝘮𝘢𝘲𝘣𝘢𝘳𝘢𝘩 𝘮𝘶𝘢𝘴𝘴𝘴𝘪𝘴 & 𝘮𝘢𝘴𝘺𝘢̄𝘺𝘪𝘬𝘩, dan penyembelihan kurban
𝓗𝓪𝓻𝓲 𝓡𝓪𝔂𝓪
𝗜𝗗𝗨𝗟 𝗔𝗗𝗛𝗔 𝟭𝟰𝟰𝟳 𝗛
Rabu, 27 Mei 2026 M
𝓓𝓲
Pondok Pesantren Al Muqri, Karang Kapoh, Prenduan, Sumenep

الله اكبر الله اكبر الله اكبرلا اله الا الله هو الله اكبرالله اكبر ولله الحمدPondok Pesantren Al Muqri 𝓶𝓮𝓷𝓰𝓾𝓬𝓪𝓹𝓴𝓪𝓷𝕾𝖊𝖑𝖆𝖒𝖆...
27/05/2026

الله اكبر الله اكبر الله اكبر
لا اله الا الله هو الله اكبر
الله اكبر ولله الحمد

Pondok Pesantren Al Muqri

𝓶𝓮𝓷𝓰𝓾𝓬𝓪𝓹𝓴𝓪𝓷

𝕾𝖊𝖑𝖆𝖒𝖆𝖙 𝕳𝖆𝖗𝖎 𝕽𝖆𝖞𝖆
𝗜𝗗𝗨𝗟𝗔𝗗𝗛𝗔 𝟭𝟰𝟰𝟳 𝗛.

Rabu, 10 Dzul Hijjah 1447 H/27 Mei 2026 M.

Semoga Allah ﷻ menerima segala bentuk 𝘵𝘢𝘲𝘢𝘳𝘳𝘶𝘣 dan kurban kita.

Mohon maafkan kami, setulusnya...

الله اكبر الله اكبر الله اكبر
لا اله الا الله هو الله اكبر
الله اكبر ولله الحمد
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد وعلى أصحاب سيدنا محمد وعلى أزواج سيدنا محمد وعلى ذرية سيدنا محمد وسلِّم تسليما كثيرا

22/05/2026

𝗞𝗨𝗥𝗕𝗔𝗡 𝟭 𝗦𝗔𝗣𝗜 𝓤𝓷𝓽𝓾𝓴 𝟳 𝗞𝗘𝗟𝗨𝗔𝗥𝗚𝗔?

𝘽𝙞-𝙨𝙢𝙞-𝙇𝙡𝙖̄𝙝

𝟭. 𝙄𝙨𝙮𝙩𝙞𝙧𝙖̄𝙠 𝙛𝙞̄ 𝙖𝙡-𝙪𝙙𝙝𝙞𝙮𝙮𝙖𝙝 (ikut andil dalam kurban): menurut kesepakatan (atau setidaknya mayoritas) ulama (jika 𝘪𝘬𝘩𝘵𝘪𝘭𝘢̄𝘧-nya 𝘮𝘶'𝘵𝘢𝘣𝘢𝘳), 1 kambing untuk kurban maksimal 1 orang, 1 unta/sapi untuk kurban maksimal 7 orang. Dasarnya, beberapa hadits yang diriwayatkan antara lain oleh Imam Muslim.

𝟮. 𝗛𝘂𝗸𝘂𝗺 𝗱𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗯𝗲𝗿𝗸𝘂𝗿𝗯𝗮𝗻 𝗶𝘁𝘂 𝙨𝙪𝙣𝙣𝙖𝙝 𝙠𝙞𝙛𝙖̄𝙮𝙖𝙝: 1 orang berkurban maka itu sudah cukup untuk semua anggota keluarga yang wajib dinafakahi; dengan kata lain, tuntutan kesunnahan kurban tahun itu gugur dari semua anggota keluarga 𝘮𝘶𝘥𝘩𝘢𝘩𝘩𝘪𝘺 (pengurban) tersebut. Adapun hadits menyatakan bahwa Nabi 𝘚𝘩𝘢𝘭𝘭𝘢̄𝘓𝘭𝘢̄𝘩𝘶 𝘢𝘭𝘢𝘪𝘩𝘪 𝘸𝘢 𝘚𝘢𝘭𝘭𝘢𝘮 berkurban untuk diri, keluarga, serta umat Beliau, dan yang semisal itu, menurut sebagian ulama, adalah 𝘬𝘩𝘶𝘴𝘩𝘶̄𝘴𝘪𝘺𝘺𝘢𝘩 bagi Beliau. Dan menurut ulama lain, justru menjadi dalil bagi konsep 𝘬𝘪𝘧𝘢̄𝘺𝘢𝘩 tersebut.

