Para pecinta naruto

Para pecinta naruto No coment...

05/01/2014

KATA-KATA DAHSYAT DARI FILM NARUTO
--------------------------------------------------
1. “Kalau mau saling mengerti, lakukan saja setelah membuat lawan mengalami hal yang sama” (Yahiko, chapter 372)

2. “Aku hanya ingin melindungi mereka, walau harus menjalani penderitaan seperti apapun” (Nagato, chapter 373)

3. “Penderitaan membuatku semakin kuat dan berkembang” (Pein, chapter 474)

4. “Shinobi yang melanggar aturan memang disebut sampah, tetapi shinobi yang meninggalkan sahabatnya lebih rendah dari sampah” (Uchiha Obito)

5. “Aku tak akan menarik kembali kata-kataku, karena itulah jalan ninjaku” (Uzumaki Naruto)

6. “Selemah apapun musuhku, aku tidak akan meremehkan mereka” (Aburame Shino)

7. “dan aku akan terus berusaha agar keberadaanku diakui oleh seluruh desa dan menjadi hokage kelak”(uzumaki naruto)

8. “Seni itu adalah sesuatu yang rapuh, yang menghilang dalam sekejap” (Deidara)

9. “Aku tersesat di jalan yang bernama kehidupan” (Hatake Kakashi)

10. “Sepertinya aku harus meninggalkan Konoha demi menyelamatkan Konoha” (Jiraiya)

11. “Manusia tak kan pernah bisa menang dari rasa kesepian” (Gaara)

12. “Yang diperlukan oleh Shinobi bukan jumlah jutsu yang dapat dikuasainya, tetapi yang diperlukan Shinobi adalah tekad pantang menyerah” (Jiraiya)

13. “A loser is a loser” (Neji Hyuuga)

14. “Kemampuan individu seorang ninja memang penting, tetapi yang lebih penting lagi adalah kerjasama tim” (Hatake Kakashi)

15. “Kalau tanganku patah, akan ku tendang dengan kakiku ini. Kalau kakiku patah, akan ku gigit dengan gigiku ini. Kalau gigiku dihancurkan juga, akan ku lihat dengan dengan tatapan tajam. Dana kalu mataku dihancurkan juga, akan ku gunakan tubuhku untuk melawannya. Dan jika tubuhku dihancurkan juga, aku pasti akan mengembalikan Sasuke” (Uzumaki Naruto)

16. “Shinobi bukan dilihat dari cara hidupnya, tetapi bagaimana ia mati” & “Kehidupan Shinobi dinilai bukan dari bagaimana menjalaninya, tetapi dari apa yang sudah dilakukannya” (Jiraiya)

17. “Semua orang hidup hidup terikat dan bergantung pada pengetauhan atau presepsinya sendiri, itu disebut kenyataan. Tetapi pengetahuan atau presepsi itu sesuatu yang samar. Bisa saja kenyataan itu hanya ilusi, semua orang hidup dalam asumsi” (Uchiha Itachi)

18. “Masa depanmu adalah kematian” (Hatake Kakashi)

19. “Kau gagal tetapi masih bisa mampu bangkit kembali, karena itu menurutku arti dari kuat yang sebenarnya” (Hinata Hyuuga)

20. “Aku akan menolongnya meski harus mengorbankan nyawa karena dia adalah temanku” (Shikamaru Naara)

21. “Ninja Yang Paling Buruk adalah Ninja Pengkhianat Desa… Ninja Yang Lebih Buruk Dari Ninja Pengkhianat Desa Adalah Ninja Yang Membiarkan Temannya Dalam Bahaya….!!!” (Kakashi Hatake)

22. “.. seperti apapun juga.. aku akan terus melangkah dan melangkah untuk menolong sasuke, walau harus mempertaruhkan nyawa seperti apapun..”( Naruto Uzumaki)

23. “jangan tarik kata katamu..sekalipun itu akan membawamu kepada kehancuran..karena kau laki laki,,dan itu adalah jalan ninjamu..(uzumaki naruto)

24. “Kau adalah anaku, dan dengan kekuatan Kyuubi kau akan membangun kembali Konoha!”
( Minato Namikaze)

25. “aku ini tidak punya orang tua, aku selalu mrasa sendiri
sluruh orang didesaku memandangku dengan tatapan kebencian, mereka menganggapku monster, sampai-sampai keberadaanku pun tidak mereka hargai, tetapi ada satu orang yang mengakui keberadaanku, ia adalah orang yang pertama kali mengakui kalau aku ini ada, dan selamanya takkan ku biarkan ia pergi, ia adalah sasuke, sasuke adalah teman terbaik ku...
(naruto uzumaki)

SASORi

05/01/2014

CERITA LUCU NARUTO

Judul:Naruto Vs Pocong
Status:Prediksi
Chap:1000.000

Dimalam hari ujian pertama dari Kakashi Sensei yang bikin BETE banget
NARUTO : Hah!!!! dimana si guru Kakashi itu, kita dah nungguin ampe malem nih kok gak datang2
SAKURA : Sabar Naruto sabar (dalam hatinya nih dia dah ngamuk)
SASUKE : Teman2 ada yang datang
NARUTO : apa itu Sasuke....
Terus mereka siap siaga takut ada yang akan menyerang mereka
ternyata itu guru Kakashi
KAKASHI : Yosh semuanya
NARUTO : Kau dari mana saja!!!!!!!!!!!
KAKASHIi : He..he..he Sorry, Tadi aku tersesat
Ditengah pertengkaran mereka muncul mahluk putih dengan sosok yang menyeramkan
pocong : HELO..........
NARUTO.CS : AAAAAAAAAAA!
SASUKE : Si..si..si..siapa kau?
pocong : Yah songong loh gue pocong
SAKURA : AHHHHHHHH...PO..PO..PO..PO..CONG…!!!
Lalu Sakura yang penakut itu lansung pingsan
NARUTO : KABUR....!!!!!!!
SASUKE : TUNGGU AKU NARUTO!!!!!
KAKASHI : Hmmh sudahlah, kau tidak perlu pake ilmu genjutsu
pocong : GENJUTSU?
KAKASHI : MANGEKYOU SHARINGAN!!!!!

