Red Panda ID

Red Panda ID Media Informatif Seputar Dunia Binatang

Pada 22 November 2024, seekor sapi dari ras Nelore bernama Carina (FIV do Kado) terjual di Brasil dengan harga fantastis...
13/05/2026

Pada 22 November 2024, seekor sapi dari ras Nelore bernama Carina (FIV do Kado) terjual di Brasil dengan harga fantastis mencapai Rp78 miliar, menjadikannya sapi termahal di dunia dan pecahkan Guinness World Records. Sapi berusia tiga tahun itu sebelumnya telah memenangkan beberapa gelar ternak dan dihargai sangat tinggi karena dianggap memiliki kualitas genetik unggul untuk menghasilkan keturunan terbaik.

Sapi ini dibesarkan di Peternakan Pé da Serra di Piracicaba, dan dibeli oleh sebuah konglomerat yang terdiri dari empat peternak sapi. Rekor ini melampaui sapi Nelore lain bernama Mara yang sebelumnya terjual sekitar Rp70 miliar pada 2023 lalu di Arandu, São Paulo, Brasil. Ras Nelore dikenal karena kemampuannya beradaptasi dengan iklim tropis yang panas serta ketahanannya terhadap penyakit. Ras ini mencakup sebagian besar sapi potong di Brasil.

Di tengah derasnya arus sungai pegunungan di Pulau Kalimantan, hidup seekor ikan kecil unik yang sering dijuluki sebagai...
13/05/2026

Di tengah derasnya arus sungai pegunungan di Pulau Kalimantan, hidup seekor ikan kecil unik yang sering dijuluki sebagai “ikan sapu-sapu asli Borneo”. Ikan tersebut dikenal dengan nama Borneo Sucker atau hillstream loach, ikan mungil penghuni dasar sungai yang memiliki bentuk tubuh pipih dan kemampuan menempel pada batu seperti alat pengisap.

Meski sekilas mirip ikan sapu-sapu yang sering ditemukan di akuarium, Borneo Sucker sebenarnya berbeda jauh dari ikan sapu-sapu invasif yang umum dikenal masyarakat. Ikan ini merupakan spesies asli Asia Tenggara, termasuk Kalimantan, dan hidup di perairan jernih dengan arus deras serta kadar oksigen tinggi.

Secara ilmiah, Borneo Sucker banyak dikenal dari genus Gastromyzon dan Beaufortia. Tubuhnya pipih menyerupai pari mini dengan sirip lebar yang berfungsi seperti kaki pengisap. Bentuk unik tersebut memungkinkan ikan ini menempel kuat di bebatuan agar tidak hanyut terbawa arus sungai.

Borneo Sucker umumnya memiliki corak indah berupa garis-garis atau tutul hitam kecokelatan di tubuhnya. Ukurannya relatif kecil, rata-rata hanya sekitar 5–8 sentimeter. Karena bentuk dan perilakunya yang unik, ikan ini cukup populer di kalangan pecinta akuarium air tawar.

Di habitat aslinya, Borneo Sucker berperan penting menjaga keseimbangan ekosistem sungai. Mereka memakan alga, lumut halus, dan mikroorganisme yang menempel di bebatuan. Kebiasaan tersebut membuat ikan ini sering dianggap sebagai “pembersih alami” sungai maupun akuarium.

Keunikan lainnya adalah kemampuan adaptasi terhadap arus deras. Tidak banyak ikan yang mampu hidup nyaman di sungai berbatu dengan aliran sangat cepat. Namun Borneo Sucker justru bergantung pada kondisi tersebut untuk bertahan hidup. Karena itu, ikan ini sangat sensitif terhadap pencemaran air dan kerusakan habitat sungai.

