Sumalong Malong

Directions Website

Sumalong Malong 𝐕𝐢𝐝𝐞𝐨 𝐑𝐚𝐧𝐝𝐨𝐦

19/10/2026

Kebakaran Rumah Di Wilayah Tanamalia, Jalan Poros Makale - Rantetayo, Tepatnya di Pertigaan Arah Padangiring, samping gereja kibaid.

18/10/2026

Karhutla di Toraja juga sangat memprihatinkan

🔥 ANGGARAN BENCANA Rp148 MILIAR DIDUGA DIKORUPSI, DANA UNTUK KARHUTLA HINGGA BANJIR SUMATERA IKUT DISOROT!Waduh, ada apa...
17/10/2026

🔥 ANGGARAN BENCANA Rp148 MILIAR DIDUGA DIKORUPSI, DANA UNTUK KARHUTLA HINGGA BANJIR SUMATERA IKUT DISOROT!

Waduh, ada apa dengan dana darurat bencana?

KPK mengungkap dugaan korupsi dalam pengadaan barang dan jasa di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan nilai mencapai Rp148 miliar selama periode 2024–2026.

Yang bikin kasus ini jadi sorotan, dana siap pakai tersebut diperuntukkan bagi penanganan berbagai bencana, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Papua, gempa di NTT, hingga banjir di Aceh dan Sumatera.

KPK menduga terdapat pengadaan tanpa proses lelang, konflik kepentingan dengan sejumlah vendor, hingga indikasi suap. Lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini.

Bayangkan, dana yang disiapkan untuk menghadapi bencana justru terseret dalam dugaan kasus korupsi. Padahal, ketika bencana terjadi, masyarakat membutuhkan bantuan secepat mungkin.

Nah, menurut kalian, bagaimana seharusnya pengawasan dana darurat bencana dilakukan agar tidak disalahgunakan?

Apakah pengadaan tanpa lelang dalam kondisi darurat perlu diawasi lebih ketat?

16/10/2026

70% Pemilih Prabowo Senang Dengan Kinerjanya

14/10/2026

Mantan Bupati Toraja Utara Yohanis Bassang Siap Maju Pemilihan Anggota Legislatif Pusat Di Tahun 2029.

Bayangkan, ada seorang presiden yang memiliki kekuasaan untuk tinggal di istana megah, tetapi justru memilih tinggal di ...
13/10/2026

Bayangkan, ada seorang presiden yang memiliki kekuasaan untuk tinggal di istana megah, tetapi justru memilih tinggal di rumah sederhana. Ia bisa menikmati mobil mewah, tetapi tetap menggunakan Volkswagen Beetle tua. Ia juga bisa menyimpan sebagian besar gajinya untuk memperkaya diri, tetapi memilih menyumbangkan sebagian besar penghasilannya untuk membantu orang lain.

Namanya José Mujica, mantan Presiden Uruguay yang dikenal dunia sebagai “presiden termiskin di dunia”.

Namun, kisah hidupnya tidak dimulai dari kursi kepresidenan. Jauh sebelum dikenal sebagai pemimpin yang sederhana, Mujica pernah melewati masa-masa paling gelap dalam hidupnya.

Dari perjuangan hingga penjara

José Mujica lahir pada 20 Mei 1935 di Montevideo, Uruguay. Masa mudanya diwarnai pergolakan politik dan ketimpangan sosial di negaranya.

Ia kemudian bergabung dengan gerakan gerilya Tupamaros, sebuah kelompok yang menentang tatanan politik Uruguay saat itu. Akibat aktivitasnya, Mujica beberapa kali ditangkap dan menghabiskan sekitar 13 tahun di penjara, sebagian besar ketika Uruguay berada di bawah pemerintahan militer.

Ia mengalami penyiksaan, pengasingan, dan masa-masa ketika kebebasannya dirampas. Bertahun-tahun hidup dalam tahanan menjadi bagian penting dari perjalanan yang membentuk pandangannya tentang kehidupan.

Namun, Mujica tidak mengakhiri perjalanannya di balik jeruji besi.

Setelah demokrasi kembali, ia dibebaskan dan memasuki dunia politik melalui jalur demokratis. Ia kemudian menjadi anggota parlemen, menjabat sebagai menteri, dan akhirnya terpilih menjadi Presiden Uruguay.

Menjadi presiden, tetapi tidak berubah menjadi orang kaya

Pada 1 Maret 2010, José Mujica resmi menjabat sebagai Presiden Uruguay.

Sejak saat itu, dunia mulai memperhatikan sesuatu yang tidak biasa dari seorang kepala negara.

Mujica tidak menjadikan istana sebagai tempat tinggalnya. Ia tetap tinggal di rumah sederhana di kawasan pedesaan Montevideo bersama istrinya, Lucía Topolansky.

