Damaskus Insight

Damaskus Insight Dakwah & Pendidikan • Bisnis & Ekonomi • Kesehatan • Berita & Informasi

© Cleewon Zuu Bayangkan tubuhmu punya sistem keamanan super canggih yang siaga 24 jam. Tapi, di antara semua petugas yan...
16/03/2026

© Cleewon Zuu

Bayangkan tubuhmu punya sistem keamanan super canggih yang siaga 24 jam.

Tapi, di antara semua petugas yang ada, ada satu anggota tim yang punya sifat "paranoid" tingkat tinggi.

Dia berniat baik buat melindungimu, tapi sering kali malah bikin suasana jadi kacau balau cuma gara-gara masalah sepele.

Kenalin, si petugas keamanan yang paling heboh dan hobi bikin drama :

Histamin. Si Alarm Kebakaran yang Sering Salah Sangka

Histamin sebenarnya adalah bagian penting dari sistem imun tubuhmu.

Tugas utamanya adalah mendeteksi benda asing yang dianggap berbahaya dan langsung memanggil bantuan.

Masalahnya, Histamin ini sering banget salah sangka.

Baginya, sedikit debu, bulu kucing, atau serbuk sari bunga itu level bahayanya sudah setara sama serangan monster luar angkasa.

Kenapa si "Satpam Lebay" ini sering bikin kita jengkel ? Ini 3 fakta uniknya:

Teriak Bahaya Lewat Bersin dan Gatal
Begitu Histamin merasa ada penyusup, dia langsung bekerja dengan cara melebarkan pembuluh darah dan memicu reaksi peradangan.

Efeknya ? Hidungmu jadi mampet, mata berair, atau kulit jadi bentol-bentol gatal.

Dia pikir dia lagi "mengusir" musuh, padahal dia cuma bikin kamu harus menghabiskan satu kotak tisu karena bersin nggak berhenti.

Si Pembuka Jalan buat Pasukan Imun
Meskipun menyebalkan, cara kerja Histamin yang melebarkan pembuluh darah itu ada tujuannya.

Dia sebenarnya lagi membukakan jalan tol supaya sel darah putih (pasukan tempurmu) bisa cepat sampai ke lokasi yang dianggap "terinfeksi".

Sayangnya, sering kali jalannya sudah dibuka lebar-lebar, eh ternyata musuhnya cuma sebutir debu yang numpang lewat.

Musuh Bebuyutan Obat Antihistamin
Kalau kamu pernah minum obat karena alergi dan merasa ngantuk, itu tandanya kamu lagi "menenangkan" Histamin yang lagi tantrum.

Obat antihistamin bekerja dengan cara menyumbat telinga sel tubuhmu supaya nggak dengar teriakan heboh Histamin.

Begitu si satpam ini diam, barulah gejala bersin dan gatal-gatalmu mulai mereda.

Histamin mengajarkan kita kalau kewaspadaan itu penting, tapi kalau berlebihan malah bisa merugikan diri sendiri.

Dia adalah contoh nyata kalau niat baik tanpa perhitungan yang tepat bisa jadi sangat merepotkan orang lain.

🌍🌏🌏🌏🌎🌍🌍

Integrasi Ilmu Thibbun Nabawi - Chinese Medicine - Medis Modern & All

📱Call Center +62 813 6327 9984




16/03/2026

𝗛𝗶𝗸𝗺𝗮𝗵

أجلُّ العلومِ ما قَرَّبكَ مِن خالقِكَ تعالى، وما أعانَكَ على الوصولِ إلى رضاه (الأخلاق والسير 43)

Semulia-mulia ilmu adalah yang mendekatkan kepada Pecipta-mu dan yang membantumu untuk sampai pada ridho-Nya.