Kerusakan hutan, aktivitas tambang, serta sedimentasi sungai menjadi ancaman besar bagi habitat ikan ini di Kalimantan. Ketika air menjadi keruh dan kadar oksigen menurun, pop**asi Borneo Sucker dapat ikut terancam.
Selain menarik bagi penghobi ikan hias, keberadaan Borneo Sucker juga menjadi penanda kesehatan sungai. Jika ikan ini masih ditemukan dalam jumlah banyak, biasanya kondisi perairan masih tergolong bersih dan alami.

Dengan bentuk tubuh unik, kemampuan menempel di batu, serta perannya sebagai pembersih alami sungai, Borneo Sucker menjadi salah satu kekayaan fauna air tawar Kalimantan yang menarik untuk dikenal dan dilestarikan.

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa wilayah Papua perlu ditanami kelapa sawit untuk menghasilkan bahan bakar miny...
13/05/2026

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa wilayah Papua perlu ditanami kelapa sawit untuk menghasilkan bahan bakar minyak (BBM) berbasis nabati. Pernyataan itu disampaikan saat pengarahan kepada kepala daerah se-Papua dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua di Istana Negara.

Menurut Prabowo, pengembangan sawit di Papua merupakan bagian dari upaya menuju swasembada energi nasional. Ia mengatakan bahwa kelapa sawit dapat diolah menjadi biodiesel, sementara tebu dan singkong bisa digunakan untuk menghasilkan etanol sebagai bahan bakar alternatif pengganti BBM fosil.

“Kita berharap di daerah Papua harus tanam kelapa sawit supaya bisa hasilkan BBM dari kelapa sawit,” ujar Prabowo dalam arahannya. Ia juga menargetkan dalam lima tahun seluruh daerah di Indonesia dapat lebih mandiri dalam sektor pangan dan energi.

Prabowo menilai program tersebut dapat membantu Indonesia mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM yang nilainya disebut mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahun. Dengan memanfaatkan sumber energi berbasis tanaman seperti sawit, tebu, dan singkong, pemerintah berharap pengeluaran negara untuk subsidi energi dan impor bahan bakar bisa ditekan secara signifikan.

Gagasan tersebut langsung memicu berbagai tanggapan dari masyarakat. Sebagian pihak mendukung karena dianggap bisa memperkuat ketahanan energi nasional dan membuka peluang ekonomi baru di Papua. Namun di sisi lain, muncul p**a kritik terkait potensi dampak lingkungan dari perluasan perkebunan sawit, terutama terhadap hutan tropis dan ekosistem alami Papua yang masih luas dan kaya keanekaragaman hayati.

Sebelumnya, Prabowo juga pernah menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia mampu memproduksi bahan bakar sendiri dari kelapa sawit sehingga tidak perlu terlalu bergantung pada impor minyak dari luar negeri.

Ular Anggur Hijau (Ahaetulla nasuta) mendapatkan reputasinya sebagai reptil paling s**a menghakimi di dunia berkat keuni...
13/05/2026

Ular Anggur Hijau (Ahaetulla nasuta) mendapatkan reputasinya sebagai reptil paling s**a menghakimi di dunia berkat keunikan biologisnya. Ia adalah salah satu dari sedikit spesies ular yang memiliki penglihatan binokular. Meskipun sebagian besar ular memiliki mata di sisi kepala mereka, mata ular pohon ini terletak di bagian depan dengan pupil horizontal berbentuk lubang kunci, memungkinkan ular tersebut untuk mengunci mangsa dan manusia yang penasaran dengan tatapan mata yang tajam dan menyipit, sangat mirip dengan ekspresi kekeceweaan yang mendalam.

Ular yang mirip tali sepatu ramping berwarna hijau terang yang menghakimi ini adalah ahli peniruan, sering bergoyang tertiup angin meniru ranting. Namun, tatapan tajam yang menghadap ke depan itulah yang benar-benar membedakannya. Meskipun memiliki racun ringan dan terutama untuk berburu kadal kecil, senjata terhebatnya tetaplah kemampuannya membuat siapa pun yang melihatnya merasa seperti baru saja dimarahi oleh petugas perpus yang sangat kecil dan sangat hijau.

