14/01/2026
Berikut adalah beberapa ramalan tentang "kiamat" tahun 2026, oleh fisikawan dan spiritualis.
Dari Heinz von Foerster
- Ia adalah fisikawan dari Universitas Illinois yang pada tahun 1960 mengeluarkan prediksi berdasarkan perhitungan matematika tentang pertumbuhan populasi manusia yang eksponensial.
- Menurutnya, jika populasi terus tumbuh tanpa kendali dan manusia mampu mengatasi berbagai tantangan besar seperti bencana skala luas serta memiliki pasokan makanan tak terbatas, maka populasi akan mencapai angka tak terhingga dan menyebabkan kehancuran diri sendiri yang disebutnya sebagai "kiamat", dengan tanggal yang paling mungkin adalah Jumat, 13 November 2026.
- Namun, prediksi ini bersifat spekulatif dan tidak menjadi konsensus ilmiah karena tidak memperhitungkan kompleksitas faktor-faktor seperti perkembangan teknologi, interaksi sosial, dan upaya manusia dalam mengendalikan populasi.
Dari Messiah Foundation International (MFI)
- Kelompok spiritual ini mengklaim bahwa dunia akan berakhir pada tahun 2026 akibat benturan asteroid dengan Bumi.
- Ramalan ini berdasarkan ajaran pendirinya, Riaz Ahmed Gohar Shahi, yang tertuang dalam buku The Religion of God. Mereka menyatakan bahwa peristiwa ini adalah bentuk pembalasan ilahi akibat kemunduran moral dan spiritual umat manusia, yang akan menyebabkan bencana global seperti gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, serta kehancuran peradaban dan mungkin kepunahan manusia.
- Namun, tidak ada tanggal pasti dalam tahun 2026 yang disebutkan, dan klaim ini tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.
Dari Roy Kiyoshi
- Ia tidak meramalkan kiamat dunia pada tahun 2026, namun menyebutkan akan terjadi bencana air besar yang disebutnya seperti "kiamat kecil".
- Dalam penglihatan dan mimpinya, ia melihat ada daerah tertentu yang akan terendam banjir dengan ketinggian air lebih dari dua hingga tiga meter, rumah-rumah tak mampu bertahan dan tenggelam, serta banyak orang berteriak meminta tolong. Ia juga menyatakan bahwa bencana tersebut bukan tsunami namun lebih besar dari banjir biasa.