19/12/2020
Di Tengah Pandemi STIE YPPI Rembang Gelar Kuliah Umum Secara Online
Rembang, 19/12/2020 – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) YPPI Rembang menyelenggarakan kuliah umum secara online dengan tema Financial Technology dan Digital Marketing untuk Keberlangsungan Bisnis Di Tengah Pandemi Covid-19. Dengan pemateri Bapak H.M. Iqbal Dian Kurniawan, ST., M.BA, yang merupakan Loyalty Management Manager PT. Pertamina Persero dan Bapak Mochamad Arif, SE., M.Si., C.PS (Plant Manager PT. Green Inti Corpora).
Kegiatan kuliah umum diikuti oleh seluruh mahasiswa Program Studi Manajemen dan Akuntansi serta Dosen STIE YPPI Rembang dan juga perwakilan dari Yayasan Pengembang Potensi Insani Rembang (YPPI), kurang lebih 300 peserta yang mengikuti acara tersebut melalui Zoom Meeting.
Wulan Suryandani, SE, MM selaku ketua panitia kuliah umum menyampaikan “tujuan terselenggranya acara ini adalah menambah wawasan, sekaligus pemahaman mahasiswa tentang perkembangan sekaligus tantangan aspek komunikasi dan informasi berbasis teknologi informasi yang sangat dinamis serta progresif”. Selain itu beliau juga menyampaikan bahwa “teknologi memberikan ruang yang besar untuk berkiprah, dan telah merombak segala kehidupan manusia. Transformasi di berbagai sektor yang disebabkan oleh perkembangan teknologi harus terus didukung. Inovasi teknologi telah memotong rantai inefisiensi yang selama ini ada di pasar” tambahnya.
Dalam sambutannya Ketua STIE YPPI Rembang Drs. H. Muhammad Asrori, M.Si menyampaikan “Visi STIE YPPI Rembang menjadi Perguruan Tinggi terkemuka di pantura Jateng bagian timur paling lambat 2025, yang menghasilkan lulusan unggul dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi, berjiwa entrepreneur dan mandiri bisa segera terwujud, untuk itu perlu peran seluruh stakeholder, diataranya peningkatan kualitas Tri Darma Perguruan Tinggi dan juga perubahan bentuk STIE YPPI Rembang menjadi Universitas YPPI Rembang pada tahun 2021”.
Sementara itu dalam kuliah umumnya, H. M. Iqbal Dian Kurnia mengatakan ekonomi digital memberikan pengaruh yang besar bagi perekonomian Indonesia. Indonesia harus melakukan suatu hal agar dampak ketidakmampuan Indonesia di era Ekonomi Digital dapat ditekan. Begitu juga dengan Mochamad Arif dalam materinya memaparkan tentang Financial Technology. “Manfaat fintech diantaranya mendukung validasi referensi data publik serta memberikan kemudahan layanan finansial”, selain itu Arif juga menyampaiakan “perkembangan teknologi digital mendorong terjadinya disrupsi di berbagai sektor, baik perusahaan manufaktur, jasa maupun perbankan” imbuhnya.
Dampak perkembangan teknologi saat ini telah menciptakan kondisi baru dimana terjadi transisi dari traditional marketing hingga akhirnya lahir digital marketing yang harus kita ketahui bahwa keduanya tidak saling mendisrupsi tetapi justru saling melengkapi.
Reporter : Irfan Nawawi
Penulis : Khanda Eka M. A.
Editor : Khanda Eka M. A.