[Ibnu Hazm rahimahullah]

۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞

💾 Doc. Kamis, 22/ 23 Ramadhan 1447 H | 12 Maret 2026 M

💻 Materi : INTEGRASI THIBBUN NABAWI, TCM, MEDIS MODERN & ALL : ASY SYAAFII

🎙️ Pemateri : Abu 'Abdillah Hasan al Hafizh

- Founder Damaskus INSIGHT
- Founder & Pengasuh Pondok Pesantren SAIHAN AL KAUTSAR Tahfizh Medicine

👥 Peserta : 20 Orang Coass (Dokter Muda), Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Lampung

Yang berasal dari :

- Bandung, Jawa Barat
- Curup, Bengkulu
- Bekasi, Jawa Barat
- Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah
- Belitang, Sumatera Selatan
- Lebak, Banten
- Palembang, Sumatera Selatan
- Nabire, Papua Tengah
- Mataram, Lombok - NTB
- Tangerang, Banten
- Garut, Jawa Barat
- Lampung Tengah
- Tangerang Selatan, Banten
- Rangkas Bitung, Banten
- Karawang, Jawa Barat
- Kalianda, Lampung Selatan
- Bandar Lampung
- Lampung Barat : 2
- Sumatera Selatan

سبحانك لا علم لنا إلا ماعلمتنا إنك انت العليم الحكيم

🌍🌏🌏🌏🌎🌍🌍

Integrasi Ilmu Thibbun Nabawi - Chinese Medicine - Medis Modern & All

📱Call Center +62 813 6327 9984




16/03/2026

Saya teringat ketika saya memberikan ceramah tentang filosofi keberhasilan di hotel Hilton, Lousiana, USA.

Ada orang yang berusia 40 an datang mendekati saya.

Saat itu terlihat jelas ia menderita influenza.

Ia berkata, "Wahai Doktor, setiap tahun pada bulan agustus, aku terserang influenza akut sepanjang bulan."

Saya bertanya, "Sejak kapan anda menderita seperti ini ?"

Ia menjawab, "Sudah lebih dari 10 tahun."

Saya bertanya lagi, "Sebelum itu, apa kesehatan anda prima ?"

Ia mengiyakan.

Saya tanya lagi, "Apa anda masih ingat bagaimana influenza menyerang anda ?"

Ia bilang, "Tidak. Biasanya, ketika aku berkeringat karena cuaca kering dan diterpa hawa dingin. Saya pun pasti terserang influenza."

*Mari kita kaji ucapan (persepsi) orang ini*

1. Setiap tahun (dengan kalimat ini, ia memastikan waktu yang berkelanjutan).
2. Pada bulan agustus (dengan kalimat ini, ia memastikan waktu datangnya influenza. Kepastian ini terus terjadi setiap tahun).
3. Terserang influenza (dengan kalimat ini, ia memastikan jenis penyakit yang menyerangnya. Maka penyakit itu jadi terikat dengan bulan dan waktu).
4. Ketika aku berkeringat karena cuaca kering dan diterpa hawa dingin (dengan kalimat ini, ia memastikan sebab dan akibatnya)
5. Saya pun pasti terserang influenza (dengan kalimat ini, ia memastikan akibat dan kenyataan yang ia hadapi setiap tahun).

Yang diungkapkan orang ini adalah sesuatu yang selalu ia fikirkan dan hubungkan dengan waktu dan tempat, kemudian diperkuat dengan keyakinan dan proyeksi hingga benar-benar terjadi dan bisa ditunggu setiap tahun, pada waktu yang sama.

Inilah yang disebut mindset atau pola pikir.

©Quwwat al Tafkir, karya DR. Ibrahim Elfiky

Terbitan Ibrahim Elfiky International Enterprices Inc., 2008

۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞

💾 Doc. Kamis, 22/ 23 Ramadhan 1447 H | 12 Maret 2026 M

💻 Materi : INTEGRASI THIBBUN NABAWI, TCM, MEDIS MODERN & ALL : ASY SYAAFII

🎙️ Pemateri : Abu 'Abdillah Hasan al Hafizh

- Founder Damaskus INSIGHT
- Founder & Pengasuh Pondok Pesantren SAIHAN AL KAUTSAR Tahfizh Medicine

👥 Peserta : 20 Orang Coass (Dokter Muda), Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Lampung

Yang berasal dari :

- Bandung, Jawa Barat
- Curup, Bengkulu
- Bekasi, Jawa Barat
- Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah
- Belitang, Sumatera Selatan
- Lebak, Banten
- Palembang, Sumatera Selatan
- Nabire, Papua Tengah
- Mataram, Lombok - NTB
- Tangerang, Banten
- Garut, Jawa Barat
- Lampung Tengah
- Tangerang Selatan, Banten
- Rangkas Bitung, Banten
- Karawang, Jawa Barat
- Kalianda, Lampung Selatan
- Bandar Lampung
- Lampung Barat : 2
- Sumatera Selatan

سبحانك لا علم لنا إلا ماعلمتنا إنك انت العليم الحكيم

🌍🌏🌏🌏🌎🌍🌍

Integrasi Ilmu Thibbun Nabawi - Chinese Medicine - Medis Modern & All

📱Call Center +62 813 6327 9984




16/03/2026

Kutipan Albert Einstein, “Jika kamu tidak bisa menjelaskannya dengan sederhana, kamu belum cukup memahaminya,”

Menegaskan bahwa pemahaman sejati tercermin dari kejernihan penjelasan.