Selama berabad-abad, dunia sains hanya bisa menebak-nebak dan mengandalkan sketsa kasar atau burung awetan yang sudah ma...
13/05/2026

Selama berabad-abad, dunia sains hanya bisa menebak-nebak dan mengandalkan sketsa kasar atau burung awetan yang sudah mati untuk meneliti spesies burung Cenderawasih (Birds of Paradise). Tidak ada satu pun manusia di bumi yang pernah berhasil mendokumentasikan seluruh kerabat spesiesnya di alam liar secara lengkap. Menjawab tantangan tingkat dewa tersebut, Tim Laman dan Edwin Scholes merancang sebuah ekspedisi super brutal pada tahun 2004 yang memakan waktu total hingga 8 tahun lamanya.

Mereka harus keluar masuk hutan perawan Papua yang sangat berbahaya, berhadapan langsung dengan ancaman malaria, lintah babi, cuaca ekstrem, dan medan yang belum pernah dijamah manusia modern. Demi mendapatkan satu sudut pandang jepretan kamera yang sempurna, Tim yang usianya sudah tidak muda lagi nekat memanjat ratusan pohon raksasa setinggi lebih dari 50 meter hanya menggunakan tali pengaman seadanya. Terkadang, mereka harus bersembunyi di dalam tenda kamuflase super sempit di atas dahan pohon selama berhari-hari tanpa mandi dan dilarang mengeluarkan suara sedikit pun, hanya untuk menunggu kedatangan satu ekor burung jantan yang sedang menari.

Dedikasi berdarah-darah ini akhirnya terbayar lunas. Setelah melakukan 18 kali ekspedisi yang menguras fisik dan mental, mereka mengukir sejarah sebagai manusia pertama yang berhasil memotret dan merekam video seluruh 39 spesies burung Cenderawasih yang diakui dunia. Mahakarya fotografi mereka tidak hanya membuat jutaan ilmuwan internasional menangis haru, tetapi juga menjadi tamparan keras sekaligus kebanggaan abadi betapa megah dan tak ternilainya surga kecil yang tersembunyi di tanah Papua.

Seekor kerbau di Bangladesh mendadak viral di media sosial setelah dijuluki “Donald Trump” karena penampilannya yang dia...
12/05/2026

Seekor kerbau di Bangladesh mendadak viral di media sosial setelah dijuluki “Donald Trump” karena penampilannya yang dianggap mirip dengan Presiden Amerika Serikat tersebut. Kerbau berwarna terang dengan poni pirang khas itu ramai diperbincangkan menjelang perayaan Idul Adha, menarik perhatian banyak warga di pasar hewan kurban.

Hewan seberat sekitar 700 kilogram tersebut dipelihara di sebuah peternakan di wilayah Narayanganj, Bangladesh, dengan pola makan khusus yang terdiri dari jagung, kedelai, dan dedak, sehingga tumbuh besar dan terlihat sehat. Penampilannya yang unik membuat banyak pengunjung datang hanya untuk melihat langsung atau berfoto.

Pop**aritas kerbau “Donald Trump” ini juga disebut meningkatkan minat calon pembeli hewan kurban di tengah ramainya persiapan Idul Adha, sehingga keberadaannya menjadi salah satu daya tarik tersendiri dan terus menyebar luas di berbagai platform media sosial.

12/05/2026

Ikan Discus Menyusui Anaknya

12/05/2026
Setiap tahun, dunia menyaksikan salah satu fenomena alam paling luar biasa yaitu migrasi jutaan kupu-kupu monarch. Seran...
12/05/2026

Setiap tahun, dunia menyaksikan salah satu fenomena alam paling luar biasa yaitu migrasi jutaan kupu-kupu monarch. Serangga kecil dengan sayap oranye berpola hitam ini mampu menempuh perjalanan hingga sekitar 4.800 kilometer melintasi benua Amerika Utara demi mencari tempat yang lebih hangat untuk bertahan hidup saat musim dingin tiba.