Kakashi melihat wujud asli mahluk itu dengan Sharingan tapi hal yang mengejutkan terjadi.
KAKASHI : KAMU pocong BENERAN YAH..?
pocong : OH YA IYA LAH
Kakashi pun pingsan ditempat.
SASUKE : Tunggu naruto guru Kakashi pingsan
NARUTO : Ayo samperin
pocong : Wkwkwkwkw dia udh pingsan :)
SASUKE : Banyak gaya lo, Gw Chidori lo baru tau rasa, Chidori + Sharingan!!!
Sasuke pun menChidori pocong itu
pocong : oohhh, tidak kena, woooooo!!!
Pocongnya Pun menyoraki Sasuke
SASUKE : Mangekyou sharingan, susanoo!!!

NARUTO : Giant Rasengan

pocong : Aduhhh kena juga gw, ah, gw panggil temen-temen gw ah, POCOOOONG!!!
pocong serang mereka berdua
NARUTO dan SASUKE : ayo naruto kita kabur, KABUR!!!!
pocong : jurus duarebu bayangan

SASORi

04/01/2014

Memek Manis

Sasori

30/12/2013

Hay

Uchiha

Sejarah Hitam Klan Uchiha : Darah Warisan TenguBagi kamu penggemar Naruto, pasti pengen lebih mengenal asal mula tokoh k...
09/10/2013

