01/06/2026
"Kenapa Beberapa Burung S**a Meletakkan Kulit Ular di Sarangnya?"
Di alam, burung cukup teliti saat membangun sarang. Ada yang pakai ranting, rumput kering, lumut, sampai bulu. Tapi beberapa spesies punya kebiasaan unik:
mereka sengaja membawa potongan kulit ular bekas ganti kulit dan menatanya di dalam sarang. Selama puluhan tahun perilaku ini bikin penasaran para ahli. Awalnya dikira kebetulan atau cuma bahan tambahan biasa.
Tapi penelitian terbaru di jurnal _The American Naturalist_ mengungkap alasan yang cukup cerdas: kulit ular ternyata berfungsi sebagai pelindung. Tim peneliti dari Cornell University menemukan pola menarik. Burung yang bersarang di rongga pohon, lubang alami, atau kotak sarang jauh lebih sering memakai kulit ular dibanding burung bersarang terbuka. Dari 78 spesies yang tercatat, perilaku ini sekitar 6,5 kali lebih umum pada burung penghuni rongga. Untuk membuktikannya, mereka buat sarang buatan.
Sebagian diberi kulit ular, sebagian tidak. Hasilnya, sarang dengan kulit ular punya peluang telur menetas dan bertahan hidup jauh lebih tinggi. Menurut peneliti utama Vanya Rohwer, trik ini bekerja karena mamalia kecil seperti tupai, tikus, dan tupai terbang adalah mangsa alami ular. Begitu mencium atau melihat kulit ular, insting mereka langsung menganggap area itu berbahaya lalu menghindar.
Jadi burung memanfaatkan rasa takut predator terhadap ular untuk menjaga telur dan anaknya tetap aman. Efek ini paling terasa di sarang tertutup atau rongga. Untuk sarang terbuka, manfaatnya tidak sebesar itu karena predatornya berbeda, misalnya burung gagak atau jay, yang tidak terlalu takut pada kulit ular.
Beberapa spesies bahkan lebih pintar lagi. Saat sarangnya terancam, mereka bisa menirukan suara desisan ular untuk menakuti penyusup. Jadi, burung tidak asal kumpulkan bahan sarang.
Mereka memilih benda di sekitarnya sebagai “alarm keamanan” alami. Ini contoh adaptasi satwa liar yang sederhana tapi sangat efektif. Luar biasa ya, kadang solusi bertahan hidup paling jitu justru ada di sekitar kita.