14/06/2026
Taat kepada suami adalah bagian dari taat kepada Allah
Selama ketaatan itu berada dalam koridor syariat dan tidak mengandung maksiat kepada-Nya. Dari sinilah ketaatan itu bernilai ibadah dan menjadi sebab turunnya keberkahan dalam rumah tangga.
Dalam sebuah hadis, Nabi ﷺ menjelaskan kriteria perempuan terbaik. Ketika beliau ditanya, “Siapakah perempuan terbaik?” beliau ﷺ bersabda,
التي تَسُرُّهُ إِذا نَظَرَ، وتُطِيعُهُ إذا أَمَرَ، ولا تُخالِفُهُ في نَفْسِها ولا مالها بما يَكْرَه
“Yaitu perempuan yang membuat suaminya gembira ketika ia memandangnya, menaati suaminya ketika ia memerintah dan tidak menyelisihinya pada dirinya sendiri maupun pada hartanya dalam hal yang tidak disukainya.” (HR An-Nasa’i, no. 3231, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani)
Hadis ini menegaskan bahwa ketaatan dan keselarasan sikap seorang istri adalah fondasi ketenteraman rumah tangga. Ketaatan di sini bukan dalam makna penghambaan, tetapi dalam makna menjaga struktur kepemimpinan yang Allah tetapkan agar kehidupan berumah tangga tetap teratur dan saling melengkapi.