Dakwah bersama usu

Dakwah bersama usu Semoga setiap Tulisan kita memberikan manfaat bagi orang yang membacanya.

04/01/2026

"KISAH WALI YANG NAMANYA TERTERA DI LAUHIL MAHFUDZ SEBAGAI PENGHUNI NERAKA"

اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Ada seorang sufi dari kalangan tokoh tasawuf yang bernama Syaikh Abdul Aziz ad-Dabbagh. Beliau dalam kalangan tokoh tasawuf termasuk ulama kelas atas, wali min auliya'illah, ahli ibadah.

Suatu ketika malaikat melihat namanya di lembaran kitab lauhil mahfudz ada dalam deretan penghuni neraka. Melihat hal tersebut malaikat merasa kasihan dan mendatangi Syaikh Abdul Aziz ad-Dabbagh.

Malaikat berkata, "Wahai Abdul Aziz, untuk apa engkau ibadah sampai segitunya, sedangkan aku lihat namamu di lembaran lauhil mahfudz engkau adalah penghuni neraka. Mau ibadah bagaimanapun engkau tetap akan masuk neraka."

Kemudian Abdul Aziz menjawab, "Wahai Malaikat, Surga dan Neraka bukan urusanku, aku diciptakan oleh Allah Ta'ala hanya untuk beribadah kepada-Nya. Sebagaimana Allah Ta'ala berfirman, "Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku." Mau aku masuk surga atau neraka itu hak-Nya Allah."

Subhanallah, benar-benar ikhlas dalam beribadah. Kemudian malaikat kembali ke lauhil mahfudz dan dilihat namanya dirubah oleh Allah Ta'ala menjadi penghuni surga. Sebab Allah Ta'ala berhak menetapkan kitabullah.

Lantas malaikat kembali menemui Abdul Aziz dan berkata, "Wahai Abdul Aziz, ada kabar gembira, baru saja aku melihat namamu oleh Allah Ta'ala dirubah menjadi penghuni surga."

Abdul Aziz menjawab, "Alhamdulillah, tapi sekali lagi malaikat, surga dan neraka bukan urusanku, aku beribadah hanya untuk menggapai ridho-Nya Allah Ta'ala, kalau Allah Ta'ala ridho aku di neraka, ya itulah tujuanku."

Malaikat pun takjub dengan keikhlasan Abdul Aziz dalam beribadah dan berkata, "Wahai Abdul Aziz, ikhlasmu inilah yang membuat Allah Ta'ala ridho dan merubah namamu menjadi penghuni surga."

Lantas Abdul Aziz bertanya kepada malaikat, "Bila ikhlasku tadi yang membuat Allah Ta'ala ridho kepadaku, lalu kira-kira dosa apa yang membuat Allah Ta'ala murka kepadaku sehingga aku menjadi penghuni neraka?"

Kemudian malaikat bercerita, "Engkau ingat ketika engkau masih kecil ketika umurmu sekitar 15 tahunan, engkau ingat ketika engkau tidur di kamar tidurmu, kemudian engkau mendengar suara langkah kaki ibumu menuju tempat tidurmu untuk menyuruhmu membeli sesuatu di pasar?
Karena engkau mendengar suara langkah kaki ibumu menuju kamarmu, lalu engkau pura-pura tidur padahal engkau sudah bangun, agar engkau tidak disuruh pergi ke pasar. Ketika ibumu membuka pintu kamarmu dan melihatmu masih tidur, ibumu merasa kasihan dan tidak jadi menyuruhmu ke pasar. Sebab Engkau bohongi ibumu, maka Allah Ta'ala murka dan menjadikan namamu sebagai penghuni neraka."

Mendengar cerita dari malaikat, Abdul Aziz pun beristighfar memohon ampun kepada Allah Ta'ala.

Semenjak kejadian tersebut, Syaikh Abdul Aziz ad-Dabbagh di sisa umurnya tidak pernah berceramah kecuali tentang berbakti kepada orang tua. Setiap orang yang datang kepada Beliau selalu diwasiatkan untuk berbakti kepada orang tuanya.

Mari kita renungkan sejenak!

Padahal Beliau hanya pura-pura tidur, lalu bagaimana yang sampai membentak ibunya?

Bagaimana yang sampai memasamkan wajahnya kepada ibunya?

Yang mengeraskan suaranya di depan ibunya?

Yang sampai tidak memberi nafkah?
Dan bahkan yang sampai membuat menangis ibunya, bagaimana kira-kira nasibnya?

Mari kita belajar bersama-sama untuk lebih berbakti kepada orang tua kita, baik yang masih hidup ataupun yang telah wafat. Jangan meremehkan dosa kecil, dikhawatirkan disitu ada murka-Nya Allah Ta'ala....

Jika tangan kita masih sulit untuk berbuat baik padanya, maka ringankanlah lisan kita untuk senantiasa mendoakan kedua orang tua kita. Semoga Allah Ta'ala mengampuni semua dosa-dosa kita dan dosa orang tua kita. Wallāhu a'lam

Dikutif Dari Majelis Tausiyah Cinta

03/01/2026

Doa Rasulullah ﷺ untuk umatNya

Ketika Para Sahabat Bertanya:

“Mengapa Engkau Tidak Meminta Kerajaan Seperti Nabi Sulaiman?”

