Koran Harian Rakyat Sultra

Koran Harian Rakyat Sultra Memuat Berita Tentang pertumbuhan dan pembangunan di Sulawesi Tenggara

27/01/2023

Muslium pasti paham,,

OLEH : Muliadi ( Ketua Bidang Kaderisasi dan Organisasi Partai Cinta Negeri DPW SULTRA , Mahasiswa Ilmu Politik UHO , da...
06/07/2020

OLEH : Muliadi ( Ketua Bidang Kaderisasi dan Organisasi Partai Cinta Negeri DPW SULTRA , Mahasiswa Ilmu Politik UHO , dan Kader HMI Cabang Kendari )

Tidak Sengaja , Positif Covid-19 Makin Meningkat Saat New Normal

Pertambahan angka positif Covid-19 yang semakin hari kian melonjak jumlahnya belum juga menunjukkan tanda-tanda virus ini akan lenyap dari negeri ini , hal ini menjadi duka mendalam yang entah sampai kapan virus ini (Covid-19) akan pergi meninggalkan tanah ibu pertiwi ini .

Hidup dan beraktivitas di tengah pandemi seperti saat ini memang bukan suatu perkara yang mudah terlebih kita dituntut untuk terus mengikuti himbauan pemerintah dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 ( Corona Virus Disease 2019 ) , mengingat korban yang berjatuhan akibat virus ganas ini sudah begitu banyak, terkhusus di negeri ini yang sampai hari ini , Senin (6/7/2020) telah menelan korban meninggal sebanyak 3.171 jiwa , dengan rincian 31.473 jiwa dalam perawatan medis . (Kompas.com) .

Peningkatan jumlah korban positif Covid-19 yang semakin hari kian masif bertambah tentu menjadi duka yang sangat mendalam untuk negeri ini terlebih untuk keluarga para korban yang ditinggalkan akibat virus tersebut (Covid-19) yang sampai saat ini belum juga ditemukan vaksin mujarab untuk dapat membendung k***a pertambahan korban akibat Covid-19 .

Dengan jumlah kasus positif Covid-19 yang semakin hari kian tak terbendung jumlahnya kita tentu bertanya-tanya sampai kapan kita akan terus 'hidup berdamai dan berdampingan bersama Covid-19' ? seperti yang dikatakan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu dimana dengan adanya Covid-19 seperti saat ini kita dihimbau untuk tetap dapat hidup berdamai dan juga berdampingan bersama virus . Pernyataan tersebut cukup menggelitik dan terbilang aneh jika kita nalar secara sesaat , namun dibalik pernyataan orang nomor 1 di indonesia tersebut pastilah terdapat makna filosofis yang termaktub didalamnya , karena jika kita mengtaklid buta pernyataan tersebut tentu agak aneh dan juga cukup riskan/berbahaya jika kita harus hidup berdamai bersama virus , syukur kalau virusnya mau hidup berdamai bersama kita , kalau virusnya tidak mau berdamai bagaimana ? ucap mantan Wakil Presiden indonesia periode 2014-2019 , Jusuf Kalla .

Lanjut membahas ihwal New Normal atau Normal Baru seperti di judul tulisan ini yang penulis berikan yaitu "Tidak sengaja , Positif Covid-19 Makin Meningkat Saat New Normal " . New Normal kini menjadi buah bibir dikalangan masyarakat terlebih dikalangan para akademisi , dan juga tentunya mahasiswa , dalam melihat kebijakan New Normal dilihat dari berbagai macam sudut pandang .

Jika kita tela'ah secara lebih eksplisit New Normal/Normal Baru atau dalam hal ini beraktivitas kembali seperti semula sebelum adanya Covid-19 namun dengan cara yang baru dengan mematuhi protokol Covid-19 dengan cara diantaranya yaitu :
-Rajin mencuci tangan
-Menggunakan masker
-Menjaga jarak
-Rajin berolahraga
-Menjauhi kerumunan
-Menjaga pola hidup sehat

Namun, jika kita lihat secara objektif seperti realitas yang terjadi k***a jumlah korban terdampak Covid-19 semakin hari belum juga kian melandai , hal ini memunculkan pertanyaan " sudah tepatkah langkah yang diambil pemerintah dalam menerapkan kebijakan New Normal disaat k***a positif Covid-19 semakin meningkat ? " .