Sejarah Hitam Klan Uchiha : Darah Warisan TenguBagi kamu penggemar Naruto, pasti pengen lebih mengenal asal mula tokoh krakternya. Nih, aku punya salah satu asal mula tokoh karakter, yaitu asal mula keluarganya. Asal mula keluarga uchiha, yang kita kenal salah satunya adalah Uchiha Sasuke. Klan Hyuuga merupakan salah satu daripada Klan paling lama yang mendiami Kampung Konoha. Mereka sudah ada di sana(Konoha Village) semenjak awal penubuhannya. Pada zaman dahulu ada seorang anak gadis dari Klan Hyuuga telah jatuh cinta dengan seorang lelaki pendatang. Gadis tersebut mengambil keputusan utk menikahi lelaki itu meskipun mendapat tentangan dari klannya sendiri. Sebenarnya lelaki itu bukanlah orang biasa. Bahkan lelaki ini bukan manusia sama sekali. Namanya ialah Sojobo. Dia adalah Raja Tengu.
Terdapat dua jenis Tengu. Pertama, Tengu Karasu( makhluk yg mirip seperti gagak serta memiliki paruh dan sayap) dan Kedua, Tengu Konoha ( atau di kenali juga sebagai Tengu Yamabushi). Sojobo ialah Tengu Konoha. Dia memiliki hidung yg panjang dan berambut putih serta sepasang sayap hitam di belakangnya. Sebagai Raja Tengu, Sojobo mempunyai beberapa kekuatan mistik. Dia membawa sejenis kipas yg dibuat dari daun Fatsia yg bisa membangkitkan angin kuat. Dia juga mampu memindahkan(mcm fwtele) dirinya atau benda dari satu tempat ke tempat lain. Dia bisa berhubung dengan manusia melalui telepati atau bahkan merasuki jiwa serta menyebabkan mereka menjadi gila. Di samping itu, Sojobo juga mampu bertukar-rupa. Kadang2 dia sering menukar dirinya sebagai manusia utk berhubungan dengan manusia.
Adapun, gadis tersebut telah jatuh cinta kepada Sojobo yg menyamar dalam bentuk manusia tanpa mengetahui identitas sebenarnya. Mereka menikah tidak lama selepas itu. 2 tahun kemudian, gadis itu pun telah hamil dan melahirkan anak lelaki. Sojobo menamakan anak mereka dengan nama Uchiha. Uchiha Madara. Uchiha berarti Kipas dan ini merupakan symbol utk clan Uchiha.
Uchiha Madara membesar menjadi seorang shinobi yg sangat kuat. Dia bukan saja memiliki kuasa warisan dari ibunya bahkan karena darah Tengu di dalam badannya telah menyebabkan Mata Byakugannya telah bertukar bentuk, menjadi lebih kuat. Yaitu Mata Sharingan. Darah warisan yg baru ini ada dua tahap. Sharingan Biasa dan Mangekyou Sharingan. Seperti ayahnya Madara memiliki kuasa mistik yg menakjubkan. Dia mampu mengunakan telepati atau bergerak merentasi dimensi. Mata Sharingan biasa Madara sentiasa aktif sepanjang waktu tanpa perlu mengunakan chakra. Dia juga telah menciptakan 3 jutsu yg istimewa. Tsukiyomi( membuat orang menjadi gila ), Amaterasu ( teknik memindah objek atau orang ke dimensi lain), dan Susanoo ( teknik membuat angin).
Disebabkan keberaniannya dan kekuatan yg diamiliki, Madara menjadi pelindung kampung konoha meskipun dia masih remaja ketika itu. Dia menjadi rekan karib Shodaime. Dan mereka bersama2 bertanggungjawab melindungi kampung Konoha. Madara mendirikan Pas**an Polisi Konoha yg pertama dan berjanji akan melindungi kampung Konoha walaupun harus mempertaruhkan nyawanya sekalipun.
Namun ketenangan itu tidak lama berlangsung, saat Madara menjadi dewasa, Sojobo mulai memunculkan niat sebenarnya. Sojobo menikahi ibu Madara bukan atas dasar cinta. Dia hanya mencari tubuh manusia yg sempurna utk di diami.( Mcm Jutsu Orochimaru). Dia mendapati cara yg terbaik adalah memperolehnya dari darah dagingnya sendiri. Sojobo berniat mengambil tubuh Madara saat dia menjadi dewasa. Madara mengetahui niat ayahnya ini. Dia merasa marah dan terkejut sekali. Dia merasa dirinya diperalat namun dia tidak menyerah begitu saja. Madara sadar bahwa dia tidak setanding dengan ayahnya. Lalu dia pun meminta bantuan dari Bijuu( atau di kenal sebagai Kyuubi) Kyuubi Si Dewa Api.
Kyuubi sangat kagum dengan kekuatan yang di miliki Madara. Satu perjanjian telah di buat dan Kyuubi setuju meminjamkan kekuatannya kepada Madara. Tidak lama kemudian Madara Berjaya dengan menguasai Jurus “ Katon” yg mengeluarkan api gelap yg membakar 7 hari 7 malam jika di aktifkan bersama Amaterasu. Walaupun dengan adanya bantuan dari kekuatan Kyuubi, Madara hanya mampu mengalahkan Sojobo tapi tidak dapat membunuhnya. Madara pun mengurung(Teknik Seal) Sojobo dengan Jurus seal yg istimewa. Untuk membuka seal ini diperlukan Kuasa Kyuubi serta 3 orang ahli Uchiha yg memiliki Mata Mangekyou Sharingan. Tapi Madara tidak menduga akan terjadi peristiwa berdarah karena kejadian ini di kemudian hari .
Shodaime yg mengetahui tentang perjanjian antara Madara dengan Kyuubi menjadi sangat marah. .Shodaime mengira Madara seorang yg haus akan kekuatan sehingga menyebabkan dia membuat perjanjian bersama Kyuubi. Madara tidak menjelaskan kejadian sebenarnya karena dia tidak mau siapapun tahu bahwa dia adalah manusia separuh raksasa. Konflik mulai timbul antara keduanya, sehingga terjadi pertarungan yg hebat di Valley of End. ( Tempat yg sama terjadi pertarungan antara Naruto dan Sasuke nnt).
Setelah sekian lama sejak Sojobo di kurung, darah Tengu dalam keturunan Uchiha sudah tidak seperti dulu. Hanya karna di sebabkan pernikahan antara klan Uchiha dengan non-Uchiha selama beberapa generasi. Bahkan Sharingan biasa pun jarang sekali di temui kecuali pada sebagian kecil golongan elit klan Uchiha saja. Bahkan sejarah hitam klan Uchiha juga telah di lupakan. Sebuah Altar Tengu telah di bina di bawah Kuil Nakano untuk menyimpan rahasia klan Uchiha yg di sembunyikan oleh Madara( termasuk rahasia tentang membunuh org tersayang utk memiliki Mangekyou Sharingan). Rahasia ini telah di ketahui beberapa org dari klan uchiha. Klan Uchiha beranggapan rahasia ini adalah sesuatu yg memalukan dan bersumpah akan melindunginya.
20 tahun lalu, seorang ahli klan Uchiha telah di lahirkan. Dia kemudian membuktikan dia seorang yg istimewa untuk tahap biasa bg Klan Uchiha. Dia lulus akademi ninja pada umur 7 tahun, mampu mengaktifkan sharingan ketika baru berusia 8 tahun, menjadi Chunnin saat berusia 10 tahun dan menjadi Commander pas**an ANBU pada usia 13 tahun. Dia bernama Uchiha Itachi. Semasa Itachi telah terpilih menjadi anggota ahli ANBU, ayahnya Uchiha Fugaku merasa sudah saatnya memberitahu segala rahasia klan uchiha. Itachi mendapati tahu tentang MS serta asal-usul klan Uchiha. Dalam pikiran Itachi timbul niat jahat….
Pada suatu malam, semua lelaki dari klan Uchiha harus berkumpul dlm satu pertemuan penting. Tetapi 2 org tidak hadir yaitu Itachi dan Shisui. Itachi telah mengajak kawan baiknya Shisui ke sungai Nakano dan melakukan niat jahatnya. Dia membunuh Shisui pada malam itu dan memperoleh mata Mangekyou Sharingan. Pada keesokan harinya mayat Shisui di temukan bersama nota yg menyatakan dia telah membunuh dirinya sendiri. Sebenarnya Itachi telah meniru tulisan Shisui untuk mengelabui mata org.
Karena hidup dlm ketakutan, takut kalau org mengetahui keturunan Uchiha adalah keturunan raksasa. Mereka sepakat utk menyimpan rahasia ini sampai mati. Itachi tidak setuju.Dia melihat klannya sudah tidak ada masa depan.Dia tidak paham mengapa mereka harus merasa malu tentang masa lalu mereka. Dia tidak paham mengapa klannya tidak mengunakan keistimewaan yg di miliki. Itachi merasa marah karena klannya memilih jalan yg seperti itu.
Ketika Itachi mendengar cerita tentang asal-usul keturunan Uchiha.Dia merasakan satu perasaan yg aneh, gembira dan merasa kuat. Itachi berfikir bahwa dia adalah orang yg paling istimewa diantara yg lain. Dia ingin melepaskan Seal Sojobo. Dia rela mengorbankan badannya untuk mendapat kuasa terhebat yg pernah dia lihat.
Lalu Itachi pun melaksanakan niatnya. Itachi tahu niat Akatsuki ingin mendapatkan Bijuu lalu dia mengambil keputusan utk bergabung dengan perkump**an itu. Dia masuk karena ingin mendapatkan kekuatan Kyuubi.Bukan itu saja, Itachi memerlukan 3 orang Mangekyou Sharingan. Sekarang dia hanya perlu seorang lagi Mangekyou Sharingan.
Itachi menyedari bahwa ahli2 keturunannya tidak sanggup membunuh sahabat mereka atau org yang dekat dengan mereka untuk memiliki MS. Tapi Itachi mendapat akal untuk memperalat adiknya, Sasuke sebagai MS yg ketiga.
Pada mlm bulan penuh. Itachi membunuh seluruh ahli keturunan Uchiha termasuk ibu dan ayahnya sendiri.Kemudian dia menunggu adiknya p**ang , Sasuke. Dia mau adiknya tahu bahwa dialah pelakunya. Itachi mengunakan Jurus Tsukiyomi kepada Sasuke dengan harapan Sasuke akan membencinya. Dia mau Sasuke memiliki perasaan kebencian yg kuat sehingga mampu membunuh kawannya sendiri dan mendapatkan MS. Itachi memberitahu Sasuke tempat pertemuan rahasia di kuil Nakano agar Sasuke mengetahui segala rahasia keturunan Uchiha. Dia mau Sasuke mengikuti perkataan yg di katakannya..yaitu menjadi seorang pendendam
BY:SASORI

02/10/2013

Yoo Mina-san, admin SASORI baru hadir dengan sebuah fic aneh bin gaje, semoga kalian s**a. Mohon bimbingannya para senpai sekalian. Langsung saja ini dia...
Bagaimana jadinya bila naruto adalah seorang missing-nin. Dan bagaimana p**a jika naruto mempunyai kekuatan yang luar biasa yang bisa membawa kehancuran bagi dunia..(ANEH)..

Seorang pemuda bersurai pirang jabrik sebahu tengah berjalan santai di hutan. Burung berkicauan dan hembusan angin yang sepoi-sepoi menambah suasana ketenangan di dalam hutan. Pohon-pohon yang rindang menghalangi sinar matahari dan membuat sejuk suasana bagi pejalan kaki seperti dia. Surai pirangnya berkibar karena hembusan angin.

