18/11/2025
Mungkin hal ini berguna untuk kita dalam kerja dan hidup religius kita: QUIET QUITTING: KETIKA KITA BEKERJA, TAPI HATI TIDAK LAGI ADA DI SANA ๐
Pernahkah Anda merasa pergi kerja hanya karena โharusโ?
Datang, duduk, mengerjakan tugas seperlunyaโฆ tapi tanpa semangat, tanpa gairah, tanpa rasa bangga?
Jika iya, Anda tidak sendirian.
Fenomena ini punya nama: quiet quitting.
๐ Secara etimologi, โquiet quittingโ berasal dari kata quiet (diam/senyap) dan quit (berhenti).
Artinya: seseorang โberhentiโ bukan dengan keluar dari pekerjaan, tetapi berhenti secara batin โ diam-diam menarik diri dari antusiasme, energi, dan keterlibatan.
Quiet quitting bukan berarti seseorang berhenti bekerja. Bukan mogok. Bukan malas.
Ini lebih sepertiโฆ menyerah pelan-pelan.
Tubuh hadir, tapi hati tidak ikut. Tugas selesai, tapi tanpa antusiasme. Dan masuk kerja tanpa merasa โsaya penting di siniโ.
Banyak orang mengalami ini karena berbagai alasan:
โข tidak didengarkan ๐
โข tidak dihargai ๐
โข kelelahan mental ๐ฎโ๐จ
โข pekerjaan kehilangan makna ๐ซ
โข hubungan dengan atasan tidak sehat โ
โข atau tuntutan kerja yang tinggi tanpa dukungan ๐งฑ
Quiet quitting adalah alarm tak kasat mata โtanda bahwa seseorang sedang kehilangan dirinya di tempat kerja.
Jika dibiarkan, quiet quitting dapat memudarkan motivasi, menggerus kepercayaan diri, bahkan merusak jati diri.
Bagi organisasi, dampaknya sama seriusnya: produktivitas menurun, kreativitas hilang, dan suasana tim menjadi dingin dan berjarak.
Lalu, apa solusinya?
โ Bukan aturan baru.
โ Bukan tambahan beban kerja.
โ Bukan ceramah motivasi.
Yang dibutuhkan adalah:
๐ฌ percakapan yang tulus
๐ค ruang aman untuk bercerita
๐ tempat untuk didengar tanpa dihakimi
โจ kesempatan menemukan kembali apa yang penting bagi diri sendiri
Inilah yang disebut coaching.
Coaching bukan menggurui. Coaching membantu seseorang menemukan jawabannya sendiri. Coaching membuat orang kembali merasa dihargai, dilihat, dan dianggap penting.
Di tengah dunia kerja yang makin melelahkan, coaching bukan lagi kemewahanโ
โจ coaching adalah kebutuhan agar manusia tetap hidup, bukan sekadar bekerja. โจ
Basyrah Basir, PCC - Founder Coaching Untuk N***r
CUN PROFIL Coaching Untuk N***ri disingkat dengan CUN adalah entitas bisnis dan jejaring sosial yang bergerak di bidang pengembangan SDM khususnya dengan pendekatan coaching. Visi CUN adalah ingin Melihat Indonesia yang lebih baik, dengan adanya pendekatan coaching yang diterapkan di berbagai sektor...