Pengetahuan yang hanya rumit di permukaan sering kali menutupi ketidakpahaman yang mendalam.

Sebaliknya, ketika seseorang benar-benar menguasai suatu konsep, ia mampu mereduksinya tanpa kehilangan makna.

Kesederhanaan bukan berarti dangkal.

Justru, menyederhanakan menuntut kemampuan memilah inti dari kerumitan.

Ini membutuhkan proses berpikir yang matang :

√ Memahami detail,
√ Menemukan pola, lalu
√ Merangkumnya menjadi gagasan yang mudah dicerna.

Dalam hal ini, kesederhanaan adalah hasil dari kerja intelektual yang serius.

Melalui kutipan ini, Einstein mengingatkan bahwa tujuan belajar bukanlah memamerkan kerumitan, melainkan mencapai kejelasan.

Pengetahuan yang baik adalah pengetahuan yang dapat dibagikan, dipahami, dan digunakan.

Dengan begitu, pemahaman tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi memberi manfaat yang lebih luas.

Salam Kato

© Literasi Kata

سبحانك لا علم لنا إلا ماعلمتنا إنك انت العليم الحكيم

💾 Doc. Kamis, 22/ 23 Ramadhan 1447 H | 12 Maret 2026 M

💻 Materi : INTEGRASI THIBBUN NABAWI, TCM, MEDIS MODERN & ALL : ASY SYAAFII

🎙️ Pemateri : Abu 'Abdillah Hasan al Hafizh

- Founder Damaskus INSIGHT
- Founder & Pengasuh Pondok Pesantren SAIHAN AL KAUTSAR Tahfizh Medicine

👥 Peserta : 20 Orang Coass (Dokter Muda), Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Lampung

Yang berasal dari :

- Bandung, Jawa Barat
- Curup, Bengkulu
- Bekasi, Jawa Barat
- Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah
- Belitang, Sumatera Selatan
- Lebak, Banten
- Palembang, Sumatera Selatan
- Nabire, Papua Tengah
- Mataram, Lombok - NTB
- Tangerang, Banten
- Garut, Jawa Barat
- Lampung Tengah
- Tangerang Selatan, Banten
- Rangkas Bitung, Banten
- Karawang, Jawa Barat
- Kalianda, Lampung Selatan
- Bandar Lampung
- Lampung Barat : 2
- Sumatera Selatan

اللهم صل و سلم وبارك على محمد و اله و اصحابه و امته اجمعين

سبحا نك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك

🌍🌏🌏🌏🌎🌍🌍

Integrasi Ilmu Thibbun Nabawi - Chinese Medicine - Medis Modern & All

📱Call Center +62 813 6327 9984




“Takut Mati Karena Kanker? Kita Semua Sudah Divonis…”✍️ Mustika Sari AbdulmuisSebagai seorang survivor kanker, aku ingin...
21/02/2026

“Takut Mati Karena Kanker? Kita Semua Sudah Divonis…”

✍️ Mustika Sari Abdulmuis

Sebagai seorang survivor kanker, aku ingin berbagi sedikit cerita… terutama untuk kalian yang baru saja divonis memiliki tumor atau kanker.

Belakangan ini aku sering melihat komentar atau sharing dari banyak orang di beranda. Niatnya mungkin baik, ingin saling menguatkan. Tapi izinkan aku berbicara dari pengalamanku sendiri sebagai penyintas kanker tiroid.

Kalau kalian sudah menemukan benjolan di tubuh, lalu sudah diperiksa dan hasilnya ternyata ganas… bahkan sudah disarankan dokter untuk operasi, maka langkah terbaik yang bisa kalian lakukan adalah kembali kepada dokter yang menangani kalian.

Dokter pasti akan menjelaskan semuanya.
Apa risikonya, apa efek sampingnya.