Tiba-tiba terdapat segerombol orang bertopeng yang melompat dari balik pepohonan dan hendak menerjang pemuda tersebut.

Segerombolan orang tersebut muncul dari berbagai macam arah dan hendak mengunci pergerakan pemuda tersebut. Namun belum sempat segerombolan orang tersebut mendarat, pemuda tersebut sudah merapal segel tangan dengan cepat sambil berkata

"Fuuton : Shinkuha "

Pemuda tersebut menghembuskan nafasnya dan memutar tubuhnya 360 derajat. Segerombolan orang tersebut terjatuh dengan tubuh yang berlumuran darah. "Kalian sebut diri kalian sebagai anbu. Heh, lemah sekali" ucap pemuda tersebut dengan nada yang mengejek.

Baru satu langkah pemuda tersebut beranjak dari tempatnya dia sudah diserbu oleh puluhan kunai dan pedang yang mengarah padanya. Dengan reflek yang bagus pemuda tersebut mengambil tubuh yang tergeletak di sampingnya dan menjadikannya perisai.

Pemuda tersebut memejamkan mata kirinya sesaat. Iris yang semula berwarna hitam kini berubah menjadi berwarna merah dengan tiga tomoe yang mengitarinya. Ya, mata tersebut merupakan doujutsu andalan klan uchiha dan namanya adalah sharingan.

Tiga tomoe tersebut mulai berputar untuk memindai daerah sekitar. Setelah pemuda tersebut mendapatkan informasi dari matanya, dia langsung membuang tubuh yang ia jadikan sebagai perisai tadi dan mulai mencabut pedang besar yang ada di punggungnya.

Informasi yang ia dapat dari matanya adalah keberadaan musuh dan jumlah musuh. Dengan cepat ia melesat ke tempat musuhnya dan menghabisi mereka semua. Dengan waktu kurang dari 15 menit semua musuhnya sudah tergeletak tak bernyawa dengan tubuh yang bersimbah darah. Hutan yang tadinya tenang dan bersih kini berubah menjadi rusak dan dipenuhi oleh cipratan darah.

Pemuda tersebut berdiri dengan santainya dan menyarungkan kembali pedang besarnya ke punggungnya. "Apa semua anbu selemah ini ? " tanyanya pada diri sendiri. Dia kembali melanjutkan perjalanannya yang sempat tertunda. Pemuda tersebut menonaktifkan sharingannya dan irisnya berubah menjadi hitam kembali.

Pemuda tersebut merupakan tokoh utama kita. Dia adalah Uzumaki Naruto. Missing-nin sekaligus pembunuh bayaran. Dia merupakan ninja pelarian dengan tingkat SS dengan kemampuan yang sangat tinggi. Dia juga seorang pembunuh bayaran yang sangat handal.

Rambut pirangnya yang panjang melambai-lambai tertiup oleh angin. Dia memiliki dua warna mata yang berbeda. Sangat tidak umum untuk seseorang. Yang satu berwarna biru sebiru lautan tapi sedingin es yang siap membekukan siapa saja yang melihatnya. Yang satunya lagi berwarna hitam legam yang tajam dan menusuk bagi siapa saja yang menatapnya.

Dia memakai sebuah jubah hitam dengan motif awan merah. Bagian depan jubahnya dibiarkan terbuka dan menampakan kaos lengan panjang berwarna orange dengan lengan berwarna hitam. Di bagian depan kaos tersebut terdapat sebuah gambar spiral berwarna hitam. Itu merupakan lambang yang khas bagi seorang uzumaki.

Lengan dari jubahnya hanya sampai sikunya saja. Dia juga memakai sarung tangan tanpa jari. Celana yang ia kenakan berwarna hitam kebiruan seperti celana yang kebanyakan dipakai oleh anggota akatsuki. Di punggungnya tergantung sebuah pedang besar. Pedang tersebut adalah Kubikiribocho milik Zabuza yang ia rebut setelah membunuh Zabuza. Dibalik jubahnya terdapat juga puluhan senbon dan juga kunai beracun.

Setelah berjalan cukup jauh naruto berhenti sesaat saat merasakan bahaya. Tepat dari arah kirinya melesat sebuah kunai yang sudah di aliri cakra dengan kecepatan tinggi. Naruto hanya memundurkan sedikit kepalanya dan kunai tersebut melesat di depan kepalanya. Naruto kemudian menoleh ke arah asal kunai tersebut. Lagi-lagi dari belakang melesat sebuah kunai berkecepatan tinggi yang mengincar kepalanya.

Dengan gerakan yang santai, naruto sedikit mengangkat pedangnya tanpa menoleh ke belakang. TRANG… suara berdenting terdengar saat laju kunai tersebut tertahan oleh pedang besar milik naruto. Kali ini dari balik semak-semak muncul dua orang bertopeng. Mereka bukan anbu, melainkan seorang hunter-nin.

Naruto membalik badannya dan menatap kedua hunter-nin tersebut dengan tatapan yang dingin dan menusuk yang bisa membuat siapa saja gemetar. "Apa ini ? dua hunter-nin dari konoha. Apa tetua bau tanah itu yang menyuruh kalian. Atau nenek hokage tersebut yang menyuruh kalian ? "

"Sudahlah bocah, jangan banyak omong kau. Sekarang kau menyerah saja sebelum kami habisi" jawab salah satu hunter tersebut.

"Heh, menyerah katamu. Kau pikir kau sedang berhadapan dengan siapa. Sekarang buktikan jika kalian memang bisa menghabisiku" sahut naruto dengan nada yang mengejek.

Salah satu dari mereka melesat ke arah naruto dan mencabut tantou yang ada di punggungnya. Hunter tersebut mengayunkan tantounya ke arah Naruto, tapi serangannya tertahan oleh pedang besar milik naruto. Dengan sekali ayunan, Naruto mampu mementalkan hunter tersebut. Namun hunter yang satunya lagi telah selesai melakukan segel tangan dan berteriak

"Katon : Goukakkyu No Jutsu"

Sebuah bola api berukuran besar keluar dari mulut hunter tersebut dan siap membakar naruto. Tidak tinggal diam, naruto juga melakukan serangkaian segel tangan dengan cepat

"Suiton : Suijinheki"

Semburan air yang sangat banyak keluar dari tubuh naruto dan membentuk sebuah dinding air. Kedua jutsu saling bertabrakan dan menciptakan sebuah asap yang tebal. Tiba-tiba saja naruto sudah berada di belakang hunter tersebut dan menebas punggungnya dengan Kubikiribochou. Hunter tersebut langsung tersungkur dengan luka menganga di punggungnya. Satu orang yang masih tersisa mencoba untuk kabur.

