Sobat Ngarit

Sobat Ngarit Man Jadda Wajada

Dua oknum lurah berinisial ZM dan RAK diamankan polisi setelah digerebek warga di kantor kelurahan Kecamatan Abeli, Kota...
15/06/2026

Dua oknum lurah berinisial ZM dan RAK diamankan polisi setelah digerebek warga di kantor kelurahan Kecamatan Abeli, Kota Kendari, pada Jumat (12/6/2026) malam.

Penggerebekan terjadi setelah warga mendengar teriakan perempuan dari dalam kantor. Saat diperiksa, warga menemukan dua pejabat kelurahan bersama dua perempuan yang diduga dibawa ke lokasi melalui aplikasi kencan.

Keributan sempat terjadi karena adanya perselisihan soal pembayaran, namun situasi berhasil dikendalikan tanpa tindakan anarkis. Kedua perempuan disebut tidak mengetahui bahwa lokasi tersebut adalah kantor kelurahan.

"Wanita ini berteriak karena bayaran tidak sesuai, kesepakatan awal Rp 300 ribu per wanita, tapi ternyata hanya dibayar Rp 200 ribu per orang," beber warga berinisial W.

Polisi yang datang ke lokasi kemudian mengamankan semua pihak untuk dimintai keterangan. Hingga kini, kasus tersebut masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

sc: grid id

Kawasan pemerintahan Kabupaten Kupang tengah menjadi sorotan tajam usai beredarnya video viral inspeksi mendadak (sidak)...
15/06/2026

Kawasan pemerintahan Kabupaten Kupang tengah menjadi sorotan tajam usai beredarnya video viral inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan langsung oleh Bupati Kupang.

Sidak yang menyasar Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tersebut membongkar tabiat buruk kedisiplinan sejumlah aparatur sipil negara (ASN).

Alih-alih mendapati pegawainya sibuk bekerja melayani rakyat, Bupati justru disambut dengan pemandangan yang membuat terkejut dan kecewa.

Sejumlah pegawai kedapatan sedang asyik merokok di dalam ruangan ber-AC, sambil memutar musik dengan volume yang sangat keras.

Dan yang lebih parah, dalam sidak tersebut juga ditemukan sejumlah botol minuman yang diduga kuat sangat tidak pantas dan tidak semestinya berada di lingkungan kantor pemerintahan.

Temuan ini langsung memicu teguran keras dari Bupati, mengingat larangan terkait aktivitas yang mengganggu lingkungan kerja sebenarnya sudah berkali-kali ditegaskan oleh pemerintah daerah.

Di tengah kehebohan video yang menyebar luas, para petinggi terkait tampaknya masih berhati-hati dalam memberikan pernyataan.

Saat dihubungi untuk dimintai konfirmasi mengenai kelakuan bawahannya, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kupang, Tonci T**f, hingga saat ini belum memberikan tanggapan apa pun.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kupang menyatakan belum bisa menyimpulkan situasi secara rinci.

"Saya belum tahu itu seperti apa... Nanti masuk kantor baru saya minta Kadis PU untuk memberikan laporan," terangnya melalui pesan singkat.

Hingga detik ini, baik pihak Dinas PUPR maupun Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) belum mengumumkan tindak lanjut resmi atau sanksi apa yang akan dijatuhkan kepada oknum pegawai tersebut.

Tentu saja, kelakuan para oknum ASN ini langsung memancing amarah dan kritik pedas dari warganet.

Publik secara luas mempertanyakan standar kedisiplinan dan etika aparatur pemerintah di daerah tersebut.

Video viral ini adalah tamparan keras bagi reformasi birokrasi di Kabupaten Kupang.

Fasilitas yang dibangun dengan uang pajak rakyat tidak sepantasnya digunakan untuk bersantai ria layaknya di kafe.

Warganet kini menanti ketegasan dari pemerintah daerah, apakah oknum-oknum tersebut akan diberikan sanksi tegas sebagai efek jera, atau kasus ini hanya akan menguap begitu saja seiring berjalannya waktu?

Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan aksi seorang pria yang diduga membakar sejumlah ijazah dan doku...
15/06/2026

Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan aksi seorang pria yang diduga membakar sejumlah ijazah dan dokumen pendidikan milik anaknya. Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun sanusiajak di instagram.

Dalam video yang viral itu, terlihat dokumen-dokumen pendidikan seperti ijazah, rapor serta baju sekolah diduga sengaja dibakar oleh orang tua yang disebut merasa sangat kecewa terhadap kondisi anaknya.

Peristiwa tersebut dikabarkan terjadi di wilayah Pelangan, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Berdasarkan informasi yang beredar, aksi itu dipicu oleh kekecewaan sang ayah setelah anak perempuannya yang masih duduk di kelas 2 SMP diketahui hamil di luar nikah dan kemudian harus menikah di usia yang masih sangat muda.