Seperti aku dulu… saat tiroidku harus diangkat, aku sudah diberi tahu:

- Kemungkinan jantung berdebar
- Harus minum obat seumur hidup
- Tremor
- Dan efek lainnya

Pasti ada sisi negatifnya. Karena tubuh kita ini awalnya diciptakan Allah dalam keadaan sempurna, lalu ada bagian yang harus diangkat. Tapi mau tidak mau, itu harus dilakukan karena ada sel kanker di dalamnya.

Saran dariku…

Jangan terlalu banyak mencari informasi ke sana kemari.
Jangan terlalu banyak bertanya ke orang yang juga sedang sakit.
Jangan terlalu dalam “menyelam” di Google, media sosial, atau bahkan cerita-cerita orang lain.

Tahu kenapa?

Karena semakin banyak kamu mencari tahu, sering kali kamu justru semakin takut.
Semakin stres.
Semakin overthinking.
Semakin down.

Dan pikiran yang penuh ketakutan itu bisa menjadi beban yang memperparah kondisi kita sendiri.

Kalau sudah terdeteksi sejak awal, segera berobat.
Segera ambil tindakan.

Kalau ingin menjalani pengobatan herbal, silakan.
Tapi tetap konsultasikan dulu dengan dokter.

Karena kondisi tubuh setiap orang itu berbeda.
Kamu bisa saja bertanya kepada seseorang yang datang ke dokter saat kondisinya sudah parah, tentu efek yang ia rasakan akan jauh lebih berat dibandingkan kita yang terdeteksi lebih awal.

Dulu, aku memilih untuk tidak terlalu banyak bertanya.
Karena aku tahu, semakin aku mencari tahu, aku justru semakin takut.

Akhirnya aku hanya berusaha, lalu bertawakal kepada Allah.

Sholat istikharah.
Minta petunjuk.
Pasrahkan hasilnya.

Karena kalau kita terus diliputi ketakutan, ujung-ujungnya kita bisa menunda operasi… menunda berobat… sampai akhirnya kondisi malah semakin memburuk.

Dan satu hal yang selalu aku ingat:

Bukan hanya penderita kanker yang akan mati.
Kita semua — bahkan yang sehat — juga sudah divonis mati.

Tempat kita bukan di dunia, tapi di akhirat.

Jadi jangan terlalu takut.

Aku juga bukan manusia dengan banyak amal.
Bukan penghafal Al-Qur’an.
Bukan ahli ibadah.

Aku hanya manusia biasa yang sedang belajar menerima takdir.

Mudah-mudahan, cara kita menerima ujian ini yang membuat Allah sayang kepada kita.

Semangat, pejuang sehat 🤍
Maaf jika ada kata yang menyinggung. Ini hanya cerita nyata dari aku.

🌍🌏🌏🌏🌎🌍🌍

Integrasi Ilmu Thibbun Nabawi - Chinese Medicine - Medis Modern & All

📱Call Center +62 813 6327 9984




16/01/2026

Doc. Kamis, 26 Rajab 1447 H/ 15 Januari 2026 M

Soft Opening & Peresmian

Taman Saihan al Kautsar

Oleh dr. Agus Kelana BK., M.Kes., AIFO-K., FIHFAA

- Direktur Klinik LMC
- Ketua IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Kab. Lampung Selatan
- Ketua LAFKI (Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Indonesia) Provinsi Lampung
- Sekretaris Jenderal Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Lampung
- Konsultan Medis Beberapa Perusahaan Internasional di Lampung
- Ketua PBI (Perkump**an Bekam Indonesia) Pengurus Daerah Lampung
- Dll..

اللهم صل و سلم وبارك على محمد و اله و اصحابه و امته اجمعين

سبحا نك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك

19/12/2025

Kyai Ja'fu Haddar

SUAMI JANGAN MEMAKSA ISTRI BERHUBUNGAN, JIKA KEADAAN SEPERTI INI :

Memang benar, diantara kewajiban istri adalah harus siap siaga ketika suami hasrat, tapi suami harus tau diri kalau mulut bau rokok, badan kumal jangan memaksa istri untuk melayani syahwatnya karena hal tersebut mengganggu selera istri 😊.

Kadang terjadi seorang suami menuntut hubungan badan sementara dirinya dalam keadaan kotor, bau badan, bau rokok, atau belum membersihkan diri setelah bekerja.

Lalu muncul anggapan bahwa istri yang menolak, dianggap nusyuz (membangkang).

