13/05/2026
Di tengah derasnya arus sungai pegunungan di Pulau Kalimantan, hidup seekor ikan kecil unik yang sering dijuluki sebagai “ikan sapu-sapu asli Borneo”. Ikan tersebut dikenal dengan nama Borneo Sucker atau hillstream loach, ikan mungil penghuni dasar sungai yang memiliki bentuk tubuh pipih dan kemampuan menempel pada batu seperti alat pengisap.
Meski sekilas mirip ikan sapu-sapu yang sering ditemukan di akuarium, Borneo Sucker sebenarnya berbeda jauh dari ikan sapu-sapu invasif yang umum dikenal masyarakat. Ikan ini merupakan spesies asli Asia Tenggara, termasuk Kalimantan, dan hidup di perairan jernih dengan arus deras serta kadar oksigen tinggi.
Secara ilmiah, Borneo Sucker banyak dikenal dari genus Gastromyzon dan Beaufortia. Tubuhnya pipih menyerupai pari mini dengan sirip lebar yang berfungsi seperti kaki pengisap. Bentuk unik tersebut memungkinkan ikan ini menempel kuat di bebatuan agar tidak hanyut terbawa arus sungai.
Borneo Sucker umumnya memiliki corak indah berupa garis-garis atau tutul hitam kecokelatan di tubuhnya. Ukurannya relatif kecil, rata-rata hanya sekitar 5–8 sentimeter. Karena bentuk dan perilakunya yang unik, ikan ini cukup populer di kalangan pecinta akuarium air tawar.
Di habitat aslinya, Borneo Sucker berperan penting menjaga keseimbangan ekosistem sungai. Mereka memakan alga, lumut halus, dan mikroorganisme yang menempel di bebatuan. Kebiasaan tersebut membuat ikan ini sering dianggap sebagai “pembersih alami” sungai maupun akuarium.
Keunikan lainnya adalah kemampuan adaptasi terhadap arus deras. Tidak banyak ikan yang mampu hidup nyaman di sungai berbatu dengan aliran sangat cepat. Namun Borneo Sucker justru bergantung pada kondisi tersebut untuk bertahan hidup. Karena itu, ikan ini sangat sensitif terhadap pencemaran air dan kerusakan habitat sungai.
Kerusakan hutan, aktivitas tambang, serta sedimentasi sungai menjadi ancaman besar bagi habitat ikan ini di Kalimantan. Ketika air menjadi keruh dan kadar oksigen menurun, pop**asi Borneo Sucker dapat ikut terancam.
Selain menarik bagi penghobi ikan hias, keberadaan Borneo Sucker juga menjadi penanda kesehatan sungai. Jika ikan ini masih ditemukan dalam jumlah banyak, biasanya kondisi perairan masih tergolong bersih dan alami.
Dengan bentuk tubuh unik, kemampuan menempel di batu, serta perannya sebagai pembersih alami sungai, Borneo Sucker menjadi salah satu kekayaan fauna air tawar Kalimantan yang menarik untuk dikenal dan dilestarikan.