Kekecewaan mendalam diduga membuat orang tua meluapkan emosi dengan membakar seluruh dokumen pendidikan yang menjadi bukti perjalanan sekolah anaknya.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak keluarga maupun aparat setempat terkait kebenaran kronologi maupun lokasi pasti kejadian tersebut. Video itu sendiri memicu beragam reaksi warganet, mulai dari keprihatinan hingga sorotan terhadap kondisi yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.

Sebuah video yang menampilkan reaksi seorang kakek saat memancing telah menarik perhatian warganet di media sosial. Kake...
15/06/2026

Sebuah video yang menampilkan reaksi seorang kakek saat memancing telah menarik perhatian warganet di media sosial. Kakek tersebut tampak kebingungan ketika lokasi yang dipilihnya untuk memancing tiba-tiba dipenuhi oleh sejumlah wanita yang sedang berenang.

Dalam video yang beredar, awalnya sang kakek terlihat duduk santai di tepi sungai sambil memegang joran pancing dan menikmati sebatang rokok kretek. Suasana di sekitarnya tampak tenang dengan aliran air yang jernih, menjadikannya tempat yang ideal untuk aktivitas memancing.

Namun, keadaan berubah drastis ketika lima wanita tiba-tiba datang dan turun ke sungai di area yang tidak jauh dari tempat kakek memancing. Para wanita tersebut tampak asyik berenang dan bermain air layaknya putri duyung, mengubah suasana tenang menjadi ramai.

Menyaksikan kejadian tersebut, sang kakek tampak terheran-heran. Beberapa kali ia menoleh ke arah para wanita yang berenang sambil tetap memegang joran pancingnya. Ekspresinya yang kebingungan menjadi sorotan dan mengundang tawa banyak warganet.

Video ini semakin menarik perhatian karena disertai narasi bernuansa humor yang menggambarkan kebingungan sang kakek akibat aktivitas di sungai yang diduga mengusir ikan yang ditunggunya.

Unggahan ini pun menuai beragam komentar dari netizen. Banyak yang mengaku terhibur dengan ekspresi polos sang kakek, sementara yang lain berseloroh bahwa lokasi memancing tersebut telah berubah menjadi tempat pemandian umum.

Hingga kini, video tersebut terus dibagikan di berbagai platform media sosial dan telah menjadi salah satu tontonan hiburan yang mengundang gelak tawa warganet.

Viral di media sosial memperlihatkan momen kocak sekaligus mengundang beragam reaksi dari warganet. Seorang kakek menjad...
14/06/2026

Viral di media sosial memperlihatkan momen kocak sekaligus mengundang beragam reaksi dari warganet. Seorang kakek menjadi korban prank cucunya setelah diajak pergi dengan alasan menghadiri pengajian.

Dalam video yang beredar, sang kakek tampak sudah berpakaian rapi mengenakan baju koko putih dan peci. Dengan penuh semangat, ia mengikuti ajakan cucunya tanpa mengetahui tujuan sebenarnya.

Namun sesampainya di lokasi, suasana yang ditemui justru jauh dari yang dibayangkan. Alih-alih berada di tempat pengajian, kakek tersebut malah dibawa ke sebuah tempat karaoke dengan lampu warna-warni dan dentuman musik yang keras.

Ekspresi kebingungan sempat terlihat di wajah sang kakek saat memasuki ruangan. Tak lama kemudian, ia tampak hanya bisa tersenyum ketika dikelilingi beberapa pemandu karaoke (LC) yang menyambut kehadirannya. Dalam salah satu momen, terlihat p**a seorang wanita menyalami sang kakek, yang membalas sapaan tersebut dengan senyum malu-malu.

Sementara itu, orang-orang di sekitarnya terdengar tertawa melihat reaksi polos sang kakek yang tampak masih berusaha memahami situasi yang sedang terjadi. Video tersebut pun dengan cepat menyebar dan menarik perhatian banyak pengguna media sosial.

Beragam komentar memenuhi unggahan tersebut. Sebagian warganet mengaku terhibur dengan tingkah lucu dan ekspresi sang kakek, sementara sebagian lainnya menilai prank terhadap orang tua sebaiknya tetap dilakukan dalam batas yang wajar dan tidak membuat mereka merasa tidak nyaman.

Hingga kini, video tersebut masih ramai diperbincangkan dan terus dibagikan di berbagai platform media sosial.

Tragedi maut terjadi dalam aktivitas olahraga ekstrem rope jump yang men3w4skan seorang mahasiswi berusia 21 tahun, Mari...
14/06/2026

Tragedi maut terjadi dalam aktivitas olahraga ekstrem rope jump yang men3w4skan seorang mahasiswi berusia 21 tahun, Maria Eduarda Rodrigues de Freitas, pada Sabtu (13/6/2026) di Jembatan Ponte do Esqueleto, Brasil.