Langkah yang diambil pemerintah dalam menerapkan New Normal/Normal Baru disaat pelonjakan angka positif Covid-19 penulis rasa cukup gegabah, bagaimana tidak, jika kita mengacu pada himbauan dari World Health Organization ( WHO ) yang menghimbau agar pelonggaran seperti New Normal dilakukan jika jumlah kasus positif Covid-19 tidak bertambah selama 2 (dua) Minggu barulah pelonggaran seperti New Normal dapat diterapkan , namun apa yang terjadi dengan indonesia ? Disaat k***a pelonjakan korban positif Covid-19 kian meningkat dari hari ke hari malah dengan gegabahnya ingin menormalkan kembali aktifitas seperti sediakala walaupun dengan sedikit catatan harus tetap mengikuti protokol Covid-19 , namun siapa yang dapat menjamin himbauan untuk tetap mematuhi protokol Covid-19 disaat beraktifitas akan terus dilakukan oleh masyarakat ?

Penulis akan memberikan sebuah analogi sederhana : Jika dengan himbauan untuk tetap di rumah saja sudah puluhan ribu jiwa yang terjangkit Covid-19 bagaimana dengan himbauan untuk beraktifitas seperti semula namun sedikit dipoles oleh protokol Covid-19 (New Normal) , apalagi diterapkannya New Normal disaat peningkatan korban positif Covid-19 kian masif terjadi , apa yang akan terjadi ? Sudah menjadi suatu hal yang mutlak bahwa angka pertambahan kasus akibat terjangkit Covid-19 akan kian melonjak jumlahnya .

Jika melihat realitas yang terjadi saat ini di era New Normal aktifitas yang dilakukan masyarakat diberbagai tempat dapat dikatakan acuh tak acuh terhadap himbauan yang diberikan pemerintah, hanya sebagian kecil saja yang mau mematuhi protokol Covid-19 salah satunya dengan menjaga jarak . Peristiwa itu bisa kita saksikan contohnya dipelbagai universitas di indonesia dimana dengan kebijakan New Normal yang ada langsung disambut hangat oleh kalangan mahasiswa dengan maraknya aksi demonstrasi yang dilakukan dengan merujuk pada pelbagai persoalan diantaranya penurunan Uang Kuliah Tunggal (UKT) , yang dimana hal tersebut tentu cukup fundamental mengingat ilmu yang didapatkan dari proses perkuliahan secara online tidak sebanding dengan ilmu yang didapatkan jika dibandingkan face to face secara langsung dengan dosen di ruang kelas , apalagi mengingat dibeberapa daerah yang masih terkendala persoalan jaringan yang sulit menjadi persoalan khusus yang harus dihadapi oleh mahasiswa , pun dengan para dosen .

Namun bukan hanya persoalan diatas yang ada, masih banyak pelbagai permasalahan yang kita temui diantaranya tempat-tempat keramaian mulai kembali dibuka seperti tempat-tempat wisata yang kembali mulai ramai dikunjungi para wisatawan , jika saja Covid-19/virus corona seperti halnya manusia mungkin saja virus corona menangis melihat pelbagai peristiwa yang terjadi di negeri ini .

Keputusan pemerintah dalam mengambil kebijakan New Normal disaat k***a peningkatan positif Covid-19 semakin melonjak membuat para ahli angkat bicara , diantaranya datang dari dewan pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra, menuturkan sikap gegabah pemerintah dengan kembali membuka 9 (sembilan) sektor ekonomi yang dimana kesembilan sektor ekonomi itu adalah :
1. Pertambangan
2. Perminyakan
3. Industri
4. Konstruksi
5. Perkebunan
6. Pertanian dan peternakan
7. Perikanan
8. Logistik
9. Transportasi Barang
Hermawan saputra mengatakan " inilah risiko pembukaan sektor-sektor tersebut , kita sekarang mengalami kenaikan kasus positif Covid-19 secara konsisten diatas 1.000 perhari , lonjakan itu terjadi diberbagai wilayah seperti
Jawa Timur dan Jawa Tengah yang cukup signifikan "(Bisnis.com) .

