Jaringan Papua Libaral

Jaringan Papua Libaral genosids secara perlahan

SENJATA PSIKOLOGIS DAN SENJATA SOSIOLGIS UNTUK MANUSIA PAPUA, AMBANG KEPUNAHANE JADI GENOSIDE===============😭😭😭Kita liha...
17/06/2022

SENJATA PSIKOLOGIS DAN SENJATA SOSIOLGIS UNTUK MANUSIA PAPUA, AMBANG KEPUNAHANE JADI GENOSIDE
===============

😭😭😭

Kita lihat Papua nanti siapa yang akan berkembang dan siapa yang akan punah.

Seakan suara masyarakat didengar oleh setan yang berdiri di samping jalan kenangan.

Karena perjuangan dengan ketakutan masyarakat akan masa depan manusia Papua dengan kekayaan alam sekian sia-sia.

Apa yang harus dilakukan masyarakat adat, dan siapa yang akan, mendidik masyarakat ada untuk menjadi pengendali persoalan pengelolaan ekonomi berkaki lima. Mengandalkan jualan pinang dan jualan sayur-mayur sayangnya mereka tidak mempunyai pendidikan tetang menejemen karena Negara tidak mau mendidik persoalan menejemen untuk orang Papua itu harus bangkit diatas tanahnya sendiri.

Kehidupan masunia Papua suda ambruk seperti ini, pembangunan manusia pulah tidak di perioritaska namun DOB hanya sepihak disahkan dan di setujui.

APA YANG AKAN TERJADI

persetujuan seperti ini merupakan seperti meminta jata atau meminta saham dengan Masa jabatan yang ada dengan mengatas namakan jabatan untuk meredamkan Papua merdeka.

Kejadian pemekaran wilayah DOB dengan Jumlah masyarakat 2 juta orang, dibawah dari mekanisme Pemekaran wilayah Kota, namun dengan kesebelasan Pihak dan kepetingan tertentu ditetapkan dengan DOB sesuai Tujuh wilayah adat.

Maka dari angka 2 juta penduduk OAP ini, jumlah yang kurang maka akan terjadi, Transmigrasi besar-besaran dari luar Papua akan masuk ke Papua, dan Orang Papua akan terpojokkan dan akan tersingkirkan.

Contoh wilayah transmigrasi dulu di KEROM, Merauke, dan beberapa tempat, yang bagaimana dan apa yang terjadi, bahwa masyarakat adat terpinggirkan dan terpojokkan dari tepat mereka.

Maka dari Pemekaran ini akan membawa dampak yang labih. Jika manusia Papua yang suda sadar akan perkembangan akan berkembang namun masyarakat adat yang di beberapa belahan bumi Papua ini nantinya akan seperti apa.

Dari segi fasilitas pendidikan sangat minim dan kurang, fasilitas kesehatan sangat minim dan Kurang, hak-hak politik saja suda diambil oleh Pendatang. Maka manusia Papua akan terpinggirkan dan akan termusnakan secara sistatis dan menjadi Genosida besar-besaran

Suber:

https://youtu.be/ycJscMWjCjE

https://papua.tribunnews.com/2022/06/17/gubernur-papua-lukas-enembe-ingatkan-para-bupati-agar-tak-sepihak-minta-dob

BUDAYA KU ADALAH IDENTITAS KU, DAN IDENTITAS KU ADALAH BUDAYAKU.======================Berkoteka adalah busana pakaian ad...
30/04/2022

BUDAYA KU ADALAH IDENTITAS KU, DAN IDENTITAS KU ADALAH BUDAYAKU.
======================

Berkoteka adalah busana pakaian adat suku di Papua, orang dengan berbusana koteka bukan bertelanjang, maka setiap manusia patut mengahargainya ketika suku bangsa yang berbusana koteka. Maka orang lain juga akan menghargai budaya suku bangsa lain.

PERNYATAAN SIKA PENOLAKAN DOB BERDATANGAN DENGAN BERBAGAI KALANGAN MAHASISWA ORGANISASI DAN MASYARAKAT PAPUA.BERIKUT INI...
31/03/2022

PERNYATAAN SIKA PENOLAKAN DOB BERDATANGAN DENGAN BERBAGAI KALANGAN MAHASISWA ORGANISASI DAN MASYARAKAT PAPUA.

BERIKUT INI PERYATAAN SIKAP DARI MAHASISWA/I TIMIKA DIKOTA SALATIGA - PURWOREJO MENOLAKAN DENGAN TEGAS ATAS DAERAH OTONOMI BARU DOB DI PAPUA.