𝟯. 𝗬𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗿𝗽𝗮𝗵𝗮𝗹𝗮 𝗵𝗮𝗻𝘆𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗿𝗸𝘂𝗿𝗯𝗮𝗻 (𝘮𝘶𝘥𝘩𝘢𝘩𝘩𝘪𝘺) saja, sebagaimana umumnya hukum 𝘬𝘪𝘧𝘢̄𝘺𝘢𝘩.

𝟰. 𝙄𝙨𝙮𝙧𝙖̄𝙠 𝙛𝙞̄ 𝙩𝙨𝙖𝙬𝙖̄𝙗 𝙖𝙡-𝙪𝙙𝙝𝙞𝙮𝙮𝙖𝙝 (menyertakan orang lain dalam pahala kurban) itu boleh dengan orang yang telah wafat (semisal leluhur) dan tak terbatas. Namun secara umum, ada pendapat Hanabilah bahwa pahala semua bentuk 𝘲𝘶𝘳𝘣𝘢𝘩 (ibadah) bisa dihadiahkan pada yang hidup atau yang telah wafat.

Jadi kalau ada seseorang menyalahkan pemahaman di atas, maka barangkali dia yang perlu mengoreksi diri, lalu 𝘮𝘶𝘵𝘩𝘢̄𝘭𝘢𝘢𝘩 lagi, dan mau bermusyawarah serta diskusi.

𝙒𝙖-𝙇𝙡𝙖̄𝙝𝙪 𝙖'𝙡𝙖𝙢 𝙗𝙞-𝙨𝙝-𝙨𝙝𝙖𝙬𝙖̄𝙗

©1447/MiM
_____________________
Vidio & kepsyen: Disarikan dan dikompilasikan dari sesi tanya-jawab dalam Majelis Jumat Manis F A H M A N i - Forum Alumni Muhibbin Ma'had Al Muqri Prenduan Putri pada Jum'at, 24 April 2026, dan Pengajian 𝘛𝘢𝘧𝘴𝘪𝘳 𝘢𝘭-𝘑𝘢𝘭𝘢̄𝘭𝘢𝘺𝘯 pada malam Kamis, 06 Mei 2026.

21/05/2026
𝗣𝗼𝗻𝗱𝗼𝗸 𝗣𝗲𝘀𝗮𝗻𝘁𝗿𝗲𝗻 𝗔𝗹-𝗠𝘂𝗾𝗿𝗶mengucapkan𝓢𝓪𝓵𝓪𝓶𝓪𝓽 & 𝓑𝓮𝓻𝓴𝓪𝓱𝗣𝗘𝗟𝗔𝗡𝗧𝗜𝗞𝗔𝗡𝗣𝗲𝗻𝗴𝘂𝗿𝘂𝘀 𝗖𝗮𝗯𝗮𝗻𝗴 𝗡𝗔𝗛𝗗𝗟𝗔𝗧𝗨𝗟 𝗨𝗟𝗔𝗠𝗔𝗦𝗨𝗠𝗘𝗡𝗘𝗣Masa Khidmat 2026-20...
16/05/2026

𝗣𝗼𝗻𝗱𝗼𝗸 𝗣𝗲𝘀𝗮𝗻𝘁𝗿𝗲𝗻 𝗔𝗹-𝗠𝘂𝗾𝗿𝗶
mengucapkan

𝓢𝓪𝓵𝓪𝓶𝓪𝓽 & 𝓑𝓮𝓻𝓴𝓪𝓱

𝗣𝗘𝗟𝗔𝗡𝗧𝗜𝗞𝗔𝗡
𝗣𝗲𝗻𝗴𝘂𝗿𝘂𝘀 𝗖𝗮𝗯𝗮𝗻𝗴
𝗡𝗔𝗛𝗗𝗟𝗔𝗧𝗨𝗟 𝗨𝗟𝗔𝗠𝗔
𝗦𝗨𝗠𝗘𝗡𝗘𝗣
Masa Khidmat 2026-2031

“𝘛𝘳𝘢𝘯𝘴𝘧𝘰𝘳𝘮𝘢𝘴𝘪 𝘑𝘢𝘮'𝘪𝘺𝘺𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘉𝘦𝘳𝘬𝘩𝘪𝘥𝘮𝘢𝘵 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘒𝘦𝘮𝘢𝘴𝘭𝘢𝘩𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘜𝘮𝘢𝘵”
𝓓𝓲
PP. Al Karimiyyah, Beraji, Gapura
𝓟𝓪𝓭𝓪
Sabtu, 28 Dzulqaadah 1447 H / 16 Mei 2026 M

