Rembang Update

Rembang Update Media informasi warga Rembang
(2)

11/05/2026

Ashik, seorang turis asal Kuala Lumpur, Malaysia tampak antusias saat mencoba belajar seni ngelelet kopi dalam kunjungannya ke Lasem.

Sembari belaja ngelelet, ia juga menyimak dengan seksama cerita sejarah dan budaya ngelelet yang dituturkan langsung oleh Nur Kholis, warga Lasem.

Orang Rembang ada yang gak bisa nglelet? Sini belajar dulu sama Kak Ashik dari Malaysia 😀

Rapat audiensi di DPRD Rembang yang membahas soal karut marut lelang jabatan kepala dinas di Pemkab Rembang siang tadi m...
11/05/2026

Rapat audiensi di DPRD Rembang yang membahas soal karut marut lelang jabatan kepala dinas di Pemkab Rembang siang tadi mendadak tegang. Tiga peserta rapat memilih walkout saat giliran Sekda Fahrudin diberikan kesempatan bicara.

Dilansir detikJateng di lokasi audiensi, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Rembang pukul 12.41 WIB, tiga peserta rapat yang walkout yakni Gunari Kabag Tapem Setda Rembang, Isti Chomawati Sekretaris Dinbudpar Rembang dan Wijayanti Camat Sumber.

Ketiganya merupakan peserta seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP). Sedangkan Gunari selain sebagai peserta JPTP, juga merupakan eks Plt Kepala BKD Rembang. Ketiganya menolak diwawancarai saat ditanya alasannya walkout dari forum tersebut.

"Nggak. Nggak usah. Nanti jangan," ujar Wijayanti Camat Sumber kepada wartawan, sembari berjalan meninggalkan ruang rapat.

"Nggak, nggak," tutur Gunari saat dimintai komentar detikJateng sambil meninggalkan Gedung DPRD Rembang.

"Nggak. Nggak ada," kata Isti kepada detikJateng saat dimintai konfirmasi di depan pintu masuk ruang paripurna DPRD Rembang.

Meski begitu, forum audiensi tersebut terpantau tetap berjalan lancar dan kondusif. Berlangsung hampir satu jam, dimulai pada pukul 12.29 WIB hingga selesai pada pukul 13.43 WIB.

Kemudian 19 menit sebelum forum selesai, salah satu peserta yang walkout, Isti kembali ke dalam forum. Saat menyampaikan penjelasan di forum, Isti mengaku izin keluar forum untuk ngopi terlebih dahulu.

"Tadi izin ngopi dulu karena ngantuk, sejak jam 10.00 WIB sudah di sini (DPRD)," ujar Isti.

"Secara tahapan, kami ini peserta sudah mengikuti proses seleksi sejak awal sampai akhir. Pak Tuhana, kalau memang kita masih menghargai beliau sebagai Ketua Pansel. Kemarin (Jumat, 8 Mei 2026) sudah jelas disampaikan, kecuali mungkin Inspektorat yang tidak hadir. Kemarin Pak Tuhana mengatakan hasil seleksi itu bersih tidak ada cacatnya. Kalau nanti mau dibuktikan apakah (Dokumen berkas yang diunggah BKD untuk diteruskan ke BKN) berubah atau tidak ya monggo ke BKN," sambung Isti.

Selengkapnya di https://www.detik.com/jateng/berita/d-8484746/rapat-audiensi-karut-marut-lelang-jabatan-di-rembang-diwarnai-walkout

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi posisi utang pemerintah yang hampir mencapai Rp10.000 triliun. Hingga a...
11/05/2026

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi posisi utang pemerintah yang hampir mencapai Rp10.000 triliun. Hingga akhir Maret 2026, total utang tercatat sebesar Rp9.920,42 triliun.

Jumlah tersebut meningkat Rp282,52 triliun dibanding posisi akhir Desember 2025 yang berada di angka Rp9.637,90 triliun.

Meski demikian, Purbaya memastikan kondisi utang pemerintah masih dalam batas aman. Menurutnya, rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) saat ini berada di angka 40,75 persen, masih jauh di bawah batas maksimal yang diatur dalam Undang-Undang Keuangan Negara sebesar 60 persen terhadap PDB.