Kupu-kupu monarch atau Monarch butterfly dikenal sebagai salah satu spesies kupu-kupu paling terkenal di dunia. Mereka hidup di wilayah Kanada dan Amerika Serikat pada musim panas, lalu mulai bermigrasi ke hutan pegunungan di Meksiko ketika suhu mulai turun. Perjalanan panjang ini biasanya berlangsung selama beberapa bulan dan melibatkan jutaan individu yang terbang bersama membentuk koloni raksasa di langit.

Yang membuat migrasi monarch begitu menakjubkan adalah kemampuan navigasi mereka. Meski memiliki otak yang sangat kecil, kupu-kupu ini mampu menemukan jalur migrasi yang sama dari tahun ke tahun. Para ilmuwan percaya mereka menggunakan posisi matahari serta medan magnet bumi sebagai “kompas alami” selama perjalanan.

Menariknya lagi, kupu-kupu yang tiba di Meksiko bukanlah individu yang sama dengan yang memulai migrasi dari generasi sebelumnya. Dalam satu siklus migrasi, monarch mengalami beberapa pergantian generasi. Generasi terakhir, yang sering disebut “super generation”, memiliki umur lebih panjang sehingga mampu menyelesaikan perjalanan ribuan kilometer tersebut.

Saat tiba di hutan pegunungan Meksiko, jutaan monarch berkumpul di pepohonan hingga membuat batang dan daun tampak berubah warna menjadi oranye. Ketika mereka beterbangan secara bersamaan, pemandangan itu terlihat seperti hujan kupu-kupu yang sangat memukau. Fenomena ini bahkan dianggap sebagai salah satu keajaiban alam terbesar di dunia dan menarik wisatawan dari berbagai negara setiap tahunnya.

Namun, migrasi luar biasa ini kini menghadapi ancaman serius. Perubahan iklim, hilangnya habitat, penggunaan pestisida, dan penebangan hutan menyebabkan pop**asi monarch terus menurun dalam beberapa dekade terakhir. Berkurangnya tanaman milkweed, tumbuhan utama tempat monarch bertelur dan sumber makanan larva, juga menjadi ancaman besar bagi kelangsungan hidup mereka.

Berbagai organisasi konservasi dan pemerintah kini berupaya melindungi habitat kupu-kupu monarch agar fenomena migrasi spektakuler ini tidak hilang dari bumi. Sebab, perjalanan ribuan kilometer yang dilakukan serangga rapuh ini bukan hanya keajaiban alam, tetapi juga pengingat betapa luar biasanya kemampuan makhluk hidup untuk bertahan dan beradaptasi.

Di tengah hutan Kalimantan Timur, sosok perempuan muda bernama Dela Mawar menjadi salah satu penjaga harapan bagi satwa ...
12/05/2026

Di tengah hutan Kalimantan Timur, sosok perempuan muda bernama Dela Mawar menjadi salah satu penjaga harapan bagi satwa liar yang kehilangan rumahnya. Perempuan berusia 20 tahun dari Suku Dayak ini sehari-hari bekerja sebagai keeper di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Long Sam, Desa Merasa, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Bagi Dela, hutan bukan sekadar tempat hidup, melainkan bagian dari identitas masyarakat Dayak. Sejak kecil, ia tumbuh di lingkungan yang dikelilingi hutan tropis dan terbiasa melihat kehidupan satwa liar di Kalimantan. Nilai adat yang diwariskan leluhurnya membuat ia percaya bahwa manusia dan alam harus hidup berdampingan.

Di PPS Long Sam, Dela bertugas merawat bayi-bayi orangutan yang kehilangan induk akibat perburuan maupun kerusakan habitat. Setiap hari ia memberi makan, menggendong, serta mendampingi orangutan belajar kembali hidup di alam liar. Ia juga mengajarkan mereka memanjat pohon dan mengenali lingkungan hutan agar kelak mampu bertahan hidup saat dilepasliarkan.