Tidak hanya itu , kritikan untuk langkah pemerintah dalam menerapkan New Normal disaat k***a positif Covid-19 belum melandai juga datang dari pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran dr. Panji Fortuna Hadisoemarto , ia mengatakan " pemerintah seharusnya fokus pada menekan angka kasus virus corona dahulu ketimbang berfikir melonggarkan aturan demi ekonomi , kesehatan harus aman dulu baru ekonomi bisa tumbuh . Pedomannya itu harus aman dan produktif , jangan terbalik produktif dulu baru aman "(cnnindonesia.com) .

Langkah pemerintah dalam membuka sektor-sektor ekonomi yang salah satu diantaranya sektor pertambangan kembali menjadi buah bibir dikalangan masyarakat . Keputusan untuk mendatangkan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China untuk bekerja di Provinsi Sulawesi Tenggara , tepatnya di kabupaten Konawe , Kecamatan Morosi , untuk bekerja di PT Obsidian Stainless Steel (OSS) , join operasional dengan PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) langsung menuai Pro-Kontra dikalangan masyarakat indonesia terkhusus dari kalangan masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) yang dimana tindakan mendatangkan TKA asal China tersebut langsung disambut dengan aksi demonstrasi dari kalangan masyarakat Sultra sebagai tanda protes ketidaksetujuan masyarakat dengan keputusan pemerintah untuk mendatangkan TKA asal China tersebut , tindakan demonstrasi yang dilakukan masyarakat tak terlepas dari perasaan yang masih 'terkikis' akibat Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian dengan banyaknya pekerja lokal yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) namun pemerintah dengan perasaan tidak berdosanya mendatangkan TKA asal China untuk datang bekerja di Sultra disaat pandemi Covid-19 semakin masif menjangkit masyarakat . Langkah pemerintah tersebut tentu menjadi pukulan batin bagi masyarakat Sultra apalagi mengingat biang virus tersebut (Covid-19) berasal dari negara asal para TKA yang didatangkan itu .
Keputusan gegabah pemerintah pusat dalam menetapkan New Normal semakin menjadi-jadi dengan bertambah banyaknya kasus positif Covid-19 di negeri ini, terkhusus di Sultra baru-baru ini kembali terdengar santer di media dimana salah satu Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo (UHO) dan 2 (Dua) Mahasiswa dari Fakultas yang sama dinyatakan positif terjangkit Covid-19 , namun hal ini belum diketahui secara pasti apakah mereka (Dosen dan Mahasiswa) terjangkit Covid-19 di kampus ataukah ditempat lain . Menanggapi hal tersebut Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Kendari , dr.Alghazali Amirullah , mengatakan “ Saat ini tiga orang orang positif ini sudah diisolasi atau dikarantina di rumah sakit umum daerah (RSUD) Kota Kendari ” , dr.Alghazali Amirullah menambahkan bahwa “ kita harus lebih berhati-hati dan waspada , karena kalau sudah seperti ini di kota kendari transmisi lokal dan sudah sporadis bermunculan dimana-mana . kita tidak tahu lagi dari mana sumbernya, karena protokol kesehatan sudah tidak lagi diindahkan oleh masyarakat ” (inilahsultra.com) . Hal tersebut semakin diperparah dengan peristiwa kemarin pada saat Calon Mahasiswa Baru (CAMABA) yang hendak akan melakukan Rapid Test yang bertempat di Auditorium Mokodompit Universitas Halu Oleo (UHO) guna untuk menjalani Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) malah dengan amburadulnya berdesak-desakan seperti halnya ingin mengantri Sembako, padahal realitasnya antrian itu ditujukan untuk Rapid Test Covid-19 . Entah ini salah siapa , apakah salah pihak panitia ataukah memang datang dari kelalaian para CAMABA sendiri yang tidak mengikuti instruksi dari pihak panitia penyelenggara SBMPTN .
Dari pelbagai peristiwa yang terjadi kita dapat mengambil konklusi bahwa langkah yang diambil pemerintah dalam menerapkan New Normal disaat pandemi Covid-19 yang terus-menerus meningkat drastis peredarannya hanya akan semakin mempercepat proses penyebaran Covid-19 , dan semakin membuat 'nyaman' Covid-19 untuk tetap dan terus bertahan di negeri ini hingga batas waktu yang semakin sulit untuk dapat kita prediksi kapan akan berakhirnya .

Jika kita akan terus-terusan hidup berdampingan dan berdamai dengan Covid-19 seperti yang di instruksikan pemerintah pusat dalam hal ini Presiden, dengan angka korban jiwa meninggal akibat terinfeksi Covid-19 yang semakin hari kian melonjak jumlahnya, apakah pemerintah akan mengatakan keputusan menerapkan New Normal disaat penyebaran virus yang semakin mengganas adalah keputusan yang tidak sengaja ?