“Kalau kita lihat acuan yang paling ketat di Eropa, rasio utang terhadap PDB itu 60 persen. Kita masih jauh di bawah itu, jadi masih aman,” ujar Purbaya dalam media briefing di Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026).

Dipublikasikan detik.com pada 11 Mei 2026, jam 11:46 WIB. Stay updated with us. Follow

Polemik karut-marut seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di Kabupaten Rembang memasuki babak baru. Sek...
11/05/2026

Polemik karut-marut seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di Kabupaten Rembang memasuki babak baru. Sekretaris Daerah (Sekda) Rembang, Fahrudin, melaporkan dugaan akses ilegal dalam proses pengiriman berkas hasil seleksi kepala dinas ke Polda Jateng.

Laporan itu dilayangkan setelah Fahrudin merasa proses pengiriman dokumen ke sistem Badan Kepegawaian Negara (BKN) dilakukan tanpa melalui persetujuannya sebagai Pejabat yang Berwenang (PyB).

"Kami ini istilahnya untuk melakukan proses hukum yang sesuai maksudnya seperti itu. Jadi ketika ini ada indikasi pidana dalam arti melanggar Undang-Undang IT dan UU Nomor 1 Tahun 2025 terkait dengan hukum pidana KUHP. Itu saya tetap konsisten membuktikan bahwa saya itu tidak bersalah," ujarnya, belum lama ini.

"Kalau itu nanti saya tidak buktikan, ketika ada persoalan nanti saya bisa dikatakan mengiyakan. Dalam hal ini saya nanti bisa malah justru dipidana terkait dengan pasal berikutnya. Intinya seperti itu," sambungnya.

Ia menegaskan, langkah hukum yang ditempuh bukan untuk memidanakan bawahannya di Badan Kepegawaian Daerah (BKD), melainkan untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pelanggaran hukum dalam penggunaan akses sistem.

"Jadi saya bukan bermaksud memidanakan staf saya dalam hal ini teman-teman di BKD tapi saya ingin membuktikan bahwa ini benar-benar ilegal akses apa tidak. Kalau memang itu ilegal akses monggo mau dipidana atau tidak, terserah, gitu kan bagi saya oleh lembaga peradilan atau oleh aparat penegak hukum," katanya.

Menurutnya, tahapan pengiriman dokumen hasil seleksi seharusnya dilakukan secara berjenjang. BKD terlebih dahulu mengunggah dokumen, kemudian dirinya memberikan persetujuan, dilanjutkan persetujuan bupati sebelum akhirnya diteruskan ke BKN.

"Harusnya kan BKD mengupload berkas-berkas itu, baru saya meng-approve, kemudian Pak Bupati approve kemudian baru ke BKN. Kan intinya seperti itu. Tahapan itu yang tidak dilakukan," tegasnya.

Fahrudin mengaku kini proses laporannya sudah masuk tahap penyelidikan di Direktorat Reserse Siber Polda Jateng.

Selengkapnya di
https://www.detik.com/jateng/berita/d-8480425/sekda-rembang-lapor-polisi-terkait-dugaan-akses-ilegal-lelang-jabatan

Sorotan terhadap kondisi Jembatan Merah Hutan Mangrove Rembang di Desa Pasar Banggi memicu banyak reaksi dari warga di m...
11/05/2026

Sorotan terhadap kondisi Jembatan Merah Hutan Mangrove Rembang di Desa Pasar Banggi memicu banyak reaksi dari warga di media sosial.

Tak sedikit warganet yang justru mengenang masa-masa saat kawasan wisata tersebut masih ramai dikunjungi.

Berbagai foto lama pun dibagikan di kolom komentar. Mulai dari momen bersama teman, jalan santai di atas jembatan merah, hingga foto prewedding bersama pasangan.

Ada p**a warga yang mengenang masa pacaran mereka di lokasi tersebut. Bahkan, beberapa netizen mengaku memiliki banyak kenangan bersama mantan di kawasan wisata mangrove itu.

“Dulu tiap sore rame banget,” tulis salah satu warganet.

“Tempat pertama foto sama pasangan dulu,” komentar netizen lainnya.