Korban diduga jatuh dari ketinggian sekitar 40 meter setelah tali pengaman utama belum terpasang sempurna pada harness yang dikenakannya. Insiden tersebut terjadi saat sesi lompatan berlangsung dan langsung terekam kamera hingga viral di media sosial.

Tim medis yang tiba di lokasi menyatakan korban men1ngg4l dunia akibat luka berat yang diderita. Peristiwa ini kemudian memicu kemarahan publik serta sorotan terhadap standar keselamatan kegiatan tersebut.

Kepolisian Brasil telah mengamankan enam orang yang terlibat dalam kegiatan itu, sementara dua instruktur dilaporkan sempat melarikan diri sebelum akhirnya berhasil ditangkap. Polisi menduga kuat adanya kelalaian prosedur keselamatan sebagai penyebab utama insiden dan masih mendalami kemungkinan unsur pidana dalam kasus ini.

Ketua BEM Keluarga Mahasiswa UGM 2025, Tiyo Ardianto, mengaku menjadi korban dugaan intimidasi setelah mengikuti aksi de...
14/06/2026

Ketua BEM Keluarga Mahasiswa UGM 2025, Tiyo Ardianto, mengaku menjadi korban dugaan intimidasi setelah mengikuti aksi demonstrasi bertajuk Rakyat Memanggil di kawasan Gejayan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Melalui unggahan di akun media sosialnya pada Sabtu (13/6/2026) Tiyo mengungkapkan bahwa mobil yang ditumpanginya diduga disusupi alat pelacak atau tracker yang dipasang secara diam-diam di bagian bawah kendaraan.

Temuan itu bermula saat telepon seluler miliknya menampilkan notifikasi yang menyebut perangkat bernama "PBX FINDER" terdeteksi bergerak bersamanya.

Merasa curiga, Tiyo kemudian memeriksa kendaraannya dan menemukan sebuah alat pelacak berwarna hitam yang diduga dipasang tanpa sepengetahuannya.

Dalam video yang diunggahnya, Tiyo memperlihatkan alat tersebut sekaligus menceritakan kronologi penemuannya.

Ia menyebut pemasangan alat pelacak itu bukan sekadar bentuk teror, melainkan ancaman terhadap kebebasan berpendapat dan gerakan kritis mahasiswa.

Menurut Tiyo, tindakan tersebut menunjukkan bahwa ruang privasi aktivis dapat disusupi setelah menyampaikan aspirasi di ruang publik.

Ia juga mengaku menyayangkan perlakuan terhadap kelompok masyarakat yang menyampaikan kritik demi perbaikan bangsa.

Meski mengaku mendapat intimidasi, Tiyo menegaskan tidak akan mundur.

Ia justru mengajak rekan-rekan sesama aktivis untuk menjadikan peristiwa tersebut sebagai penguat semangat dalam menyuarakan aspirasi.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait dugaan pemasangan alat pelacak pada kendaraan Tiyo Ardianto maupun siapa pihak yang diduga bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Sebelumnya, dalam aksi demonstrasi bertajuk Rakyat Memanggil di kawasan Gejayan, Tiyo Ardianto melontarkan kritik tajam terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dalam orasinya, Tiyo menilai kepercayaan publik terhadap pemerintah terus menurun bahkan sebelum masa pemerintahan genap berjalan dua tahun.

Menurutnya, kondisi tersebut dipicu oleh berbagai persoalan tata kelola pemerintahan yang dinilai semakin disadari oleh masyarakat.

Tiyo mengatakan, besarnya jumlah massa yang turun ke jalan seharusnya menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah.

Ia menilai kinerja kabinet selama hampir dua tahun terakhir belum mampu menjawab pemenuhan hak-hak dasar rakyat sehingga memicu gelombang protes dari berbagai kalangan.

Selain menyuarakan tuntutan pertanggungjawaban politik kepada kepala negara, BEM UGM bersama aliansi mahasiswa juga menyoroti sejumlah kebijakan strategis yang dinilai bermasalah.

Di antaranya rencana pengesahan revisi Undang-Undang TNI dan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Tiyo juga mengkritik sikap Istana yang dinilai kurang membuka ruang dialog terhadap kritik masyarakat.

Menurutnya, aspirasi mahasiswa dan masyarakat sipil justru kerap direspons dengan stigma dan tuduhan yang tidak berdasar.

Ia menegaskan, gerakan mahasiswa telah berulang kali menyampaikan masukan dan kritik kepada pemerintah, namun dinilai tidak pernah mendapat respons yang memadai.

Tiyo pun mengingatkan bahwa sikap mengabaikan kritik publik berpotensi menggerus legitimasi pemerintah di mata masyarakat.