Masalah ini telah dijawab secara tegas oleh para ulama mu‘tabar.

Al-‘Allamah Ibnu Hajar al-Haitami rahimahullah pernah ditanya tentang kasus seperti.

Dalam kitab At-Thiib fil Islam dinukilkan :

“Al-Allamah Ibnu Hajar Al-Haitami ditanya tentang seorang istri yang menolak memberikan hak suaminya, karena keadaan suami yang kusut dan banyak kotoran pada tubuhnya ;

Apakah ia dihukumi nusyuz atau tidak?

Maka beliau menjawab : istri tidak dihukumi nusyuz karena hal tersebut.

Demikian p**a setiap hal yang secara tabiat memaksa seorang perempuan untuk menolaknya.

Hal ini diambil dari keterangan dalam kitab al-Bayan karya al-Imrani,

Bahwa setiap sesuatu yang menimbulkan gangguan dan rasa tidak nyaman bagi manusia,

Maka wajib bagi suami untuk menghilangkannya.”

Maka dapat disimpulkan bahwa :

• Istri tidak dihukumi nusyuz (membangkang) bila menolak berhubungan karena suami kumal, kotor, atau berbau yang tidak wajar.

• Setiap hal yang menimbulkan gangguan dan tidak wajar ditoleransi, wajib dihilangkan oleh suami.

• Ukuran “mengganggu” dikembalikan kepada kebiasaan umum.

Ini selaras dengan firman Allah ﷻ:
وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut.” (QS An-Nisa: 19)

Dalam kenyataannya kadang terjadi keretakan rumah tangga, bahkan perceraian terjadi karena pasangan tidak menjaga kebersihan, dan terlalu memaksakan hak.

Maka hendaknya

• Suami : Memperhatikan kebersihan diri, bau badan, dan kondisi fisik sebelum menuntut hak.

• Istri : dianjurkan mengingatkan dengan lembut dan hikmah, bukan dengan penghinaan.

Inilah keseimbangan antara hak, kewajiban, dan adab, sebagaimana dikehendaki syariat.

🌍🌏🌏🌏🌎🌍🌍

Integrasi Ilmu Thibbun Nabawi - Chinese Medicine - Medis Modern & All

📱Call Center +62 813 6327 9984




  Sudah Diatur Islam Sejak DahuluPenyusun: dr. Raehanul BahraenInilah kesempurnaan ajaran agama Islam, jauh sebelum kedo...
19/12/2025

Sudah Diatur Islam Sejak Dahulu

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

Inilah kesempurnaan ajaran agama Islam, jauh sebelum kedokteran modern merumuskan tentang malpraktek dan ketentuannya, Agama Islam telah meletakkan dasar mengenai hal ini. Rasulullah ﷺ bersabda,

مَنْ تَطَبَّبَ وَلَمْ يُعْلَمْ مِنْهُ طِبٌّ قَبْلَ ذَلِكَ فَهُوَ ضَامِنٌ

“Barang siapa yang melakukan pengobatan dan dia tidak mengetahui ilmunya sebelum itu maka dia yang bertanggung jawab.”

[HR. An-Nasa’i, Abu Daud, Ibnu Majah dan yang lain, hadits hasan no. 54 kitab Bahjah Qulub Al-Abrar]



Menurut pengertian kedokteran modern, malpraktek adalah praktek kedokteran yang salah atau tidak sesuai dengan standar profesi atau standar prosedur operasional. Dalam kamus kedokteran Dorland dijelaskan,

“Malpraktek adalah praktek yang tidak benar atau mencelakakan; tindakan kedokteran yang tidak terampil atau keliru [Dorland hal. 1282, edisi 29]



Jika melakukan malpkraktek harus bertanggungjawab

Ulama sekaligus dokter terkenal di zamannya, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata,

فإيجابُ الضمان على الطبيب الجاهل،

فإذا تعاطى عِلمَ الطِّب وعمله، ولم يتقدم له به معرفة

“Maka wajib mengganti rugi [bertanggung jawab] bagi dokter yang bodoh jika melakukan praktek kedokteran dan tidak mengetahui/mempelajari ilmu kedokteran sebelumnya” [Thibbun Nabawi hal. 88, Al-Maktab Ats-Tsaqafi, Koiro]