LANIKUNUME - PERNYATAAN SIKAP PELAJAR & MAHASISWA MIMIKA KOTA STUDI SALATIGA : TOLAK PEMAKARAN DOB PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA, SALATIGA 31 MARET 2022 IKATAN PELAJAR DAN MAHASISWA MIMIKA, KORDINATOR WILAYAH SALATIGA PURWOREJO, JAWA TENGAH. INDONESIA-------------------------------------------------------...

21/03/2022

Apa yang terjadi negeri yang kaya akan sumber daya di juluki surga kecil yang jatuh ke bumi itu.???????

AKTIVIS KEMANUSIAN DIGUGAT DENGAN DATA FAKTANYA.KAMANA DEMOKRASI.? KEADILAN DISEMBUNYIKAN OLEH KEKUASAN DALAM KEPENTINGA...
20/03/2022

AKTIVIS KEMANUSIAN DIGUGAT DENGAN DATA FAKTANYA.
KAMANA DEMOKRASI.? KEADILAN DISEMBUNYIKAN OLEH KEKUASAN DALAM KEPENTINGAN.
RAKYAT TERTINDAS BERSAMA AKTIVIS KEMANUSIAN. FATIA & HARIS.

06/03/2022

Tn. Skoty Pendiri Yayasan BALIEM ADVENTURE

Menurut Beliau bahwa Generasi muda Papua dalam pandangannya, menuju kehancuran akan masa depan dan tidak ada pada perkembangan dari segi kehidupan kemandirian.

Generasi Papua pada umunya berperilaku dalam mengupayakan diri dalam melakukan kehidupan yang berencana "KBP-P" dalam menentukan nasip kesedepan sangat minim, kehidupan minim ini menimbulkan Karena ada faktor yangenimbulkan perilaku seperti ini.

Munculnya perilaku ini karena adanya Otsus maka masyarakat pada umumnya tidak berjuang keras seperti dulu. Kehidupan pada dasarnya dulu itu masyarakat hidup dengan kerja keras demi mewujudkan masa depan anak istri. Etapi sekarang atau kekiniaan kehidupan itu terjadi kebalikan, artinya kehidupan bukan menjadi pejuang keras tetapi kehidupan pada ketergantungan dalam segala sesuatu yang bersifat instan.

Generasi Emas yang bertinggal di wilayah Jayawijaya "Wamena" dalam mencari nafkan demi melanjutkan kehidupan, menjadi sangat-sangat di sayangkan.

Anak-anak muda yang disebut Generasi emas ini, yang hidupnya seorang Sopir namun tidak pernah merawat mobil yang menjadi kebunya dia. Mobil itu punya berat muatan sesuai dengan batasannya, jika lebih maka mobil itu akan rusak. Jika mobil itu rusak maka akan masuk ke bengkel dan bayaran perbaikan mobil itu lebih dari yang di perkirakan.

Adapun dalam penggunaan uang dari segi kebutuhan ekonomi dalam pekerjaan. Generasi emas jayawijaya dilihat banyak membuang uang demi melengkapi kebutuhan pribadi. Milsalnya beli pinang, dan beli roko. Perbelanjaan itu tanpa sadar banyak uang yang akan keluar, dan dalam pandangan hidupnya generasi ini, bahwa sebentar bisa dapatkan uang, namun belum tentu didapatkan uang ya g di pikrkan.

Kehidupan ini sangat nyata bagi generasi emas di wamena. Kejadian tersebut sangatlah nyata maka, perlu di benahi agar kedepan bisa kita merubah pola pikir Generasi emas ini. Karena generasi merupakan aset bangsa. Yang harus diajarkan agar kedepan mereka ini menjadi Keluarga yang Berencana demi masa depannya, mereka.

KEJADIAAN ini sangatlah nyata dan ini Sebua salah satu contoha namun banyak hal-hal yang terjadi pada Generasi emas dan masyarakat pada umunya.

TNI MENYIKSA ANAK DIBAWAH UMUR DI PUNCA ILAGA PAPUA ===============================Breaking News19/02/2022 Kejadian peny...
26/02/2022

TNI MENYIKSA ANAK DIBAWAH UMUR DI PUNCA ILAGA PAPUA
===============================

Breaking News
19/02/2022
Kejadian penyiksaan anak dibawah umur di puncak Tanggal 19/02/2022. Kejadian ini merupakan kecurigaan Dari TNI yang bertugas disana kepada anak-anak dibawah umur, dengan alasan pencurigaan mencuri senjata milik TNI.

kejadian ini anak-anak yang menjadi korban dibawah umur ini tidak tahu dari pertama introgasi secara wajar sampai dengan introgasi dengan kekerasan terhadap anak-anak dibawah umur. Kejadian atas pencurian senjata milik TNI, terjadi pada saat anggota yang bertugas disana, main game atau kartu do post penjagaan.

