28/12/2025
Wargi Updaters, Patung badak bercula satu yang berdiri di kawasan Situ Buleud, dekat Taman Air Mancur Sri Baduga, bukan sekadar ikon kota Purwakarta.
Keberadaannya dipercaya berkaitan erat dengan sejarah terbentuknya daerah tersebut.
Pada masa lalu, Situ Buleud diyakini sebagai tempat mandi lumpur badak.
Hewan mamalia besar ini diperkirakan masih hidup di wilayah Purwakarta pada awal 1900-an, khususnya di kawasan hutan jati yang kini masuk wilayah Kecamatan Bungursari.
Saat musim kemarau, badak-badak tersebut diduga bermigrasi dan singgah di sejumlah lokasi, termasuk kawasan Situ Buleud.
Jejak keberadaan badak juga terekam dalam penamaan Kampung Ceuli Badak di Kecamatan Purwakarta. Dalam Bahasa Sunda, nama tersebut berarti telinga badak dan diyakini berasal dari kebiasaan badak yang kerap melintas di wilayah itu.
Meski wilayah tersebut sempat mengalami pemekaran, nama Ceuli Badak tetap dipertahankan sebagai bagian dari identitas dan sejarah lokal.
Badak yang dipercaya pernah hidup di Purwakarta diduga merupakan Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), bercula satu dan bertubuh relatif kecil.
Meski bentuk cula pada patung badak di Situ Buleud tampak lebih panjang, patung tersebut tetap menjadi simbol kuat keterkaitan antara alam, sejarah, dan warisan budaya masyarakat Purwakarta.
*) Jika terdapat informasi yang kurang tepat atau perlu dilengkapi, mohon bantuannya untuk memberikan koreksi.
Tulisan ini disusun berdasarkan sumber yang tersedia dan dapat diperbarui sesuai data sejarah yang lebih akurat.