Kehidupan sehari-harinya jauh dari gambaran seorang pemimpin yang dikelilingi kemewahan. Rumahnya sederhana, lingkungan tempat tinggalnya bersahaja, dan ia masih dikenal menggunakan mobil Volkswagen Beetle biru keluaran 1987.

Yang membuat banyak orang terkesan bukan hanya rumah atau mobilnya, melainkan keputusannya menyumbangkan sekitar 90 persen gaji presidennya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dan mendukung kegiatan sosial.

Ia tidak menjalani kehidupan tanpa harta sama sekali. Ia memiliki rumah, kendaraan, dan aset lainnya. Namun, ia memilih membatasi kebutuhan pribadinya meskipun memiliki kesempatan untuk hidup jauh lebih mewah.

Dari situlah julukan “presiden termiskin di dunia” semakin melekat padanya.

Baginya, miskin bukan berarti tidak memiliki banyak uang

Mujica tidak terlalu menyukai julukan tersebut.

Ia memandang bahwa kemiskinan tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah uang yang dimiliki seseorang. Menurut pandangan hidupnya, seseorang bisa memiliki banyak harta tetapi tetap merasa miskin apabila keinginannya tidak pernah berhenti.

Orang yang selalu menginginkan rumah lebih besar, mobil lebih mahal, dan kekayaan lebih banyak dapat menghabiskan seluruh hidupnya untuk mengejar sesuatu yang tidak pernah terasa cukup.

Sebaliknya, orang yang mampu membedakan kebutuhan dan keinginan memiliki peluang lebih besar untuk menikmati hidupnya.

Bagi Mujica, kesederhanaan bukan berarti menyerah pada keadaan. Kesederhanaan adalah keputusan untuk tidak membiarkan harta benda mengendalikan kehidupan.

Ia seolah ingin menunjukkan bahwa seseorang tidak harus membuktikan keberhasilannya melalui barang-barang mahal yang dimilikinya.

Apakah menjadi sederhana berarti berhenti berjuang?

Tentu tidak.

Mujica pernah menjadi seorang gerilyawan, menghabiskan bertahun-tahun di penjara, lalu bangkit dan menempuh jalan politik hingga menjadi presiden.

Perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa hidup sederhana tidak harus berarti memiliki cita-cita yang kecil.

Seseorang tetap bisa berjuang, bekerja keras, mengejar pendidikan, membangun usaha, dan meningkatkan taraf hidupnya. Yang perlu dijaga adalah jangan sampai keinginan untuk menjadi kaya membuat kita kehilangan waktu, kebebasan, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Kepemimpinannya juga bukan tanpa kritik. Kebijakan pemerintahannya, seperti pemerintahan lainnya, memiliki pencapaian sekaligus persoalan yang diperdebatkan. Namun, gaya hidup pribadinya tetap menjadi salah satu hal yang paling dikenal dari dirinya.

Akhir perjalanan seorang presiden sederhana

Pada 2015, Mujica mengakhiri masa jabatannya sebagai presiden. Ia kemudian kembali menjalani kehidupan yang relatif sederhana.

Pada 13 Mei 2025, José Mujica meninggal dunia pada usia 89 tahun setelah mengalami kanker esofagus yang telah diumumkan kepada publik sebelumnya.

Ia meninggalkan sebuah kisah yang terus dikenang: seorang manusia yang pernah berada di penjara, kemudian mencapai puncak kekuasaan, tetapi tidak menjadikan kemewahan sebagai pusat kehidupannya.

Mujica memang dikenal sebagai presiden yang hidup sederhana. Namun, warisan terbesarnya bukanlah Volkswagen Beetle tua, rumah kecil, atau gaji yang ia sumbangkan.

Warisan itu adalah pertanyaan yang ditinggalkannya kepada kita semua:

Jika seluruh hidup kita dihabiskan untuk mengejar lebih banyak uang, lebih banyak barang, dan lebih banyak pengakuan, kapan kita punya waktu untuk benar-benar menikmati hidup?

Sebab pada akhirnya, kekayaan bukan hanya tentang seberapa banyak yang berhasil kita kumpulkan, tetapi juga tentang seberapa jauh kita mampu merasa cukup, menjaga kebebasan, dan tetap peduli kepada sesama.

José Mujica telah pergi. Namun, kisahnya mengingatkan kita bahwa seseorang tidak harus hidup mewah untuk menjadi berarti bagi dunia.

11/10/2026

Yes Yes, I Know

10/10/2026

Nyerang Ijazah S1 Jokowi Gagal, Sekarang Nyerang Ijazah SMA Gibran
🤣🤣

05/10/2026

Pawai 🇮🇩🇮🇩🇮🇩
Indonesia King Asean Sebenarnya ❤️🤍

Address

Rantepao

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sumalong Malong posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share