Ekonomi masih dapat dikembalikan / dinormalkan ( walaupun cukup sulit mengingat situasi saat ini yang terbilang sangat genting , namun itu masih mungkin dapat terjadi ) , tetapi nyawa tidak akan dapat dikembalikan ( walaupun dengan cara apapun itu ) !

04/03/2020

Nafsu Kalbu

Anugerah tak ada yang salah, tapi yang mendapat anugerah yang kadang menyalahgunakannya
(Anas Regandhi)

Setelah perkenalan di restoran ternama itu, hubungan mereka semakin jauh. Daniel semakin cinta kepada Arin, walau cintanya belum pernah mendapatkan balasan. Arin bukannya tak cinta. Tapi, masih ada kendala besar dalam benaknya untuk membalas cinta Daniel. Kendala itu cuma Arin yang tahu.
Arin makhluk Tuhan bertubuh indah. Kulitnya putih bersih bersinar. Wajahnya mulus tak bernoda. Pinggulnya montok seperti biduan dangdut. Perut super langsing. Rambut lurus panjang selalu terurai. Bibir seksi hidung mancung. Bulu mata lentik. Barisan gigi tertata rapi. Sehingga bila Arin tersenyum, semut pun bisa kencing manis. Satu kebiasaan Arin yang menantang, dia senang memakai baju seksi sehingga belahan dadanya selalu nampak. Iler lelaki mana yang tidak jebol bila memandangnya?
Daniel awalnya juga terperangkap oleh keindahan Arin. Di restoran ternama itu, Arin menghipnotis Daniel dengan auranya. Daniel terjebak ke dalam kisah klasik. Jatuh cinta pada pandangan pertama. Cinta Daniel menjadi kronis karena Arin selalu memberi harapan. Sepi hati Daniel bila sehari tak bertemu dengan Arin.
Arin merasakan hal yang sama. Makanya, harapan untuk Daniel selalu ada. Jujur saja, Daniel orang gagah. Tubuhnya begitu proporsional. Sikapnya lemah lembut dan perhatian kepada Arin. Jiwa raga Arin terlindungi bila berada di sisi Daniel. Namun, ada kata ‘tetapi’ di hati Arin yang selalu menghantuinya.
“Arin yang malang, jangan bohongi kata hatimu! Kalau kamu mencintainya, balaslah cinta itu!”
“Jangan gegabah Arin yang cantik. Tugasmu hanya sebatas membahagiakan sesama. Dia sudah cukup bahagia bersamamu, walau bibir mungilmu belum pernah membalas cintanya.”
“Sampai kapan kebahagiaannya itu menyiksamu Arin yang malang? Kondisimu yang memendam terus tidak bisa memilikinya. Mestinya kamu balas cintanya, dan bahagia bersamanya. Kalau memang dia benar-benar cinta, dia akan menerima segala kekuranganmu.”
“Yang kamu miliki bukan kekurangan Arin yang cantik. Tapi takdir. Garis tangan yang kamu coba ingkari. Bila cintanya normal, maka cintanya tidak akan pernah menerima pengingkaranmu itu. Hatimu akan remuk. Terlebih lagi hatinya. Tunggu sajalah waktu yang tepat agar dia pergi tanpa sedikit pun rasa sakit.”
“Waktu tidak bisa ditunggu. Ingat itu Arin yang malang. Waktu senantiasa bergulir, menggilas apa saja yang menghalang. Dan kamu tidak boleh berdiam diri seperti ini. Datangi sajalah dia. Katakan kalau kamu juga cinta padanya.”
“Arin yang cantik, cintamu haram diucapkan. Pergilah ke depan cermin dan lihatlah dirimu.”
“Pergilah Arin yang malang. Cermin itu akan mengagumi kecantikanmu. Kecantikan yang bisa membuatmu memiliki segalanya. Termasuk memiliki dia.”
“Arin yang cantik. Kamu memang cantik. Tapi, kecantikanmu itu akan memberimu kemalangan. Kemalangan tingkat akhir. Karena kecantikanmu itu jauh meninggalkan kodratnya.”
“Tuhan menganugerahi kecantikan kepada setiap makhluk-Nya.”
“Kecantikanmu menyalahi yang semestinya.”
“Anugerah Tuhan tidak ada yang salah.”
“Anugerah memang tidak ada yang salah. Tapi, yang mendapat anugerah itu kadang menyalahgunakannya.”
Arin tertunduk lesu di depan pagar rumah kontrakannya. Matanya berkaca-kaca. Ada gejolak rasa di balik belahan dadanya yang terbungkus kostum merah segar. Gejolak rasa yang dia sendiri tak mampu membedakan mana bisikan kalbu, mana bisikan nafsu. Arin tersiksa oleh dilema. Dia menyerah pasrah pada rencana kemutlakan.
Malam bergerak menanjak. Membawa udara dingin menerpa kulit Arin. Dia duduk menunggu Daniel datang menjemput. Wajahnya berseri-seri memantulkan cahaya rembulan. Baju merah segar menambah indah kulit putihnya. Rambutnya yang panjang terurai melambai-lambai karena hembusan angin malam.