Tak hanya itu, Tiyo juga menyoroti kebijakan anggaran pemerintah yang dinilai lebih mengutamakan program populis dibandingkan pemenuhan alokasi wajib anggaran pendidikan nasional sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi.

Beredar luas di media sosial memicu kecaman publik setelah memperlihatkan seorang pria melakukan tindakan tidak pantas t...
14/06/2026

Beredar luas di media sosial memicu kecaman publik setelah memperlihatkan seorang pria melakukan tindakan tidak pantas terhadap poster yang menampilkan gambar perempuan di sebuah ruang publik di wilayah Bihar, India.

Aksi tersebut menjadi sorotan karena dalam poster yang sama juga terdapat gambar anak perempuan. Rekaman itu pun dengan cepat menyebar dan menuai berbagai reaksi dari warganet yang mengecam perilaku pria tersebut.

Banyak pihak menilai tindakan itu tidak bisa dianggap sebagai candaan atau sekadar ulah iseng. Mereka menilai perilaku tersebut menunjukkan sikap tidak menghormati perempuan dan dapat mencerminkan masalah yang lebih luas terkait pelecehan serta keamanan perempuan dan anak di ruang publik.

Peristiwa ini kembali memicu perdebatan di media sosial mengenai pentingnya edukasi tentang penghormatan terhadap perempuan, peningkatan kesadaran masyarakat, serta penegakan aturan yang tegas terhadap segala bentuk tindakan yang mengarah pada pelecehan.

Hingga kini, video tersebut masih ramai diperbincangkan dan menjadi perhatian publik karena dianggap menggambarkan perilaku yang tidak pantas serta meresahkan masyarakat.

Setiap hari kita memakai handuk, tapi ada satu bagian yang hampir tidak pernah diperhatikan: garis atau pita yang melint...
14/06/2026

Setiap hari kita memakai handuk, tapi ada satu bagian yang hampir tidak pernah diperhatikan: garis atau pita yang melintang di dekat ujungnya.

Banyak orang mengira itu cuma hiasan.

Padahal kalau bagian itu dihilangkan, handuk justru bisa lebih cepat kehilangan bentuk, lebih mudah berjumbai di pinggir, dan tidak seawet biasanya setelah dicuci berkali-kali.

Bagian tersebut dikenal sebagai dobby border, yaitu area yang ditenun lebih rapat dibanding bagian handuk yang berbulu lembut.

Menariknya, bagian yang benar-benar menyerap air bukanlah garis itu, melainkan ribuan serat berbentuk lingkaran kecil yang disebut terry loops. Sementara dobby border memiliki tugas yang berbeda: menjaga struktur handuk tetap stabil.

Karena tenunannya lebih rapat, dobby border membantu mencegah pinggiran handuk rusak, membuat penyusutan kain lebih merata saat dicuci, serta membantu handuk mempertahankan bentuk perseginya dari waktu ke waktu.

Itulah sebabnya hampir semua handuk modern memiliki bagian ini, mulai dari handuk hotel hingga handuk rumah tangga biasa.

Jadi lain kali saat melihat garis aneh di ujung handuk, ingat bahwa itu bukan sekadar dekorasi. Itu adalah detail kecil yang membuat handuk bertahan lebih lama dan tetap terlihat rapi meski sudah digunakan bertahun-tahun.

🧐 Fakta yang jarang disadari: bagian yang paling sering dianggap tidak berguna di handuk justru merupakan salah satu bagian yang membuatnya awet.

Viral Pamer Gaji Ke-13, ASN Jambi Terancam Sidang Etik!Pemerintah Kota Jambi akan memanggil sejumlah ASN yang diduga ter...
13/06/2026

Viral Pamer Gaji Ke-13, ASN Jambi Terancam Sidang Etik!

Pemerintah Kota Jambi akan memanggil sejumlah ASN yang diduga terlibat dalam video viral pamer gaji ke-13 di media sosial. Sekda Kota Jambi, A. Ridwan, menegaskan bahwa gaji ke-13 diberikan untuk membantu kebutuhan keluarga dan pendidikan anak, bukan untuk ajang pamer atau hura-hura.

Sebenarnya mereka tidak harus seperti itu, karena gaji 13 itu juga tidak besar. Gaji itu sebenarnya untuk membantu beban pegawai yang menyekolahkan anak, kegiatan sosial," kata Ridwan saat ditemui di Aula Griya Mayang, Kota Jambi, (11/6/2026). Di lansir dari Kompas

Empat ASN yang diduga muncul dalam video tersebut akan dimintai keterangan dan menjalani pembinaan. Jika ditemukan pelanggaran etika, kasus ini berpotensi dibawa ke majelis kode etik ASN untuk menentukan sanksi lebih lanjut.

Address

Wonogiri
54224

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sobat Ngarit posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share