Ramainya unggahan foto dan cerita lama itu menunjukkan bahwa Jembatan Merah Hutan Mangrove bukan hanya tempat wisata, tetapi juga menjadi bagian dari kenangan banyak warga Rembang.

Kini, masyarakat berharap kawasan tersebut dapat kembali diperhatikan dan dirawat agar bisa kembali menjadi destinasi favorit seperti beberapa tahun silam.

Polres Rembang resmi menghentikan penyidikan kasus dugaan pencabulan terhadap santriwati di bawah umur yang melibatkan s...
10/05/2026

Polres Rembang resmi menghentikan penyidikan kasus dugaan pencabulan terhadap santriwati di bawah umur yang melibatkan seorang oknum pengasuh pondok pesantren di Kecamatan Sedan.

Penghentian penyidikan dilakukan setelah penyidik menggelar perkara dan menilai alat bukti yang ada belum cukup untuk membawa kasus tersebut ke tahap persidangan.

Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Alva Zakya Akbar, mengatakan pihaknya telah menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas kasus tersebut.

Menurutnya, proses pembuktian mengalami kendala karena kurangnya kerja sama dari pihak pelapor maupun korban.

“Pihak pelapor dan korban tidak kooperatif. Padahal, pembuktian dalam kasus asusila sangat bergantung pada kerja sama para pihak terkait,” ujar AKP Alva, Minggu (10/5).

Dipublikasikan radarpati.jawapos.com pada 10 Mei 2026. Stay updated with us. Follow

Hasil drawing Piala Asia 2027 menempatkan Timnas Indonesia di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand. Turnamen berge...
10/05/2026

Hasil drawing Piala Asia 2027 menempatkan Timnas Indonesia di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand. Turnamen bergengsi antarnegara Asia tersebut akan berlangsung di Arab Saudi pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027.

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyebut grup yang ditempati skuad Garuda menjadi tantangan besar sekaligus peluang penting untuk mengukur perkembangan tim.

Indonesia akan menghadapi dua kekuatan besar Asia, Jepang dan Qatar, serta rival regional Thailand dalam persaingan fase grup yang diprediksi berlangsung sengit.

Meski tergabung di grup berat, Timnas Indonesia datang dengan kepercayaan diri usai mencatat sejarah lolos ke babak 16 besar Piala Asia 2023.

Kini, skuad Garuda diharapkan mampu kembali menunjukkan perkembangan dan bersaing di level tertinggi Asia demi target besar menuju Piala Dunia 2030.

Berat, tapi tetap percaya. Semangat Garuda 🔥

Warga Rembang sampai rela jauh-jauh ke Semarang cuma buat mampir ke Bunga Tanjung 😭✨Setiap weekend makin rame, banyak ya...
10/05/2026

Warga Rembang sampai rela jauh-jauh ke Semarang cuma buat mampir ke Bunga Tanjung 😭✨

Setiap weekend makin rame, banyak yang datang buat hunting emas impian di sini. Bahkan rela antri demi dapetin model favorit.

Kenapa Bunga Tanjung selalu rame?
✨ Koleksinya lengkap banget
✨ Modelnya kekinian & elegan
✨ Emasnya trusted & banyak dicari
✨ Lokasinya strategis di Semarang

Nggak heran kalau tiap ke Semarang, wajib banget mampir ke sini 🤍

Toko Mas Bunga Tanjung
📍Jl. A. Yani, no. 193 Semarang
📍Jl. MT. Haryono, no. 757 Semarang
📍DP Mall Lt.1 Jl. Pemuda Semarang
📍Queen City Mall Lt. 1 Jl. Pemuda Semarang
📍Paragon Mall Lt.1 Jl. Pemuda Semarang

10/05/2026

Rembang terbuat dari pantai, senja dan kenangan.

Pantai Rembang tentu tidak diragukan lagi kualitasnya; ombak mungil nan pasir putih menjadi saya tarik tersendiri.

Tidak hanya itu, senja di pantai Rembang juga tidak kalah istimewanya; cahaya keperakan yang membentuk siluet sungguh memanjakan mata.

Yuk, main ke pantai Rembang! Mana pantai favoritmu, Mas, Mba?