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata,

أنه لا يحل لأحد أن يتعاطى صناعة من الصناعات

وهو لا يحسنها ، سواء كان طبا أو غيره ،

وأن من تجرأ على ذلك ، فهو آثم . وما ترتب على عمله

من تلف نفس أو عضو أو نحوهما ، فهو ضامن له

“Tidak boleh bagi seseorang melakukan suatu praktek pekerjaan dimana ia tidak mumpuni dalam hal tersebut. Demikian juga dengan praktek kedokteran dan lainnya. Barangsiapa lancang melanggar maka ia berdosa. Dan apa yang ditimbulkan dari perbuatannya berupa hilangnya nyawa dan kerusakan anggota tubuh atau sejenisnya, maka ia harus bertanggung jawab.”

[Bahjah Qulubil Abrar hal. 155, Dar Kutub Al-‘Ilmiyah, Beirut, cet-ke-1, 1423 H]

Al-khathabi rahimahullah berkata

لا أعلم خلافاً فى أن المعالِج إذا تعدَّى، فتَلِفَ المريضُ

كان ضامناً، والمتعاطى علماً أو عملاً لا يعرفه متعد،

فإذا تولَّد من فعله التلف ضمن الدية، وسقط عنه القَودُ،

لأنه لا يستبِدُّ بذلك بدون إذن المريض وجنايةُ المُتطبب

فى قول عامة الفقهاء على عاقِلَتِه

“Saya tidak mengetahui adanya perselisihan dalam pengobatan apabila seseorang melakukan kesalahan, sehingga menimbulkan mudharat pada pasien, maka ia harus menanggung ganti rugi. Orang yang melakukan praktek [kedokteran] yang tidak mengetahui ilmu dan terapannya, maka ia adalah orang yang melampui batas. Apabila terjadi kerusakan akibat perbuatannya, maka ia harus bertanggung jawab dengan mennganti diyat.”

[Thibbun Nabawi hal. 88, Al-Maktab Ats-Tsaqafi, Koiro]

Musibah tanpa malpraktek dan malpraktek tanpa musibah

Kedua istilah ini dikenal dalam kedokteran modern. Musibah tanpa malpraktek misalnya,

Pasien meninggal dalam suatu operasi, walaupun dokter sudah melakukan segala cara yang harus dilakukan sesuai dengan ilmu yang dipelajari dan pengalaman yang diperoleh [Terhindar dari Malpraktek hal. 2, dr. Bahar sp.B onk, Kawan Pustaka, 2005]



Maka hal ini juga sudah ditegaskan dalam Islam, Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullahuberkata,

أن الطبيب الحاذق ونحوه إذا باشر ولم تجن يده ،

وترتب على ذلك تلف ، فليس بضامن ؛ لأنه مأذون فيه

من المكلف أو وليه . فكل ما ترتب على المأذون فيه ،

فهو غير مضمون

“Dokter yang mahir, jika melakukan [praktek kedokteran] dan tidak melakukan kesalahan, kemudian terjadi dalam prakteknya kerusakan/bahaya. Maka ia tidak harus mengganti rugi. Karena ia mendapat izin dari pasien atau wali pasien. Dan segala kerusakan yang timbul dalam perbuatan yang mendapat izin, maka tidak harus mengganti rugi.” [Bahjah Qulubil Abrar hal. 156, Dar Kutub Al-‘Ilmiyah, Beirut, cet-ke-1, 1423 H]



Maksud mendapat izin yaitu ada ridha dari pasien bahwa ia mau diobati oleh dokter, atau ia meminta dokter untuk melakukan pengobatan padanya. Hal ini diperkuat dengan kaidah fiqhiyah.

ما ترتب على المأذون فهو غير مضمون, و العكس بالعكس

“Apa-apa [kerusakan] yang timbul dari sesuatu yang mendapat izin, maka tidak harus mengganti rugi, dan kebalikannya” [Al-Qawaaidul Ushuul Jaami’ah hal. 21, Darul Wathan, Riyadh, cet. Ke-2, 1422 H]



Malpraktek tanpa musibah misalnya, pasien diperiksa dengan berbagai alat canggih berbiaya mahal. Walaupun tidak diperlukan. Maka hal ini juga dilarang dalam Islam, karena sebaiknya kita memperlakukan seseorang sebagaimana kita ingin diperlakukan.