Kejadian pencurian anggota TNI mereka main game, dan senjata yang dipake untuk menjaga tersebut di taruh di samping atau di dalam rumah dan senjata tersebut hilang. Kehilangan inilah yang menyebabkan pemeriksaan di perkampungan sekitarnya dan terjadi kekerasan terhadap anak di bawah umur.

Anak-anak dibawah umur yang menjadi korban kekerasan berada di rumah sakit dalam perawatan kesehatan.

Mohon advokasi pendampingan hukum bagi Keluarga korban penyiksaan oleh aparat kolonial indonesia terhadap anak-anak di bawa umur yang di tuduh telah merampas sepucuk senjata milik Teroris Nasional Indonesia (TNI) di distrik Sinak, Kab. Puncak provinsi Papua.

Anak” di bawa umur tersebut berjumlah 7 orang satu di antara nya meninggal dunia karena komplikasi penyiksaan. Anak yg meningal dunia diperkirakan berusia 8 tahun dan masi duduk di bangku SD kelas 4. Sedangkan 6 orang lain nya yang juga anak” di bawa umur sementara lagi di rawat di Puskesmas Sinak.

Nama-nama yang sedang berobat di Puskesmas Sinak:
1.DESON MURIB
2.AIBON KULUA
3.ATON MURIB
4.WEITEN MURIBB
5.ELITON MURIB
6.0ISOLIMAN KULUA
7.MAKILON TABUNI
NO. 7 MENINGGAL DUNIA

Walau kami tahu, bahwa dalam hal ini Indonesia sbg pelaku kekerasan tidak mungkin mengadili diri sendiri, tetapi Tindakan ini sangat keterlaluan, tidak professional dan Sadis oleh aparat penegak hukum terhadap siswa” SD ini tidak bisa di biarkan. Apalagi tindakan seperti membabi buta seperti ini.

24/02/2022

RASIALISME TERJADI LAGI TERHADAP ORANG PAPUADIDALAM PERTANDINGAN BELITON FC VS PERSIKOTA TANGGERAN FC LIGA TIGA
=============================
‌ TERDENGAR RASISME DARI SUPOTER SEPAK BOLA PERSIKOTA TANGGERAN FC 23/02/2022 mengingatkan Rasisme Tahun 2019 yang melonjak tempo itu. Mengapa rasisme ini menjadi budaya bagi Orang Indonesia, Terhadap Orang Papua.?
‌Didalam pertandingan terlihat dan terdengar bahwa terjadi lagi kasus ujaran Rasialisme dari suporter TANGGERAN FC kepada Tim sepak Bola Papua, BELITON FC. Rasisme ini merupakan Musuh Dunia dan Ujaran rasisme ini merupakan terhadap Orang Papua selaluh saja terjadi, dan kapanpun terjadi terhadap orang Papua.
‌Orang Papua merupakan bagian dari Indonesia hanya saja warna kulit dan Rambut saja yang berbeda dari warga Indonesia lain selain Orang Papua, namun oselain orang Papua memandang dan melihat orang Papua itu dengan kacamatanya mereka, adapun juga langsung terjadi ujaran rasisme dan diskriminasi rasial terhadap orang Papua.
‌kasus rasis yang terjadi pada saat pertandingan berlanjut Anatar BELITON FC VS TANGGRANKOTA FC inieningatkan Rasisme pada tahun 2019 yang melonjak besar tempo itu. Ketika kasus Rasisme ini Masi dipeliha maka akan terus terjadi rasis terhadap orang Papua dari apapun dan dimanapu, maka Negara harus menindak lanjuti atas ujaran rasisme ini, sebab warga Indonesia pada umumnya membudayakan rasisme Sabai Budaya bagi mereka dan kami sebagai orang Papua menerima rasisme itu seperti ujaran kata yang wajar namun rasisme itu merupakan kata yang tidak baik dan kata yang membulikan, bahkan menjatuhkan etnis lain. Tuhan menciptakan semua umat manusia serupa dan segambar seperti Tuhan namun warna kulit dan rambut, dan budaya agama yang berbeda, tetapi kita semua satu di mata Tuhan karena kami semua manusia bukan Hewan.
‌Tuhan menciptakan hewan berbeda dengan manusia maka Negara harus bertanggung jawab atas ujaran rasisme yang terjadi terstruktur walaupun kita merasa hal itu spontanitas. PSSI, dan pimpinan pertandingan bahkan Wasit yang ikut pada saat pertandingan terjadi ujaran rasisme pada tanggal 23/02/2022 harus bertanggung jawab atas ujaran rasisme ini.
‌Kaus rasisme ini merupakan Musuh kita bersama, tetapi ada saja terjadi maka semua elemen komonitas, lembaga, bekerja sama untuk malawan rasisme ini agar rasisme kita musnakan agar kita membangun berbeda beda tetapi kita bangun kekeluargaan dalam satu rumah yang abadi.
‌jika rasisme itu akan terulang terus maka apa yang akan terjadi kedepan dan kapan saja akan terjadi rasis kepada orang papua, mengapa demikian karena rasisme merupakan ujaran perkataan untuk menjatuhkan martabat orang lain dan membulikan secara mental dan mencotohkan manusia lain itu sama seperti hewan, maka mari kita melawan rasisme, melawan diskriminasi, karena kita adalah warga negara yang sama.