Tak begitu lama. Betis Arin yang terbuka terkena cahaya lampu motor. Daniel datang. Motor bertangki besar berwarna hitam serasi dengan postur tubuhnya. Motor Daniel berhenti di depan Arin. Sang Bidadari diajak naik. Mereka beranjak mengikuti sebuah acara megah. Arin mendapat undangan kehormatan di acara tersebut.
Di perjalanan. Di bawah pancaran lampu kota, Arin tak berhenti memeluk Daniel dari belakang. Pelukan Arin melahirkan dua penafsiran di hati Daniel. Pelukan itu bisa berarti Arin tidak mau melepaskan Daniel meski ucapan cinta belum ada. Pelukan itu juga bisa berarti kalau Arin akan memeluknya untuk yang terakhir kali.
Merasakan irama deru getaran motor, Arin menyandarkan kepalanya di punggung Daniel. Matanya terpejam merasakan napas Daniel keluar masuk. Arin terbang bersama kedamaian. Di tengah kedamaian, dia bermimpi. Bermimpi tentang Daniel, bermimpi tentang dirinya yang keluar dari kodratnya sejak pertama kali menghirup udara di bumi.
Dia seorang wanita. Mimpi Arin sangat sempurna. Keinginan-keinginan dalam hatinya mudah terpenuhi. Bagaikan berada di surga, seperti dongeng-dongeng guru agama ketika masih sekolah. Memiliki Daniel tidak mustahil di mimpinya. Tinggal menciptakan keinginan dalam hati, segalanya akan jadi kenyataan dengan sendirinya.
Mimpi Arin kian jauh seiring dengan teraturnya napas di tubuhnya. Pelukan di tubuh Daniel semakin erat. Daniel merasakan ada yang ganjil. Tapi dia membiarkan begitu saja. Dia memasrahkan tubuhnya dipeluk Arin. Mimpi indah Arin tiada menemukan ujung. Bunga-bunga warna-warni harum. Semerbak di mana-mana. Wajah Arin menciptakan senyum bahagia.
Daniel berkata bahwa mereka telah sampai di acara yang dituju. Bunga-bunga di mimpi Arin melayu. Dari jauh tinggi di awan-awan, kini Arin mendapati dirinya kembali duduk di sadel motor Daniel. Dia merapikan kostum dan rambutnya yang berantakan terkena angin. Lalu menggandeng tangan Daniel masuk ke acara megah itu.
Daniel baru tahu kalau acara yang mereka datangi adalah acara kontes kecantikan. Dia penasaran dengan acara seperti ini. Tamu undangan telah banyak berdatangan. Kebanyakan mata yang ada di sana memandangi Arin yang menggandeng tangan seorang pria gagah. Pandangan orang beragam. Ada yang kagum, ada yang biasa-biasa saja, bahkan ada yang mencibir. Mencibir adalah ekspresi yang paling banyak. Entah cemburu kepada Arin, ataukah memustahilkan pandangan mereka.
Arin memasuki aula acara dengan langsung menempati kursi VVIP yang telah disediakan. Daniel, dengan kedua matanya, membaca namanya tertempel di kursi VVIP. Daniel Mizwar. Dia melirik nama yang tertempel di kursi Arin. Arinda Maeswari. Daniel paham, Arin merencanakan hal ini.
Arin duduk gelisah. Pikirannya ingin segera sampai ke ujung acara. Daniel tidak peka melihat kegelisahan Arin. Dia konsentrasi menyaksikan pertunjukan dalam kontes kecantikan tersebut. Sesekali, Daniel kagum dalam hati pada beberapa makhluk cantik yang mengikuti kontes tersebut.
Di penghujung acara, pemenang kontes kecantikan tahun ini telah terpilih. Kini tinggal penyerahan mahkota dari pemenang tahun lalu. Daniel kaget bukan main setelah mendengar host menyebut nama Arinda Maeswari dipanggil. Arinlah yang menyerahkan mahkota kecantikan kapada pemenang. Artinya, Arin???
Tak pernah terbesit di benak Daniel sebelumnya kalau Arin ternyata waria. Matanya sangat tertipu. Dia pergi meninggalkan acara itu tanpa Arin. Ada rasa melebihi duka dibawanya pulang. Cintanya yang dulu kuat bagai tsunami, kini kering meninggalkan keretakan.
Sementara Arin duduk tepekur kembali di kursi VVIPnya. Sesal memang harus dia jalani. Matanya lembab. Tak tahu mau menyalahkan siapa.
“Inilah nafsumu Arin yang malang.”
“Tidak Arin yang cantik. Ini kalbumu.”
“Tidak, ini nafsu.”
“Kalbu.”
“Nafsu.”
“Kalbu.”
“Diaaaaaam. Aku tidak memilih kalian berdua.” Pilihan ketiga Arin menengahi.