"Kau pikir aku akan membiarkanmu kabur begitu saja. Jangan harap." Hunter tersebut tidak menyadari kalau Naruto tengah merapal sebuah jutsu. Setelah selesai melakukan segel tangan Naruto berkata dengan sangat pelan

"Hyouton : Hyoukaiya"

Naruto mengarahkan telapak tangannya ke depan dan terciptalah sebuah anak panah yang terbentuk dari es. Anak panah tersebut melesat dengan kecepatan tinggi dan berhasil menembus jantung dari hunter yang mencoba melarikan diri tadi. Hunter tersebut terjatuh dengan panah yang menancap di dadanya.

"Heh, ternyata mereka hanya bermulut besar saja. Membosankan." Dengan itu Naruto kembali melanjutkan perjalanannya menuju ke kuil Negara api. Sudah lima tahun lamanya sejak ia dicap sebagai seorang missing-nin. Setiap hari naruto selalu saja diburu oleh para hunter-nin dari kelima nagara elemental. Tapi hal itu sudah biasa bagi naruto karena tidak ada satupun hunter-nin maupun anbu yang berhasil mengalahkannya.

Setelah melakukan perjalanan yang begitu lama akhirnya ia sampai di depan gerbang besar kuil api....

Gimana ceritanya, aneh bukan. Saya harap para reader sekalian mau mereview fic aneh ini....

Tunggu kelanjutan nya ...
BY: SASORI

18/09/2013

jika emank s**a anime naruto coba jawab pertanyaan ini..!!

1.Kenapa itaci membunuh shisui.???

2.siapakah ketua anbu konoha sekarang.?

ayo di jawab??

sasori.,.

16/09/2013

CERITA LUCU NARUTO (CHAPTER 1)
Pagi hari yang cerah, burung-burung berkicau dengan riang. Terdengar sebuah teriakan yang luar biasa keras menggelegar di sebuah kediaman keluarga Namikaze.

“NARUTOOOOOOO...!!! Bangun!! Sudah jam 06.45, ayo mandi dan bersiap-siap ke sekolah!” teriak seorang wanita paruh baya berambut merah panjang di depan pintu sebuah kamar. Meski sudah cukup berumur, namun kecantikannya tetap terlihat di setiap garis wajahnya.

Siapakah yang disebutnya dengan “Naruto” ini? Oh ternyata, itu adalah nama anak satu-satunya dari keluarga Namikaze ini, Namikaze Naruto.

Sementara sang ibu masih berteriak-teriak tidak jelas di depan pintu kamarnya, Naruto masih bergelung dengan nyaman di kasurnya, sama sekali tidak menghiraukan ibunya yang sudah meneriakinya selama 15 menit.

Sang ibu yang bernama Namikaze Kushina ini sudah sampai pada titik kesabarannya yang tertinggi. Akhirnya dengan membabi buta Ia membuka pintu dengan kasar dan berteriak, “NARUTOOOOO!!! Bangun atau kusiram dengan air mendidih!!” katanya sambil membawa sebuah teko yang masih mengeluarkan uap panas, sangat mengerikan.

Ah, akhirnya berhasil. Naruto pun membuka matanya sedikit demi sedikit. Saat terlihat pemandangan yang menunjukkan wajah mengerikan ibunya yang membawa seteko air mendidih, matanya langsung terbelalak dan Ia langsung melompat dari tempat tidur, lalu berlari ke arah kamar mandi yang ada di kamarnya sambil berseru, “Ampun Kaasan, jangan siram aku dengan air mendidih! Aku akan mandi sekarang!!”

“Bagus kalau begitu,” ucap Kushina dengan santai, lalu pergi dari kamar itu sambil bersenandung riang. Ah, betapa cepat perubahan perasaannya. Ia tersenyum manis, berbeda sekali saat Ia mengancam Naruto dengan air mendidih tadi.

“Huh... Kaasan ini cerewet sekali. Untung aku terbangun, kalau tidak, wajahku yang tampan, manis, dan imut ini pasti melepuh disiram air mendidih,” ujar Naruto terlalu percaya diri yang baru saja keluar dari kamar mandi dan hanya memakai handuk di pinggangnya. Lalu Ia mengambil seragamnya di lemari pakaian dan memakainya.

“Padahal aku sedang asyik tidur tadi. Lagip**a sekarang baru jam 07.00, masih terlalu pagi untuk berangkat sekolah. Ah biarlah, aku sudah terlanjur mandi, sekali-sekali pergi ke sekolah pagi-pagi juga tidak masalah,” ujarnya sambil merapikan penampilannya di depan cermin. Ia pun membereskan peralatan sekolahnya dan beranjak ke ruang makan.

Setelah sampai di ruang makan, Ia langsung duduk di kursi dan menyapa ayahnya.

“Ohayou, Tousan. Berangkat ke kantor jam berapa?” ucapnya sambil mengambil sepotong roti yang sudah disiapkan di atas meja.

“Ohayou, Naruto. Tousan berangkat jam 08.00, sekarang Tousan ingin bersantai dulu sebentar,” jawab ayah Naruto, Namikaze Minato.

“Oh begitu. Ah, Kaasan, Tousan, aku berangkat dulu ya, sarapannya sudah selesai..!!” seru Naruto setelah selesai memakan sepotong roti dan meminum segelas susu sebagai sarapannya.

“Ya. Hati-hati di jalan, Naruto,” jawab ayahnya sambil membaca koran dan meminum kopi.

Setelah itu Naruto pun langsung pergi ke pintu depan rumahnya. Ia mengambil lalu memakai sepatunya, dan berjalan keluar rumah menuju ke sekolahnya dengan riang, memulai hari ini dengan ceria.

ooOOoo~ooOOoo~ ooOOoo~ooOOoo ooOOoo~ooOOoo ooOOoo~ooOOoo~ooOOoo

NARUTO’S POV

‘Ah, semoga hari ini menjadi hari yang menyenangkan!’ batinku sambil bersiul kecil. Sekarang aku sedang menuju ke sekolahku, Konoha Gakuen. Konoha Gakuen adalah salah satu sekolah elit yang ada di kota Konoha ini. Aku sekarang kelas 2 SMA di sekolah itu. Jarak sekolah dengan rumahku tidak terlalu jauh, dan sekolah dimulai pukul 08.00, sedangkan sekarang baru pukul 07.15. Jadi aku bisa berjalan kaki dengan santai.

