23/01/2024
lanjutan...
Sayangnya, saat wartawan TIMES Indonesia mendatangi kediaman Nanik, yang berada tepat di belakang masjid, yang bersangkutan tidak ada.
Meskipun menurut warga ia ada di dalam rumah, namun saat diketuk beberapa kali tidak ada seorang pun yang keluar dari dalam rumah tersebut.
Lurah Mayangan, Iwan Affandi, saat ditemui di Kantor Kelurahan mengatakan, polemik masjid tersebut sudah berlangsung lama.
Pihak kelurahan bersama dengan Babinsa, Babinkamtibmas, Satpol PP Kecamatan Mayangan, serta pihak Camat Mayangan telah empat kali melakukan mediasi.
Namun, ternyata persoalannya masih sama. Dan berdasarkan informasi terbaru, pada Kamis (18/1/2024), kembali terjadi cekcok.
Akibatnya, sudah hampir sepekan ini tidak ada aktivitas di masjid tersebut, baik adzan, salat lima waktu, maupun salat Jumat.
"Takmirnya yang juga ketua RT setempat juga sudah muak, dihina terus. Akhirnya, jengkel dan tidak mau ngurus masjid itu lagi," ujar Iwan.
Padahal, lanjut Iwan, sesuai salinan data yang dipegang kelurahan, pihak pemilik tanah sudah mewakafkan tanahnya untuk dibangun masjid pada tahun 1991. Dan hal itu dibuktikan dengan surat akta wakaf.
"Jika yang bersangkutan menerangkan tidak benar diwakafkan (salinan surat itu palsu), silakan digugat di pengadilan," tambah Iwan.
Namun, menurut Iwan, pada dasarnya persoalan itu muncul sebagai akibat dari kisah Aris (28).
Aris merupakan keponakan Bu Nanik yang sejak kecil mengalami gangguan keterbelakangan mental dan diasuh olehnya.
"Orang tua Aris ini meninggal. Aris adalah anak kelima dari lima bersaudara. Kelima saudaranya sudah berkeluarga, ada yang tinggal di Malang," kata Iwan.
Suami Nanik pergi meninggalkan Nanik, sehingga Nanik yang tidak memiliki anak hanya tinggal berdua dengan Aris.
Lantaran mengalami keterbelakangan mental, Aris kerap buang air besar sembarangan, termasuk di dalam masjid dan di area tempat wudhu, bahkan sampai menghancurkan kaca masjid.
Atas hal tersebut, pengurus masjid pun sering memberikan nasihat kepada Nanik dan pihak keluarga lainnya. Sayangnya, Nanik tidak menerimanya.
selengkapnya: timesindonesia.co.id