Nama Penulis : Anas Regandhi
Pekerjaan. : Guru bahasa Indonesia Yayasan Tunas Bangsa Makassar
Karya. : Lupa Sila (Kumcer), Kontrol Z (novel)
Norek. : 7052125281 (BTN Syariah)
No HP. : 085299786088

Putra Putra Terbaik MunaFigur No berapa Menurut Pilihan Anda Yang Akan Memimpin Muna 5 Tahun Kedepan..  dan beri Alasany...
01/02/2020

Putra Putra Terbaik Muna
Figur No berapa Menurut Pilihan Anda Yang Akan Memimpin Muna 5 Tahun Kedepan..
dan beri Alasanya

01/02/2020

Tes CPNS Butur
Asal Baubau Raih Nilai SKD 414 Poin

BURANGA – Fajriani Samrin, Salah satu Calon Pegawan Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Buton Utara (Butur) asal kota Baubau menempati posisi nilai tertinggi sementara. Dia sukses menjawab soal ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan total nilai 414 poin.

Poin tersebut merupakan hasil akumulasi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dengan nilai 135, Tes Intelegensia Umum (TIU) 135, dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 144.

Fajriani Samrin, tercatat sebagai salah satu peserta di sesi IV hari ketiga ujian SKD. Perempuan kelahiran 12 Januari 1997 ini berasal dari jurusan Geofisika Universitas Hasanuddin, Makassar.

Informasi yang diperoleh dari panitia seleksi daerah (Panselda), Fajriani adalah anak dari salah satu PNS di Dinas Perdagangan Kota Baubau. Sementara ayahnya, kini telah wafat.

Hingga sesi IV hari ketiga pelaksanaan ujian SKD CPNS Butur, peraih nilai ujian yang menyentuh angka 400 ke atas kini sudah berjumlah tiga orang.

Ketiganya adalah Fajriani Samrin dengan nilai 414 poin, Harni 400 poin dan Imam Ashiddiq Mabrur dengan skor 403 Poin. Imam, tercatat lulus pada SKD sehari sebelumnya.

Kebijakan yang tepat👍👍👍
01/02/2020

Kebijakan yang tepat👍👍👍

Nama-namanya sudah ada, tinggal kami surati untuk dimintai klarifikasi.

01/02/2020

Berkomitmen untuk menghabiskan hidup bersama pasangan bukanlah keputusan yang mudah dibuat - Family - Okezone Lifestyle

Berita Bola
23/04/2017

Berita Bola

​Lionel Messi merupakan pesaing utama Cristiano Ronaldo sejak beberapa tahun terakhir ini. Bahkan, bintang Barcelona tersebut akhirnya mengakui kehebatan...

27/02/2017

Address

Matombura
Raha

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00

Telephone

+6281343889054

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Koran Harian Rakyat Sultra posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Koran Harian Rakyat Sultra:

Share