Tiba-tiba sebuah motor melintas tepat di sebelahku. Nyaris saja aku tertabrak. Untungnya aku sedikit menghindar tadi. Motor yang hampir menabrakku itu pun berhenti, dan orang yang mengendarainya pun turun. Kulihat Ia memakai seragam yang sama denganku, itu artinya Ia adalah murid Konoha Gakuen, sama sepertiku. Ia membuka helmnya, dan hal yang pertama kali kulihat adalah rambutnya yang hitam kebiru-biruan dan jabrik, mirip pantat ayam. Bentuk rambut yang aneh, pikirku.

Ia meletakkan helm di motornya yang berwarna biru dan berbalik ke arahku. Terlihat seorang pemuda yang sangat tampan, Ia memiliki mata berwarna onyx yang menawan. Dengan wajah stoic, Ia berjalan ke arahku. Aku sempat terperangah melihat ketampanannya, tapi hanya sebentar. Karena setelah Ia sampai di depanku, Ia langsung menjitak kepalaku dengan keras. Sakit sekali rasanya.

“Hoi, Dobe. Kalau jalan jangan di tengah, ini bukan jalan nenek moyangmu. Untung aku berhasil berkelit dan tidak menabrakmu tadi. Berterimakasihlah padaku, Baka Dobe,” ucap pemuda itu sambil tersenyum mengejek ke arahku yang lebih pendek sedikit darinya.

Apa?! Dia memanggilku apa tadi? Dobe?! Kurang ajar, aku menyesal sempat mengaguminya tadi!

“Hei Teme, tadi aku yang menghindar darimu, jadi aku tidak perlu berterimakasih padamu! Lagip**a jalan ini sempit, kenapa kau mengendarai motor dengan kecepatan tinggi?! Ini juga bukan jalan nenek moyangmu, dan ini sepenuhnya salahmu, Baka Teme!” balasku sengit sambil meringis kesakitan dan memegang kepalaku yang sakit karena jitakannya tadi. Dasar Teme menyebalkan!

“Huh, aku tidak punya waktu meladeni Dobe sepertimu,” ujarnya. Lalu Ia pun berbalik dan berjalan ke motornya. Setelah sampai, Ia langsung memakai helm yang sempat ditinggalkannya tadi dan menaiki motornya.

“TEME! Apa-apaan kau memanggilku seperti itu! Dasar Baka Teme!!” teriakku frustasi saat Ia melaju meninggalkanku sendirian di jalanan.

“Hei, rasanya aku tidak pernah melihatnya di sekolahku sebelumnya. Tidak mungkin jika aku tidak mengenali orang seperti dia di sekolah. Sepertinya Ia seumuran denganku. Ah, apa peduliku! Biarkan saja si Teme itu, untuk apa aku memikirkannya,” kataku yang berbicara sendirian di jalan yang sepi seperti orang aneh. Lalu aku pun melanjutkan perjalananku ke sekolah.

ooOOoo~ooOOoo~ ooOOoo~ooOOoo ooOOoo~ooOOoo ooOOoo~ooOOoo~ooOOoo

“Ohayou!!” seruku ke seluruh penjuru kelas saat aku sampai di depan pintu kelasku.

“Hei, Naruto! Ohayou,” balas salah satu sahabatku, Kiba. Inuzuka Kiba, seorang laki-laki pecinta anjing, berambut coklat jabrik dan memiliki tato segitiga terbalik berwarna merah di masing-masing pipinya. Tapi Ia tidak pernah membawa anjingnya, jelas karena di sekolah kami dilarang membawa hewan peliharaan. Ia juga ceria, mirip sepertiku. Orang-orang bilang sifat kami mirip, hanya saja aku lebih hiperaktif daripada Kiba. Kupikir orang-orang itu memang benar.

“Ohayou Naruto,” kata orang yang ada di depan Kiba, Sai. Uchiha Sai, seorang pemuda tampan berambut hitam pendek dan bermata onyx. Ia adalah seorang pelukis hebat, dan berasal dari keluarga terpandang. Mempunyai senyum yang menurutku aneh, dan terkenal di antara wanita karena kesempurnaan fisik yang Ia miliki. Meski Sai cukup menyebalkan, Ia juga salah satu sahabat terbaik yang pernah aku miliki.

“Ck, mendokusei~ Kalian ini berisik sekali. Bisakah kau kecilkan volume suaramu, Naruto? Aku sedang berusaha tidur,” ujar seseorang yang duduk di kursi disebelah Kiba, Shikamaru. Nara Shikamaru, seorang pemuda yang mempunyai rambut yang diikat ke atas, membuatnya mirip seperti nanas. Ia adalah orang yang sangat malas. Selalu mencuri kesempatan untuk tidur dimanapun, dan selalu berkata ‘mendokusei’ pada setiap orang yang mengganggu tidurnya. Tapi jangan salah, IQ Shikamaru itu melebihi angka 200, lho. Ia juga selalu mendapatkan peringkat tertinggi di sekolahku. Terkadang aku iri dengannya. Ia tidak pernah memperhatikan pelajaran dan selalu tidur, tetapi saat tugas dan ujian Ia selalu bisa melaksanakannya dengan baik dan hampir mencapai sempurna. Tapi, Ia juga sahabat terbaikku yang selalu membantuku dalam memecahkan setiap masalah yang kuhadapi.

“Hehe.. Maaf, Shika. Sudah jadi kebiasaanku, rasanya tidak bisa kuubah lagi,” kataku sambil nyengir kuda ke arah mereka. Shikamaru hanya menghela nafas, setelah itu Ia kembali tidur di mejanya. Lalu aku pun menghampiri mejaku yang ada di belakang Shikamaru. Aku duduk sendirian di mejaku yang terdapat di pojok kanan kelas, paling jauh dari pintu masuk yang berada di sebelah kiri depan kelas. Sedangkan Kiba dan Shikamaru duduk didepanku. Sai duduk didepan mereka, bersama seorang gadis bernama Ino. Menyebalkan sekali Kakashi-sensei, wali kelasku itu. Ia yang mengatur tempat duduk ini dengan cara diundi. Sialnya, tidak ada seorang pun yang duduk denganku, sedangkan Sai malah duduk bersama seorang gadis cerewet, dan bukan denganku. Kiba beruntung bisa duduk dengan Shikamaru. Tapi untunglah, tempat duduk kami tidak berjauhan.

