Tabloid Gang Sadar

Tabloid Gang Sadar Berita sensasional, kisah kehidupan,tragedi,gosip, menjadi kabar yang pentin g kami kabarkan dan akan menyadarkan khalayak.Dari Purwokerto untuk anda!

08/01/2016

PURWOKERTO – Beberapa pejabat di Bagian Sekretariat (Setwan) DPRD Kabupaten Banyumas dimintai keterangan penyidik Kejaksaan Negeri Purwokerto, Kamis (7/1) kemarin. Pemeriksaan berlangsung di ruangan Pidana Khusus (Pidsus). Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Sutrisno kepada Radarmas mengatakan,…

08/01/2016

Dua PNS Di Purbalingga Juga Menghilang

PURBALINGGA (GS) - Kabar hilangnya satu keluarga di Banyumas ,kini juga terjadi di Purbalingga.Dua Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purbalingga menghilang sejak beberapa hari terakhir. Mereka diduga bergabung dengan Organisasi Massa (Ormas) Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).
PNS tersebut adalah Praptono Adi SSTP, yang tercatat sebagai Sekretaris Kelurahan (Seklur) Kembaran Kulon, Kecamatan Purbalingga. Serta satunya ialah Widodo Panca Nugraha SSTP yang menjabat Kasubbag Rapat pada Sekretariat DPRD Purbalingga.
Hilangnya dua PNS di lingkungan Pemkab Purbalingga tersebut diungkapkan Penjabat (Pj) Bupati Purbalingga Drs Budi Wibowo MSi kepada GS . Pj Bupati mengatakan, pihaknya saat ini tengah berusaha mencari keberadaan dua PNS tersebut, melalui berbagai komponen masyarakat. “Termasuk melalui Polres (Purbalingga) untuk di DPO (Daftar Pencarian Orang)-kan,” imbuhnya.
Dia menjelaskan, untuk Adi, sebelum menghilang sudah mengajukan pengunduran diri dari PNS di Pemkab Purbalingga. Namun, Widodo menghilang tanpa kabar, sejak 16 Desember 2015. “Bahkan, istrinya juga tidak tahu keberadaannya,” lanjutnya.
Dia mengaku heran, dengan hilangnya dua PNS tersebut. Keduanya merupakan satu almamater dengan Pj Bupati, yakni dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). “Di IPDN diajarkan materi sedemikian rupa. Namun, justru mereka terbawa Gafatar. Saya menilai ormas tersebut sudah meresahkan. Harus ada perhatian khusus terhadap keberadaan ormas tersebut,” jelasnya
Sementara itu, isteri Widodo, Kencana Wulansari SPi telah melaporkan hilangnya suaminya ke ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Purbalingga pada 26 Desember 2015 lalu.
Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpollinmas) Purbalingga, Drs Satya Giri Podo menyebutkan, upaya pencarian oleh aparat Pemkab dan Polres Purbalingga sudah dilakukan. Hanya hingga kini belum membuahkan hasil. Diduga, Widodo saat ini berada di Lampung yang disebut-sebut merupakan basis Ormas Gafatar.
(01-Radarmas)

06/01/2016

Sekeluarga Menghilang
Purwokerto (GS) - Seorang karyawati RSUD Banyumas, Jawa Tengah bernama Marfungah (40) sudah sebulan ini menghilang dari rumahnya dengan meninggalkan pekerjaaannya dan orantuanya. Ia menghilang bersama suaminya Sugianto (42) bersama 5 anaknya yang masih balita. Marfungah merupakan karyawan bagian keuangan sudah bekerja selama 18 tahun di RSUD Bms sedang suaminya sales buku keliling. Rumah dan isinya madih artinya isi rumah tidak ada yang dibawa kecuali pakaian dan perlengkapan seha.ri-hari
" Mbak Afung - nama.panggilan sehari-hari) sama sekali tidak pernah pamit ke pimpinan. Artinya dia menghilang begitu saja" ungkap seorang temannya. Tapi dua-tiga kali ia masih komunikasi lewat BBM. Namun saat dihubungi balik ia tidak pernah merespon. Melalui BBM ia mengatakan pergi sementara, suatu saat akan bertemu lagi.

Beberapa tetangganya di Desa Dawuhan, Kecamatan Banyumas mengaku sempat milihat pasanan suami- isteri dan kelima anaknya dijemput mobil. Tidak ada yang tahu bahkan orang tua mereka juga tidak dipamiti.

Menurut Kepala Badan Kepegawaain Daerah Kabupaten Banyumas Ahmad Supartono, Bupati sudah dilapori menghilangnya karyawati RSUD Banyumas tersebut.Akan tetapi tindakan atau ssnsi apa yang akn diberikan kepada Marfungah.masih menunggu perkembangan

Beberapa teman dekatnya mengatakan sebelum menghilang Afung bersama suami dan anak-anaknya ia terlihat aktif dikelompok pengajian GAFATAR atau Gerakan Fajar Nusantara. Diduga kelompok ini merupakan kelompok radikal. Baik teman mau pun para tetangganya tidak ada yang tahu dimana lokasi pengajian Gafatar tersebut. Namun para tetangganya pernah mendengar bahwa kelompok pengajian ini mengajarkan.kepada jamaahnya tidak perlu naik haji/ tidak diwajibkan, shalat cukup satu kali dan tidak puasa dibolehkan. Anak-anak jamaah Gafatar tidak perlu sekolah sehingga kelima anaknya yang masih kecil satu pun tidak ada yang bersekolah

Address

Baturraden
Purwokerto

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Tabloid Gang Sadar posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share