Suatu hari, para sahabat duduk bersama Rasulullah ﷺ.
Mereka melihat bagaimana Nabi ﷺ hidup sangat sederhana:

• tidur beralas tikar kasar,

• perut sering diikat karena lapar,

• rumahnya sempit,

• hartanya hampir tak pernah tersisa.

Padahal mereka tahu,
Rasulullah ﷺ adalah kekasih Allah,
pemimpin umat,
dan doa beliau pasti dikabulkan.

Maka dengan penuh adab, salah seorang sahabat bertanya:

“Wahai Rasulullah, mengapa engkau tidak berdoa kepada Allah agar diberi kerajaan seperti Nabi Sulaiman?”

Bukankah Nabi Sulaiman عليه السلام:

• diberi kerajaan besar,
• angin tunduk kepadanya,
• jin dan manusia melayaninya,
• kekayaan dan kekuasaan berada di tangannya?

Para sahabat bukan iri dunia,
mereka hanya heran melihat pilihan hidup Nabi ﷺ.

•> Jawaban Rasulullah ﷺ yang Menggetarkan Hati

Rasulullah ﷺ terdiam sejenak.
Beliau memandang para sahabat dengan senyum lembut,
lalu bersabda dengan suara penuh kasih:

“Duniaku tidak seperti itu.”

Dalam riwayat lain, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Apa urusanku dengan dunia?
Aku di dunia seperti seorang musafir,
yang berteduh sejenak di bawah pohon,
lalu pergi meninggalkannya.”
(HR. Tirmidzi)

Beliau menjelaskan bahwa Allah telah menawarkan kepadanya:

• gunung-gunung emas,
• kekuasaan dunia,
• kehidupan mewah,

namun Rasulullah ﷺ menolaknya.

Beliau memilih hidup sebagai hamba dan rasul,
bukan raja dan penguasa.

•> Alasan Rasulullah ﷺ Menolak Kerajaan Dunia

1. Karena Dunia Bukan Tujuan, Tapi Ujian

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Dunia adalah penjara bagi orang beriman, dan surga bagi orang kafir.”
(HR. Muslim)

Beliau tidak ingin umatnya mengira
bahwa kemuliaan diukur dari harta dan tahta.

2. Karena Tak Ingin Umatnya Berat Hisab

Rasulullah ﷺ menangis dan bersabda:

“Aku ingin umatku masuk surga dengan ringan hisab.”

Beliau tahu:

• harta banyak = hisab panjang,

• kekuasaan besar = tanggung jawab berat.

Beliau menolak kemewahan demi keselamatan umatnya.

3. Karena Cintanya kepada Umat Lebih Besar dari Dunia

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Setiap nabi memiliki doa mustajab,
dan aku simpan doaku sebagai syafaat untuk umatku di hari kiamat.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Beliau bisa berdoa untuk:

• kerajaan,
• kekuasaan,
• kejayaan dunia,

tetapi beliau memilih menyimpannya untuk akhirat umatnya.

•> Doa Rasulullah ﷺ untuk Umatnya

Di antara doa paling menyentuh yang sering beliau panjatkan:

“Allahumma ummati, ummati…”
“Ya Allah… umatku, umatku…”

Beliau menangis sampai jenggotnya basah,
lalu Allah ﷻ mengutus Jibril عليه السلام dan berfirman:

“Wahai Muhammad, sungguh Kami akan membuatmu ridha terhadap umatmu, dan Kami tidak akan mengecewakanmu.”
(HR. Muslim)

Dan di antara doa beliau untuk kita:

“Ya Allah, ampunilah umatku,
kasihanilah umatku,
dan jangan Engkau azab mereka.”

---

Nabi Sulaiman memiliki kerajaan,
namun Rasulullah ﷺ memiliki umat.

Nabi Sulaiman memerintah dunia,
namun Rasulullah ﷺ memimpin hati manusia hingga akhir zaman.

Beliau tidak meminta istana,
karena beliau ingin kita masuk surga bersamanya.

---

•> Renungan untuk Kita

Jika Rasulullah ﷺ saja menolak dunia demi umatnya,
lalu mengapa kita begitu takut kehilangan dunia
namun lupa akhirat?

06/05/2025

Sahabatku yang baik

Amalkan do'a ini dengan penuh keyakinan. Dengan izin Allah, delapan kesulitan hidup akan hilang tanpa bekas, membawa ketenangan dan keberkahan. Do'a ini adalah pelindung dari "Cemas, Sedih, Lemah, Malas, Pengecut, Bahil/pelit, Lilitan hutang, Kedzoliman orang.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ
"Ya Allah,sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih..."

وَأَعُوْذُبِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ
"..Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas.."

وَأَعُوْذُبِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ
".. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir."

وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ غَلَبَتِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ
"..Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.."

Kata Abu Umamah radhiyallahu 'anhu:

"Setelah membaca do'a tersebut, Allah berkenan menghilangkan kebingunganku dan membayarkan lunas hutangku." (HR Abu Dawud 4/353)

Semoga Allah menghilangkan kesulitanmu dan memberi kemudahan dalam setiap langkah.

Address

Rokan

Telephone

+81363303064

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Dakwah bersama usu posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share