Ino belum datang, jadi setelah meletakkan tas di mejaku, aku langsung menghampiri kursi yang berada di sebelah Sai dan mengobrol dengan Kiba dan Sai.

Setelah sebentar mengobrol dengan mereka, aku mulai bosan dan melihat keadaan disekitar kelasku. Mataku terhenti pada sosok seorang pemuda tampan berambut merah bata dan bermata seindah emerald, Sabaku no Gaara. Seorang pemuda yang sangat pendiam, dan memiliki paras yang tampan. Sifatnya yang cool itu membuat para gadis semakin tergila-gila padanya.

Aku terus saja memperhatikan dirinya yang bagiku sangat mempesona. Aku s**a padanya. Ya benar, s**a, seperti seorang laki-laki yang menyukai perempuan, dan sebaliknya. Aku tahu hal ini aneh, mengingat kami ini bergender sama, yaitu laki-laki. Tapi aku tak peduli dengan semua itu, masa bodoh. Selain karena wajahnya yang tampan, sifatnya yang sangat baik meskipun terlihat dingin itu membuatku s**a padanya. Kebetulan, aku sekelas dengannya sejak kelas 1 SMA, dan sekarang sudah awal semester 2 kelas 2 SMA. Aku menyukainya sudah hampir setahun ini. Cinta tidak mengenal gender, ‘kan?

Selama ini aku sudah berusaha mendekatinya dengan segala cara, dan itu berhasil. Dia sudah menganggapku sebagai seorang sahabat, meskipun Ia tidak mau menceritakan masalah-masalahnya. Tapi Ia selalu membantuku setiap aku membutuhkannya, dia orang yang sangat baik.

“Hayoo.. Memperhatikan Gaara lagi ya?” goda Kiba sambil melambai-lambaikan tangannya di depan wajahku. Sai hanya tersenyum aneh sambil menatapku.

“Tidak! Jangan bicara sembarangan, Kiba,” kataku sambil memalingkan wajahku ke arah lain. Semburat merah tipis muncul di wajahku.

“Kau tidak bisa berbohong, Naruto. Pipimu memerah tuh, malu ya?” kata Sai dengan santainya. Mendengar hal itu, Kiba malah tertawa terbahak-bahak. Lalu Kiba pun menepuk pundak Sai dengan bersemangat.

“Bagus, Sai! Kau memang hebat,” ujar Kiba di sela-sela tawanya. Sai pun hanya tersenyum penuh kemenangan ke arahku. Mereka benar-benar s**a sekali menggodaku, menyebalkan sekali!

“Hei, kalian berisik sekali! Mengganggu tidurku saja,” Shikamaru berkata sambil memasang tampang kesal. “Mendokusei,” ucapnya, lalu Ia pun terlelap kembali.

Sahabat-sahabatku memang mengetahui rahasia terbesarku ini, rahasia bahwa sebenarnya seorang Namikaze Naruto menyukai seorang Sabaku no Gaara. Untung saja mereka tidak menganggapku aneh, dan bersikap seperti biasa. Aku tidak pernah menceritakan masalah ini kepada siapapun sebelumnya, karena aku takut orang-orang akan menganggapku aneh, dan menjauhiku. Terimakasih kepada Kami-sama, aku mempunyai sahabat seperti mereka yang bisa mengerti diriku.

“Huh, Urusai. Kalian menyebalkan,” ujarku kesal. Lalu aku pun beranjak dari kursi, dan berjalan ke arah meja Gaara yang berada di baris paling depan di barisan mejaku.

“Hei, Gaara. Ohayou,” ujarku pada Gaara setelah sampai ke kursinya. Aku pun duduk di sebelahnya. Kebetulan teman sebangkunya, Sakura-chan, belum datang. Jadi aku bisa duduk di sebelahnya sekarang, setidaknya sampai Sakura-chan datang.

“Hm. Ohayou,” balasnya singkat. Ia memang selalu bertingkah begitu. Terkadang aku kesal padanya, apa Ia tak pernah mengucapkan sesuatu yang panjang? Tapi aku tidak pernah menanyakannya tentang hal itu, karena Ia mudah tersinggung. Aku takut Ia marah padaku hanya karena pertanyaan bodoh dariku. Lagip**a itu tidak penting.

“Eh, Gaara, apa kau punya kaset film yang menarik? Aku bosan dirumah sendirian besok, orangtuaku akan pergi dan aku akan sendirian. Lebih baik aku menghabiskan waktu menonton film. Sayangnya aku tidak punya film yang bagus,” ucapku panjang lebar.

“Hm. Ada,” jawabnya singkat dan datar sambil menulis sesuatu di bukunya. Oh, lebih tepatnya menggambar. Tampaknya Ia s**a menggambar tokoh-tokoh Anime. Ia pernah menunjukkannya padaku saat aku memintanya.

“Benarkah?! Apa judulnya?” tanyaku sambil memperhatikan dirinya yang sedang serius menggambar.

“Haeundae, film Korea. Kisah tentang badai tsunami yang terjadi di Korea,” ujarnya.

“Wah, sepertinya menarik. Apa aku boleh pinjam?” tanyaku dengan mata yang berbinar-binar.

“Hm. Boleh,” katanya, masih tidak melihatku. Sepertinya gambarnya itu memang hal yang paling menarik baginya saat ini.

“Kau serius?! Horee!! Besok bawa ya! Arigatou,” ucapku dengan ekspresi yang terlalu ceria sambil tersenyum sangat lebar.

“Hm,” katanya sambil menoleh padaku dan tersenyum tipis.

“Eh? Apanya yang ‘hm’?” tanyaku sambil menatapnya dengan raut wajah bingung.

“Besok kubawakan kasetnya untukmu,” ujarnya datar dan kembali memalingkan wajahnya ke buku tulisnya.

“Oh.. Itu artinya. Hehe..” kataku sambil tersenyum dan menggaruk bagian belakang kepalaku yang tidak gatal.

“Hm,” ujarnya, lagi.

Tiba-tiba seseorang menepuk pundakku. Saat aku menoleh, aku melihat Sakura-chan berdiri di sampingku.

“Hei Naruto, bisakah kau pergi dari tempat dudukku? Aku ingin duduk,” ucap Sakura-chan sambil tersenyum ke arahku.

