22/11/2025
Renungan singkat
Gustopo
"Kasih yang Menyeluruh"
Sebuah Eksegesa Markus 12:30
"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu." (Markus 12:30, TB)
Seringkali kita menganggap mengasihi Tuhan hanya sebagai sebuah perasaan emosional yang hangat saat beribadah. Namun, ketika Yesus mengutip pengakuan iman Israel (Shema) dari Ulangan 6:5, Ia menggunakan istilah-istilah spesifik yang menuntut totalitas, bukan sekadar emosi.
Mari kita membedah makna asli dari empat aspek kasih yang Yesus sebutkan dalam bahasa Yunani aslinya:
1. Dengan Segenap Hati (Kardia)
Dalam pemikiran Yahudi kuno, kardia (hati) bukanlah sekadar pusat perasaan, melainkan pusat kendali kehidupan. Ini adalah tempat di mana keputusan dibuat dan kehendak ditetapkan.
Maknanya: Mengasihi Tuhan dengan segenap hati berarti menempatkan Tuhan sebagai pengambil keputusan utama. Ini bukan tentang "apa yang saya rasakan hari ini," melainkan "apa yang saya putuskan untuk taati hari ini."
2. Dengan Segenap Jiwa (Psychē)
Psychē merujuk pada nyawa, nafas kehidupan, dan identitas unik seseorang. Ini adalah hasrat dan emosi yang mendalam yang membuat kita hidup.
Maknanya: Mengasihi dengan jiwa berarti melibatkan semangat dan gairah kita. Kita tidak mengasihi Tuhan seperti robot yang kaku, melainkan dengan antusiasme yang hidup. Seluruh identitas diri kita terbalut dalam kasih kepada-Nya.
3. Dengan Segenap Akal Budi (Dianoia)
Kata ini berbicara tentang pemahaman, intelek, dan cara berpikir. Menariknya, Yesus menekankan aspek ini untuk menegaskan bahwa iman tidak boleh buta.
Maknanya: Kita mengasihi Tuhan dengan mempelajari Firman-Nya, menggunakan logika kita untuk memahami kebenaran-Nya, dan merencanakan hidup kita sesuai hikmat-Nya. Orang yang malas belajar tentang Tuhan sebenarnya belum mengasihi-Nya dengan segenap akal budi.
4. Dengan Segenap Kekuatan (Ischys)
Ischys berarti kemampuan fisik, tenaga, dan dalam konteks Ibrani aslinya (me'od), ini juga mencakup sumber daya atau harta milik.
Maknanya: Kasih harus mewujud dalam tindakan nyata. Ini berbicara tentang menggunakan tubuh kita untuk melayani, menggunakan uang kita untuk pekerjaan Tuhan, dan menggunakan bakat kita bagi kemuliaan-Nya.
Refleksi: Kasih yang Terintegrasi
Kata kunci yang mengikat keempat hal di atas adalah "Segenap" (Yunani: holos).
Tuhan tidak menginginkan kasih yang terkotak-kotak. Ia tidak ingin kita memberikan "Hati" kita saat bernyanyi di gereja, tetapi memberikan "Akal Budi" kita kepada filosofi dunia saat bekerja, atau memberikan "Kekuatan" (sumber daya) kita hanya untuk hobi pribadi.
Mengasihi Tuhan adalah sebuah integrasi. Ketika Kardia memutuskan untuk taat, Psychē merespons dengan sukacita, Dianoia memikirkan caranya, dan Ischys mengeksekusinya dalam tindakan.
Pertanyaan untuk direnungkan: Dari empat area ini (Hati, Jiwa, Akal Budi, Kekuatan), area mana yang saat ini paling sulit Anda serahkan sepenuhnya kepada Tuhan?
Amen.