Rasulullah ﷺ bersabda,

لاَ يُؤمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

“Tidaklah salah seorang di antara kalian beriman sehingga ia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri.”[HR. Bukhari-Muslim]



malpraktek :

Bahkan kesalahan dan ganti rugi dengan rinci dijelaskan oleh ulama Islam. Ibnu Qayyim Al-Jauziyahrahimahullahu merincinya ada lima pembagian:

1. Dokter yang mahir, melakukan praktek sesuai standar dan tidak melakukan kecerobohan

Kemudian terjadi efek yang kurang baik bagi pasien, maka ia tidak harus bertanggung jawab dengan mengganti.

Kami [penulis] beri contoh kasus disaat ini, misalnya pasien mendapat obat dari dokter, kemudian dokter sudah bertanya apakah ia mempunyai alergi dengan obat tertentu, maka pasien menjawab tidak tahu, kemudia dokter menjelaskan bisa jadi terjadi alergi. Kemudian pasien memilih menggunakan obat tersebut. Kemudian terjadi alergi berupa gatal-gatal pada pasien tersebut. Maka dokter tidak wajib mengganti kerugian. Alasannya lainnya juga karena kita tidak tahu apakah ia alergi obat apa tidak, karena ketahuan hanya jika sudah dicoba mengkonsumsi.



2. Dokter yang bodoh dan melakukan praktek kedokteran

Kemudian terjadi bahaya bagi pasien, maka dokter wajib bertanggung jawab atau ganti rugi berupa diyat.

Kami [penulis] beri contoh kasus disaat ini, misalnya mahasiswa kedokteran yang masih belajar [co-aas] melakukan praktek kemudian terjadi kesalahan yang merugikan pasien maka ia wajib bertaggung jawab.



3. dokter yang mahir, mendapatkan izin, kemudian melakukan kecerobohan.

Maka ia wajib bertanggung jawab, akan tetapi ada perselisihan dalam penggantian diyat, bisa jadi dari harta dokter ataupun dari baitul mal [kas negara].

Kami [penulis] beri contoh kasus disaat ini, misalnya dokter bedah ketika membedah, pisau bedah tertinggal diperut pasien, kemudian perut pasien rusak, maka dokter bedah wajib bertanggung jawab.



4. dokter yang mahir, berijtihad memberikan suatu resep obat, kemudian ia salah dalam ijtihadnya

Maka ia wajib bertanggung jawab dan ada dua pendapat tentang harta pengganti, bisa dari baitul mal [kas negara] atau harta keluarganya.



5. dokter yang mahir, melakukan pengobatan kepada anak kecil atau orang gila tanpa izinya teta[i mendapat izin walinya

Kemudian terjadi kerusakan/bahaya bagi pasien maka ganti rugi dirinci, jika ia melakukan kecorobohan, maka ia wajib mengganti jika tidak maka tidak perlu mengganti.

[lihat Thibbun Nabawi hal. 88-90, Al-Maktab Ats-Tsaqafi, Koiro]



Ganti ruginya apa?

Ini juga sudah diatur dalam Islam, kita bisa membaca panjang lebar penjelasan ulama dalam pembahasan fiqh kitab Jinayaat yaitu tentang kejahatan dan ganti rugi.

Kita ambil contoh, misalnya dokter bedah ketika membedah, pisau bedah tertinggal diperut pasien, kemudian perut pasien meninggal. maka dokter bedah harus bertanggung jawab, tetapi ia tidak diqishas dengan dibunuh juga, tetapi harus bertanggung jawab membayar diyatnya baik dari hartanya atau kas negara.

Dalam penbahasan Jinayaat juga dirinci berapa diyat jika merusak wajah, hidung, mata, kaki dan lain-liannya dengan rinci. Silahkan merujuk pada kitab fiqh, maka kita akan mendapatkan penjelasan yang rinci. Karena ini menunjukkan kesempurnaan ajaran Islam.



penutup

demikianlah, melalui tulisan ini kami ingin membuktikan bahwa agama Islam adalah agama sempurna yang sudah memberikan petunjuk segala macam sisi kehidupan manusia baik untuk kebaikan dunia maupun akhirat.

Begitu juga dengan ilmu kedokteran, para ulama juga menaruh perhatian besar terhadap ilmu kedokteran bahkan ada juga yang merangkan ulama sekaligus dokter. Akan tetapi kaum muslimin sekarang ini jauh dari ulama, sehingga tidak tahu bahwa apa yang mereka dapatkan dari orang-orang kafir ternyata ada dalam ajaran Islam.