“Baiklah, Sakura-chan,” kataku sambil berdiri dari kursi. Lalu aku menoleh pada Gaara.

“Sampai nanti, Gaara. Aku ke kursiku dulu ya! Jaa,” ujarku padanya sambil melambaikan tangan.

“Jaa,” balasnya singkat. Ia mengangkat tangannya sedikit kepadaku, dan kembali berkonsentrasi ke gambarnya yang hampir selesai.

Aku pun berjalan ke kursiku karena Ino sudah menempati kursi di sebelah Sai. Setelah sampai di kursiku, aku pun duduk dan mengajak Kiba mengobrol lagi. Untung Ia dan Sai sudah lupa tentang hal tadi, dan berhenti menggodaku.

Tak terasa bel sudah berbunyi, tanda pelajaran akan segera dimulai. Aku pun menghentikan obrolanku dengan Kiba, lalu aku kembali melayangkan pandanganku ke arah Gaara. ‘Dia memang benar-benar tampan ya,’ pikirku sambil melamun membayangkan Gaara, dan tidak memperhatikan sekitarku lagi.

END OF NARUTO’S POV

ooOOoo~ooOOoo~ ooOOoo~ooOOoo ooOOoo~ooOOoo ooOOoo~ooOOoo~ooOOoo

NORMAL POV

Setelah bel berbunyi, para guru bergegas memasuki kelas-kelas yang akan diajarnya. Kelas XI 4, kelas Naruto yang tadinya berisik bagaikan pasar pagi, mendadak diam saat melihat kedatangan wali kelas mereka yang biasanya terlambat, Hatake Kakashi.

“Ohayou anak-anak,” ucap Kakashi ceria setelah sampai di mejanya, memperhatikan anak-anak muridnya yang memberi tatapan yang kira-kira berarti apa-yang-terjadi-dengan-Kakashi sensei-hari-ini.

“Kenapa? Ada yang salah denganku?” Kakashi bertanya sambil memperhatikan penampilannya. Kemeja berwarna abu-abu dengan celana khusus para guru berwarna hitam, rambut yang berwarna abu-abu jabrik seperti biasa, dan masker yang selalu Ia pakai kemanapun. Didalam pegangannya, Ia membawa buku Matematika, mata pelajaran yang diajarnya di kelas ini, dan tak lupa sebuah buku kecil berwarna oranye yang isinya yeah-you-know-what-I-mean, yang selalu Ia bawa kemana-mana. Tak ada yang aneh dengan penampilannya. Ia bingung dengan tatapan para muridnya.

“Sensei, kenapa hari ini tidak telat? Ini benar-benar suatu keajaiban..” ucap Ino dan beberapa anak lain langsung mengangguk dengan bersemangat, sementara beberapa anak lainnya tidak perduli dan melanjutkan kegiatannya, seperti Naruto yang masih terus melamun sedari tadi. Sepertinya Ia belum menyadari kehadiran wali kelasnya karena terlalu asyik melamun.

“Tidak tersesat di jalan kehidupan lagi, Sensei?” timpal Sakura sambil tertawa cekikikan. Beberapa anak mulai tertawa. Kakashi yang menyadari keanehannya pun hanya tersenyum dibalik maskernya.

“Ah, ini hari yang spesial. Hari ini kita kedatangan murid baru. Silahkan masuk, Uchiha-san,” kata Kakashi. Serentak murid-murid yang memperhatikan kata-kata Kakashi tadi langsung menoleh ke arah pintu kelas. Dan dari sana, muncullah seorang pemuda yang sangat tampan. Ia berkulit putih, memiliki mata berwarna onyx dan berambut hitam kebiruan berbentuk jabrik seperti pantat ayam.

Ia melangkah masuk dan berjalan ke arah Kakashi diiringi tatapan wow-tampan-sekali-pemuda-ini dari setiap pasang mata yang memandangnya. Semua gadis di kelas terpesona dan tidak bisa berkata apapun selain memperhatikan seorang pemuda yang sangat sempurna yang sedang berjalan di depan kelas ini. Berlebihan memang, tapi inilah kenyataannya.

“Nah, perkenalkan dirimu, Uchiha-san,” ucap Kakashi setelah pemuda itu sampai di sebelahnya.

“Hajimemash*te. Nama saya Uchiha Sasuke, dan saya sepupu dari Uchiha Sai. Saya pindahan dari Otogakure. Dozo yoroshiku,” ujarnya datar.

Tiba-tiba Sakura yang tersadar dari jerat pesona seorang Uchiha Sasuke ini langsung berteriak, “Kyaaa!!! Sasuke kun!! Kau tampan sekali!!” sambil tersenyum manis, berharap Sasuke menyukai senyumannya.

“Ya, Sasuke kun sangat tampan!! Rasanya aku telah jatuh cinta padanya..” timpal Karin lalu menatap Sasuke sambil tersenyum. Anak-anak yang lain langsung menatap Karin dengan pandangan kesal bercampur aneh. Dasar narsis, pikir mereka.

Sasuke sama sekali tidak menggubris teriakan gadis-gadis tersebut. Matanya menelusuri setiap penjuru kelas, dan tatapannya tertuju pada seseorang yang sedang melamun di pojok kanan kelas, seorang lelaki berambut kuning keemasan dan bermata indah, seindah warna langit yang biru. Memiliki tiga garis di masing-masing pipinya yang berwarna tan, membuatnya tampak sangat manis. Seorang lelaki yang sudah mengambil hatinya saat mereka pertama kali bertemu tadi pagi, yang bahkan namanya pun belum diketahuinya. Tanpa Ia sadari, sebuah senyum -yang tampak seperti seringai mengerikan di antara para laki-laki, dan senyuman seorang pangeran di antara para perempuan- mulai terbentuk diwajahnya yang tampan, membuatnya semakin tampan saja. Hal ini mengakibatkan para gadis yang memperhatikannya sejak tadi berteriak histeris melihat senyumannya yang mematikan.

Naruto yang sedari tadi asyik melamun dan tidak melihat ataupun mendengar apapun, tersadar dan kembali ke dunia nyata karena suara teriakan gadis-gadis yang berisik. Ia pun memandang ke arah meja guru, dan melihat ke arah Kakashi. Dan setelah Ia melihat siapa orang yang ada di sebelah Kakashi yang sedang menyeringai kepadanya, Ia sangat terkejut.

By: sasori

Address

Rantauprapat

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Para pecinta naruto posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share