06/03/2026
Pomba Gira adalah salah satu entitas paling kuat dan kompleks dalam agama Afro-Brasil Umbanda dan Quimbanda, menduduki posisi yang setara dengan roh laki-laki Exu (perantara dan utusan Orixás). Dia dihormati sebagai roh yang berapi-api, mandiri, dan sangat feminin, yang berfungsi sebagai perantara antara dunia roh dan dunia manusia, khususnya mengatur area hasrat, keinginan, transformasi, dan persimpangan jalan.
Esensi intinya adalah kepemilikan penuh atas keinginannya dan otonomi. Dia dipanggil untuk membantu dengan urusan hati, hubungan, perlindungan, dan mengatasi hambatan emosional atau material.
Persembahannya dan upacaranya sering dilakukan pada tengah malam, melibatkan tujuh mawar, tujuh lilin, dan meletakkan barang di tujuh lokasi yang berbeda atau di tujuh lengan persimpangan jalan.
Pomba Gira digambarkan dengan elemen visual yang intens dan dramatis yang mencerminkan sifatnya yang berapi-api.
Kepercayaan bahwa kulitnya merah bahwa warna ini bukan hanya nada kulit manusia, melainkan warna simbolis yang mewakili api, hasrat, darah kehidupan, energi intens, dan kekuatan. Itu menghubungkannya langsung dengan elemen keinginan dan kekuatan elemen.
Dia hampir selalu digambarkan sebagai elegan, biasanya mengenakan gaun mewah (sering merah, hitam, dan kadang-kadang putih), memakai perhiasan halus, dan sering merokok rokok atau cerutu, dan membawa segelas sampanye, anggur, atau cachaça.
Mawar merah adalah simbolnya yang paling suci dan umum. Itu melambangkan kecantikan, feminitas, hasrat, dan, secara khusus dalam konteksnya, pembukaan jalan keinginan.
Kehadirannya di persimpangan jalan menandakan penguasaiannya atas pergerakan takdir dan transformasi pribadi. Dia dipanggil ketika seseorang membutuhkan perubahan radikal dalam kehidupan, cinta, atau keberuntungan.