22/02/2022

Injil Beradapkan Manusia Papua dan Bukan Senjata yang Beradapkan Manusia Papua
===========================
ULANG TAHUN GIDI 12/02/2022
Sambutan bapak. Gub. Lukas Enembe. Menyatakan bahwa orang yang hidup di Papua harus m ngerti perjalanan Injil di Tanah Papua, karena kami terbelakan dalam peradaban namun Injil masuk ke Tanah Papua memberhapkan manusia Papua dan hal itu sangat luar biasa dan tantang yang sangat luar biasa dari dahulu sebelum Injil masuk ke tanah Papua dan Pemerintah masuk ke Papua tetapi begitu Injil masuk ke tanah Papua pada peradaban . manusia Papua hidup di atas Tanahnya sendiri seharusnya bahagia dan heoi menjalani kehidupan sebagai manusia Papua, Tetapi Manusia Papua saat Ini Tidak bahagia sama sekali karena sebagian manusia Papua sedang menangis karena anaknya dibunuh oleh peralatan senjata ada yang mati akibat mengungsi dari kegiatan yang di bangunkan oleh orang tertentu di wilayah kota yang terjadi bencana buatan manusia maka orang Papua sekarang tidak bahagia di atas Tanah sendiri.

Orang Papua di Beradapkan Dari Tuhan bukan bukan dengan Senjata, maka Pemerintah harus hentikan dengan pendekatan militeristik di Papua. Karena pendekatan militerisasi membuat orang asli Papua lama-kelamaan akan terpinggirkan dari pendekatan militerisas, dan bukan karena tidak mampu untuk bersaing.

Dalam sambutan Bpk. Gubernur Papua L.E menyatakan dirinya sakit berat, dari beberapa bulak yang suda iya lewati dan makan tahun tetapi Tuhan tidak menginginkan mencabut nyawanya maka beliau patut bersyukur kepada Tuhan karena Masi memberi kesehatan yang baik walaupun Masi sakit.

Penulis.
By John w.

Gubernur Papua, Lukas Enembe, memastikan rekening gaji aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua t...
17/02/2022

Gubernur Papua, Lukas Enembe, memastikan rekening gaji aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua tetap berada di Bank Papua.

Kebijakan ini telah diputuskan bersama dengan pihak Bank Papua dalam pertemuan 9 Februari 2022.

Rumah ini terlihat seperti apa menjadi penasaran bagi masyarakat Luar tetapi masyarakat yang mngetahui tetang rumah ini,...
17/02/2022

Rumah ini terlihat seperti apa menjadi penasaran bagi masyarakat Luar tetapi masyarakat yang mngetahui tetang rumah ini, bahwa akan memahami Rumah adat bagi masyarakat Papua ( Masyarakat suku Ndani Papua).

Kampus berstarif Internasional Papua.  4 Fakta.
17/02/2022

Kampus berstarif Internasional Papua.
4 Fakta.

Kampus bertaraf internasional Universitas Internasional Papua (UIP) segera dibuka di Papua. Berikut fakta kampus UIP dari prodi hingga program pendidikannya.

Address

Salatiga

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Jaringan Papua Libaral posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Jaringan Papua Libaral:

Share