Hal Ini mengingatkan kami dengan apa yang menjadi penyesalan Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu kepada kelalaian umat Islam terhadap Ilmu medis sehingga beliau berkata,

ضَيَّعُوا ثُلُثَ العِلْمِ وَوَكَلُوهُ إِلَى اليَهُوْدِ وَالنَّصَارَى.

“Umat Islam telah menyia-nyiakan sepertiga Ilmu dan meyerahkannya kepada umat Yahudi dan Nasrani.”[Siyar A’lam An-Nubala Adz-Dzahabi 8/258, Darul Hadits, Koiro, 1427 H, Asy-Syamilah]



Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.



Disempurnakan di Lombok, Pulau seribu Masjid

Artikel http//muslimafiyah.com

Pernah nggak, luka yang tadinya perih dan nyebelin, eh pas mau sembuh malah gatalnya minta ampun? Rasanya pengen digaruk...
17/12/2025

Pernah nggak, luka yang tadinya perih dan nyebelin, eh pas mau sembuh malah gatalnya minta ampun? Rasanya pengen digaruk, tapi digaruk salah, nggak digaruk tersiksa. Tenang, itu bukan luka iseng, itu tanda tubuhmu lagi kerja serius.

Jadi gini... Rasa gatal saat luka sembuh itu muncul karena sistem perbaikan tubuh lagi aktif penuh. Begitu kulit terluka, tubuh langsung kirim “tim darurat”: sel imun, sel pembeku darah, dan berbagai zat kimia. Saat fase penyembuhan masuk tahap regenerasi, kulit mulai membangun ulang jaringan yang rusak. Nah, di fase inilah drama dimulai.

Salah satu biang keroknya adalah histamin. Zat ini dilepas oleh sel imun untuk membantu pelebaran pembuluh darah, supaya nutrisi dan oksigen gampang masuk ke area luka. Efek sampingnya, ujung saraf di kulit jadi ikut terangsang, dan otak menerjemahkannya sebagai… gatal. Jadi gatal itu sebenarnya sinyal, “Maaf, area ini lagi dibenerin.”

Selain itu, saat kulit baru tumbuh, ujung-ujung saraf yang sempat rusak ikut ‘bangun’ lagi. Masalahnya, mereka bangun masih setengah sadar. Sinyalnya belum rapi, masih acak-acakan. Akibatnya, otak kadang bingung... ini sakit, ini geli, atau ini gatal? Jawabannya jadi campur aduk.

Kulit yang mengering juga ikut menyumbang. Saat luka menutup, lapisan kulit baru belum jago nahan air. Kulit jadi kering, ketarik, dan itu makin gampang bikin sensasi gatal. Jadi kombinasi histamin, saraf yang baru bangun, dan kulit kering bikin luka sembuh terasa lebih nyebelin daripada luka baru.

Makanya dokter sering bilang: jangan digaruk. Bukan karena pelit, tapi karena garukan bisa merusak jaringan baru yang masih rapuh. Ibarat tembok yang baru dicat, belum kering, terus kamu usap... ya rusak lagi, ulang dari awal.

Intinya, luka yang gatal itu bukan tanda gagal, justru tanda tubuhmu lagi naik level perbaikan. Meski rasanya ngeselin, itu bukti bahwa sistem tubuhmu bekerja sesuai SOP. Jadi kalau lukamu gatal pas sembuh, tahan dikit, itu artinya tubuhmu lagi bilang, “Santai, lagi gue beresin.”

Sumber :
1. National Institute of General Medical Sciences (NIGMS) – Wound Healing and Tissue Repair

2. Cleveland Clinic – Why Do Healing Wounds Itch?

---
Bisa Paham

©opas from fb : Lentera Pustaka Dunia

🌍🌏🌏🌏🌎🌍🌍

Integrasi Ilmu Thibbun Nabawi - Chinese Medicine - Medis Modern & All

📱Call Center +62 813 6327 9984




Address

Pringsewu
35373

Opening Hours

Monday 09:00 - 21:00
Tuesday 09:00 - 21:00
Wednesday 09:00 - 21:00
Thursday 09:00 - 21:00
Friday 09:00 - 21:00

Telephone

+6281363279984

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Damaskus Insight posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Damaskus Insight:

Share

Category