Dela mengaku sangat tersentuh ketika pertama kali melihat bayi orangutan bernama Lukas yang datang dalam kondisi lemah dan ketakutan. Baginya, pengalaman itu menjadi alasan kuat untuk terus berada di jalur konservasi satwa liar. Ia merasa orangutan-orangutan tersebut seperti anak sendiri yang harus dijaga hingga siap kembali ke habitat aslinya.

Meski bekerja jauh dari perkotaan dengan fasilitas terbatas, Dela tidak pernah mengeluh. Bersama para pekerja konservasi lainnya, sebagian besar berasal dari masyarakat Dayak setempat, ia menjalani tugas berat menjaga satwa yang mengalami trauma akibat konflik dengan manusia. Dedikasi mereka juga mendapat apresiasi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur karena dinilai menjadi garda terdepan penyelamatan orangutan di kawasan tersebut.

Kisah Dela Mawar menunjukkan bahwa perempuan adat memiliki peran penting dalam menjaga hutan dan satwa liar Kalimantan. Di tengah ancaman deforestasi dan hilangnya habitat, sosok seperti Dela menjadi simbol harapan bahwa masih ada generasi muda yang memilih menjaga alam dibanding mengeksploitasinya.

Para ilmuwan internasional menemukan bahwa susu kecoa memiliki gizi empat kali lebih banyak dibandingkan susu sapi karen...
12/05/2026

Para ilmuwan internasional menemukan bahwa susu kecoa memiliki gizi empat kali lebih banyak dibandingkan susu sapi karena kandungan protein yang tinggi, kaya akan asam amino dan nutrisi energi. Hal ini membuat susu kecoa dapat menjadi sumber makanan berkelanjutan atau “superfood” untuk generasi mendatang.

Menurut techexplorist, kecoa pada umumnya tidak menghasilkan susu, namun Diploptera punctae adalah satu-satunya jenis kecoa yang dapat bereproduksi dan menghasilkan susu untuk memberi makan anak-anaknya. Susu ini terdiri dari kandungan kristal yang mengandung protein.

Fakta menarik dari temuan ini selain serangga yang dapat menghasilkan susu adalah salah satu kristal protein pada susu ini mengandung energi tiga kali lebih banyak, setara dengan jumlah energi dalam susu kerbau. Tim peneliti menyusun ulang gen yang bertanggung jawab atas produksi kristal protein susu agar dapat menyalinnya di laboratorium, karena prosesnya yang tidak sama dengan sapi yang mudah diperah.

“Kristal ini seperti makanan lengkap, mengandung protein, lemak dan gula. Jika melihat urutan proteinnya, mereka memiliki semua asam amino esensial”, ujar Sanchari Banerjee, anggota tim peneliti.

Susu kecoak diklaim memiliki sumber padat kalori dan nutrisi, dimana protein dalam susu ini mudah dicerna. Kristal dalam susu akan melepaskan lebih banyak protein yang bermanfaat untuk saluran pencernaan.

“Ini merupakan jenis makanan dengan pelepasan bertahap, jika Anda membutuhkan makanan berkalori tinggi yang dicerna secara perlahan dan termasuk makanan yang lengkap, inilah jawabannya. Penting untuk mengungkapkan sumber protein ini, karena bisa menjadi cara mudah bagi banyak orang yang mengonsumsi terlalu banyak kalori harian, untuk tetap mendapatkan asupan kalori dan nutrisi”, tambah Subramanian Ramaswamy, tim pemipin penelitian.

Karena sangat stabil dan dapat menjadi sumber protein yang menarik, para peneliti berharap mendapatkan agen pemicu untuk menghasilkan kristal yang akan menghasilkan susu dalam jumlah banyak. Susu kecoa dapat menjadi alternatif susu non-dairy bagi individu yang mengalami intoleransi laktosa atau alergi terhadap susu sapi.

Address

Rembang
59219

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Red Panda ID posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share