Rumah warga di Desa Pragen RT5/ RW2, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang milik Mohammad Ulin Nuha ludes terbakar pada J...
09/05/2026

Rumah warga di Desa Pragen RT5/ RW2, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang milik Mohammad Ulin Nuha ludes terbakar pada Jumat pagi, 8 Mei 2026. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun seluruh bangunan rumah beserta isinya hangus dilalap api.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Rembang, M. Luthfi Hakim mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Api diduga berasal dari pembakaran sampah yang kemudian merembet ke bagian rumah.

“Menurut laporan awal, pemilik rumah sebelumnya membakar sampah. Namun api diduga merembet ke bagian rumah yang berdekatan dengan dapur dan elpiji, sehingga kobaran api cepat membesar,” ujarnya.

Pemerintah desa kemudian berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Pamotan untuk menghubungi petugas pemadam kebakaran. Sekitar pukul 09.18 WIB, satu unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.45 WIB dan dilanjutkan proses pendinginan agar tidak kembali menyala. Akibat kejadian itu, seluruh bangunan rumah beserta dokumen penting milik korban hangus terbakar.

Selain itu, uang tunai sekitar Rp5 juta juga ikut ludes terbakar. “Total kerugian ditaksir mencapai Rp55 juta,” imbuhnya.

BPBD Rembang mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat membakar sampah, terutama di musim panas dan di lokasi yang dekat dengan bahan mudah terbakar seperti dapur maupun tabung gas elpiji.

Selengkapnya di https://rri.co.id/semarang/berita-lain/2400944/rumah-warga-di-pamotan-rembang-ludes-terbakar-kerugian-capai-rp55-juta

Pemkab Rembang memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau tahun 2026 dengan menyiapkan pembangunan 27 embung...
09/05/2026

Pemkab Rembang memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau tahun 2026 dengan menyiapkan pembangunan 27 embung tambahan di berbagai wilayah. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan air pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.

Penguatan infrastruktur air tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Rembang dalam menjaga produktivitas pertanian di tengah potensi kemarau panjang yang diperkirakan terjadi tahun ini.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto, menyampaikan bahwa hingga saat ini ketersediaan air dari embung yang sudah ada diharapkan masih mampu mencukupi kebutuhan masa tanam kedua (MT2).

“Harapan kami, dengan masih adanya hujan di beberapa waktu terakhir, embung-embung ini bisa terisi kembali meskipun belum optimal,” ujarnya pada Kamis, 7 Mei 2026.

Ia menambahkan, sebanyak 25 embung akan dibangun melalui dukungan anggaran APBN dengan pola swakelola bersama kelompok tani. Sementara itu, dua embung lainnya akan dibangun melalui APBD Kabupaten Rembang sebagai bentuk dukungan penguatan infrastruktur pertanian daerah.

Selain pembangunan embung, Pemkab Rembang juga akan menambah irigasi perpompaan (IRPOM) di sejumlah wilayah untuk memperkuat suplai air bagi lahan pertanian yang rawan mengalami kekeringan.

“Harapan kami permasalahan kekurangan air di musim kemarau, apalagi kemarau tahun ini yang diprediksi cukup panjang bisa terbantu dengan prasarana air yang kami sebutkan tadi,” ungkapnya.

Dinas Pertanian dan Pangan mencatat beberapa wilayah mulai mengalami penurunan ketersediaan air, khususnya pada lahan tadah hujan di wilayah Rembang kota dan Kecamatan Sumber. Karena itu, langkah mitigasi terus dilakukan agar produktivitas pertanian tetap terjaga pada masa tanam kedua.

“Ini menjadi PR kami untuk memastikan tanaman di sekitar sumber air tetap bisa bertahan dan dipanen pada MT2,” tambah Agus.

Selain penguatan infrastruktur air, Pemkab Rembang juga meningkatkan pendampingan kepada petani melalui penyuluh pertanian sebagai langkah antisipasi terhadap dampak fenomena El Nino yang berpotensi memicu kemarau lebih panjang.

Sumber: Humas Pemkab Rembang

Address

Rembang

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Rembang Update posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Rembang Update:

Share