11/03/2026
Didatangi Aparat Usai Kritik Program MBG, Ketua Komite Sekolah di Batang: “Saya Hanya Sampaikan Fakta di Lapangan”
BATANG, JAWA TENGAH – Polemik pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang menjadi sorotan setelah Ketua Komite SMA Negeri 1 Batang sekaligus Ketua Komite SMP Negeri 5 Batang, Siswanto, mengaku didatangi sejumlah pihak usai menyampaikan kritik terkait pelaksanaan program tersebut.
Siswanto menyebut kedatangan tersebut terjadi setelah dirinya memberikan keterangan kepada beberapa media mengenai kondisi pelaksanaan program MBG di sejumlah sekolah pada Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, pihak yang datang ke rumahnya terdiri dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kasepuhan, serta mitra SPPG.
“Iya, saya langsung didatangi mitra SPPG, Kepala SPPG Kasepuhan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas,” ujar Siswanto saat dikonfirmasi.
Meski demikian, Siswanto menegaskan dirinya tidak mempermasalahkan kedatangan tersebut. Ia menilai kritik yang disampaikannya merupakan bentuk pengawasan sebagai perwakilan komite sekolah.
“Bagi saya tidak masalah. Silakan kalau ada yang ingin menyanggah atau bahkan mensomasi berita itu. Karena apa yang saya sampaikan sesuai dengan data dan kondisi nyata di lapangan,” tegasnya.
Diminta Klarifikasi Pemberitaan
Dalam pertemuan tersebut, Siswanto mengaku diminta menyampaikan klarifikasi kepada wartawan bahwa menu MBG yang diberitakan tidak hanya berasal dari SPPG Kasepuhan, melainkan juga dari penyedia lain.
Namun Siswanto menyebut klarifikasi tersebut seharusnya disampaikan langsung oleh pihak yang merasa keberatan kepada media sebagai bagian dari hak jawab.
“Mereka meminta saya menyampaikan klarifikasi kepada wartawan. Saya sampaikan, silakan saja bicara langsung ke wartawannya, itu hak jawab mereka,” jelasnya.
Temuan Soal Menu MBG
Sebelumnya, Siswanto secara terbuka menyampaikan sejumlah temuan terkait pelaksanaan program MBG di beberapa sekolah di Batang.
Sebagai pengurus komite sekolah, ia mengaku rutin memantau pelaksanaan program tersebut dan menerima laporan dari guru maupun pihak sekolah.
Dari laporan yang diterima, ia menemukan beberapa persoalan terkait kualitas menu makanan yang dibagikan kepada siswa.
Salah satunya terjadi di SMP Negeri 6 Batang, di mana guru mengeluhkan menu makanan yang dinilai kurang layak, seperti jeruk yang sudah busuk, roti, siomay, hingga sayur jagung rebus.
Menurut Siswanto, kondisi tersebut tidak sejalan dengan konsep program MBG yang disampaikan pemerintah pusat.
“Terkait program MBG ini, menurut saya pelaksanaannya di lapangan belum sesuai dengan apa yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka,” ujarnya.
Program Prioritas Pemerintah
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah di Indonesia.
Program ini dijalankan melalui dapur umum yang disebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang bertugas menyiapkan dan mendistribusikan makanan bergizi kepada siswa di sekolah penerima manfaat.
Pemerintah berharap program tersebut dapat membantu meningkatkan kesehatan, konsentrasi belajar, serta mendukung tumbuh kembang anak-anak Indonesia.
Sementara itu, berbagai pihak menilai kritik dari masyarakat, termasuk dari komite sekolah, merupakan bagian dari pengawasan publik agar pelaksanaan program berjalan sesuai tujuan dan kualitas yang diharapkan.