𝗔𝗟𝗨𝗠𝗡𝗜 𝗦𝗜𝗗𝗢𝗚𝗜𝗥𝗜𝘖𝘭𝘦𝘩: 𝗠𝗮𝘀 Dwy Sadoellah* Ada orang mondok bertahun-tahun tapi setelah boyong hilang seperti sandal sebela...
15/05/2026

𝗔𝗟𝗨𝗠𝗡𝗜 𝗦𝗜𝗗𝗢𝗚𝗜𝗥𝗜
𝘖𝘭𝘦𝘩: 𝗠𝗮𝘀 Dwy Sadoellah*

Ada orang mondok bertahun-tahun tapi setelah boyong hilang seperti sandal sebelah. Tidak pernah kelihatan lagi di pesantren. Undangan alumni tidak datang. Kegiatan tidak ikut. Pesantren hanya tinggal foto lawas dan cerita nostalgia.

Sebaliknya ada yang mondok cuma sebentar. Bahkan mungkin belum hafal letak kamar mandi pondok sudah p**ang duluan. Tapi setelah itu hidupnya terus nyambung dengan pesantren. Datang kalau ada acara. Ikut membantu kalau ada kebutuhan. Membela marwahnya kalau dihina. Mendoakan diam-diam tanpa diminta.

Lalu siapa yang lebih terasa alumninya?

Kadang kita terlalu serius pada administrasi, sampai lupa ruhnya.

Seakan alumni harus diukur dari berapa tahun mondok, berapa jilid kitab yang khatam, atau berapa lama tidur di asrama. Padahal hubungan dengan pesantren bukan hubungan kontrak kerja yang habis saat kartu santri dikembalikan.

Pesantren itu aneh. Orang yang pernah nyantri sehari pun biasanya tetap dipanggil “santri”. Tidak pensiun. Tidak dicabut gelarnya. Bahkan yang kabur malam-malam pun kalau datang haul masih disalami hangat.

Karena yang dijaga bukan sekadar data. Tapi tautan hati.

Maka jangan terlalu sibuk mempersoalkan: “Sampean alumni resmi apa bukan?”

Lha wong kadang yang resmi malah paling jauh. Yang tidak resmi justru paling rajin hadir.

Di dunia pesantren, khidmah sering lebih diingat daripada riwayat mondoknya. Sebab mondok itu masa belajar. Sedangkan pengabdian adalah bukti pelajarannya hidup.

𝘈𝘥𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘰𝘯𝘥𝘰𝘬 𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘴𝘪𝘣𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘪𝘵𝘶𝘯𝘨 𝘫𝘢𝘴𝘢𝘯𝘺𝘢. 𝘈𝘥𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘰𝘯𝘥𝘰𝘬 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘯𝘵𝘢𝘳 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘵𝘦𝘯𝘢𝘨𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘢𝘥𝘢 𝘬𝘦𝘵𝘪𝘬𝘢 𝘱𝘦𝘴𝘢𝘯𝘵𝘳𝘦𝘯 𝘣𝘶𝘵𝘶𝘩. 𝘠𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝙢𝙚𝙧𝙖𝙨𝙖 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙡𝙞𝙠𝙞 𝙥𝙚𝙨𝙖𝙣𝙩𝙧𝙚𝙣. 𝘠𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧-𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧 𝙙𝙞𝙢𝙞𝙡𝙞𝙠𝙞 𝙥𝙚𝙨𝙖𝙣𝙩𝙧𝙚𝙣.

Dan lucunya, pesantren tua biasanya lebih longgar soal pengakuan. Tidak gampang mengusir orang dari ikatan batin. Sebab mereka tahu manusia bisa salah, bisa menjauh, bisa malu p**ang karena hidupnya berantakan. Tapi pintu tetap dibuka.

“Barangkali dengan begitu salah-salahnya dimaafkan.”

Kalimat itu justru paling terasa sebagai jiwa santri.

Karena akhirnya banyak orang bertahan dekat pesantren bukan karena merasa paling baik, tapi karena sadar dirinya penuh salah dan butuh tempat p**ang.

_____________________
*) via status FB beliau tertanggal 14 Mei 2026 di: https://www.facebook.com/share/16pKcQ9frN/

Address

Pondok Pesantren Al-Muqri
Prenduan
69465

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pondok Pesantren Al Muqri posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Pondok Pesantren Al Muqri:

Share